Rabu, 27 Mei 2026

ADMINISTRASI SISTEM LINUX DENGAN CLI


Disusun oleh:

Dhika Karya P. (25051204086)
M. Anwar Romadlon (25051204143)
M. Daffa Firmansyah (25051204219)
Rafino Fadhil Al Huda (25051204184)






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era digital saat ini, pengelolaan infrastruktur IT menjadi semakin kompleks dan kritis. Setiap organisasi, baik kecil maupun besar, membutuhkan pemahaman mendalam tentang administrasi sistem Linux. Linux dipilih karena merupakan sistem operasi yang stabil, aman, dan banyak digunakan dalam environment produksi di seluruh dunia.

  • Pentingnya penguasaan CLI (Command Line Interface) Linux dalam administrasi server merupakan fondasi yang tidak dapat ditinggalkan. Administrator yang mahir menggunakan CLI dapat melakukan tugas-tugas kompleks dengan efisien dan presisi.
  • Kebutuhan konfigurasi jaringan dan sistem dalam sistem modern semakin meningkat seiring berkembangnya aplikasi berbasis web. Kemampuan manajemen file, direktori, dan proses menjadi kunci produktivitas.
  • Ancaman keamanan cyber terus berkembang dan menjadi tantangan serius bagi setiap organisasi. Penguasaan permission dan ownership merupakan aspek kritis dalam menjaga keamanan dan integritas sistem.

1.2 Rumusan Masalah 

Praktikum ini dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan fundamental:
  1. Bagaimana penggunaan CLI Linux secara efektif dalam manajemen sistem dan administrasi server?
  2. Bagaimana melakukan navigasi dan manajemen file dengan menggunakan command line interface?
  3. Bagaimana mengatur permission dan ownership file secara optimal untuk keamanan sistem?

1.3 Tujuan

Praktikum ini memiliki tujuan pembelajaran sebagai berikut:
  1. Menguasai perintah dasar Linux dan operasi command line interface untuk manajemen sistem
  2. Mampu melakukan navigasi direktori dan manipulasi file dengan efisien
  3. Melakukan pengujian keamanan menggunakan tools yang diakui industri
  4. Memahami dan mengimplementasikan permission dan ownership di Linux
  5. Menguasai manajemen proses dan service menggunakan systemd

1.4 Manfaat

  1. Mahasiswa memahami konsep dasar Linux dan arsitektur sistem operasi open-source
  2. Mahasiswa mampu menerapkan CLI commands dalam konteks praktikum administrasi sistem
  3. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan problem solving dalam manajemen sistem berbasis Linux

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Teori

    2.1.1 Konsep Linux

      Linux adalah sistem operasi open-source yang didasarkan pada kernel Linux yang dikembangkan oleh Linus Torvalds. Linux menawarkan stabilitas tinggi, keamanan yang baik, dan fleksibilitas dalam konfigurasi. Berbagai distribusi Linux tersedia (Ubuntu, CentOS, Debian, dll) yang masing-masing memiliki karakteristik unik.

    2.1.2 Struktur Direktori Linux

      Linux menggunakan struktur direktori hierakis yang dimulai dari root (/) dengan berbagai direktori standar:

      Direktori Fungsi
      / Root directory, direktori utama sistem Linux
      /home Direktori home untuk setiap user
      /root Direktori home khusus user root
      /etc Menyimpan file konfigurasi sistem
      /var Menyimpan data yang berubah-ubah seperti log dan cache
      /tmp Direktori file sementara (temporary files)
      /usr Menyimpan aplikasi dan utility user
      /bin Berisi binary executable command dasar Linux
      /sbin Binary executable untuk administrasi sistem
      /opt Lokasi instalasi aplikasi tambahan atau third-party
      /dev Representasi device hardware dalam bentuk file
      /proc Virtual filesystem untuk informasi kernel dan proses
      /boot Menyimpan file bootloader dan kernel Linux
      /lib Library penting untuk binary sistem
      /media Mount point media eksternal seperti flashdisk
      /mnt Mount point sementara untuk filesystem
      /srv Data untuk service/server tertentu
      /run Menyimpan runtime data sistem dan service aktif
      /lost+found Direktori recovery filesystem setelah crash/error

    2.1.3 Command Line Interface (CLI)

      CLI adalah antarmuka berbasis teks untuk berinteraksi dengan sistem operasi. Dengan CLI, seorang administrator dapat melakukan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan presisi, serta mengotomatisasi pekerjaan berulang dengan script.

      `
      Perintah Fungsi Contoh
      pwd Menampilkan direktori saat ini pwd
      ls Menampilkan isi direktori ls
      ls -la Menampilkan file beserta permission dan ownership ls -la
      cd Berpindah direktori cd /var/www
      mkdir Membuat direktori baru mkdir backup
      rmdir Menghapus direktori kosong rmdir backup
      touch Membuat file kosong touch file.txt
      cp Menyalin file cp file.txt backup.txt
      cp -r Menyalin folder secara rekursif cp -r app backup
      mv Memindahkan atau rename file/folder mv app app_backup
      rm Menghapus file rm file.txt
      rm -rf Menghapus folder beserta seluruh isinya rm -rf backup
      cat Menampilkan isi file cat package.json
      nano Edit file menggunakan nano editor nano nginx.conf
      vim Edit file menggunakan vim editor vim nginx.conf
      clear Membersihkan terminal clear
      history Menampilkan riwayat command history
      top Monitoring proses secara real-time top
      htop Monitoring proses dengan tampilan interaktif htop
      ps Menampilkan proses berjalan ps aux
      kill Menghentikan proses berdasarkan PID kill 1234
      pkill Menghentikan proses berdasarkan nama pkill nginx
      chmod Mengubah permission file/folder chmod 755 script.sh
      chown Mengubah owner file/folder chown root:root file.txt
      df -h Menampilkan penggunaan disk df -h
      du -sh Menampilkan ukuran folder du -sh uploads
      free -h Menampilkan penggunaan RAM free -h
      uname -a Menampilkan informasi kernel Linux uname -a
      hostname Menampilkan hostname sistem hostname
      ip a Menampilkan konfigurasi IP address ip a
      ping Menguji koneksi jaringan ping google.com
      curl Mengambil data dari URL curl https://example.com
      wget Mengunduh file dari internet wget file.zip
      ssh Koneksi remote server via SSH ssh user@server
      ssh-copy-id Mengirim SSH public key ke server ssh-copy-id user@server
      scp Transfer file melalui SSH scp file.txt user@server:/home
      systemctl status Melihat status service systemctl status nginx
      systemctl start Menjalankan service systemctl start nginx
      systemctl restart Restart service systemctl restart nginx
      systemctl stop Menghentikan service systemctl stop nginx
      systemctl enable Mengaktifkan auto-start service systemctl enable nginx
      journalctl Melihat log systemd journalctl -u nginx
      apt update Update repository package sudo apt update
      apt upgrade Upgrade package sistem sudo apt upgrade
      apt install Install package sudo apt install nginx
      reboot Restart sistem sudo reboot
      shutdown Mematikan sistem sudo shutdown now

      Keuntungan CLI

      1. Efisiensi tinggi - dapat melakukan banyak tugas dengan perintah singkat
      2. Akses remote - dapat mengelola server jarak jauh melalui SSH
      3. Automation - dapat membuat script untuk otomasi tugas-tugas berulang
      4. Kontrol penuh - akses ke fitur sistem yang tidak tersedia di GUI

 

2.2 Jaringan Komputer Dasar

    2.2.1 IP Address dan Port

      IP Address adalah identifikasi unik untuk setiap device dalam jaringan. IPv4 menggunakan format xxx.xxx.xxx.xxx (0-255 untuk setiap oktet). Port adalah nomor logis (0-65535) yang mengidentifikasi service spesifik pada sebuah host.

    2.2.2 Protokol Jaringan

    1. TCP/IP - protokol dasar internet yang guarantee delivery
    2. HTTP - protokol untuk web (port 80)
    3. HTTPS - HTTP dengan enkripsi SSL/TLS (port 443)
    4. SSH - Secure Shell untuk akses remote (port 22)

 

BAB III
IMPLEMENTASI

3.1 Akses Awal ke VPS (SSH Connection)

    SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses dan mengelola server atau VPS secara remote melalui terminal dengan koneksi terenkripsi. SSH memungkinkan administrator melakukan kontrol penuh terhadap sistem Linux tanpa harus berada langsung di depan server fisik.
    Tujuan
    Menghubungkan client (laptop) ke VPS menggunakan protokol SSH sebagai dasar administrasi sistem jarak jauh.

    Konfigurasi SSH Client

    1. Generate SSH Key
      ssh-keygen -t ed25519 -f ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519
      Gambar 3.1.1 Generate SSH
    2. Struktur file
      ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519 (private key)
      ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519.pub (public key)
    3. Upload Public Key ke VPS
      ssh-copy-id -i ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519.pub dhikaryast@IP_VPS
      Gambar 3.1.3 Upload Public Key ke VPS
    4. Koneksi ke VPS
      • Cara Langsung
        ssh -i ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519 dhikaryast@IP_VPS
      • Menggunakan Config
        1. Ketik
          nano ~/.ssh/config
        2. Tambahkan
          Host vps-jcas_api_node_03
          HostName IP_VPS
          User dhikaryast
          IdentityFile ~/.ssh/jcas_api_node_03_new/id_ed25519
          IdentitiesOnly yes
        3. Lalu Cukup
          ssh vps-jcas_api_node_03
    5.  
      Gambar 3.1.5 Koneksi ke VPS dengan SSH

3.2 Implementasi CLI Linux

  1. Navigasi dan Manajemen File
    Perintah dasar untuk navigasi dan manajemen file:

    • ls - menampilkan isi direktori
      ls
      Gambar 3.2.1 ls
    • cp -r - menyalin folder beserta seluruh isi direktori secara rekursif
      cp -r jagocashier_api_v_st apps
      Gambar 3.2.2 cp -r
    • cd - berpindah direktori
      cd apps
      Gambar 3.2.3 cd
    • mkdir - membuat direktori baru
      mkdir jagocashier_backup
      Gambar 3.2.4 mkdir
    • mv - memindahkan atau mengganti nama file/folder
      mv jagocashir_api_v_st apps/jagocashier_backup/v1/jagocashier_api_v_st_v1
      Gambar 3.2.5 mv
    • cat - menampilkan isi file
      cat package.json
      Gambar 3.2.6 cat
    • rm -rf - menghapus direktori beserta seluruh isinya secara paksa dan rekursif
      rm -rf apps/jagocashier_backup/v1/jagocashier_api_v_st_v1
      Gambar 3.2.7 rm -rf
  2. Permission dan Ownership
    Perintah dasar untuk Permission dan Ownership:

    • ls -la - menampilkan daftar file beserta permission dan ownership
      ls -la
      Gambar 3.2.8 ls -la
    • chmod - mengubah permission file atau direktori
      chmod -R 700 .git
      Gambar 3.2.9 chmod
    • chown - mengubah owner dan group file atau direktori
      sudo chown root:root .git
      Gambar 3.2.10 chown
  3. Manajemen Proses
    Perintah untuk monitoring dan manajemen proses:

    • ps - menampilkan proses yang sedang berjalan
      ps
      Gambar 3.2.11 ps
    • top - memonitor penggunaan resource dan proses secara real-time
      top
      Gambar 3.2.12 top
    • pkill - menghentikan proses berdasarkan nama proses
      pkill code
      Gambar 3.2.13 top status

      Gambar 3.2.14 pkill
  4. Manajemen Service (systemd)
    Perintah service menggunakan systemd:

    • systemctl status nginx
      Gambar 3.2.15 systemctl status nginx
    • systemctl start nginx
      Gambar 3.2.16 systemctl start nginx
    • systemctl enable nginx
      Gambar 3.2.17 systemctl enable nginx

 

 

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

 

4.1 Kesimpulan Umum

  1. Penguasaan Command Line Interface (CLI) Linux telah berhasil didemonstrasikan melalui implementasi praktis berbagai perintah dasar untuk navigasi, manajemen file, dan kontrol sistem.
  2. Implementasi struktur direktori Linux menunjukkan bahwa organisasi hierakis root (/) memfasilitasi manajemen sistem yang terstruktur dan mudah dipahami.
  3. Penggunaan permission dan ownership dengan chmod dan chown terbukti efektif dalam mengimplementasikan keamanan berbasis user dan group dalam sistem.
  4. Manajemen proses menggunakan ps, top, dan pkill memungkinkan administrator untuk memonitor dan mengontrol resource sistem secara real-time.
  5. Integrasi systemd sebagai service manager modern menunjukkan evolusi dari init system tradisional ke pendekatan yang lebih efisien dan terstruktur.

4.2 Pencapaian Tujuan Praktikum

  1. Pemahaman konsep Linux dan CLI tercapai dengan baik - Mahasiswa berhasil memahami perintah dasar, struktur direktori, dan konsep keamanan file system.
  2. Penerapan praktis CLI commands tercapai - Implementasi berbagai perintah menunjukkan penerapan konsep teoritis ke dalam praktik administrasi sistem.
  3. Kemampuan manajemen sistem - Mahasiswa mampu menggunakan systemd untuk mengatur service dan automation. 

4.3 Saran

  1. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk memperdalam pemahaman tentang shell scripting (bash/shell script) guna mengotomatisasi task-task berulang dalam administrasi sistem.
  2. Penambahan latihan praktik tentang advanced permission management seperti ACL (Access Control List) dan selinux dapat meningkatkan pemahaman tentang keamanan sistem yang lebih detail.
  3. Integrasi dengan praktikum networking dan keamanan sistem akan memberikan konteks yang lebih lengkap tentang bagaimana CLI digunakan dalam administrasi infrastruktur enterprise.
  4. Pengujian langsung pada sistem Linux fisik (bukan hanya virtual environment) sangat penting untuk memastikan kemampuan praktis mahasiswa dalam real-world scenarios. 

 

DAFTAR PUSTAKA

GNU Project. (n.d.). GNU Coreutils Manual (Linux Command Reference).

Canonical Ltd. (n.d.). Ubuntu Server Documentation.

Debian Project. (n.d.). Debian Administrator’s Handbook (Linux System Administration).

Systemd Project. (n.d.). systemd Documentation.

OpenSSH Project. (n.d.). OpenSSH Manual Pages.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar