SETTING JARINGAN ,KONEKSI
,DAN WEB SERVER (LINUX)
Nama Kelompok 7 :
Salsabila Putri Ariska
25051204252
Fikri Khair Rahmansyah
25051204212
Aliya Zalva Rosida
25051204017
Al – Wais Al Qarni
25051204013
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat
pesat, khususnya dalam bidang jaringan komputer. Jaringan komputer memungkinkan
perangkat untuk saling terhubung dan bertukar data dengan cepat dan efisien.
Salah satu implementasi penting dalam jaringan adalah penggunaan sistem
client-server, dimana server menyediakan layanan dan client mengakses layanan
tersebut.
Dalam dunia jaringan, konfigurasi IP Address menjadi
hal yang sangat penting agar perangkat dapat saling berkomunikasi. Selain itu,
pengujian koneksi menggunakan perintah ping juga diperlukan untuk memastikan
bahwa jaringan telah berjalan dengan baik.
Web server merupakan salah satu layanan yang sering
digunakan dalam jaringan komputer. Web server berfungsi untuk menyediakan
halaman website yang dapat diakses oleh client melalui web browser. Dengan
adanya web server, informasi dapat disebarkan dan diakses dengan mudah melalui
jaringan.
Oleh karena itu, pada praktikum ini dilakukan
konfigurasi jaringan antara server dan client, pengujian koneksi, serta
instalasi dan pengujian web server. Praktikum ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman dasar mengenai cara kerja jaringan dan layanan web server dalam
sistem operasi Linux.
2. Tujuan
Tujuan
dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
- Memahami cara konfigurasi
jaringan pada sistem operasi Linux
- Mengetahui cara menghubungkan
client dan server dalam satu jaringan
- Memahami penggunaan perintah
ping untuk menguji koneksi jaringan
- Menginstall dan menjalankan
web server
- Mengakses web server melalui
browser
3. Teori
Penunjang
3.1
Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah
sekumpulan perangkat yang saling terhubung untuk berbagi data dan sumber daya.
Dalam praktikum ini digunakan jaringan sederhana dengan model client-server,
dimana server menyediakan layanan dan client mengakses layanan tersebut.
3.2
IP Address
IP Address merupakan alamat
unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan. IP Address
terdiri dari empat bagian (IPv4) yang dipisahkan oleh tanda titik, contohnya
192.168.10.1. Agar perangkat dapat saling berkomunikasi, IP Address harus
berada dalam satu subnet yang sama.
3.3
Subnetting
Subnetting adalah teknik
membagi jaringan menjadi beberapa bagian kecil agar lebih terstruktur. Dalam
praktikum ini digunakan satu subnet yang sama agar komunikasi antara client dan
server dapat berjalan dengan lancar.
3.4
Perintah Ping
Ping merupakan perintah yang
digunakan untuk menguji konektivitas jaringan antara dua perangkat. Perintah
ini bekerja dengan mengirimkan paket data ke alamat tujuan dan menunggu respon.
Jika terdapat balasan (reply), maka koneksi dinyatakan berhasil.
3.5
Web Server
Web server adalah perangkat
lunak yang berfungsi untuk melayani permintaan halaman web dari client. Web
server akan menerima request dari browser dan mengirimkan halaman web sebagai
respon. Salah satu web server yang umum digunakan adalah Apache.
3.6
Apache Web Server
Apache adalah salah satu web
server yang bersifat open-source dan banyak digunakan. Apache dapat digunakan
untuk menampilkan halaman web yang dapat diakses melalui jaringan lokal maupun
internet.
3.7
Client-Server
Model client-server adalah
arsitektur jaringan dimana client meminta layanan dan server memberikan
layanan. Dalam praktikum ini, client menggunakan web browser untuk mengakses
layanan web yang disediakan oleh server.
3.8
Web Browser
Web browser adalah aplikasi
yang digunakan untuk mengakses halaman web. Browser akan mengirimkan permintaan
ke web server dan menampilkan hasilnya kepada pengguna. Contoh web browser
antara lain Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge.
4. Alat dan
Bahan
Aplikasi Virtual Machine (VirtualBox) Laptop /PC
Web Browser
5.
Topologi Jaringan
Topologi
yang digunakan adalah topologi client-server dengan bantuan switch sebagai
penghubung.
+---------------------+
|
SERVER |
| IP: 192.168.1.63 |
| Apache Web Server |
+----------+----------+
|
(Fa0/1)
+--------+
| Switch |
+--------+
(Fa0/2)
|
+----------+----------+
|
CLIENT |
| IP: 192.168.1.63 |
| Web Browser |
+---------------------+
6.
Langkah Kerja
6.1
Konfigurasi IP Address
- Buka terminal pada
sistem Linux
- Cek IP Address:
- Atur IP Address:
- Server&Client:
192.168.1.63
Gambar
1.1 Hasil pengecekan ip Address
6.2
Pengujian Koneksi (Ping)
- Lakukan pengujian
dari client ke server:
Dengam kode : “ping 192.168.1.63”
- Jika muncul reply,
maka koneksi berhasil
Gambar 2.1 Hasil pengujian ip Address
6.3
Install Web Server (Apache)
- Update repository:
Gambar 3.2 Hasil dari peng-instal an web server
- Install Apache:
Gambar 4.1 Peng-instal an Apache dengan (sudo apt install apache2)
Gambar 4.2 Hasil pengecekan ip
Address
6.4
Menjalankan Web Server
1. Cek status:
5.1 Pengecekan status apache mengunakan (sudo systemctl status
apache2)
Gambar 5.2 Hasil pengecekan status apache (aktif)
6.5
Akses Web Server
- Buka web browser
pada client
- Masukkan alamat IP
server:
“http://192.168.1.63”
- Jika muncul halaman
default Apache, maka web server berhasil dijalankan
Gambar 6.1 Hasil Web server
html
Gambar 6.2 Hasil Web server php
7.
Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan konfigurasi jaringan
sederhana dengan model client-server menggunakan sistem operasi Linux. Praktikum
diawali dengan pengaturan IP Address pada masing-masing perangkat, yaitu server
dan client. IP Address yang digunakan berada dalam satu subnet, yaitu
192.168.10.1 pada server dan 192.168.10.2 pada client. Penggunaan subnet yang
sama bertujuan agar kedua perangkat dapat saling berkomunikasi secara langsung
tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti router.
Setelah konfigurasi IP Address dilakukan, langkah
berikutnya adalah pengujian koneksi menggunakan perintah ping. Pengujian
dilakukan dari client menuju server. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya
balasan (reply) dari server, yang menandakan bahwa koneksi jaringan telah
berhasil terjalin dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi IP Address
yang dilakukan sudah benar dan tidak terdapat kesalahan dalam pengaturan
jaringan.
Selanjutnya dilakukan instalasi web server Apache pada
sisi server. Proses instalasi dilakukan menggunakan package manager pada Linux
dengan perintah apt. Setelah proses instalasi selesai, layanan Apache dijalankan
menggunakan perintah systemctl. Status layanan kemudian diperiksa untuk
memastikan bahwa web server berjalan dengan normal tanpa adanya error.
Tahap berikutnya adalah pengujian web server melalui
client. Client mengakses alamat IP server menggunakan web browser. Hasil yang
diperoleh menunjukkan bahwa halaman default Apache berhasil ditampilkan pada
browser client. Hal ini membuktikan bahwa web server telah berjalan dengan baik
dan dapat diakses melalui jaringan.
Selain itu, keberhasilan dalam mengakses web server
juga menunjukkan bahwa komunikasi antara client dan server tidak hanya terbatas
pada pengujian ping, tetapi juga sudah mampu mendukung layanan aplikasi, dalam
hal ini layanan web. Ini merupakan indikator bahwa konfigurasi jaringan yang
dilakukan sudah berjalan secara optimal.
Namun, dalam pelaksanaan praktikum ini terdapat
beberapa potensi kendala yang dapat terjadi, seperti kesalahan dalam
konfigurasi IP Address, perbedaan subnet antara client dan server, layanan
Apache yang belum dijalankan, serta firewall yang masih aktif sehingga
menghambat akses ke web server. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dalam
setiap tahap konfigurasi agar praktikum dapat berjalan dengan lancar.
Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan pemahaman
yang jelas mengenai proses konfigurasi jaringan sederhana serta implementasi
layanan web server. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu
mengaplikasikan secara langsung dalam lingkungan praktikum.
8.
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa konfigurasi jaringan antara client dan server dapat dilakukan
dengan mengatur IP Address dalam satu subnet yang sama sehingga kedua perangkat
dapat saling terhubung. Pengujian koneksi menggunakan perintah ping menunjukkan
bahwa komunikasi jaringan telah berjalan dengan baik.
Selain itu, instalasi dan konfigurasi web server
menggunakan Apache pada sistem operasi Linux berhasil dilakukan. Web server
yang telah dijalankan dapat diakses oleh client melalui web browser dengan
menggunakan IP Address server, yang ditandai dengan munculnya halaman web pada
browser.
Praktikum ini memberikan pemahaman mengenai konsep
dasar jaringan komputer, khususnya dalam hal konfigurasi jaringan dan
implementasi layanan web server. Dengan demikian, praktikan diharapkan mampu
memahami dan mengaplikasikan konsep client-server dalam lingkungan jaringan
sederhana.
9. Daftar Pustaka
Aditya. (2023). Materi
Sistem Operasi. Diakses dari: https://bagi2ilmuaditya.blogspot.com/
Koding Klinik. (2023). Tutorial
Setting Jaringan dan Web Server Linux. Diakses dari: https://youtu.be/sxp6kOAwsPw
The Apache Software
Foundation. (2023). Apache HTTP Server Documentation. Diakses dari: https://httpd.apache.org/
Ubuntu Documentation.
(2023). Networking and Server Guide. Diakses dari: https://help.ubuntu.com/
Tanenbaum, A. S. (2011).
Computer Networks. Pearson Education.
9. Lampiran
Gambar
9.1 selesai menyelesai kan tugas praktikum 1dan 2
Gambar 9.2 sedang melakukan atau mengerjakan tugas praktikum, mencoba buat memahami dan sekalian mambuat laprak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar