Disusun Oleh:
BAB I
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai kebutuhan spesifik terhadap sistem operasi. Sistem operasi bersifat umum (general-purpose) seperti Ubuntu yang tersedia secara luas tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan domain-spesifik secara langsung tanpa konfigurasi tambahan yang kompleks. Salah satu bidang yang memiliki kebutuhan perangkat lunak sangat spesifik adalah pengembangan game (game development), yang memerlukan berbagai alat bantu seperti game engine, editor kode, serta pustaka grafis dan multimedia.
Remastering sistem operasi merupakan proses penyesuaian dan pengemasan ulang distribusi Linux yang sudah ada menjadi distribusi baru dengan konfigurasi, tampilan, dan perangkat lunak yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Proses ini memungkinkan seorang praktisi untuk menciptakan sistem operasi yang siap pakai (ready-to-use) tanpa perlu melakukan konfigurasi manual yang berulang setiap kali melakukan instalasi baru.
Cubic (Custom Ubuntu ISO Creator) adalah salah satu alat bantu berbasis GUI yang memudahkan proses remastering distribusi Ubuntu. Dengan Cubic, pengguna dapat masuk ke dalam lingkungan chroot dari ISO Ubuntu, menginstal perangkat lunak tambahan, mengubah tampilan desktop, serta menghasilkan file ISO baru yang dapat langsung diinstal atau dijalankan sebagai live system. Dalam praktikum ini, remastering dilakukan untuk menciptakan distribusi Linux bernama GamerOS, yaitu sistem operasi berbasis Ubuntu yang telah dikustomisasi khusus untuk kebutuhan para pengembang game, dengan menyertakan Visual Studio Code, Godot Engine, dan pustaka Pygame secara bawaan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada laporan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara menginstal dan mengkonfigurasi Cubic sebagai alat bantu remastering sistem operasi berbasis Ubuntu?
2. Bagaimana cara melakukan kustomisasi tampilan dan konten sistem operasi melalui lingkungan chroot yang disediakan oleh Cubic?
3. Bagaimana cara menginstal perangkat lunak khusus pengembangan game (Visual Studio Code, Godot Engine, dan Pygame) ke dalam distribusi yang sedang di-remaster?
4. Bagaimana cara menghasilkan file ISO dari distribusi Linux yang telah dikustomisasi menggunakan Cubic?
1.3 Tujuan Laporan
Adapun tujuan dari laporan praktikum ini adalah:
1. Memahami konsep remastering sistem operasi Linux beserta manfaat dan penerapannya dalam konteks nyata.
2. Mempelajari cara menggunakan Cubic untuk melakukan kustomisasi distribusi Ubuntu secara menyeluruh melalui antarmuka grafis.
3. Menguasai proses instalasi dan konfigurasi perangkat lunak dalam lingkungan chroot sebagai bagian dari alur kerja remastering.
4. Mampu menghasilkan distribusi Linux kustom yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan domain spesifik, dalam hal ini pengembangan game.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan laporan ini yakni:
1. Memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai cara kerja remastering sistem operasi Linux serta implementasinya dalam menghasilkan distribusi yang terspesialisasi.
2. Membekali mahasiswa dengan keterampilan menggunakan alat bantu remastering (Cubic) serta kemampuan kustomisasi melalui lingkungan chroot.
3. Memberikan referensi praktis bagi pengembang atau administrator sistem yang ingin membuat distribusi Linux khusus untuk kebutuhan tim atau organisasi tertentu, sehingga proses deployment menjadi lebih efisien dan terstandar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
1.Remastering Sistem Operasi Linux
Remastering Sistem Operasi Linux Proses modifikasi dan pengemasan ulang distribusi Linux yang sudah ada menjadi berkas ISO baru yang telah disesuaikan (kustom). Konsep meliputi:
ISO Image: Berkas arsip tunggal berisi salinan lengkap sistem operasi yang siap booting.
Chroot (Change Root): Mekanisme untuk masuk dan memodifikasi filesystem ISO secara virtual seolah berada di dalam sistem yang berjalan.
Live System: Sistem operasi yang dapat berjalan langsung dari media bootable (USB/DVD) tanpa perlu diinstal ke harddisk.
Squashfs: Format filesystem dengan kompresi tinggi untuk menyatukan seluruh konten live system menjadi satu file tunggal.
2.Cubic (Custom Ubuntu ISO Creator)
Aplikasi GUI berbasis wizard untuk mempermudah proses remastering distribusi Ubuntu dan turunannya. Fitur utamanya adalah:
Project Management: Mengorganisasi sesi remastering ke dalam direktori proyek terpisah.
Virtual Chroot Environment: Menyiapkan lingkungan chroot otomatis dan me-mount direktori sistem kritis.
Integrated Terminal: Terminal bawaan untuk mengeksekusi instalasi dan kustomisasi langsung di dalam chroot.
ISO Generation: Mengompresi ulang filesystem dan membangun berkas ISO baru beserta kode verifikasi checksum MD5.
3.Perangkat Lunak Pengembangan Game (GamerOS)
Komponen utama pengembangan game yang diintegrasikan secara bawaan:
Visual Studio Code (VSCode): Editor kode sumber ringan dengan dukungan ekstensi luas untuk berbagai bahasa pemrograman (multi-language).
Godot Engine: Game engine open-source untuk pembuatan game 2D dan 3D menggunakan bahasa GDScript, C#, dan C++.
Pygame: Library Python berbasis SDL untuk mengelola grafis, input, dan audio pada pembuatan game 2D atau prototipe sederhana.
2.2 Alat dan Bahan
VMWare
ISO Ubuntu
Device laptop/PC
Cubic
2.3 Langkah - langkah
1.Membuat sistem operasi Linux hasil remastering untuk kebutuhan game developer,
yaitu gamerOS
2.Melakukan instalasi Cubic untuk membuat remastering sistem operasi
Gambar 2.1 Tampilan Cubic
3.Memilih folder project, lalu memuat (load) berkas ISO Ubuntu
Gambar 2.2 Tampilan custom Linux
4.Lingkungan chroot Cubic secara otomatis masuk ke terminal chroot untuk memulai
kustomisasi
Gambar 2.3 Tampilan chroot Cubic
5. Menjalankan perintah-bash berikut untuk melakukan kustomisasi sistem
6.Melakukan kustomisasi tampilan desktop hasil remaster gamerOS.
Gambar 2.4 Kustomisasi tampilan
7.Melakukan instalasi game engine untuk kebutuhan game developer
Gambar 2.5 Instalasi software game developer
8.Menyimpan seluruh hasil kustomisasi dan membangun (generating) berkas ISO
kustom baru
Gambar 2.6 Proses pembuatan ISO
Gambar 2.7 Pembuatan ISO selesai
9.Menampilkan hasil akhir kustomisasi Linux gamerOS untuk kebutuhan game
developer
Gambar 2.8 Tampilan desktop gamerOS
Gambar 2.9 Pembuatan game sonic visual code pygame
Gambar 2.10 Tampilan Godot Engine di gameros
BAB III
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum remastering sistem operasi Linux yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa proses remastering menggunakan Cubic merupakan metode yang efektif dan efisien untuk menciptakan distribusi Linux yang terspesialisasi sesuai kebutuhan tertentu. Melalui praktikum ini, praktikan berhasil memahami alur kerja lengkap remastering, mulai dari konfigurasi awal Cubic, kustomisasi melalui lingkungan chroot, instalasi perangkat lunak tambahan, hingga pengemasan akhir menjadi file ISO yang dapat di-boot.
Distribusi GamerOS yang dihasilkan membuktikan bahwa remastering dapat menjadi solusi praktis dalam skenario deployment skala besar, di mana setiap workstation perlu dikonfigurasi dengan perangkat lunak yang sama tanpa harus melakukan instalasi dan konfigurasi manual berulang. Integrasi Visual Studio Code, Godot Engine, dan Pygame ke dalam satu distribusi yang siap pakai terbukti berhasil, dengan semua komponen berfungsi normal setelah sistem di-boot. Praktikum ini juga menunjukkan bahwa Linux memberikan fleksibilitas tinggi dalam hal kustomisasi sistem, yang menjadi salah satu keunggulan utamanya dibandingkan sistem operasi proprietary.
3.2 Saran
Dalam melakukan remastering sistem operasi Linux, praktikan disarankan untuk mempersiapkan kapasitas penyimpanan yang memadai pada direktori project Cubic, karena proses ekstraksi dan kompresi filesystem membutuhkan ruang yang signifikan. Selain itu, disarankan untuk menguji hasil ISO menggunakan virtual machine (seperti VMWare atau VirtualBox) sebelum menggunakannya pada hardware fisik, untuk memastikan tidak ada isu kompatibilitas driver atau konfigurasi sistem. Untuk pengembangan lebih lanjut, praktikan juga disarankan untuk mempelajari teknik preseed dan autoinstall untuk mengotomatisasi proses instalasi distribusi kustom, serta mengeksplorasi pembuatan repository APT lokal yang dapat disertakan dalam distribusi untuk mendukung instalasi offline. Penggunaan version control seperti Git untuk mendokumentasikan skrip kustomisasi juga sangat dianjurkan agar proses remastering dapat direproduksi dan dikolaborasikan dengan mudah.
DAFTAR PUSTAKA
Cubic. (n.d.). Cubic - Custom Ubuntu ISO Creator GitHub Repository. Retrieved May 22, 2026, from https://github.com/PJ-Singh-001/Cubic
Godot Engine. (n.d.). Godot Documentation. Retrieved May 22, 2026, from https://docs.godotengine.org/
Visual Studio Code. (n.d.). Visual Studio Code Docs. Microsoft. Retrieved May 22, 2026, from https://code.visualstudio.com/docs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar