Jumat, 29 Mei 2026

LAPORAN KONFIGURASI DASAR JARINGAN DAN INSTALASI WEB SERVER DI LINUX UBUNTU

 




Disusun Oleh:


                                        Raffles Adaby Ihwan                (25051204090)
                                        M. Ikliluddin Al Wafi                     (25051204135)
                                        Achmad Zidan Firmansyah         (25051204142)
Fiorentino Yoga Wisnu P. (25051204196)



BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi menuntut kemampuan dalam mengelola jaringan komputer dan server. Sistem operasi Linux Ubuntu banyak digunakan sebagai server karena sifatnya yang open source, stabil, dan aman. Salah satu kemampuan penting dalam administrasi server adalah melakukan konfigurasi jaringan serta instalasi web server sebagai media layanan berbasis web.


1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Memahami konfigurasi dasar jaringan pada Ubuntu

  2. Mengatur IP Static dan DHCP

  3. Melakukan pengujian koneksi jaringan

  4. Menginstal dan menjalankan web server Apache

  5. Menguji keberhasilan instalasi web server

1.3 Manfaat

  1. Menambah pemahaman tentang administrasi jaringan

  2. Meningkatkan keterampilan dalam penggunaan Linux

  3. Mengetahui cara melakukan deploy web server sederhana







BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat yang saling terhubung untuk berbagi data dan sumber daya.

2.2 IP Address

IP Address adalah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan.

2.3 DHCP dan Static IP

  • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah metode pemberian alamat IP secara otomatis oleh server.

  • Static IP adalah alamat IP yang diatur secara manual oleh pengguna.

2.4 Web Server

Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk melayani permintaan halaman web dari client melalui browser.

2.5 Apache

Apache merupakan salah satu web server yang paling populer dan banyak digunakan pada sistem operasi Linux.




BAB III PEMBAHASAN

3.1 Software yang Digunakan

Pada praktikum ini, software yang digunakan adalah Terminal pada sistem operasi Linux Ubuntu. Terminal merupakan aplikasi berbasis Command Line Interface (CLI) yang digunakan untuk menjalankan perintah-perintah sistem secara langsung, termasuk dalam melakukan konfigurasi jaringan dan instalasi web server.

Melalui terminal, seluruh proses konfigurasi dilakukan menggunakan perintah seperti nmcli, ip, ping, serta perintah manajemen layanan seperti systemctl dan apt. Penggunaan terminal memberikan kontrol penuh terhadap sistem, sehingga sangat efektif dalam melakukan administrasi jaringan dan server.

3.2 Langkah - Langkah

Pada praktikum ini dilakukan konfigurasi jaringan serta instalasi web server Apache pada sistem operasi Ubuntu. Berikut langkah-langkah yang dilakukan:

1. Melihat Status Jaringan

Langkah awal adalah memeriksa status jaringan dan interface yang aktif dengan perintah:

  • nmcli device status

Gambar 3.1

         status jaringan


  • nmcli connection show

Gambar 3.2

         koneksi jaringan


  • ip a

Gambar 3.3

        IP address Ubuntu

Perintah perintah tersebut digunakan untuk mengetahui nama interface jaringan yang akan digunakan, seperti ens33 atau netplan-ens33, dan juga ip asal nya

2. Mengaktifkan dan Menonaktifkan Interface

Untuk mengelola koneksi jaringan, dilakukan pengaktifan dan penonaktifan interface:

Menonaktifkan jaringan:

  • sudo nmcli device disconnect ens33

Mengaktifkan kembali:

  • sudo nmcli device connect ens33


3. Konfigurasi IP Address Statis

Misalnya:

- IP Address : 192.168.42.10

- Gateway : 192.168.42.2

- DNS : 8.8.8.8

Perintah yang digunakan:

  • sudo nmcli connection modify netplan-ens33 \

  • ipv4.addresses 192.168.42.10/24 \

  • ipv4.gateway 192.168.42.2 \

  • ipv4.dns 8.8.8.8 \

  • ipv4.method manual

Setelah konfigurasi dilakukan, koneksi diaktifkan ulang:

  • sudo nmcli connection down netplan-ens33

  • sudo nmcli connection up netplan-ens33


Untuk memastikan konfigurasi berhasil:

  • ip a

Gambar 3.4

  Konfigurasi IP statis berhasil

ip berhasil diubah dari 192.168.1.10/24 menjadi 192.168.42.10/24


4. Pengujian Koneksi

Pengujian koneksi dilakukan untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik:

Ping ke gateway:

  • ping 192.168.42.2

 Gambar 3.5

Pengujian koneksi ke gateway

Ping ke internet:

  • ping google.com

Gambar 3.6

 Pengujian koneksi internet


Jika pada keduanya muncul reply seperti di gambar berarti koneksi berhasil


5. Instalasi Web Server Apache

Update repository:

  • sudo apt update

Install Apache:

  • sudo apt install apache2

Menjalankan Apache:

  • sudo systemctl start apache2

Cek status Apache:

  • sudo systemctl status apache2

Gambar 3.7

 Instalasi Apache berhasil


Jika muncul tulisan active (running) maka service Apache sedang aktif dan berjalan. Apache2 berhasil diinstall dan web server sudah aktif sehingga Ubuntu dapat digunakan sebagai server web. 


6. Pengujian Web Server

Untuk menguji web server, terlebih dahulu cek IP address:

  • ip a

Misal: 

192.168.42.10

Kemudian buka browser dan akses:

http://192.168.42.10

Jika muncul halaman Apache2 Ubuntu Default Page, maka web server berhasil dijalankan.


7. Membuat Halaman Web Sederhana

Masuk ke direktori web:

  • cd /var/www/html

Edit file index:

  • sudo nano index.html

Contoh isi file:

<html>

<head>

<title>Praktikum Sistem Operasi</title>

</head>

<body>

<h1>HELLO WORLD!</h1>

<p>Web Server Apache Berhasil</p>

</body>

</html>

Jika mengakses ulang web tampilannya akan berubah menjadi seperti ini

 Gambar 3.8

Tampilan web server Apache


8. Konfigurasi DHCP

Untuk mengembalikan konfigurasi ke DHCP digunakan perintah:

  • sudo nmcli connection modify netplan-ens33 ipv4.method auto

3.3 Hasil Pengamatan

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Konfigurasi IP Address statis berhasil diterapkan, ditunjukkan dengan hasil perintah ip a yang menampilkan alamat IP sesuai konfigurasi yaitu 192.168.42.10.

  2. Koneksi jaringan berjalan dengan baik, dibuktikan dengan keberhasilan ping ke gateway dan internet yang menghasilkan reply.

  3. Instalasi web server Apache berhasil dilakukan, dan layanan dapat dijalankan tanpa error.

  4. Pengujian web server menunjukkan hasil yang berhasil, di mana halaman default Apache dapat diakses melalui browser menggunakan alamat IP yang telah dikonfigurasi.

  5. Pembuatan halaman web sederhana juga berhasil, ditandai dengan tampilan halaman HTML yang telah dibuat ketika diakses melalui browser.

  6. Konfigurasi DHCP dapat berjalan dengan baik, di mana sistem dapat kembali memperoleh IP address secara otomatis dari server DHCP setelah konfigurasi diubah.





BAB IV PENUTUP


4.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi jaringan pada sistem operasi Ubuntu dapat dilakukan dengan mudah menggunakan perintah nmcli, baik untuk pengaturan IP static maupun DHCP sesuai kebutuhan jaringan. Selain itu, pengujian koneksi seperti ping ke gateway dan internet sangat penting untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik. Instalasi web server Apache juga dapat dilakukan dengan langkah yang sederhana, mulai dari proses instalasi hingga menjalankan layanan, dan keberhasilannya dapat dibuktikan dengan tampilnya halaman default Apache pada browser. 

4.2 Saran

Dalam melakukan konfigurasi jaringan dan instalasi web server, sebaiknya pengguna menyesuaikan pengaturan dengan kebutuhan jaringan yang digunakan agar sistem dapat berjalan optimal. Selain itu, penting untuk selalu melakukan pengecekan koneksi secara berkala guna menghindari gangguan jaringan. Untuk meningkatkan keamanan server, disarankan menambahkan konfigurasi firewall serta menggunakan SSL agar data yang ditransmisikan lebih aman dan terlindungi dari potensi ancaman.





DAFTAR PUSTAKA


Ubuntu. (2023). Official Ubuntu Documentation. Diakses dari:

https://help.ubuntu.com

Apache HTTP Server. mentation. Diakses dari: https://httpd.apache.org/docs/

Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., & Whaley, B. (2017). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Pearson.

Shotts, W. E. (2019). The Linux Command Line. No Starch Press.

NetworkManager. (2023). NetworkManager Documentation. Diakses dari: https://networkmanager.dev/docs/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar