Jumat, 29 Mei 2026

PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI (COMMAND LINE INTERFACE) UNTUK NAVIGASI DAN MENEJEMEN SISTEM


Disusun Oleh:


Muhammad Ali Ibrahim Khalilullah                       (25051204107)

Aldi Abdurrahman Nafis                                           (25051204108) 

Gilang Derossi                                                            (25051204167)

Auralia Ludmilla Dita                                                (25051204232)


I. Pendahuluan

Linux adalah sistem operasi berbasis kernel yang banyak digunakan di dunia server, embedded system, maupun lingkungan pengembangan perangkat lunak. Salah satu kekuatan utama Linux adalah antarmuka baris perintah (Command Line Interface / CLI) yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui terminal.

Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan perintah-perintah dasar Linux yang mencakup empat aspek utama: navigasi direktori, manajemen file, pengaturan permission dan instalasi paket, serta pemantauan proses dan penggunaan pipe. Dengan menguasai perintah-perintah tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengelola sistem berbasis Linux secara efektif dan efisien.

II. Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1.      Melakukan navigasi antar direktori menggunakan perintah pwd, ls, cd, dan mkdir.

2.      Membuat, menyalin, memindahkan, mengedit, dan menghapus file menggunakan perintah touch, nano, cat, cp, mv, dan rm.

3.      Mengatur hak akses file dengan chmod serta menginstal dan menghapus paket menggunakan apt.

4.      Memantau proses sistem dengan htop serta memanfaatkan pipe (|) untuk menggabungkan perintah.

 

III. Hasil Praktikum

3.1 Indikator 1: Navigasi Direktori

Navigasi direktori merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai dalam penggunaan Linux CLI. Pada sesi ini, praktikan melakukan serangkaian perintah untuk memahami struktur hierarki direktori Linux, mulai dari melihat posisi saat ini, membuat direktori baru, berpindah antar direktori, hingga menghapus direktori yang sudah tidak diperlukan.


Gambar 1. Praktik navigasi direktori: pwd, ls, mkdir, cd, rmdir

Pada Gambar 1 terlihat bahwa praktikan memulai dengan memeriksa direktori kerja menggunakan perintah pwd, yang menampilkan /home/labex/project. Selanjutnya, direktori baru bernama kelompok7 dibuat menggunakan mkdir, kemudian masuk ke dalamnya dengan cd. Di dalam direktori tersebut, praktikan membuat file praktikum1 menggunakan touch, mengisinya dengan nano, menyalinnya menjadi praktikum2 dengan cp, mengganti nama dengan mv, lalu menghapus file menggunakan rm. Setelah kembali ke direktori induk, direktori kelompok7 berhasil dihapus dengan rmdir.

 

Perintah

Fungsi

Hasil yang Diamati

pwd

Menampilkan direktori kerja saat ini

/home/labex/project

ls

Menampilkan isi direktori

Daftar file/folder tampil

mkdir kelompok7

Membuat direktori baru

Folder kelompok7 terbentuk

cd kelompok7

Berpindah ke direktori

Prompt berubah ke kelompok7/

rmdir kelompok7

Menghapus direktori kosong

Folder berhasil dihapus

Tabel 1. Ringkasan perintah navigasi direktori

 

 

 

3.2 Indikator 2: Manajemen File

Manajemen file mencakup operasi pembuatan, pembacaan, penyalinan, pemindahan, dan penghapusan file. Dalam sesi ini, praktikan menggunakan berbagai perintah untuk mengelola file teks sederhana di dalam lingkungan terminal Linux.

 

Gambar 2. Editor teks GNU nano digunakan untuk membuat dan mengedit file praktikum1

Gambar 2 memperlihatkan antarmuka editor teks GNU nano versi 6.2 yang digunakan untuk mengedit file bernama praktikum1. Di dalam file tersebut terdapat dua baris teks, yaitu "anggota kelompok" dan "aldi lia gilang ali". Editor nano dipilih karena kemudahannya digunakan langsung dari terminal tanpa memerlukan antarmuka grafis. Pengguna dapat menyimpan file dengan shortcut Ctrl+O dan keluar dengan Ctrl+X.

Setelah file praktikum1 selesai dibuat dan diisi, dilakukan berbagai operasi file lanjutan sebagaimana telah ditunjukkan pada Gambar 1, yaitu penyalinan file (cp), penggantian nama file (mv), serta penghapusan file (rm). Perintah cat juga digunakan untuk menampilkan isi file ke terminal tanpa harus membuka editor.

 

Perintah

Fungsi

Hasil yang Diamati

touch praktikum1

Membuat file kosong baru

File praktikum1 terbentuk

nano praktikum1

Membuka editor teks nano

Editor tampil, teks dapat diisi

cat praktikum1

Menampilkan isi file

Isi file tampil di terminal

cp praktikum1 praktikum2

Menyalin file

File praktikum2 terbentuk

mv praktikum1 anggota

Mengganti nama / memindahkan file

File berganti nama menjadi anggota

rm anggota

Menghapus file

File berhasil dihapus

Tabel 2. Ringkasan perintah manajemen file

 

 

3.3 Indikator 3: Permission & Install Package

Pengaturan permission (hak akses) merupakan fitur penting Linux yang mengontrol siapa saja yang dapat membaca, menulis, atau mengeksekusi sebuah file. Selain itu, manajemen paket memungkinkan pengguna menginstal dan menghapus perangkat lunak secara langsung dari terminal menggunakan package manager apt.

 

Gambar 3. Pengaturan permission file menggunakan chmod dan pemeriksaan dengan ls -l

Gambar 3 menunjukkan praktik pengaturan hak akses file. Diawali dengan menjalankan perintah date dan whoami untuk memverifikasi waktu sistem dan identitas pengguna. Kemudian dibuat dua file shell script, yaitu file.sh dan tes.sh, menggunakan perintah touch. File file.sh diberikan hak eksekusi dengan perintah chmod +x, sehingga permission-nya berubah dari -rw-r--r-- menjadi -rwxrwxr-x. Percobaan chmod 777 tes gagal karena penulisan nama file tidak lengkap (tanpa ekstensi .sh), sehingga perintah diulang dengan benar menggunakan chmod +x tes.sh. Pada akhirnya kedua file memiliki hak eksekusi.

 

Gambar 4. Proses instalasi dan penghapusan paket htop menggunakan sudo apt

Gambar 4 memperlihatkan proses manajemen paket menggunakan apt. Pertama, dilakukan instalasi htop dengan perintah sudo apt install htop. Sistem menginformasikan bahwa htop sudah terpasang dalam versi 3.0.5-7build2 sehingga tidak perlu diunduh ulang. Perintah dpkg -l digunakan untuk memverifikasi daftar paket yang terinstal. Selanjutnya, htop dihapus menggunakan sudo apt remove htop, dan sistem menampilkan daftar paket yang akan ikut dihapus.

 

Perintah

Fungsi

Hasil yang Diamati

chmod +x file.sh

Menambahkan hak eksekusi

Permission menjadi -rwxrwxr-x

chmod 777 tes

Mengatur permission oktal

Error: file tidak ditemukan

ls -l

Melihat detail permission file

Mode permission tampil lengkap

sudo apt install htop

Menginstal paket htop

htop sudah terinstal v3.0.5

dpkg -l

Melihat daftar paket terinstal

Daftar paket tampil

sudo apt remove htop

Menghapus paket htop

Paket berhasil dihapus

Tabel 3. Ringkasan perintah permission dan manajemen paket

 

3.4 Indikator 4: Monitoring & Pipe

Pemantauan proses sistem sangat penting untuk mengetahui kondisi dan performa sistem secara real-time. Linux menyediakan berbagai alat monitoring, salah satunya adalah htop. Selain itu, operator pipe (|) memungkinkan penggabungan output dari satu perintah sebagai input perintah lainnya, sehingga proses pengolahan data menjadi lebih efisien.

 

Gambar 5. Tampilan antarmuka htop menampilkan proses sistem secara real-time

Gambar 5 menampilkan antarmuka htop yang berisi informasi komprehensif mengenai kondisi sistem. Terlihat bahwa sistem memiliki 4 CPU core (0–3) yang semuanya memiliki utilisasi 0.0%. Memory yang digunakan adalah 1.78G dari total 15.0G yang tersedia, sementara swap tidak digunakan (0K/0K). Sistem menampilkan 46 task dengan 38 thread dan 1 proses yang sedang running, dengan load average sebesar 0.03, 0.18, dan 0.17, serta uptime selama 9 hari 20 jam. Berbagai proses ditampilkan lengkap beserta PID, user, prioritas, penggunaan CPU dan memori, serta nama prosesnya.


Gambar 6. Penggunaan pipe dengan perintah ls | wc -l dan cat | grep

Gambar 6 menunjukkan dua contoh penggunaan operator pipe. Pertama, perintah ls | wc -l digunakan untuk menghitung jumlah file/folder dalam direktori saat ini, dan hasilnya adalah 3 item. Kedua, perintah cat file.txt | grep linux digunakan untuk mencari baris yang mengandung kata "linux" dari isi file.txt, dan ditemukan satu baris yang sesuai. Penggunaan pipe memungkinkan dua perintah bekerja secara berantai tanpa perlu menyimpan hasil sementara ke file.

 

Perintah

Fungsi

Hasil yang Diamati

htop

Monitor proses sistem interaktif

Tampilan proses real-time

ls | wc -l

Hitung jumlah file di direktori

Output: 3

cat file.txt | grep linux

Filter baris yang mengandung kata kunci

Baris "linux" ditampilkan

Tabel 4. Ringkasan perintah monitoring dan pipe

IV. Analisis

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, navigasi direktori dengan perintah pwd, ls, cd, mkdir, dan rmdir berjalan sesuai harapan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa rmdir hanya dapat menghapus direktori kosong. Jika direktori masih berisi file, maka harus digunakan perintah rm -r.

Kedua, manajemen file dengan nano, cp, mv, dan rm berjalan dengan lancar. Editor nano terbukti mudah digunakan untuk pemula karena menampilkan shortcut di bagian bawah layar. Perintah mv selain berguna untuk memindahkan file juga dapat digunakan untuk mengganti nama file.

Ketiga, pada praktik permission, ditemukan satu kesalahan yaitu penggunaan chmod 777 tes yang gagal karena nama file yang tidak lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa Linux bersifat case-sensitive dan eksak dalam penulisan nama file. Kesalahan kecil dalam pengetikan dapat menyebabkan perintah gagal dieksekusi.

Keempat, penggunaan htop memberikan gambaran visual yang komprehensif mengenai kondisi sistem. Sementara itu, operator pipe (|) terbukti sangat powerful untuk menggabungkan perintah sehingga memungkinkan pemrosesan data secara efisien tanpa file sementara.

 

V. Kesimpulan

Praktikum perintah dasar Linux CLI telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Mahasiswa telah memahami dan mempraktikkan empat indikator kompetensi, yaitu navigasi direktori, manajemen file, pengaturan permission dan instalasi paket, serta pemantauan proses dan penggunaan pipe.

Penguasaan perintah-perintah dasar Linux merupakan fondasi penting bagi seorang mahasiswa teknik informatika, terutama dalam menghadapi pekerjaan di lingkungan server berbasis Linux. Dengan berlatih secara konsisten, penggunaan CLI akan menjadi lebih efisien dibandingkan menggunakan antarmuka grafis (GUI) untuk banyak tugas administrasi sistem.

VI. Daftar Pustaka

Barrett, D. J. (2022). Linux Pocket Guide, 4th Edition. O'Reilly Media.

Negus, C. (2020). Linux Bible, 10th Edition. Wiley.

The Linux Documentation Project. (2024). Bash Guide for Beginners. Diakses dari https://tldp.org


Tidak ada komentar:

Posting Komentar