Jumat, 29 Mei 2026

Administrasi Sistem Operasi: Navigasi Direktori dan Manajemen Sumber Daya Berbasis CLI

 

Administrasi Sistem Operasi: Navigasi Direktori dan Manajemen Sumber Daya Berbasis CLI

Nama Kelompok 7   :

 

Salsabila Putri Ariska

25051204252

Fikri Khair Rahmansyah

25051204212

Aliya Zalva Rosida

25051204017

Al – Wais Al Qarni

25051204013

 

1. Pendahuluan

Sistem operasi berbasis kernel Linux merupakan fondasi utama dalam berbagai implementasi sistem modern, khususnya pada lingkungan server, cloud computing, dan embedded system. Salah satu karakteristik utama Linux adalah penggunaan Command Line Interface (CLI) sebagai media interaksi yang efisien dan fleksibel antara pengguna dan sistem.


Berbeda dengan pendekatan Graphical User Interface (GUI), CLI memungkinkan eksekusi instruksi secara langsung dengan overhead yang minimal, sehingga sangat cocok digunakan dalam administrasi sistem berskala besar. Dalam konteks administrasi sistem, pemahaman terhadap File System Hierarchy (FSH), manipulasi file, serta pemantauan sumber daya seperti memori dan penyimpanan merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki.

Melalui praktikum ini, dilakukan eksplorasi terhadap perintah-perintah dasar Linux untuk:

  • Navigasi direktori
  • Manajemen file dan folder
  • Monitoring sumber daya sistem secara real-time

Sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung pada lingkungan sistem operasi berbasis Linux.

2. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

  • Memahami konsep File System Hierarchy dalam sistem operasi Linux.
  • Menguasai perintah dasar CLI untuk navigasi direktori seperti pwd dan cd.
  • Menerapkan manajemen file dan direktori menggunakan perintah seperti mkdir, touch, dan echo.
  • Melakukan verifikasi data menggunakan perintah ls dan cat.
  • Menganalisis penggunaan sumber daya sistem melalui perintah free -h dan df -h.
  • Memahami hubungan antara instruksi CLI dengan perubahan kondisi sistem secara langsung.

3. Teori Penunjang

3.1 Command Line Interface (CLI)

Command Line Interface merupakan antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui perintah-perintah tertentu. CLI banyak digunakan dalam administrasi sistem karena lebih cepat, ringan, dan memiliki kontrol yang lebih luas dibanding GUI.

3.2 File System Hierarchy (FSH)

File System Hierarchy adalah struktur direktori dalam sistem Linux yang tersusun secara hirarkis (bertingkat) dimulai dari root directory (/). Setiap direktori memiliki fungsi spesifik, seperti:

  • /home → direktori pengguna
  • /etc → konfigurasi sistem
  • /var → data yang berubah secara dinamis

Pemahaman struktur ini penting untuk menghindari kesalahan dalam manipulasi file.

3.3 Manajemen File Berbasis CLI

Penggunaan perintah ini memungkinkan manipulasi file dilakukan secara efisien tanpa GUI. Linux menyediakan berbagai utilitas CLI untuk manajemen file, antara lain:

  • mkdir → membuat direktori
  • touch → membuat file kosong
  • echo → menuliskan data ke file
  • ls → menampilkan isi direktori
  • cat → membaca isi file

3.4 Resource Monitoring

Data ditampilkan dalam format human-readable sehingga mudah dianalisis. Monitoring sumber daya sistem bertujuan untuk mengetahui kondisi perangkat keras selama sistem berjalan. Perintah yang digunakan antara lain:

  • free -h → menampilkan penggunaan RAM
  • df -h → menampilkan kapasitas penyimpanan

4. Alat dan Bahan

   Sistem Operasi: Linux (Ubuntu)                              Terminal Emulator

 


                                                                             Laptop

 

5. Metodologi Praktikum

5.1 Navigasi Direktori

Dilakukan eksekusi perintah pwd untuk mengetahui lokasi direktori aktif.

                                       

                                Gambar 1.1 Hasil eksekusi perintah pwd pada terminal Linux 

5.2 Pembuatan Direktori

Dilakukan pembuatan direktori menggunakan perintah mkdir Praktikum_KEL7_OS.

Gambar 2.1 Tampilan isi direktori menggunakan ls dan Proses pembuatan direktori menggunakan perintah mkdir

 

                                           Gambar 2.2 Perpindahan direktori menggunakan cd

 

5.3 Buat file

Dilakukan pembuatan file dan pengisian data menggunakan perintah touch .

                        Gambar 5.3 Pembuatan file dan pengisian isi menggunakan perintah touch

5.4 Isi file

Dilakukan untuk menulis data file menggunakan perintah echo.

                                        Gambar 5.4 Penulisan data ke file menggunakan echo

5.5 Lihat isi file

Dilakukan untuk melihat isi dari file dengan menggunakan perintah cat

                                                Gambar 5.5 Verifikasi isi file menggunakan cat


5.6 Cek RAM

Dilakukan monitoring sumber daya menggunakan free -h.

                                Gambar 5.6 Tampilan penggunaan RAM menggunakan free -h


5.7 Cek storage

Dilakukan untuk cek storage menggunakan df-h

                                           Gambar 5.7 Monitoring kapasitas disk dengan df -h

 

6. Hasil Pengamatan

6.1 Hasil Navigasi Direktori

Berdasarkan hasil eksekusi perintah pwd, sistem menampilkan absolute path dari direktori kerja (working directory) secara akurat. Output yang dihasilkan menunjukkan posisi pengguna berada pada direktori tertentu dalam struktur File System Hierarchy (FSH).

Keberhasilan perintah ini mengindikasikan bahwa sistem mampu melakukan identifikasi lokasi kerja secara presisi, yang sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam proses manipulasi file selanjutnya, seperti pembuatan atau penghapusan file pada direktori yang tidak diinginkan. Selain itu, tidak ditemukan error selama eksekusi, yang menunjukkan bahwa environment terminal berada dalam kondisi normal dan responsif.

6.2 Hasil Pembuatan Direktori

Perintah mkdir Praktikum_Salsa berhasil dijalankan dan menghasilkan sebuah direktori baru tanpa adanya pesan error. Keberadaan direktori tersebut diverifikasi menggunakan perintah ls, yang menampilkan daftar isi direktori aktif termasuk folder yang baru dibuat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan alokasi ruang penyimpanan baru pada file system.

Direktori yang dibuat juga dapat diakses dan digunakan sebagai workspace untuk proses berikutnya, menandakan bahwa hak akses (permission) terhadap direktori tersebut berada dalam kondisi valid.

6.3 Hasil Manipulasi File

Melalui perintah touch, sistem berhasil membuat file baru dalam kondisi kosong. Selanjutnya, penggunaan perintah echo dengan operator redirection (>) memungkinkan penulisan data secara langsung ke dalam file tanpa menggunakan text editor eksternal.

Output yang dihasilkan tidak ditampilkan langsung di terminal (karena dialihkan ke file), namun keberhasilan proses ini dapat diverifikasi pada tahap berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme standard output redirection berjalan dengan baik, di mana aliran data dari terminal berhasil disimpan ke dalam file target.

6.4 Hasil Verifikasi Data

Perintah cat digunakan untuk menampilkan isi file yang telah dibuat sebelumnya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa data yang ditampilkan sesuai dengan input yang diberikan melalui perintah echo.

Tidak terdapat perubahan, kehilangan data, maupun error dalam proses pembacaan file, yang menunjukkan bahwa sistem penyimpanan bekerja secara konsisten. Selain itu, perintah ls juga berhasil menampilkan file beserta atributnya, yang menandakan bahwa file telah terdaftar secara resmi dalam struktur direktori.

6.5 Hasil Monitoring Sistem

Eksekusi perintah free -h menghasilkan informasi terkait penggunaan memori utama (RAM), yang meliputi total memory, used memory, free memory, serta available memory dalam format human-readable.

Data ini menunjukkan kondisi aktual penggunaan RAM pada saat praktikum berlangsung, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya sistem. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem masih memiliki ruang penyimpanan yang cukup, sehingga tidak terdapat indikasi overload pada storage. Kedua perintah ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi resource sistem, yang sangat penting dalam aktivitas administrasi sistem.

7. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Command Line Interface (CLI) dalam sistem operasi Linux memberikan efisiensi tinggi dalam proses administrasi sistem.

Perintah-perintah dasar seperti navigasi direktori, manajemen file, serta monitoring sumber daya terbukti mampu dijalankan dengan akurat dan responsif. Selain itu, praktikum ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap CLI tidak hanya penting sebagai alternatif GUI, tetapi juga sebagai kebutuhan utama dalam pengelolaan sistem berbasis server dan cloud. Dengan demikian, penguasaan CLI menjadi kompetensi fundamental dalam bidang teknologi informasi, khususnya pada peran System Administrator, Network Engineer, dan DevOps Engineer.Bottom of Form

8. Daftar Pustaka

Silberschatz, A., Galvin, P. B., & Gagne, G. (2018). Operating System Concepts (10th ed.). Wiley.

Stallings, W. (2018). Operating Systems: Internals and Design Principles (9th ed.). Pearson.

The Linux Documentation Project. (n.d.). Linux Documentation. Diakses dari: https://tldp.org

Shotts, W. E. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction. No Starch Press.

Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., & Whaley, B. (2017). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Pearson.

 9. Lampiran

                                      Gambar 9.1 selesai menyelesai kan tugas praktikum 1dan 2


    

Gambar 9.2 sedang melakukan atau mengerjakan tugas praktikum, mencoba buat memahami dan sekalian mambuat laprak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar