Jumat, 29 Mei 2026

Setting Jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer

 

 

Setting Jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer

 

Anggota Kelompok :

Christian Aldo Prabowo         25051204061

Nazanin Nadhifah                   25051204091

Muhammad Dava Azriel         25051204123

Nabila Azizah Herlizanda       25051204171

 

A. Pendahuluan

Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep dasar jaringan komputer dan cara mengonfigurasinya menggunakan simulasi. Kegiatan dilakukan menggunakan Cisco Packet Tracer, sebuah perangkat lunak simulasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco Systems dan dapat digunakan untuk merancang, mengonfigurasi, serta menguji jaringan komputer secara virtual.


Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun topologi jaringan sederhana, mengatur alamat IP pada perangkat, menghubungkan antar perangkat menggunakan switch dan router, serta memverifikasi konektivitas jaringan menggunakan perintah ping.

Tujuan Praktikum

         Memahami konsep dasar jaringan komputer dan model TCP/IP.

         Mampu membuat topologi jaringan sederhana menggunakan Cisco Packet Tracer.

         Mampu mengonfigurasi alamat IP (IP Address) dan subnet mask pada perangkat end-device.

         Mampu menghubungkan perangkat menggunakan switch dan kabel yang sesuai.

         Mampu menguji konektivitas jaringan menggunakan perintah ping antar perangkat.

 

Alat dan Bahan

         Komputer/laptop dengan sistem operasi Windows, macOS, atau Linux.

         Perangkat lunak Cisco Packet Tracer (versi 8.x ke atas).

         Akun Cisco NetAcad untuk aktivasi Packet Tracer di https://www.netacad.com/

 

B. Langkah-Langkah Praktikum

1

Membuka Cisco Packet Tracer

 

Cisco Packet Tracer adalah simulator jaringan yang memungkinkan kita merancang dan menguji jaringan komputer tanpa memerlukan perangkat keras fisik. Pastikan aplikasi sudah terinstal dan login menggunakan akun Cisco NetAcad.

         Buka aplikasi Cisco Packet Tracer dari menu Start atau shortcut desktop.

         Login menggunakan akun Cisco NetAcad Anda.

         Tunggu hingga tampilan workspace utama muncul.

 

  Pastikan Anda sudah memiliki akun Cisco NetAcad yang aktif sebelum memulai. Pendaftaran akun dapat dilakukan gratis di https://www.netacad.com/

 

2

Membuat Topologi Jaringan Baru

 

Pada workspace Packet Tracer, kita akan membuat topologi jaringan sederhana yang terdiri dari dua PC dan satu Switch. Topologi ini merepresentasikan jaringan lokal (LAN) paling dasar.

         Pada panel perangkat di bagian bawah, pilih kategori End Devices.

         Seret (drag) dua buah PC ke area workspace.

         Pilih kategori Network Devices, lalu pilih Switches.

         Seret satu buah Switch (2960) ke area workspace di antara kedua PC.

 

Perangkat

Fungsi dalam Topologi

PC0

End-device pertama sebagai pengirim data

PC1

End-device kedua sebagai penerima data

Switch 2960

Menghubungkan kedua PC dalam satu segmen jaringan LAN

 

3

Menghubungkan Perangkat dengan Kabel

 

Setelah perangkat ditempatkan di workspace, langkah berikutnya adalah menghubungkan PC ke Switch menggunakan kabel yang tepat. Untuk koneksi antara PC dan Switch digunakan kabel Straight-Through (Copper Straight-Through).

         Klik ikon petir (Connections) pada panel bawah.

         Pilih Copper Straight-Through (garis lurus oranye).

         Klik PC0, pilih port FastEthernet0.

         Klik Switch, pilih port FastEthernet0/1.

         Ulangi langkah yang sama untuk menghubungkan PC1 ke port FastEthernet0/2 pada Switch.

 

  Indikator lampu pada ujung kabel akan berubah menjadi hijau jika koneksi berhasil. Jika masih oranye, tunggu beberapa detik hingga proses STP (Spanning Tree Protocol) selesai.

 

4

Mengonfigurasi IP Address pada PC0

 

Setiap perangkat dalam jaringan harus memiliki alamat IP yang unik agar dapat saling berkomunikasi. Kita akan mengonfigurasi alamat IP secara manual (Static) pada masing-masing PC.

         Double-klik pada PC0 untuk membuka jendela konfigurasi.

         Klik tab Desktop, lalu pilih IP Configuration.

         Pilih opsi Static.

         Masukkan konfigurasi IP berikut:

 

Parameter

Nilai

IP Address

192.168.1.1

Subnet Mask

255.255.255.0

Default Gateway

192.168.1.254

 

         Tutup jendela konfigurasi setelah selesai mengisi.

 

5

Mengonfigurasi IP Address pada PC1

 

Lakukan konfigurasi yang sama pada PC1, namun dengan alamat IP yang berbeda agar tidak terjadi konflik alamat IP dalam jaringan yang sama.

         Double-klik pada PC1 untuk membuka jendela konfigurasi.

         Klik tab Desktop, lalu pilih IP Configuration.

         Pilih opsi Static.

         Masukkan konfigurasi IP berikut:

 

Parameter

Nilai

IP Address

192.168.1.2

Subnet Mask

255.255.255.0

Default Gateway

192.168.1.254

 

  Kedua PC harus berada dalam subnet yang sama (192.168.1.0/24) agar dapat saling berkomunikasi secara langsung melalui Switch.

 

6

Menguji Konektivitas menggunakan Ping

 

Setelah konfigurasi IP selesai, uji konektivitas antara PC0 dan PC1 menggunakan perintah ping. Perintah ping mengirimkan paket ICMP Echo Request dan menunggu ICMP Echo Reply dari perangkat tujuan.

         Double-klik pada PC0 untuk membuka jendela konfigurasi.

         Klik tab Desktop, lalu pilih Command Prompt.

         Ketik perintah berikut dan tekan Enter:

 

ping 192.168.1.2

 

Jika koneksi berhasil, terminal akan menampilkan balasan seperti berikut:

 

Output Terminal

Keterangan

Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time<1ms TTL=128

Koneksi berhasil, paket diterima

Request timed out.

Koneksi gagal, periksa kembali konfigurasi IP

 

7

Menggunakan Simulation Mode

 

Cisco Packet Tracer memiliki fitur Simulation Mode yang memungkinkan kita melihat secara visual bagaimana paket data bergerak di dalam jaringan. Ini sangat berguna untuk memahami proses komunikasi data.

         Klik tombol Simulation di pojok kanan bawah (ikon jam stopwatch).

         Klik Add Simple PDU (amplop tertutup) dari toolbar kanan.

         Klik PC0 sebagai sumber, kemudian klik PC1 sebagai tujuan.

         Klik tombol Play () atau Auto Capture/Play untuk melihat animasi paket.

         Amati bagaimana paket berjalan dari PC0 → Switch → PC1 dan kembali lagi.

 

  Gunakan tombol Forward (satu langkah) untuk mengamati perpindahan paket secara detail per event. Klik pada envelope paket untuk melihat informasi header PDU pada setiap layer OSI.

 

8

Menyimpan File Topologi

 

Setelah seluruh konfigurasi selesai dan konektivitas telah diverifikasi, simpan file topologi jaringan Anda untuk keperluan dokumentasi dan revisi di kemudian hari.

         Klik menu File pada toolbar atas.

         Pilih Save As, lalu tentukan nama file dan lokasi penyimpanan.

         Simpan file dengan nama kelompok9_jaringan.pkt.

 

Format File

Ekstensi

Packet Tracer File

.pkt

Packet Tracer Activity

.pka (untuk soal latihan)

 

  Jika file kelompok9_jaringan.pkt berhasil tersimpan dan dapat dibuka kembali dengan topologi serta konfigurasi yang utuh, maka seluruh langkah praktikum telah berhasil diselesaikan dengan benar.

 

C. Ringkasan Perangkat dan Konfigurasi yang Digunakan

Berikut adalah rangkuman seluruh perangkat dan konfigurasi jaringan yang digunakan dalam praktikum ini:

 

Perangkat

IP Address

Keterangan

PC0

192.168.1.1 / 255.255.255.0

End-device pertama (pengirim)

PC1

192.168.1.2 / 255.255.255.0

End-device kedua (penerima)

Switch 2960

- (tidak perlu IP)

Menghubungkan PC dalam LAN

Kabel

Copper Straight-Through

Koneksi PC ke Switch

 

D. Kesimpulan

Melalui praktikum ini, mahasiswa telah berhasil mempraktikkan konfigurasi jaringan komputer dasar menggunakan simulator Cisco Packet Tracer. Kegiatan ini mencakup pembuatan topologi jaringan LAN sederhana, penempatan dan penghubungan perangkat menggunakan kabel yang tepat, konfigurasi alamat IP secara statis pada perangkat end-device, serta pengujian konektivitas menggunakan perintah ping.

Kemampuan menggunakan Cisco Packet Tracer merupakan fondasi penting dalam memahami cara kerja jaringan komputer. Konsep-konsep yang dipelajari meliputi pengalamatan IP, penggunaan subnet mask, fungsi switch dalam jaringan LAN, serta analisis alur paket menggunakan Simulation Mode. Keterampilan ini menjadi bekal yang sangat berharga dalam pembelajaran jaringan komputer yang lebih lanjut, seperti konfigurasi router, VLAN, dan protokol routing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar