Disusun Oleh:
Muhammad Ali Ibrahim Khalilullah (25051204107)
Aldi Abdurrahman Nafis (25051204108)
Gilang Derossi (25051204167)
Auralia Ludmilla Dita (25051204232)
I. Pendahuluan
Linux adalah sistem
operasi berbasis kernel yang banyak digunakan di dunia server, embedded system,
maupun lingkungan pengembangan perangkat lunak. Salah satu kekuatan utama Linux
adalah antarmuka baris perintah (Command Line Interface / CLI) yang
memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui
terminal.
Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan perintah-perintah dasar Linux yang mencakup empat aspek utama: navigasi direktori, manajemen file, pengaturan permission dan instalasi paket, serta pemantauan proses dan penggunaan pipe. Dengan menguasai perintah-perintah tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengelola sistem berbasis Linux secara efektif dan efisien.
II. Tujuan Praktikum
Setelah menyelesaikan
praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1.
Melakukan navigasi antar
direktori menggunakan perintah pwd, ls, cd, dan mkdir.
2.
Membuat, menyalin, memindahkan,
mengedit, dan menghapus file menggunakan perintah touch, nano, cat, cp, mv, dan
rm.
3.
Mengatur hak akses file dengan
chmod serta menginstal dan menghapus paket menggunakan apt.
4.
Memantau proses sistem dengan
htop serta memanfaatkan pipe (|) untuk menggabungkan perintah.
III. Hasil Praktikum
3.1 Indikator 1: Navigasi Direktori
Navigasi direktori merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai dalam penggunaan Linux CLI. Pada sesi ini, praktikan melakukan serangkaian perintah untuk memahami struktur hierarki direktori Linux, mulai dari melihat posisi saat ini, membuat direktori baru, berpindah antar direktori, hingga menghapus direktori yang sudah tidak diperlukan.
Gambar 1. Praktik navigasi direktori: pwd, ls, mkdir,
cd, rmdir
Pada Gambar 1 terlihat
bahwa praktikan memulai dengan memeriksa direktori kerja menggunakan perintah
pwd, yang menampilkan /home/labex/project. Selanjutnya, direktori baru bernama
kelompok7 dibuat menggunakan mkdir, kemudian masuk ke dalamnya dengan cd. Di
dalam direktori tersebut, praktikan membuat file praktikum1 menggunakan touch,
mengisinya dengan nano, menyalinnya menjadi praktikum2 dengan cp, mengganti
nama dengan mv, lalu menghapus file menggunakan rm. Setelah kembali ke
direktori induk, direktori kelompok7 berhasil dihapus dengan rmdir.
|
Perintah |
Fungsi |
Hasil
yang Diamati |
|
pwd |
Menampilkan direktori kerja saat ini |
/home/labex/project |
|
ls |
Menampilkan isi direktori |
Daftar file/folder tampil |
|
mkdir kelompok7 |
Membuat direktori baru |
Folder kelompok7 terbentuk |
|
cd kelompok7 |
Berpindah ke direktori |
Prompt berubah ke kelompok7/ |
|
rmdir kelompok7 |
Menghapus direktori kosong |
Folder berhasil dihapus |
Tabel 1. Ringkasan perintah navigasi direktori
3.2 Indikator 2: Manajemen File
Manajemen file mencakup
operasi pembuatan, pembacaan, penyalinan, pemindahan, dan penghapusan file.
Dalam sesi ini, praktikan menggunakan berbagai perintah untuk mengelola file
teks sederhana di dalam lingkungan terminal Linux.
Gambar 2. Editor teks GNU nano digunakan untuk membuat
dan mengedit file praktikum1
Gambar 2 memperlihatkan
antarmuka editor teks GNU nano versi 6.2 yang digunakan untuk mengedit file
bernama praktikum1. Di dalam file tersebut terdapat dua baris teks, yaitu
"anggota kelompok" dan "aldi lia gilang ali". Editor nano
dipilih karena kemudahannya digunakan langsung dari terminal tanpa memerlukan
antarmuka grafis. Pengguna dapat menyimpan file dengan shortcut Ctrl+O dan
keluar dengan Ctrl+X.
Setelah file praktikum1
selesai dibuat dan diisi, dilakukan berbagai operasi file lanjutan sebagaimana
telah ditunjukkan pada Gambar 1, yaitu penyalinan file (cp), penggantian nama
file (mv), serta penghapusan file (rm). Perintah cat juga digunakan untuk
menampilkan isi file ke terminal tanpa harus membuka editor.
|
Perintah |
Fungsi |
Hasil
yang Diamati |
|
touch praktikum1 |
Membuat file kosong baru |
File praktikum1 terbentuk |
|
nano praktikum1 |
Membuka editor teks nano |
Editor tampil, teks dapat diisi |
|
cat praktikum1 |
Menampilkan isi file |
Isi file tampil di terminal |
|
cp praktikum1 praktikum2 |
Menyalin file |
File praktikum2 terbentuk |
|
mv praktikum1 anggota |
Mengganti nama / memindahkan file |
File berganti nama menjadi anggota |
|
rm anggota |
Menghapus file |
File berhasil dihapus |
Tabel 2.
Ringkasan perintah manajemen file
3.3 Indikator 3: Permission & Install Package
Pengaturan permission (hak
akses) merupakan fitur penting Linux yang mengontrol siapa saja yang dapat
membaca, menulis, atau mengeksekusi sebuah file. Selain itu, manajemen paket
memungkinkan pengguna menginstal dan menghapus perangkat lunak secara langsung
dari terminal menggunakan package manager apt.
Gambar 3. Pengaturan permission file menggunakan chmod
dan pemeriksaan dengan ls -l
Gambar 3 menunjukkan
praktik pengaturan hak akses file. Diawali dengan menjalankan perintah date dan
whoami untuk memverifikasi waktu sistem dan identitas pengguna. Kemudian dibuat
dua file shell script, yaitu file.sh dan tes.sh, menggunakan perintah touch.
File file.sh diberikan hak eksekusi dengan perintah chmod +x, sehingga
permission-nya berubah dari -rw-r--r-- menjadi -rwxrwxr-x. Percobaan chmod 777
tes gagal karena penulisan nama file tidak lengkap (tanpa ekstensi .sh), sehingga
perintah diulang dengan benar menggunakan chmod +x tes.sh. Pada akhirnya kedua
file memiliki hak eksekusi.
Gambar 4. Proses instalasi dan penghapusan paket htop
menggunakan sudo apt
Gambar 4 memperlihatkan
proses manajemen paket menggunakan apt. Pertama, dilakukan instalasi htop
dengan perintah sudo apt install htop. Sistem menginformasikan bahwa htop sudah
terpasang dalam versi 3.0.5-7build2 sehingga tidak perlu diunduh ulang.
Perintah dpkg -l digunakan untuk memverifikasi daftar paket yang terinstal.
Selanjutnya, htop dihapus menggunakan sudo apt remove htop, dan sistem
menampilkan daftar paket yang akan ikut dihapus.
|
Perintah |
Fungsi |
Hasil
yang Diamati |
|
chmod +x file.sh |
Menambahkan hak eksekusi |
Permission menjadi -rwxrwxr-x |
|
chmod 777 tes |
Mengatur permission oktal |
Error: file tidak ditemukan |
|
ls -l |
Melihat detail permission file |
Mode permission tampil lengkap |
|
sudo apt install htop |
Menginstal paket htop |
htop sudah terinstal v3.0.5 |
|
dpkg -l |
Melihat daftar paket terinstal |
Daftar paket tampil |
|
sudo apt remove htop |
Menghapus paket htop |
Paket berhasil dihapus |
Tabel 3.
Ringkasan perintah permission dan manajemen paket
3.4 Indikator 4: Monitoring & Pipe
Pemantauan proses sistem
sangat penting untuk mengetahui kondisi dan performa sistem secara real-time.
Linux menyediakan berbagai alat monitoring, salah satunya adalah htop. Selain
itu, operator pipe (|) memungkinkan penggabungan output dari satu perintah
sebagai input perintah lainnya, sehingga proses pengolahan data menjadi lebih
efisien.
Gambar 5. Tampilan antarmuka htop menampilkan proses
sistem secara real-time
Gambar 5 menampilkan
antarmuka htop yang berisi informasi komprehensif mengenai kondisi sistem.
Terlihat bahwa sistem memiliki 4 CPU core (0–3) yang semuanya memiliki
utilisasi 0.0%. Memory yang digunakan adalah 1.78G dari total 15.0G yang
tersedia, sementara swap tidak digunakan (0K/0K). Sistem menampilkan 46 task
dengan 38 thread dan 1 proses yang sedang running, dengan load average sebesar
0.03, 0.18, dan 0.17, serta uptime selama 9 hari 20 jam. Berbagai proses
ditampilkan lengkap beserta PID, user, prioritas, penggunaan CPU dan memori,
serta nama prosesnya.
Gambar 6. Penggunaan pipe dengan perintah ls | wc -l
dan cat | grep
Gambar 6 menunjukkan dua contoh
penggunaan operator pipe. Pertama, perintah ls | wc -l digunakan untuk
menghitung jumlah file/folder dalam direktori saat ini, dan hasilnya adalah 3
item. Kedua, perintah cat file.txt | grep linux digunakan untuk mencari baris
yang mengandung kata "linux" dari isi file.txt, dan ditemukan satu
baris yang sesuai. Penggunaan pipe memungkinkan dua perintah bekerja secara
berantai tanpa perlu menyimpan hasil sementara ke file.
|
Perintah |
Fungsi |
Hasil
yang Diamati |
|
htop |
Monitor proses sistem interaktif |
Tampilan proses real-time |
|
ls | wc -l |
Hitung jumlah file di direktori |
Output: 3 |
|
cat file.txt | grep linux |
Filter baris yang mengandung kata kunci |
Baris "linux" ditampilkan |
Tabel 4.
Ringkasan perintah monitoring dan pipe
IV. Analisis
Berdasarkan hasil praktikum
yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, navigasi
direktori dengan perintah pwd, ls, cd, mkdir, dan rmdir berjalan sesuai
harapan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa rmdir hanya dapat
menghapus direktori kosong. Jika direktori masih berisi file, maka harus
digunakan perintah rm -r.
Kedua, manajemen file
dengan nano, cp, mv, dan rm berjalan dengan lancar. Editor nano terbukti mudah
digunakan untuk pemula karena menampilkan shortcut di bagian bawah layar.
Perintah mv selain berguna untuk memindahkan file juga dapat digunakan untuk
mengganti nama file.
Ketiga, pada praktik
permission, ditemukan satu kesalahan yaitu penggunaan chmod 777 tes yang gagal
karena nama file yang tidak lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa Linux bersifat
case-sensitive dan eksak dalam penulisan nama file. Kesalahan kecil dalam
pengetikan dapat menyebabkan perintah gagal dieksekusi.
Keempat, penggunaan htop memberikan gambaran visual yang komprehensif mengenai kondisi sistem. Sementara itu, operator pipe (|) terbukti sangat powerful untuk menggabungkan perintah sehingga memungkinkan pemrosesan data secara efisien tanpa file sementara.
V. Kesimpulan
Praktikum perintah dasar
Linux CLI telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Mahasiswa telah memahami dan
mempraktikkan empat indikator kompetensi, yaitu navigasi direktori, manajemen
file, pengaturan permission dan instalasi paket, serta pemantauan proses dan
penggunaan pipe.
Penguasaan
perintah-perintah dasar Linux merupakan fondasi penting bagi seorang mahasiswa
teknik informatika, terutama dalam menghadapi pekerjaan di lingkungan server
berbasis Linux. Dengan berlatih secara konsisten, penggunaan CLI akan menjadi
lebih efisien dibandingkan menggunakan antarmuka grafis (GUI) untuk banyak
tugas administrasi sistem.
VI. Daftar Pustaka
Barrett, D. J. (2022).
Linux Pocket Guide, 4th Edition. O'Reilly Media.
Negus, C. (2020).
Linux Bible, 10th Edition. Wiley.
The Linux
Documentation Project. (2024). Bash Guide for Beginners. Diakses dari
https://tldp.org






Tidak ada komentar:
Posting Komentar