Administrasi Sistem
Operasi: Navigasi Direktori dan Manajemen Sumber Daya Berbasis CLI
Nama Kelompok 7 :
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Pendahuluan
Sistem operasi berbasis
kernel Linux merupakan fondasi utama dalam berbagai implementasi sistem modern,
khususnya pada lingkungan server, cloud computing, dan embedded system. Salah
satu karakteristik utama Linux adalah penggunaan Command Line Interface (CLI)
sebagai media interaksi yang efisien dan fleksibel antara pengguna dan sistem.
Berbeda dengan
pendekatan Graphical User Interface (GUI), CLI memungkinkan eksekusi instruksi
secara langsung dengan overhead yang minimal, sehingga sangat cocok digunakan
dalam administrasi sistem berskala besar. Dalam konteks administrasi sistem,
pemahaman terhadap File System Hierarchy (FSH), manipulasi file, serta
pemantauan sumber daya seperti memori dan penyimpanan merupakan kompetensi
dasar yang wajib dimiliki.
Melalui praktikum ini, dilakukan
eksplorasi terhadap perintah-perintah dasar Linux untuk:
- Navigasi
direktori
- Manajemen
file dan folder
- Monitoring
sumber daya sistem secara real-time
Sehingga mahasiswa tidak
hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya
secara langsung pada lingkungan sistem operasi berbasis Linux.
2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
sebagai berikut:
- Memahami
konsep File System Hierarchy dalam sistem operasi Linux.
- Menguasai
perintah dasar CLI untuk navigasi direktori seperti pwd dan cd.
- Menerapkan
manajemen file dan direktori menggunakan perintah seperti mkdir, touch,
dan echo.
- Melakukan
verifikasi data menggunakan perintah ls dan cat.
- Menganalisis
penggunaan sumber daya sistem melalui perintah free -h dan df -h.
- Memahami
hubungan antara instruksi CLI dengan perubahan kondisi sistem secara
langsung.
3. Teori Penunjang
3.1 Command Line Interface (CLI)
Command Line Interface
merupakan antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi
dengan sistem operasi melalui perintah-perintah tertentu. CLI banyak digunakan
dalam administrasi sistem karena lebih cepat, ringan, dan memiliki kontrol yang
lebih luas dibanding GUI.
3.2 File System Hierarchy (FSH)
File System Hierarchy
adalah struktur direktori dalam sistem Linux yang tersusun secara hirarkis
(bertingkat) dimulai dari root directory (/). Setiap direktori memiliki fungsi
spesifik, seperti:
- /home
→ direktori pengguna
- /etc
→ konfigurasi sistem
- /var
→ data yang berubah secara dinamis
Pemahaman struktur ini penting
untuk menghindari kesalahan dalam manipulasi file.
3.3 Manajemen File Berbasis CLI
Penggunaan perintah ini
memungkinkan manipulasi file dilakukan secara efisien tanpa GUI. Linux
menyediakan berbagai utilitas CLI untuk manajemen file, antara lain:
- mkdir
→ membuat direktori
- touch
→ membuat file kosong
- echo
→ menuliskan data ke file
- ls
→ menampilkan isi direktori
- cat
→ membaca isi file
3.4 Resource Monitoring
Data ditampilkan dalam format
human-readable sehingga mudah dianalisis. Monitoring sumber daya sistem
bertujuan untuk mengetahui kondisi perangkat keras selama sistem berjalan. Perintah
yang digunakan antara lain:
- free
-h → menampilkan penggunaan RAM
- df
-h → menampilkan kapasitas penyimpanan
4. Alat dan Bahan


Sistem Operasi: Linux
(Ubuntu) Terminal Emulator
Laptop
5. Metodologi Praktikum
5.1
Navigasi Direktori
Dilakukan
eksekusi perintah pwd untuk mengetahui lokasi direktori aktif.
Gambar 1.1 Hasil
eksekusi perintah pwd
pada terminal Linux
5.2
Pembuatan Direktori
Dilakukan
pembuatan direktori menggunakan perintah mkdir Praktikum_KEL7_OS.
Gambar 2.1 Tampilan isi direktori menggunakan ls
dan Proses pembuatan direktori menggunakan perintah mkdir
Gambar 2.2 Perpindahan direktori menggunakan cd
5.3 Buat file
Dilakukan pembuatan file dan
pengisian data menggunakan perintah touch .
Gambar 5.3 Pembuatan file dan pengisian isi menggunakan perintah touch
5.4 Isi
file
Dilakukan untuk menulis
data file menggunakan perintah echo.
Gambar 5.4 Penulisan data ke file menggunakan echo
5.5 Lihat isi file
Dilakukan untuk melihat isi dari
file dengan menggunakan perintah cat
Gambar 5.5 Verifikasi isi file
menggunakan cat
5.6 Cek RAM
Dilakukan
monitoring sumber daya menggunakan free -h.
Gambar 5.6 Tampilan penggunaan RAM menggunakan free -h
5.7 Cek storage
Dilakukan untuk
cek storage menggunakan df-h
Gambar 5.7 Monitoring kapasitas disk dengan df -h
6. Hasil Pengamatan
6.1 Hasil Navigasi Direktori
Berdasarkan hasil
eksekusi perintah pwd, sistem menampilkan absolute path dari direktori
kerja (working directory) secara akurat. Output yang dihasilkan menunjukkan
posisi pengguna berada pada direktori tertentu dalam struktur File System
Hierarchy (FSH).
Keberhasilan perintah
ini mengindikasikan bahwa sistem mampu melakukan identifikasi lokasi kerja
secara presisi, yang sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam proses
manipulasi file selanjutnya, seperti pembuatan atau penghapusan file pada
direktori yang tidak diinginkan. Selain itu, tidak ditemukan error selama
eksekusi, yang menunjukkan bahwa environment terminal berada dalam kondisi
normal dan responsif.
6.2 Hasil Pembuatan Direktori
Perintah mkdir
Praktikum_Salsa berhasil dijalankan dan menghasilkan sebuah direktori baru
tanpa adanya pesan error. Keberadaan direktori tersebut diverifikasi
menggunakan perintah ls, yang menampilkan daftar isi direktori aktif termasuk
folder yang baru dibuat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan alokasi
ruang penyimpanan baru pada file system.
Direktori yang dibuat
juga dapat diakses dan digunakan sebagai workspace untuk proses berikutnya,
menandakan bahwa hak akses (permission) terhadap direktori tersebut berada
dalam kondisi valid.
6.3 Hasil Manipulasi File
Melalui perintah touch,
sistem berhasil membuat file baru dalam kondisi kosong. Selanjutnya, penggunaan
perintah echo dengan operator redirection (>) memungkinkan penulisan data
secara langsung ke dalam file tanpa menggunakan text editor eksternal.
Output yang dihasilkan
tidak ditampilkan langsung di terminal (karena dialihkan ke file), namun
keberhasilan proses ini dapat diverifikasi pada tahap berikutnya. Hal ini
menunjukkan bahwa mekanisme standard output redirection berjalan dengan
baik, di mana aliran data dari terminal berhasil disimpan ke dalam file target.
6.4 Hasil Verifikasi Data
Perintah cat digunakan
untuk menampilkan isi file yang telah dibuat sebelumnya. Hasil pengamatan menunjukkan
bahwa data yang ditampilkan sesuai dengan input yang diberikan melalui perintah
echo.
Tidak terdapat
perubahan, kehilangan data, maupun error dalam proses pembacaan file, yang
menunjukkan bahwa sistem penyimpanan bekerja secara konsisten. Selain itu,
perintah ls juga berhasil menampilkan file beserta atributnya, yang menandakan
bahwa file telah terdaftar secara resmi dalam struktur direktori.
6.5 Hasil Monitoring Sistem
Eksekusi perintah free
-h menghasilkan informasi terkait penggunaan memori utama (RAM), yang meliputi
total memory, used memory, free memory, serta available memory dalam format
human-readable.
Data ini menunjukkan
kondisi aktual penggunaan RAM pada saat praktikum berlangsung, sehingga dapat
digunakan untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya sistem. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa sistem masih memiliki ruang penyimpanan yang
cukup, sehingga tidak terdapat indikasi overload pada storage. Kedua perintah
ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi resource sistem, yang
sangat penting dalam aktivitas administrasi sistem.
7. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
Command Line Interface (CLI) dalam sistem operasi Linux memberikan efisiensi
tinggi dalam proses administrasi sistem.
Perintah-perintah
dasar seperti navigasi direktori, manajemen file, serta monitoring sumber daya
terbukti mampu dijalankan dengan akurat dan responsif. Selain itu, praktikum
ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap CLI tidak hanya penting sebagai
alternatif GUI, tetapi juga sebagai kebutuhan utama dalam pengelolaan sistem
berbasis server dan cloud. Dengan demikian, penguasaan CLI menjadi kompetensi
fundamental dalam bidang teknologi informasi, khususnya pada peran System
Administrator, Network Engineer, dan DevOps Engineer.
8. Daftar Pustaka
Silberschatz,
A., Galvin, P. B., & Gagne, G. (2018). Operating System Concepts
(10th ed.). Wiley.
Stallings,
W. (2018). Operating Systems: Internals and Design Principles (9th ed.).
Pearson.
The Linux
Documentation Project. (n.d.). Linux Documentation. Diakses dari: https://tldp.org
Shotts,
W. E. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction. No Starch
Press.
Nemeth,
E., Snyder, G., Hein, T. R., & Whaley, B. (2017). UNIX and Linux System
Administration Handbook (5th ed.). Pearson.
9. Lampiran
Gambar
9.1 selesai menyelesai kan tugas praktikum 1dan 2
Gambar 9.2 sedang melakukan atau
mengerjakan tugas praktikum, mencoba buat memahami dan sekalian mambuat laprak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar