Setting
Jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer
Anggota Kelompok :
Christian Aldo
Prabowo 25051204061
Nazanin
Nadhifah 25051204091
Muhammad Dava
Azriel 25051204123
Nabila Azizah Herlizanda 25051204171
A.
Pendahuluan
Praktikum
ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep dasar jaringan
komputer dan cara mengonfigurasinya menggunakan simulasi. Kegiatan dilakukan
menggunakan Cisco Packet Tracer, sebuah perangkat lunak simulasi jaringan yang
dikembangkan oleh Cisco Systems dan dapat digunakan untuk merancang,
mengonfigurasi, serta menguji jaringan komputer secara virtual.
Melalui
praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun topologi jaringan
sederhana, mengatur alamat IP pada perangkat, menghubungkan antar perangkat
menggunakan switch dan router, serta memverifikasi konektivitas jaringan
menggunakan perintah ping.
Tujuan Praktikum
•
Memahami konsep dasar jaringan komputer
dan model TCP/IP.
•
Mampu membuat topologi jaringan sederhana
menggunakan Cisco Packet Tracer.
•
Mampu mengonfigurasi alamat IP (IP
Address) dan subnet mask pada perangkat end-device.
•
Mampu menghubungkan perangkat menggunakan
switch dan kabel yang sesuai.
•
Mampu menguji konektivitas jaringan
menggunakan perintah ping antar perangkat.
Alat dan Bahan
•
Komputer/laptop dengan sistem operasi
Windows, macOS, atau Linux.
•
Perangkat lunak Cisco Packet Tracer (versi
8.x ke atas).
•
Akun Cisco NetAcad untuk aktivasi Packet
Tracer di https://www.netacad.com/
B.
Langkah-Langkah Praktikum
|
1 |
Membuka Cisco Packet Tracer |
Cisco
Packet Tracer adalah simulator jaringan yang memungkinkan kita merancang dan
menguji jaringan komputer tanpa memerlukan perangkat keras fisik. Pastikan
aplikasi sudah terinstal dan login menggunakan akun Cisco NetAcad.
•
Buka aplikasi Cisco Packet Tracer dari
menu Start atau shortcut desktop.
•
Login menggunakan akun Cisco NetAcad Anda.
•
Tunggu hingga tampilan workspace utama
muncul.
|
ℹ
Pastikan Anda sudah memiliki akun Cisco NetAcad yang aktif sebelum
memulai. Pendaftaran akun dapat dilakukan gratis di https://www.netacad.com/ |
|
2 |
Membuat Topologi Jaringan Baru |
Pada
workspace Packet Tracer, kita akan membuat topologi jaringan sederhana yang
terdiri dari dua PC dan satu Switch. Topologi ini merepresentasikan jaringan
lokal (LAN) paling dasar.
•
Pada panel perangkat di bagian bawah,
pilih kategori End Devices.
•
Seret (drag) dua buah PC ke area
workspace.
•
Pilih kategori Network Devices, lalu pilih
Switches.
•
Seret satu buah Switch (2960) ke area
workspace di antara kedua PC.
|
Perangkat |
Fungsi dalam Topologi |
|
PC0 |
End-device pertama sebagai pengirim
data |
|
PC1 |
End-device kedua sebagai penerima data |
|
Switch 2960 |
Menghubungkan kedua PC dalam satu
segmen jaringan LAN |
|
3 |
Menghubungkan Perangkat dengan Kabel |
Setelah
perangkat ditempatkan di workspace, langkah berikutnya adalah menghubungkan PC
ke Switch menggunakan kabel yang tepat. Untuk koneksi antara PC dan Switch
digunakan kabel Straight-Through (Copper Straight-Through).
•
Klik ikon petir (Connections) pada panel
bawah.
•
Pilih Copper Straight-Through (garis lurus
oranye).
•
Klik PC0, pilih port FastEthernet0.
•
Klik Switch, pilih port FastEthernet0/1.
•
Ulangi langkah yang sama untuk
menghubungkan PC1 ke port FastEthernet0/2 pada Switch.
|
ℹ
Indikator lampu pada ujung kabel akan berubah menjadi hijau jika
koneksi berhasil. Jika masih oranye, tunggu beberapa detik hingga proses STP
(Spanning Tree Protocol) selesai. |
|
4 |
Mengonfigurasi IP Address pada PC0 |
Setiap
perangkat dalam jaringan harus memiliki alamat IP yang unik agar dapat saling
berkomunikasi. Kita akan mengonfigurasi alamat IP secara manual (Static) pada
masing-masing PC.
•
Double-klik pada PC0 untuk membuka jendela
konfigurasi.
•
Klik tab Desktop, lalu pilih IP
Configuration.
•
Pilih opsi Static.
•
Masukkan konfigurasi IP berikut:
|
Parameter |
Nilai |
|
IP Address |
192.168.1.1 |
|
Subnet Mask |
255.255.255.0 |
|
Default Gateway |
192.168.1.254 |
•
Tutup jendela konfigurasi setelah selesai
mengisi.
|
5 |
Mengonfigurasi IP Address pada PC1 |
Lakukan
konfigurasi yang sama pada PC1, namun dengan alamat IP yang berbeda agar tidak
terjadi konflik alamat IP dalam jaringan yang sama.
•
Double-klik pada PC1 untuk membuka jendela
konfigurasi.
•
Klik tab Desktop, lalu pilih IP
Configuration.
•
Pilih opsi Static.
•
Masukkan konfigurasi IP berikut:
|
Parameter |
Nilai |
|
IP Address |
192.168.1.2 |
|
Subnet Mask |
255.255.255.0 |
|
Default Gateway |
192.168.1.254 |
|
ℹ
Kedua PC harus berada dalam subnet yang sama (192.168.1.0/24) agar
dapat saling berkomunikasi secara langsung melalui Switch. |
|
6 |
Menguji Konektivitas menggunakan Ping |
Setelah
konfigurasi IP selesai, uji konektivitas antara PC0 dan PC1 menggunakan
perintah ping. Perintah ping mengirimkan paket ICMP Echo Request dan menunggu
ICMP Echo Reply dari perangkat tujuan.
•
Double-klik pada PC0 untuk membuka jendela
konfigurasi.
•
Klik tab Desktop, lalu pilih Command
Prompt.
•
Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
|
ping 192.168.1.2 |
Jika
koneksi berhasil, terminal akan menampilkan balasan seperti berikut:
|
Output
Terminal |
Keterangan |
|
Reply from 192.168.1.2: bytes=32
time<1ms TTL=128 |
Koneksi berhasil, paket diterima |
|
Request timed out. |
Koneksi gagal, periksa kembali
konfigurasi IP |
|
7 |
Menggunakan Simulation Mode |
Cisco
Packet Tracer memiliki fitur Simulation Mode yang memungkinkan kita melihat
secara visual bagaimana paket data bergerak di dalam jaringan. Ini sangat
berguna untuk memahami proses komunikasi data.
•
Klik tombol Simulation di pojok kanan
bawah (ikon jam stopwatch).
•
Klik Add Simple PDU (amplop tertutup) dari
toolbar kanan.
•
Klik PC0 sebagai sumber, kemudian klik PC1
sebagai tujuan.
•
Klik tombol Play (▶) atau Auto Capture/Play untuk melihat animasi paket.
•
Amati bagaimana paket berjalan dari PC0 →
Switch → PC1 dan kembali lagi.
|
ℹ
Gunakan tombol Forward (satu langkah) untuk mengamati perpindahan
paket secara detail per event. Klik pada envelope paket untuk melihat
informasi header PDU pada setiap layer OSI. |
|
8 |
Menyimpan File Topologi |
Setelah
seluruh konfigurasi selesai dan konektivitas telah diverifikasi, simpan file
topologi jaringan Anda untuk keperluan dokumentasi dan revisi di kemudian hari.
•
Klik menu File pada toolbar atas.
•
Pilih Save As, lalu tentukan nama file dan
lokasi penyimpanan.
•
Simpan file dengan nama
kelompok9_jaringan.pkt.
|
Format
File |
Ekstensi |
|
Packet Tracer File |
.pkt |
|
Packet Tracer Activity |
.pka (untuk soal latihan) |
|
ℹ
Jika file kelompok9_jaringan.pkt berhasil tersimpan dan dapat dibuka
kembali dengan topologi serta konfigurasi yang utuh, maka seluruh langkah
praktikum telah berhasil diselesaikan dengan benar. |
C.
Ringkasan Perangkat dan Konfigurasi yang Digunakan
Berikut adalah
rangkuman seluruh perangkat dan konfigurasi jaringan yang digunakan dalam
praktikum ini:
|
Perangkat |
IP Address |
Keterangan |
|
PC0 |
192.168.1.1 / 255.255.255.0 |
End-device pertama (pengirim) |
|
PC1 |
192.168.1.2 / 255.255.255.0 |
End-device kedua (penerima) |
|
Switch 2960 |
- (tidak perlu IP) |
Menghubungkan PC dalam LAN |
|
Kabel |
Copper Straight-Through |
Koneksi PC ke Switch |
D.
Kesimpulan
Melalui
praktikum ini, mahasiswa telah berhasil mempraktikkan konfigurasi jaringan
komputer dasar menggunakan simulator Cisco Packet Tracer. Kegiatan ini mencakup
pembuatan topologi jaringan LAN sederhana, penempatan dan penghubungan
perangkat menggunakan kabel yang tepat, konfigurasi alamat IP secara statis
pada perangkat end-device, serta pengujian konektivitas menggunakan perintah
ping.
Kemampuan
menggunakan Cisco Packet Tracer merupakan fondasi penting dalam memahami cara
kerja jaringan komputer. Konsep-konsep yang dipelajari meliputi pengalamatan
IP, penggunaan subnet mask, fungsi switch dalam jaringan LAN, serta analisis
alur paket menggunakan Simulation Mode. Keterampilan ini menjadi bekal yang
sangat berharga dalam pembelajaran jaringan komputer yang lebih lanjut, seperti
konfigurasi router, VLAN, dan protokol routing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar