Disusun Oleh:
BAB I
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komputer saat ini menuntut kemampuan dalam mengelola sistem operasi, jaringan, keamanan sistem, dan pengembangan sistem yang fleksibel dan efisien. Salah satu sistem operasi yang banyak digunakan dalam bidang tersebut adalah Linux. Linux dikenal sebagai sistem operasi open-source yang memiliki tingkat stabilitas, keamanan, dan fleksibilitas yang tinggi sehingga banyak digunakan pada server, administrasi jaringan, pengembangan perangkat lunak, hingga keamanan siber.
Dalam pengoperasiannya, Linux banyak menggunakan Command Line Interface (CLI) yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem melalui terminal. Penggunaan CLI memberikan kontrol yang lebih luas terhadap sistem dibandingkan antarmuka grafis (GUI), terutama dalam hal administrasi sistem, manajemen file, konfigurasi jaringan, dan pengelolaan service. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perintah dasar Linux menjadi kemampuan fundamental yang penting dimiliki.
Konfigurasi jaringan dan web server juga merupakan bagian penting dalam implementasi Linux. Pengaturan koneksi jaringan, IP address, DNS, serta instalasi dan konfigurasi web server seperti Apache diperlukan agar suatu sistem dapat terhubung dan menyediakan layanan jaringan dengan baik. Pemahaman mengenai konfigurasi jaringan berbasis CLI juga membantu pengguna memahami cara kerja komunikasi antar perangkat dalam suatu jaringan komputer.
Berdasarkan hal tersebut, praktikum ini dilakukan untuk mempelajari dan memahami penggunaan Linux dalam aspek konfigurasi jaringan dan web server. Melalui praktikum ini diharapkan dapat memahami konsep dasar serta implementasi Linux dalam berbagai kebutuhan sistem komputer dan jaringan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada laporan praktikum ini, sebagai berikut:
Bagaimana cara mengatur koneksi jaringan menggunakan CLI?
Bagaimana cara membuat profil koneksi baru?
Bagaimana cara merubah IP Address dan DNS secara manual?
Bagaimana cara menyambungkan wifi dari CLI?
Bagaimana cara menggunakan Web Server di Linux?
Bagaimana cara mengganti port Web Localhost nya?
1.3 Tujuan Laporan
Adapun tujuan dari laporan praktikum ini adalah:
Mempelajari cara membuat, memodifikasi, dan menghapus profil koneksi menggunakan perintah NMCLI di CLI.
Memahami penggunaan perintah connection, device, show, add, delete dalam pengelolaan konfigurasi koneksi jaringan.
Memahami cara merubah IP Address dan DNS menggunakan CLI.
Mengetahui cara menginstall Apache dan cara menggunakan nya.
Memahami cara konfigurasi Apache sesuai kebutuhan.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan laporan ini yakni:
Membantu mahasiswa memahami cara konfigurasi jaringan melalui dengan NMCLI
Memahami perbedaan command-command yang ada untuk digunakan sesuai kebutuhan
Membantu memahami cara memasang Web Server di Linux
Mengatur port Web Server agar sesuai kebutuhan
BAB II
2.1 Landasan Teori
Networking
Jaringan komputer merupakan sekumpulan perangkat komputer yang saling terhubung untuk melakukan pertukaran data dan berbagi sumber daya, seperti file, printer, maupun koneksi internet. Dengan adanya jaringan komputer, komunikasi dan akses informasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Dalam sistem operasi Linux, pengelolaan jaringan dapat dilakukan melalui Command Line Interface (CLI) menggunakan berbagai utilitas dan tools jaringan.
Dalam suatu jaringan komputer, setiap perangkat memiliki alamat unik yang disebut IP Address (Internet Protocol Address). IP address digunakan sebagai identitas perangkat agar dapat saling berkomunikasi dalam jaringan. Salah satu jenis IP address yang umum digunakan pada jaringan lokal adalah IPv4, misalnya 192.168.1.10. Pada jaringan lokal, perangkat yang terhubung ke router biasanya berada dalam satu network yang sama agar komunikasi dapat berjalan dengan baik.
Selain IP address, terdapat beberapa komponen penting lain dalam jaringan, yaitu:
1. Gateway
Gateway merupakan alamat perangkat yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan lokal dengan jaringan lain, seperti internet. Pada jaringan rumah, gateway biasanya adalah router dengan alamat seperti 192.168.1.1.
2. DNS (Domain Name System)
DNS merupakan sistem yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Dengan DNS, pengguna dapat mengakses website menggunakan nama domain seperti google.com tanpa harus mengingat IP address server tujuan.
3. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP adalah layanan yang secara otomatis memberikan konfigurasi jaringan seperti IP address, gateway, dan DNS kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Dengan DHCP, pengguna tidak perlu mengatur konfigurasi jaringan secara manual.
4. Static IP
Static IP adalah metode konfigurasi jaringan di mana pengguna menentukan IP address secara manual. Penggunaan static IP umumnya diterapkan pada server atau perangkat yang memerlukan alamat tetap dalam jaringan.
Pada Linux, konfigurasi jaringan dapat dilakukan menggunakan utilitas seperti nmcli, ip, ping, dan netplan. Utilitas tersebut memungkinkan pengguna untuk mengelola koneksi jaringan, melihat konfigurasi IP, melakukan pengujian koneksi, hingga mengatur DNS dan gateway melalui terminal.
Web Server
Web server merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima, memproses, dan memberikan layanan permintaan (request) dari client melalui protokol HTTP atau HTTPS. Web server memungkinkan pengguna mengakses halaman website melalui browser dengan menggunakan alamat domain atau IP address tertentu.
Salah satu web server yang populer dan banyak digunakan pada sistem operasi Linux adalah Apache HTTP Server atau Apache2. Apache bersifat open-source dan mendukung berbagai fitur seperti virtual host, module system, URL rewriting, serta integrasi dengan bahasa pemrograman seperti PHP.
Cara kerja web server secara umum dimulai ketika client mengirimkan request melalui browser. Request tersebut diterima oleh web server, kemudian web server mencari file atau resource yang diminta pada direktori tertentu yang disebut Document Root. Setelah file ditemukan, server akan mengirimkan response berupa halaman web kepada client untuk ditampilkan di browser.
Dalam implementasinya, web server memiliki beberapa komponen penting, yaitu:
1. HTTP dan HTTPS
HTTP (HyperText Transfer Protocol) merupakan protokol komunikasi yang digunakan untuk pertukaran data web. Sedangkan HTTPS merupakan versi aman dari HTTP yang menggunakan enkripsi SSL/TLS.
2. Port
Web server berjalan pada port tertentu. Secara default:
HTTP menggunakan port 80
HTTPS menggunakan port 443
3. Virtual Host
Virtual Host memungkinkan satu web server menjalankan beberapa website atau domain sekaligus dalam satu server.
4. Document Root
Document Root adalah direktori tempat penyimpanan file website yang akan ditampilkan oleh web server.
5. Service Management
Pada Linux, Apache dijalankan sebagai service yang dapat dikelola menggunakan systemctl
2.2 Alat dan Bahan
Laptop/PC
ISO Linux
Koneksi Wifi
2.3 Langkah - langkah
Buka terminal dan kode dibawah untuk melihat device dan koneksi yang tersambung
Gambar 2.1 Contoh tampilan seluruh device yang ada di laptop atau VMware
Setelah itu akan muncul seluruh device yang ada dalam laptop atau VMware dan terlihat bahwa device ‘wlp20’ bertipe wifi tersambung ke wifi ‘persebaya’
Cek koneksi wifi yang ada disekitar
Gambar 2.2 Tampilan seluruh wifi yang ada disekitar
Buat profil koneksi baru menggunakan device ‘wlp20’ dan ssid wifi yang ingin disambungkan
Setelah berhasil, cek ip address dan ip gateway dari wifi yang sudah tersambung sebelumnya
misal IP Address nya: 192.168.1.2 dan IP Gateway nya: 192.168.1.1
Ubah IP Address, IP Gateway dan DNS pada profil koneksi yang baru dibuat
untuk memastikan, masukkan command ini
Setelah berhasil merubah IP dan DNS, berikut nya atur keamanan profil wifi nya ke wpa2 dan input password wifi
jika muncul GUI input wifi , abaikan. Input password akan dilakukan melalui CLI
Jika password benar, maka akan tersambung dengan wifi dan masukkan command ini untuk memastikan
Selanjutnya untuk Web Server, install Apache
Jalankan Apache
dan untuk memastikan
Atau Buka localhost. Di browser, masukkan link http://localhost
Gambar 2.3 Tampilan halaman default apache
jika muncul halaman ini di browser, maka apache berhasil berjalan
Mengubah port Apache
Buka terminal dan pindah ke direktori ini
Ubah angka 80 menjadi 8080 seperti ini
Gambar 2.4 Merubah port web server
jika sudah, CTRL+O untuk menyimpan, lalu ENTER untuk konfirmasi dan CTRL+X untuk keluar mode edit.
Kemudian restart Apache
Buka kembali browser dan ubah url menjadi http://localhost:8080
Jika implementasinya benar, maka halaman default nya berhasil terbuka
Menonaktifkan web server
coba buka kembali link localhostnya dan refresh, jika tidak muncul berarti Apache berhasil di nonaktifkan.
BAB II
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum konfigurasi jaringan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem operasi Linux menyediakan berbagai tools berbasis Command Line Interface (CLI) yang dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan dan konfigurasi jaringan secara fleksibel. Melalui praktikum ini, praktikan dapat memahami cara melihat status jaringan, melakukan pengecekan koneksi, menghubungkan perangkat ke jaringan, serta mengelola profil koneksi menggunakan utilitas seperti nmcli, ip, dan ping.
Praktikan juga memahami konsep dasar jaringan seperti IP address, gateway, DNS, DHCP, dan static IP beserta fungsinya dalam proses komunikasi antar perangkat pada jaringan komputer. Selain itu, praktikan dapat melakukan konfigurasi jaringan secara manual maupun otomatis serta memahami pentingnya kesesuaian konfigurasi jaringan agar koneksi dapat berjalan dengan baik.
Dengan dilaksanakannya praktikum ini, praktikan memperoleh pemahaman mengenai dasar administrasi jaringan pada Linux serta mengetahui bahwa konfigurasi jaringan tidak hanya dapat dilakukan melalui antarmuka grafis, tetapi juga melalui terminal dengan kontrol yang lebih luas dan efisien.
3.2. Saran
Dalam melakukan konfigurasi jaringan pada Linux, praktikan disarankan untuk memahami terlebih dahulu konsep dasar jaringan seperti IP address, subnet, gateway, dan DNS agar proses konfigurasi dapat dilakukan dengan benar dan meminimalkan kesalahan koneksi.
Praktikan juga disarankan untuk lebih sering berlatih menggunakan perintah CLI seperti nmcli, ip, dan ping agar terbiasa melakukan administrasi jaringan melalui terminal. Selain itu, sebelum melakukan konfigurasi manual seperti static IP atau pengaturan DNS, sebaiknya praktikan mencatat konfigurasi awal jaringan sehingga sistem dapat dengan mudah dikembalikan ke kondisi semula apabila terjadi kesalahan.
Untuk pengembangan lebih lanjut, praktikan dapat mempelajari konfigurasi jaringan yang lebih kompleks seperti virtual network, VPN, routing, firewall, dan manajemen server jaringan agar pemahaman mengenai administrasi jaringan Linux menjadi lebih mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
GeeksforGeeks. (n.d.). Linux Commands Cheat Sheet. GeeksforGeeks. Retrieved May 10, 2026, from https://www.geeksforgeeks.org/linux-unix/linux-commands-cheat-sheet/?cs=0&hl=en-US&biw=1440&bih=816
Red Hat. (n.d.). Red Hat Documentasion. Red Hat. Retrieved May 10, 2026, from https://docs.redhat.com/en
Tidak ada komentar:
Posting Komentar