Disusun Oleh:
Ahmad Sulthan Maulana Yusuf (25051204118)
Excel Maulana Ramadhan (25051204033)
Moch.Hafiz Zamrizad (25051204231)
Ravelino Hermanto (25051204151)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kemajuan teknologi
informasi telah mendorong perubahan mendasar dalam cara manusia bekerja,
belajar, dan berkomunikasi. Di tengah pesatnya perkembangan ini, sistem operasi
menjadi fondasi yang menentukan bagaimana pengguna berinteraksi dengan
perangkat keras maupun perangkat lunak. Komputer kini tidak lagi sekadar alat
kantor, melainkan telah menjadi pusat pengembangan perangkat lunak, pengelolaan
jaringan, serta infrastruktur sistem informasi di berbagai sektor.
Sistem operasi memegang
peran penting sebagai penghubung antara perangkat keras dan perangkat lunak
serta sebagai antarmuka bagi pengguna untuk mengendalikan komputer. Di kalangan
para pengembang perangkat lunak (developer), Linux merupakan sistem operasi
yang sangat populer. Linux bersifat open source, yang berarti pengguna bebas
menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang sistem operasinya.
Salah satu kekuatan utama Linux terletak pada antarmuka berbasis teks yang disebut Command Line Interface (CLI). CLI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui perintah teks, mulai dari pengelolaan file, konfigurasi jaringan, hingga menjalankan program komputer. Dalam praktikum ini, distro Linux yang digunakan adalah CachyOS, sebuah distribusi berbasis Arch Linux yang dikenal dengan performa tinggi dan kecepatan optimasi kernel, sehingga menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan sistem Linux yang responsif dan modern.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Command Line Interface (CLI)?
2. Bagaimana
Linux CachyOS dapat berjalan?
3. Apa
saja perintah yang diperlukan untuk menjalankan Linux CachyOS?
4. Bagaimana
cara mengakses dan menavigasi direktori dalam Linux CachyOS melalui CLI?
1.3
Tujuan Laporan
1. Menjelaskan
pengertian dan fungsi CLI dalam Linux.
2. Mengetahui
sistem kerja Linux distro CachyOS.
3. Mengidentifikasi
dan menjalankan perintah-perintah dasar yang digunakan dalam CLI.
4. Memahami
cara navigasi direktori dan manajemen file menggunakan CLI.
1.4
Manfaat Penulisan
1. Bagi
Mahasiswa atau Pelajar
Mengetahui dan memahami
cara penggunaan CLI dalam Linux CachyOS berbasis Arch. Dapat meningkatkan
keterampilan praktis dalam pengoperasian sistem operasi Linux secara efektif.
2. Bagi
Akademik
Sebagai bahan referensi
atau literatur pembelajaran mengenai sistem operasi berbasis Linux, khususnya
distribusi CachyOS yang berbasis Arch Linux.
3. Bagi
Pengembang/Developer
Sebagai pemahaman
tambahan untuk mengoperasikan sistem operasi Linux distro CachyOS yang
mengandalkan performa tinggi dan manajemen paket berbasis pacman/AUR.
BAB II LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian dan Cara Kerja CLI
Command Line Interface
(CLI) adalah antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna untuk
memberikan perintah langsung kepada sistem operasi melalui terminal. CLI
digunakan untuk menjalankan berbagai tugas seperti mengelola file, menjalankan
program, dan mengatur konfigurasi sistem. Karena kecepatan dan efisiensinya,
CLI banyak dimanfaatkan oleh administrator sistem, pengembang, dan pengguna tingkat
lanjut.
CLI bekerja dengan
bantuan shell, yaitu program yang menerjemahkan perintah dari pengguna ke
sistem operasi. Ketika pengguna mengetikkan perintah, shell membaca dan
menjalankan instruksi tersebut. Contoh shell yang umum digunakan di Linux antara
lain bash, zsh, dan fish. Meskipun penggunaan CLI memerlukan ketelitian karena
kesalahan kecil dapat berdampak besar, antarmuka ini sangat berguna untuk
mengelola sistem secara efektif dan efisien dibandingkan antarmuka grafis
(GUI).
2.2 Linux
dan Distro CachyOS
Linux adalah sistem
operasi berbasis open source yang banyak digunakan dalam pengembangan perangkat
lunak dan infrastruktur IT. Salah satu keunggulan Linux adalah fleksibilitas,
keamanan, serta ketersediaan berbagai distribusi (distro) yang disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna.
CachyOS adalah
distribusi Linux yang berbasis Arch Linux, dikembangkan dengan fokus utama pada
performa tinggi dan optimasi kernel. CachyOS menggunakan kernel yang telah
dioptimalkan secara khusus dengan scheduler BORE (Burst-Oriented Response
Enhancer) serta berbagai patch performa lainnya. Distro ini menggunakan manajer
paket pacman dan mendukung Arch User Repository (AUR) sehingga memberikan akses
ke ribuan paket perangkat lunak. CachyOS banyak digunakan untuk keperluan
pengembangan, gaming, maupun penggunaan sehari-hari yang menuntut kecepatan dan
responsivitas tinggi.
2.3
Manajer Paket Pacman dan Paru
Berbeda dengan distro
berbasis Debian/RPM, CachyOS (sebagai turunan Arch) menggunakan pacman sebagai
manajer paket utama. Selain pacman, pengguna juga dapat menggunakan AUR helper
seperti paru atau yay untuk menginstall paket-paket dari Arch User Repository.
Sintaks perintah pacman cukup berbeda dari apt (Ubuntu/Debian) maupun dnf
(Fedora), sehingga perlu dipahami secara khusus.
2.4
Navigasi Direktori
Navigasi direktori
adalah kemampuan pengguna untuk berpindah antar folder dalam struktur hierarki
sistem file Linux. Perintah seperti cd, ls, dan pwd menjadi inti dari navigasi
ini. Linux menggunakan struktur pohon (tree) yang berakar pada direktori /
(root).
2.5
Manajemen File
Manajemen file mencakup
operasi dasar seperti membuat, menyalin, memindahkan, mengganti nama, dan
menghapus file maupun direktori menggunakan perintah touch, cp, mv, rm, dan mkdir.
Operasi ini menjadi fondasi pengelolaan data di sistem Linux.
2.6
Permission dan Manajemen Paket
Setiap file di Linux
memiliki atribut permission yang mengatur hak akses bagi pemilik (owner), grup,
dan pengguna lain. Permission dikelola dengan perintah chmod dan chown. Selain
itu, manajemen paket di CachyOS menggunakan pacman dan paru untuk instalasi,
penghapusan, serta pembaruan perangkat lunak.
2.7
Monitoring Sistem dan Pipe
Monitoring sistem digunakan untuk memantau kondisi CPU, memori, proses,
dan aktivitas sistem secara real-time menggunakan perintah seperti top, htop,
dan ps. Pipe (|) adalah fitur shell yang meneruskan output suatu perintah
sebagai input perintah berikutnya, memungkinkan kombinasi perintah yang
powerful.
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat:
1. Laptop
Laptop adalah perangkat
keras portabel yang menjadi media utama dalam pelaksanaan praktikum ini. Sistem
operasi CachyOS diinstalasi langsung (native/bare-metal) pada laptop tanpa
menggunakan perangkat lunak virtualisasi, sehingga pengujian CLI dapat
dilakukan langsung pada lingkungan sistem yang sesungguhnya dan memberikan
hasil yang lebih akurat.
Bahan:
1. Internet
Internet adalah
jaringan global yang menghubungkan berbagai perangkat di seluruh dunia dan
memungkinkan pertukaran informasi serta data antar pengguna secara real-time.
2. File
ISO Linux CachyOS
CachyOS adalah
distribusi Linux berbasis Arch yang bersifat open source. File ISO CachyOS
dapat diunduh secara bebas dari situs resminya di cachyos.org. Distro ini
dikemas dengan tampilan modern serta performa kernel yang telah dioptimalkan.
3.2 Langkah-Langkah Praktikum
3.2.1
Memulai Sesi CLI pada CachyOS
Nyalakan laptop yang
telah terinstal CachyOS secara native (bare-metal), kemudian tunggu hingga
proses booting selesai dan tampilan desktop muncul. Buka terminal emulator
melalui menu aplikasi, klik kanan pada desktop, atau dengan pintasan keyboard
yang tersedia (misalnya Ctrl+Alt+T atau Super+T tergantung desktop environment
yang digunakan, seperti KDE Plasma atau GNOME).
3.2.2
Perintah Dasar CLI
Berikut adalah beberapa perintah dasar beserta fungsinya:
a) ls
— Menampilkan isi direktori saat ini
$ ls
Documents Downloads
Music Pictures Videos
b) pwd
— Menampilkan path direktori saat ini (Print Working Directory)
$ pwd
/home/mahasiswa
c) cd
[direktori] — Berpindah ke direktori yang ditentukan
$ cd Documents
$ pwd
/home/mahasiswa/Documents
d) mkdir
[nama] — Membuat direktori baru
$ mkdir ProyekBaru
e) rm
[file] — Menghapus file atau direktori
$ rm file.txt
f) cp
[sumber] [tujuan] — Menyalin file atau direktori
$ cp file.txt
/home/mahasiswa/Documents/
g) mv
[sumber] [tujuan] — Memindahkan atau mengubah nama file
$ mv file.txt
namafile_baru.txt
3.2.3
Informasi Sistem dan Hardware
a) uname
-a — Menampilkan informasi lengkap sistem operasi
$ uname -a
Linux cachyos
6.12.1-2-cachyos #1 SMP PREEMPT_DYNAMIC ... x86_64 GNU/Linux
b) lscpu
— Menampilkan informasi prosesor dan arsitektur CPU
$ lscpu
Architecture: x86_64
CPU(s): 8
Model name: Intel(R) Core(TM)
i5-10300H
c) df
-h — Menampilkan informasi penggunaan disk secara human-readable
$ df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 50G 12G
35G 26% /
d) free
-h — Menampilkan informasi penggunaan RAM
$ free -h
total used
free
Mem:
7.7G 2.1G
5.6G
3.2.4
Manajemen Paket (pacman)
CachyOS menggunakan
manajer paket pacman sebagai alat utama pengelolaan perangkat lunak.
a) sudo
pacman -S [nama_paket] — Menginstall suatu paket dari repositori
$ sudo pacman -S firefox
b) sudo
pacman -R [nama_paket] — Menghapus (uninstall) suatu paket
$ sudo pacman -R firefox
c) sudo
pacman -Syu — Memperbarui seluruh sistem dan paket yang terinstall
$ sudo pacman -Syu
d) pacman
-Ss [kata_kunci] — Mencari paket dalam repositori
$ pacman -Ss neofetch
e) paru
-S [nama_paket] — Menginstall paket dari AUR (Arch User Repository)
$ paru -S google-chrome
3.2.5
Manajemen Sistem
a) Memulai
suatu layanan sistem
$ sudo systemctl start
NetworkManager
b) Menampilkan
status suatu layanan
$ systemctl status
NetworkManager
● NetworkManager.service -
Network Manager
Loaded: loaded
(/usr/lib/systemd/system/NetworkManager.service)
Active: active (running)
since ...
c) Mengaktifkan
layanan agar berjalan otomatis saat booting
$ sudo systemctl enable
bluetooth
3.2.6
Jaringan dan Internet
a) ip
a — Menampilkan semua informasi alamat IP dan antarmuka jaringan
$ ip a
1: lo:
<LOOPBACK,UP,LOWER_UP>
2: enp3s0:
<BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP>
inet 192.168.1.100/24 brd 192.168.1.255
b) ping
[host] — Menguji koneksi ke host atau IP tertentu
$ ping -c 4 google.com
c) curl
[URL] — Menampilkan atau mengunduh konten dari URL
$ curl https://example.com
3.2.7
Navigasi Direktori
Perintah-perintah navigasi direktori yang didemonstrasikan
dalam praktikum:
a) ls
-la — Menampilkan semua file termasuk file tersembunyi (hidden), beserta detail
informasi
$ ls -la
b) ls
-lh — Menampilkan ukuran file dalam format human-readable
$ ls -lh
c) cd
.. — Naik satu level direktori
$ cd ..
d) cd
~ — Kembali ke direktori home pengguna
$ cd ~
e) cd
/etc — Berpindah ke direktori absolut yang ditentukan
$ cd /etc
f) tree
— Menampilkan struktur direktori berbentuk pohon secara visual
$ tree
3.2.8
Manajemen File
Perintah-perintah manajemen file yang didemonstrasikan
dalam praktikum:
a) touch
— Membuat file kosong baru
$ touch file.txt
b) cp
-r — Menyalin direktori beserta seluruh isinya
$ cp -r folder1/ folder2/
c) mv
— Memindahkan file ke lokasi yang ditentukan
$ mv file.txt /tmp/
d) rm
-r — Menghapus direktori beserta seluruh isinya
$ rm -r nama_folder
e) find
— Mencari file berekstensi tertentu di dalam direktori
$ find . -name
"*.txt"
f) cat
— Menampilkan isi suatu file
$ cat file.txt
g) nano
— Membuka file untuk diedit langsung di dalam terminal
$ nano file.txt
3.2.9
Permission dan Instalasi Paket
Perintah-perintah permission dan instalasi paket yang
didemonstrasikan:
a) ls
-l — Melihat permission file
$ ls -l
-rwxr-xr-x 1 user group
4096 Jan 1 00:00 script.sh
b) chmod
755 — Mengatur permission file (owner: rwx, group & other: r-x)
$ chmod 755 script.sh
c) chmod
+x — Menambahkan izin eksekusi pada file
$ chmod +x script.sh
d) chown
— Mengubah pemilik (owner) dan grup suatu file
$ chown user:group file
e) sudo
pacman -S htop — Instalasi paket htop melalui pacman
$ sudo pacman -S htop
f) paru
-S neofetch — Instalasi paket neofetch dari AUR menggunakan paru
$ paru -S neofetch
3.2.10
Monitoring Sistem dan Pipe
Perintah-perintah monitoring sistem dan penggunaan pipe
yang didemonstrasikan:
a) top
— Memantau proses yang berjalan secara real-time
$ top
b) htop
— Versi interaktif dari top dengan tampilan yang lebih informatif
$ htop
c) ps
aux — Menampilkan seluruh proses yang sedang berjalan
$ ps aux
d) Penggunaan
pipe untuk memfilter output df
$ df -h | grep /dev
e) Penggunaan
pipe untuk mencari proses tertentu
$ ps aux | grep firefox
f) Penggunaan
pipe untuk membaca sebagian baris dari file
$ cat /etc/os-release |
head -5
g) Penggunaan
pipe untuk mengurutkan file berdasarkan ukuran
$ ls -la | sort -k5 -n
h) kill
— Menghentikan proses berdasarkan PID (Process ID)
$ kill [PID]
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum ini
dilakukan berbagai aktivitas dasar menggunakan Command Line Interface (CLI)
pada sistem operasi Linux CachyOS yang berbasis Arch Linux. Tujuannya adalah
untuk mengenal dan memahami fungsi dari perintah-perintah dasar yang sering
digunakan dalam navigasi direktori, manajemen file, manajemen permission dan
instalasi paket, serta monitoring sistem. Seluruh praktikum dilakukan secara
langsung (native/bare-metal) pada laptop tanpa menggunakan perangkat lunak
virtualisasi.
Praktikum dimulai
dengan membuka terminal emulator pada CachyOS untuk mengakses CLI. Pada sesi
navigasi direktori, perintah-perintah seperti ls -la, ls -lh, cd, cd .., cd ~,
dan tree berhasil dijalankan dengan baik. Penggunaan ls dengan berbagai opsi
memberikan informasi yang lebih detail mengenai file, direktori, serta file
tersembunyi (hidden files). Perintah tree secara visual menampilkan struktur hierarki
direktori yang memudahkan pemahaman tata letak sistem file.
Pada bagian manajemen
file, perintah touch berhasil membuat file kosong baru. Perintah cp -r
memungkinkan penyalinan direktori secara rekursif, sementara mv digunakan untuk
memindahkan file ke direktori yang berbeda. Perintah rm -r digunakan dengan
hati-hati untuk menghapus direktori beserta isinya. Perintah find terbukti
berguna untuk mencari file berdasarkan ekstensi tertentu. Selain itu, perintah
cat digunakan untuk menampilkan isi file, dan nano memungkinkan pengeditan file
langsung di dalam terminal.
Pada sesi permission
dan instalasi paket, perintah ls -l berhasil menampilkan informasi permission
setiap file dalam format rwx. Perintah chmod 755 dan chmod +x digunakan untuk mengatur
hak akses file, sedangkan chown digunakan untuk mengubah kepemilikan file.
Untuk instalasi paket, sudo pacman -S berhasil menginstall paket dari
repositori resmi CachyOS, sementara paru -S digunakan untuk menginstall paket
dari Arch User Repository (AUR). Perbedaan utama dengan distro berbasis Debian
terletak pada sintaks perintah dan filosofi rolling release yang diterapkan
Arch.
Pada bagian monitoring
sistem dan pipe, perintah top dan htop berhasil menampilkan kondisi proses
sistem secara real-time. Perintah ps aux menampilkan seluruh proses yang sedang
berjalan. Penggunaan pipe (|) terbukti sangat powerful dalam mengombinasikan
perintah, seperti df -h | grep /dev untuk memfilter output, ps aux | grep
firefox untuk mencari proses tertentu, serta ls -la | sort -k5 -n untuk
mengurutkan file berdasarkan ukuran. Perintah kill digunakan untuk menghentikan
proses berdasarkan PID.
Secara keseluruhan, praktikum menunjukkan bahwa CLI merupakan alat yang sangat efisien untuk mengelola sistem Linux. Meskipun tampak sederhana, perintah-perintah ini membentuk dasar dari banyak tugas administratif dan pengembangan di Linux. Penggunaan CLI juga memberikan kontrol yang lebih besar dan mendalam dibandingkan antarmuka grafis (GUI). CachyOS sebagai distro berbasis Arch memberikan pengalaman CLI yang lengkap dan kaya fitur berkat dukungan ekosistem Arch yang matang.
BAB V PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Command Line Interface
(CLI) merupakan komponen penting yang dimiliki Linux, termasuk pada distro
CachyOS berbasis Arch yang digunakan dalam praktikum ini. Perannya sangat
dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi yang dimiliki Linux dan memberikan
kontrol penuh atas sistem operasi. CLI memberikan fleksibilitas tinggi serta
efisiensi yang tidak dapat dicapai hanya dengan antarmuka grafis (GUI).
CachyOS sebagai distro
berbasis Arch Linux menawarkan performa tinggi melalui kernel yang telah
dioptimalkan serta manajemen paket berbasis pacman dan AUR yang kaya fitur.
Penggunaan CLI pada CachyOS memudahkan baik pengguna pemula maupun pengguna
berpengalaman untuk mengelola sistem, menginstall perangkat lunak, serta
mengkonfigurasi jaringan dengan cepat dan tepat. Dengan membiasakan diri
menggunakan perintah-perintah dasar CLI yang telah dipraktikkan, meliputi
navigasi direktori, manajemen file, pengaturan permission, instalasi paket,
serta monitoring sistem, pengguna dapat meningkatkan produktivitas dan
efisiensi kerja secara signifikan.
5.2 Saran
1. Memperdalam
pengetahuan mengenai perintah-perintah CLI dalam Linux, khususnya perintah yang
berkaitan dengan manajemen paket pacman dan AUR pada CachyOS.
2. Membiasakan
diri menggunakan CLI dalam aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kefasihan
dan kecepatan dalam pengoperasian sistem Linux.
3. Meminta
bantuan komunitas Arch Linux atau sesama pengguna CachyOS melalui forum atau
dokumentasi resmi (Arch Wiki) apabila menemui masalah kompleks terkait CLI.
4. Selalu
melakukan backup data sebelum menjalankan perintah yang bersifat destruktif
seperti rm -rf atau operasi sistem tingkat lanjut lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Huda, Nuruk. 2024. Apa Itu Command Line
Interface (CLI), Cara Kerja dan Contohnya.
https://www.dewaweb.com/blog/mengenal-cli-adalah/.
Arch Linux. 2024. Pacman - ArchWiki.
https://wiki.archlinux.org/title/Pacman (diakses pada 5 Mei 2025).
CachyOS. 2024. CachyOS Documentation.
https://wiki.cachyos.org/ (diakses pada 5 Mei 2025).
Codecademy. 2024. Linux Command Line
Basics.
https://www.codecademy.com/learn/learn-the-command-line/.
Shotts, William E. 2019. The Linux Command Line. No Starch
Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar