Jumat, 29 Mei 2026

KONFIGURASI JARINGAN, KONEKSI, DAN WEB SERVER PADA LINUX UBUNTU

KONFIGURASI JARINGAN, KONEKSI, DAN WEB SERVER PADA LINUX UBUNTU


Disusun oleh : 

Rihhadatul Aisyikin Mardhiyyah (25051204042)
Azizah Fairuz Dzakiyya         (25051204137)
Shinta Nur Rahma         (25051204136)


BAB I 

 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

Perkembangan teknologi jaringan komputer dan layanan web server sangat penting dalam dunia teknologi informasi. Sistem operasi Linux, khususnya Ubuntu, banyak digunakan sebagai server karena bersifat open source, stabil, aman, dan memiliki dukungan komunitas yang besar.

Dalam pengoperasian server, konfigurasi jaringan menjadi hal utama agar komputer dapat saling terhubung dan bertukar data. Selain itu, koneksi jaringan yang baik memungkinkan server memberikan layanan kepada pengguna melalui internet maupun jaringan lokal. Salah satu layanan yang umum digunakan adalah web server.

Web server berfungsi untuk menampilkan halaman website kepada pengguna melalui browser. Pada Ubuntu, web server dapat dibuat menggunakan Apache2 yang mudah dikonfigurasi dan banyak digunakan dalam pengembangan website. Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan untuk memahami proses setting jaringan, pengujian koneksi, serta instalasi dan konfigurasi web server pada Ubuntu.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara melakukan konfigurasi jaringan pada Ubuntu?

  2. Bagaimana cara menguji koneksi jaringan pada Ubuntu?

  3. Bagaimana cara menginstal dan mengkonfigurasi web server Apache2 pada Ubuntu?


1.3 Tujuan Laporan

  1. Memahami konfigurasi jaringan pada Ubuntu.

  2. Mengetahui cara menguji koneksi jaringan.

  3. Memahami instalasi dan konfigurasi web server Apache2.

1.4 Manfaat Penulisan

  1. Menambah keterampilan administrasi web server konfigurasi jaringan Linux, serta melatih pengelolaan server ubuntu.

  2. Menjadi referensi konfigurasi jaringan Linux untuk membantu memahami instalali web server.

  3. Mendukung pembelajaran jaringan komputer dan menjadi bahan pratikum administrasi server.



BAB II 

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

Sistem Operasi (OS) merupakan perangkat lunak fundamental yang bertugas mengelola serta mengendalikan seluruh komponen perangkat keras (hardware) dan program aplikasi (software) pada komputer. Selain menjadi pengatur sumber daya agar seluruh sistem berjalan optimal, OS juga berfungsi sebagai wadah atau lingkungan kerja bagi pengguna. Lewat OS, tercipta sebuah antarmuka yang menjembatani interaksi antara manusia dan komputer. Pengguna dapat mengoperasikan perangkat dengan praktis tanpa harus menguasai bahasa mesin yang rumit. Beberapa contoh OS yang banyak digunakan saat ini meliputi Windows, macOS, Linux, Android, serta iOS.

Linux mengacu pada rumpun sistem operasi mirip Unix yang dibangun di atas Kernel Linux sebuah inti sistem yang pertama kali dirancang oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Sebagai jantung dari Linux, kernel ini memegang peran krusial dalam mengatur jalur komunikasi antara perangkat keras dan perangkat lunak. Berbeda dengan sistem operasi komersial sejenis Windows, Linux mengusung konsep open source (sumber terbuka). Karakternya yang bebas memungkinkan siapa saja untuk memodifikasi, mendistribusikan kembali, serta memanfaatkan kode sumbernya tanpa batasan ketat. Berkat dukungan komunitas pengembang global yang sangat masif dan aktif, Linux terus berevolusi hingga melahirkan berbagai variasi sistem siap pakai yang dikenal sebagai Distribusi Linux (Distro). Beberapa contoh distro yang populer untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna adalah Ubuntu, Fedora, dan Debian.

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux paling terkenal yang dikembangkan berbasis pada arsitektur Debian. Menggunakan kernel Linux sebagai pondasi utamanya, Ubuntu memadukan berbagai perangkat lunak gratis dan bersumber terbuka untuk menyusun ekosistemnya. Sebagai sistem operasi yang utuh dan dapat diakses secara cuma-cuma, Ubuntu menawarkan keunggulan berupa dukungan teknis yang kuat, baik dari komunitas global maupun tenaga profesional. Fleksibilitas dan kehandalannya membuat Ubuntu tidak hanya ramah untuk pengguna harian, tetapi juga menjadi platform favorit di sektor cloud computing (komputasi awan) serta menjadi OS acuan utama dalam ekosistem OpenStack.

Konfigurasi jaringan pada Ubuntu modern dikelola menggunakan Netplan berbasis file YAML untuk mengatur IP Static (manual) maupun IP Dynamic (otomatis melalui DHCP). Setelah diterapkan, pengujian koneksi dilakukan dengan perintah ping melalui pengiriman paket ICMP Echo Request untuk memastikan keterhubungan jaringan. Koneksi yang stabil ini menjadi fondasi bagi berjalannya web server , seperti Apache HTTP Server, yang berfungsi menyimpan aset situs web, melayani permintaan halaman web dari client berbasis HTTP/HTTPS, serta mengatur lalu lintas datanya di dalam jaringan.

2.2  Alat Dan Bahan

  1. Laptop

  2. Koneksi internet stabil

  3. Oracle VirtualBox

  4. File ISO Ubuntu

  5. Apache HTTP Server

  6. Browser

  7. Terminal Linux

2.3  Langkah - langkah 

  1. Setting Jaringan, Koneksi, dan Web Server

  1. Pengaturan Awal Jaringan (Bridged Adapter) 

Gambar 2.1

Network Bridged Adapter

  1. Buka aplikasi VirtualBox lalu buka Ubuntu Linux dan klik start

  2. Buka terminal dengan menggunakan Ctrl+Alt+T atau bisa juga dengan mencari dan membuka terminal dari peluncur aplikasi

Gambar 2.2

Terminal Linux

  1. Setting Jaringan

  1. Cek jaringan di CMD menggunakan ipconfig. Catat angka pada bagian Default Gateaway (Misal: 10.11.191.145). Angka ini yang akan menjadi patokan pengisian via di Ubuntu. 

Gambar 2.3

Cek Jaringan CMD

  1. Mengetahui nama antarmuka (Interface)  menggunakan ifconfig. Lihat nama kartu jaringan yang tersedia di sebelah kiri (enp0s3).

Gambar 2.4

Perintah ifconfig

  1. sudo nano /etc/netplan/01-network-manager-all.yaml untuk membuka dan mengedit file konfigurasi utama jaringan di Ubuntu menggunakan text editor bernama Nano dengan hak akses Administrator (root).

 

Gambar 2.5

Perintah sudo nano /etc/netplan/01-network-manager-all.yaml

  1. Hapus isi default dan menggantinya dengan konfigurasi manual

Gambar 2.6

Edit isi  /etc/netplan/01-network-manager-all.yaml



  1. sudo netplan apply digunakan untuk menerapkan dan mengaktifkan semua perubahan konfigurasi jaringan yang baru saja di tulis di dalam file Netplan.

Gambar 2.7

Perintah sudo netplan apply

  1. Cek ulang dengan ifconfig 

Gambar 2.8

Perintah ifconfig

Gambar di atas menunjukkan output dari perintah ifconfig setelah dilakukan pembaharuan jaringan. Terlihat pada baris inet di bawah antarmuka enp0s3, alamat IP lama telah berhasil diubah secara permanen menjadi IP statis baru dengan nilai 10.11.191.250. 

  1. Konfigurasi dan Pengecekan Koneksi

  1. ip a untuk menampilkan informasi kartu jaringan untuk melihat IP lokal Ubuntu (contoh: 10.11.191.250). IP inilah yang nantinya wajib dicatat karena akan digunakan sebagai alamat untuk mengakses web server dari luar. 

Gambar 2.9

Perintah ip a

  1. ping 8.8.8.8 -c 4 untuk menguji apakah Ubuntu sudah terhubung ke internet luar (DNS Google) sebanyak 4 kali kirim paket. 

Gambar 2.10

Perintah ping 8.8.8.8 -c 4

  1. Instalasi dan Pengujian Web Server Apache2 

  1. sudo apt update untuk memperbarui daftar indeks paket aplikasi agar sistem tahu versi aplikasi terbaru yang ada di internet. 

     Gambar 2.11

Perintah sudo apt update

  1. sudo apt install apache2 -y untuk mengunduh dan menginstal aplikasi web server Apache2 secara otomatis tanpa perlu konfirmasi manual lagi. 

    Gambar 2.12

Perintah sudo apt install apache2 -y

  1. sudo systemctl status apache2 untuk mengecek status apakah layanan web server Apache2 kamu sedang berjalan (active/running), mati, atau ada eror.

 Gambar 2.13

Perintah sudo systemctl status apache2

  1. untuk menguji Web Server Buka browser lalu masukkan IP Ubuntu:        http://10.11.191.250. 






Gambar 2.14

Menguji Web Server

Halaman tersebut menunjukkan bahwa web server Apache berhasil dijalankan dan dapat diakses melalui jaringan.

  1. Masuk ke folder default halaman cd var/www/html/

  2. Menggunakan sudo nano index.html atau sudo gedit index.html untuk membuka file index.html menggunakan teks editor.

 

Gambar 2.15

Perintah sudo gedit index.html

  1. Edit isi dari file index.html, simpan file dan refresh browser

Gambar 2.16

Edit isi file index.html

  1. Hasil setelah di edit

Gambar 2.17

Tampilan Web


BAB III 

HASIL 

3.1 Hasil 

Berdasarkan hasil praktikum, konfigurasi jaringan pada Linux Ubuntu berhasil dilakukan menggunakan Netplan. Sistem dapat terhubung dengan jaringan dan internet setelah IP Address, gateway, dan DNS dikonfigurasi. Pengujian koneksi menggunakan perintah ping menunjukkan bahwa koneksi jaringan berjalan dengan baik. Instalasi Apache web server juga berhasil dilakukan. Layanan Apache dapat dijalankan dan diakses melalui browser menggunakan alamat IP server. Web server Apache pada Ubuntu memudahkan pengguna dalam menyediakan layanan website secara lokal maupun melalui jaringan.



BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Konfigurasi jaringan pada Linux Ubuntu dapat dilakukan secara manual menggunakan Netplan dengan mengatur IP Address, gateway, dan DNS. Pengujian koneksi jaringan dapat dilakukan menggunakan perintah ping untuk memastikan perangkat telah terhubung ke jaringan maupun internet. Instalasi dan konfigurasi web server Apache pada Linux Ubuntu dapat dilakukan dengan mudah melalui terminal menggunakan perintah CLI. Web server Apache berhasil dijalankan dan dapat diakses melalui browser menggunakan alamat IP server. Penggunaan Linux Ubuntu sebagai sistem operasi server memberikan kemudahan dalam administrasi jaringan dan pengelolaan layanan web server.

4.2 Saran

Sebelum melakukan konfigurasi jaringan, pastikan nama interface jaringan sudah benar agar tidak terjadi kesalahan konfigurasi. Perhatikan penulisan file konfigurasi Netplan karena kesalahan indentasi dapat menyebabkan konfigurasi gagal diterapkan. Lakukan pengujian koneksi secara berkala untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik. Gunakan password dan pengaturan keamanan yang kuat pada server untuk menghindari akses tidak sah. Disarankan untuk mempelajari perintah-perintah dasar Linux lebih lanjut agar proses administrasi server menjadi lebih mudah dan efisien.



Daftar Pustaka

Canonical. (2026). Ubuntu Server. Ubuntu. https://ubuntu.com/download

Oracle. (2026). Oracle VM VirtualBox. Oracle Virtualization Technologies.https://www.oracle.com/virtualization/technologies/vm/downloads/virtualbox-downloads.html

Rahmadani, D. S., Ariyadi, T., Novitasari, E., & Pertiwiningsih, D. (2025). Analisis Kinerja Web Server Berbasis Linux Ubuntu 22.04. Jurnal Tera, 5(1), 35-44. 

Husen, Z., & Surbakti, M. S. (2020). Membangun server dan jaringan komputer dengan Linux Ubuntu. Syiah Kuala University Press. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar