Jumat, 29 Mei 2026

KONFIGURASI WEB SERVER NGINX PADA LINUX

 






DISUSUN OLEH:

1.   M. Agung Nugroho         (25051204164)

2.   Excell Valleryo Ariansyah (25051204205)

3.   Valentinus Satrio Dewanto (25051204165)

 



















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Web server merupakan komponen fundamental dalam infrastruktur jaringan modern. NGINX adalah web server open-source berkinerja tinggi yang juga berfungsi sebagai reverse proxy, load balancer, dan HTTP cache. Dikembangkan oleh Igor Sysoev pada tahun 2002 dan dirilis secara publik pada tahun 2004, NGINX dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan C10K, yaitu kemampuan menangani 10.000 koneksi secara bersamaan.

Windows Subsystem for Linux (WSL) adalah fitur Windows yang memungkinkan pengguna menjalankan lingkungan Linux langsung di dalam sistem operasi Windows tanpa membutuhkan mesin virtual atau dual-boot. Dengan WSL, mahasiswa dan pengembang dapat mempelajari administrasi sistem Linux, termasuk konfigurasi web server, langsung dari komputer Windows.

Praktikum ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai instalasi, konfigurasi, dan pengelolaan NGINX sebagai web server pada sistem operasi Linux Ubuntu yang berjalan di atas WSL.

1.2 Rumusan Masalah

  • Apa itu NGINX dan bagaimana perannya sebagai web server dalam lingkungan Ubuntu Server?

  • Bagaimana cara instalasi dan konfigurasi NGINX sebagai web server pada Ubuntu Server di Windows?

  • Apa saja kendala yang dapat terjadi saat penggunaan Windows Subsystem for Linux dan NGINX serta bagaimana cara mengatasinya?

1.3 Tujuan Praktikum

  • Memahami konsep dasar web server dan cara kerja NGINX.

  • Menginstall dan mengkonfigurasi WSL dengan Ubuntu pada Windows.

  •  Menginstall NGINX pada Linux Ubuntu di WSL.

1.4 Manfaat Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  • Mengoperasikan dan mengelola web server NGINX secara mandiri.

  • Menjadi referensi praktis dalam memahami tahapan konfigurasi web server yang efisien dan stabil, serta memberikan wawasan tentang penerapan NGINX di dunia nyata










BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 NGINX

NGINX adalah software web server yang dikembangkan oleh seorang insinyur software asal Rusia yang bernama Igor Sysoev.Igor awalnya membuat perangkat lunak ini sebagai solusi terhadap C10k problem, yang merupakan masalah kinerja dalam menangani 10.000 koneksi secara bersamaan.

NGINX pertama kali dirilis secara publik pada bulan Oktober 2004. Ketika dirilis, NGINX hanya berfungsi sebagai HTTP web serving saja. Namun, sekarang software ini juga berperan sebagai reverse proxy, HTTP load balancer, dan email proxy untuk IMAP, POP3, dan SMTP. Dirancang untuk menangani traffic web dengan efisiensi tinggi dan dapat diandalkan,NGINX sering digunakan sebagai pengganti atau pelengkap untuk server web tradisional seperti Apache.

2.2 Windows Subsystem for Linux (WSL)

WSL (Windows Subsystem for Linux) adalah fitur bawaan pada Windows . Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan distribusi Linux secara langsung di dalam Windows tanpa perlu menjalankan mesin virtual atau melakukan reboot ke sistem operasi yang berbeda. Dengan WSL, pengguna dapat menjalankan perintah dan aplikasi Linux tanpa perlu meninggalkan lingkungan Windows dan tanpa perlu menginstal Linux secara mandiri dalam lingkungan yang berbeda. 


2.3 Ubuntu

Ubuntu adalah distribusi Linux berbasis Debian yang populer dan ramah pengguna. Ubuntu dipilih sebagai sistem operasi dalam praktikum ini karena dokumentasinya yang lengkap, komunitas yang besar, dan kemudahan penggunaan bagi pemula. Ubuntu menggunakan package manager APT (Advanced Package Tool) untuk manajemen perangkat lunak.














BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Alat dan Bahan


No

Bahan

Keterangan

1

Laptop

Prosesor 64-bit, RAM 4 GB, Storage 20 GB

2

Internet

Diperlukan untuk instalasi paket

3

WSL 2

Versi terbaru dari Microsoft Store

4

Ubuntu

Ubuntu 22.04 LTS (Jammy Jellyfish)

5

Web Browser

Chrome, Firefox, dan sejenisnya

Tabel 1.1

Alat dan bahan

3.2 Langkah-langkah


3.2.1 Aktifkan WSL

Gambar 1.1

Menginstal wsl dengan “wsl –install”

3.2.2 Buka Ubuntu

Gambar 1.2

Mengetikkan command “wsl”

3.2.3 Update Sistem Ubuntu

Gambar 1.3

Mengetikkan command “sudo apt update && sudo apt upgrade -y”

3.2.4 Instalasi NGINX

Gambar 1.4

Mengetikkan command “sudo apt install nginx -y”


3.2.5 Memulai NGINX

Gambar 1.5

Mengetikkan command “sudo service nginx start”

  1.  Menguji di browser dengan mencari “http://localhost

Gambar 1.6

Membuka “http://localhost” di browser



3.2.6 Membuat Virtual Host 

  1. Memeriksa Interface Jaringan dan IP Address

Gambar 1.7

Mengetikkan command “ip a”

  1. Buat direktori root untuk website baru

Gambar 1.8

Mengetikkan command “sudo chmod, mkdir, dan chown”


  1. Buat halaman HTML sederhana

Gambar 1.9

Mengetikkan command “nano”

isi dengan : 

Gambar 1.10

Mengisi nano dengan konten

  1. Buat konfigurasi server block

Gambar 1.11

Mengetikkan command “sudo nano”

isi dengan : 

Gambar 1.12

Mengisi sudo nano

  1. Aktifkan server block dengan membuat symbolic link

Gambar 1.13

Mengetikkan command “sudo ln -s”

  1. Verifikasi sintaks

Gambar 1.14

Mengetikkan command “sudo nginx -t”

  1. Reload Nginx

Gambar 1.15

Mengetikkan commmand “sudo service nginx reload”

3.2.7 Konfigurasi File Host

  1. Buka notepad sebagai administrator

  2. Buka file: C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts 

  3. Tambahkan baris berikut di bagian akhir : 

Gambar 1.16

Menambah entri pada file hosts

  1. Simpan file, lalu akses http://praktikum.local di browser.

Gambar 1.17

Tampilan http://praktikum.local


3.3 Hasil

Setelah seluruh tahapan, NGINX berhasil diinstall dan dikonfigurasi pada lingkungan Ubuntu yang berjalan di WSL. Proses instalasi menggunakan perintah “apt” memudahkan pengelolaan dependensi secara otomatis, NGINX menggunakan pendekatan event-driven yang memungkinkannya menangani banyak koneksi dengan efisien dibandingkan web server berbasis proses atau thread. 









BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Konfigurasi web server menggunakan NGINX di Ubuntu Server merupakan langkah penting dalam membangun infrastruktur layanan web yang cepat, efisien, dan handal. Dengan pendekatan konfigurasi yang sederhana namun fleksibel, NGINX mampu menangani lalu lintas jaringan tinggi dengan penggunaan sumber daya yang minimal. Proses instalasi dan konfigurasi yang dilakukan di Ubuntu Server menunjukkan bahwa sistem operasi open-source ini sangat kompatibel dengan NGINX, serta menyediakan kemudahan dalam pengelolaan server. Melalui pemahaman terhadap file konfigurasi, manajemen virtual host, dan pengamanan dasar, administrator sistem dapat menyajikan layanan web yang optimal dan aman. Dengan demikian, NGINX menjadi pilihan ideal sebagai web server untuk berbagai skala kebutuhan, dari personal hingga enterprise. 

4.2 Saran

  • Disarankan untuk menambahkan lapisan keamanan seperti penggunaan SSL/TLS untuk enkripsi data 

  • Gunakan perintah sudo nginx -t setiap sebelum mereload atau merestart NGINX.



























DAFTAR PUSTAKA


DCloud. (2022, November 28). Apa itu Nginx? Pengertian, fungsi, dan cara kerjanya. DCloud Blog. https://dcloud.co.id/blog/apa-itu-nginx.html 


Program Studi Teknologi Komputer UNPAB. (2024, Mei 22). WSL: Solusi praktis mengakses lingkungan Linux di Windows. Universitas Pembangunan Panca Budi. https://tekom.pancabudi.ac.id/wsl-solusi-praktis-mengakses-lingkungan-linux-di-windows/ 


NGINX. (n.d.). NGINX documentation. https://docs.nginx.com 


Ubuntu. (n.d.). Ubuntu Server documentation. https://ubuntu.com/server/docs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar