Selasa, 26 Mei 2026

SETTING JARINGAN, KONEKSI, WEB SERVER

 

SETTING JARINGAN, KONEKSI, WEB SERVER

 

Nama Kelompok 5 :

 

Mohammad Naufal Wicaksono          25051204008

Albani Rasya Surya Saputra               25051204011

Nando Abdillah Salam                        25051204012

Wandy Jesaya Simanjuntak                25051204059

 

1.     PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat bergantung pada sistem jaringan komputer yang mampu menghubungkan berbagai perangkat secara efektif dan efisien. Jaringan komputer memungkinkan pertukaran data, akses sumber daya bersama, serta komunikasi antar pengguna dalam lingkup lokal maupun global. Dalam implementasinya, proses konfigurasi jaringan atau setting jaringan menjadi langkah penting agar perangkat dapat saling terhubung dan berkomunikasi sesuai dengan topologi serta kebutuhan sistem. Pengaturan alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS merupakan bagian dasar yang harus dipahami dalam membangun sebuah jaringan komputer.


Selain konfigurasi jaringan, pengujian koneksi juga memiliki peranan penting untuk memastikan komunikasi antar perangkat berjalan dengan baik. Koneksi jaringan yang stabil dapat diuji menggunakan beberapa utilitas seperti ping, traceroute, dan ifconfig/ipconfig untuk mengetahui status jaringan. Dengan memahami proses koneksi, pengguna dapat mendeteksi gangguan jaringan, memperbaiki kesalahan konfigurasi, serta meningkatkan performa komunikasi data antar perangkat.

Di sisi lain, perkembangan layanan berbasis internet menjadikan web server sebagai komponen utama dalam penyediaan informasi dan layanan digital. Web server berfungsi untuk menerima permintaan (request) dari client melalui browser, kemudian mengirimkan halaman web atau data yang diminta. Beberapa contoh web server yang umum digunakan adalah Apache, Nginx, dan IIS. Pemahaman mengenai instalasi, konfigurasi, serta pengujian web server sangat dibutuhkan terutama dalam bidang administrasi sistem dan pengembangan web.

Oleh karena itu, praktikum mengenai setting jaringan, koneksi, dan web server dilaksanakan agar mahasiswa mampu memahami konsep dasar jaringan komputer, melakukan konfigurasi koneksi antar perangkat, serta menginstal dan mengelola web server sebagai media layanan informasi berbasis jaringan.

 

2.     TUJUAN

Adapun tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah:

1.      Memahami konsep dasar jaringan komputer dan parameter konfigurasi jaringan.

2.      Mampu melakukan setting jaringan seperti IP Address, subnet mask, gateway, dan DNS.

3.      Mengetahui cara menguji koneksi jaringan menggunakan utilitas jaringan.

4.      Memahami fungsi dan cara kerja web server dalam sistem jaringan komputer.

5.      Mampu melakukan instalasi serta konfigurasi dasar web server.

6.      Mampu mengakses layanan web server melalui browser client dalam jaringan.

 

3.     TEORI PENUNJANG

3.1 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sekumpulan dua atau lebih perangkat yang saling terhubung untuk bertukar data dan berbagi sumber daya. Jaringan dapat dibedakan menjadi LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), dan WAN (Wide Area Network). Dalam jaringan komputer, setiap perangkat memerlukan alamat unik agar dapat dikenali, yaitu IP Address.

3.2 Konfigurasi Jaringan

Konfigurasi jaringan adalah proses pengaturan parameter agar perangkat dapat terhubung ke jaringan. Parameter utama meliputi:

       IP Address : Alamat unik perangkat dalam jaringan.

       Subnet Mask : Menentukan bagian network dan host pada IP Address.

       Gateway : Jalur keluar masuk data menuju jaringan lain.

       DNS (Domain Name System) : Menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

3.3 Pengujian Koneksi Jaringan

 

Setelah konfigurasi selesai, koneksi jaringan perlu diuji menggunakan beberapa perintah, antara lain:

       ping : Menguji koneksi ke perangkat lain.

       tracert / traceroute : Mengetahui jalur paket data menuju tujuan.

       ipconfig / ifconfig : Menampilkan konfigurasi jaringan perangkat.

 

3.4 Web Server

Web server adalah perangkat lunak atau sistem yang menyediakan layanan halaman web kepada client melalui protokol HTTP atau HTTPS. Ketika pengguna mengakses alamat website melalui browser, web server akan memproses permintaan dan mengirimkan halaman web yang diminta.

Contoh web server populer:

       Apache HTTP Server

       Nginx

       Microsoft IIS

 

3.5 Cara Kerja Web Server

Secara umum mekanisme kerja web server adalah sebagai berikut:

1.      Client mengirim permintaan halaman web melalui browser.

2.      Permintaan diterima oleh web server.

3.      Web server mencari file atau memproses aplikasi web.

4.      Hasil dikirim kembali ke browser dalam bentuk halaman web.

 

3.6 Sistem Operasi Pendukung

Web server umumnya dijalankan pada sistem operasi Linux karena memiliki stabilitas tinggi, keamanan baik, serta bersifat open-source. Selain Linux, web server juga dapat dijalankan pada Windows Server.

 

4.     ALAT DAN BAHAN

      Alat

      Laptop / PC

      Sistem operasi Windows atau Linux

      Kabel LAN / koneksi Wi-Fi

      Switch / Router (jika menggunakan jaringan lokal)

      Bahan

      Software VirtualBox / VMware (opsional)

      Sistem operasi Linux Server (Ubuntu Server / Debian / Kali Linux)

      Paket web server (Apache / Nginx)

      Browser (Google Chrome / Mozilla Firefox)

      Aplikasi terminal / Command Prompt

      Koneksi internet untuk instalasi paket dan pengujian jaringan

5.     GAMBAR DESIGN PRAKTIKUM / TOPOLOGI


Keterangan Alur Sistem:

1.    Client Request: Pengguna (Browser) melakukan permintaan (HTTP Request) dengan mengakses alamat http://localhost. Permintaan ini diarahkan ke loopback address komputer sendiri.

2.      Server Processing: Layanan Nginx Web Server yang berjalan di latar belakang menerima permintaan tersebut pada port default (Port 80).

3.    File Access: Nginx mengambil data halaman web dari file fisik index.html yang terletak di direktori /var/www/html.

4.      Mekanisme IPC & Kernel: Seluruh proses pengiriman pesan, pembacaan file, dan manajemen koneksi jaringan diatur oleh OS Kernel melalui mekanisme komunikasi antarproses.

5.    Analisis Skenario Gagal: Jika perintah sudo systemctl stop nginx dijalankan, maka proses pada kotak Nginx Service akan mati (inactive). Akibatnya, jalur komunikasi nomor 1 dan 4 terputus, sehingga browser akan menampilkan pesan kesalahan (Connection Refused).

 

6.     PROSEDUR PRAKTIKUM

1.     Persiapan Alat dan Bahan  

       Perangkat Keras (Hardware): 1 unit Laptop / PC Host.

       Sistem Operasi: Windows 10/11 yang dilengkapi dengan WSL (Windows Subsystem for Linux) atau menggunakan OS Linux Native (Ubuntu Server/Debian).

       Perangkat Lunak (Software):

       Teks Editor berbasis terminal (GNU nano 7.2 atau versi terbaru).

       Web Server Nginx.

       Web Browser (Google Chrome / Mozilla Firefox / Microsoft Edge) sebagai client tester.

2.     Langkah Praktikum

       Langkah 1: Masuk ke Direktori Web Server

Buka terminal Linux (WSL/Ubuntu), lalu masuk ke direktori utama penyimpanan file web server Nginx menggunakan perintah berikut:

cd /var/www/html

 

       Langkah 2: Menyunting File Dokumen HTML

Buka dan edit file halaman utama (index.html) menggunakan hak akses administrator (sudo) dan teks editor nano:

sudo nano index.html

 

       Langkah 3: Menginput Materi Komunikasi Antarproses

Di dalam editor teks nano, susun struktur kode HTML dan desain menggunakan class Tailwind CSS. Masukkan ringkasan materi terkait konsep Inter-Process Communication (IPC) Message Passing (seperti perbedaan Shared Memory vs Message Passing, serta jenis Direct vs Indirect Communication). Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl + O, lalu keluar menggunakan Ctrl + X.

 

        Langkah 4: Melakukan Pengujian Akses Lokal (Kondisi Normal)

Buka Web Browser di komputer host, kemudian ketikkan alamat URL berikut pada address bar untuk memastikan halaman web berhasil dimuat oleh server Nginx: 

http://localhost

 

       Langkah 5: Menghentikan Layanan Web Server Nginx (Skenario Pengujian Gagal)

            Kembali ke terminal, lakukan simulasi pemutusan jalur komunikasi dengan menghentikan service Nginx menggunakan perintah:

sudo systemctl stop nginx

 

       Langkah 6: Memeriksa Status Layanan Nginx

Pastikan layanan benar-benar telah berhenti beroperasi dengan memeriksa statusnya menggunakan perintah:

sudo systemctl status nginx

 

       Langkah 7: Uji Coba Akses Browser Pasca Service Dihentikan

Lakukan refresh pada halaman web browser http://localhost. Amati dan catat perubahan atau pesan kesalahan (error) yang muncul di layar browser akibat matinya proses pada sisi server.

 

7.     HASIL PENGAMATAN

Keterangan : Cek IP Address dan Interface Jaringan

 

Keterangan : Uji Koneksi Internet dengan Ping


Keterangan : Update Repository Package Ubuntu

 

Keterangan : Instalasi Nginx

 

Keterangan : Menjalankan dan Mengecek Status Nginx

Keterangan : Berpindah Direktori dan Membuka File dengan Hak Akses Admin

 

Keterangan : Proses Penyuntingan Materi di Teks Editor (Nano)

 

8.     ANALISA HASIL


Keterangan :penulisan kode HTML/Tailwind tersebut dilakukan untuk menampilkan rangkuman konsep Message Passing (Direct vs Indirect) agar bisa diakses melalui web browser.

 

 

Keterangan : Pengujian Akses Web Server Lokal

 

Keterangan : enghentikan Layanan Web Server Nginx

 

9.     KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan mengenai Komunikasi Antarproses (Inter-Process Communication / IPC) menggunakan Message Passing, dapat disimpulkan beberapa poin penting sebagai berikut:

1.    Implementasi Sistem Lokal: Praktikum ini berhasil mengimplementasikan arsitektur standalone client-server secara lokal (localhost / 127.0.0.1) menggunakan Web Server Nginx yang berjalan di atas subsistem Linux (WSL/Ubuntu) untuk menyajikan dokumen HTML berisikan materi konsep dasar IPC.

2.    Ketergantungan terhadap Proses Layanan (Service): Kelancaran proses pertukaran data (HTTP Request dan Response) antara client (Web Browser) dan server sangat bergantung pada status keaktifan proses induk di latar belakang. Hal ini dibuktikan saat perintah sudo systemctl stop nginx dieksekusi, status layanan berubah menjadi inactive (dead).

3.    Analisis Kegagalan Sistem: Ketika layanan Nginx dihentikan, sistem operasi (Kernel) secara otomatis memutuskan jalur komunikasi antarproses. Dampaknya, proses pada sisi client (browser) tidak dapat lagi mengirimkan atau menerima pesan dari server, yang ditandai dengan munculnya pesan kesalahan (connection refused / halaman tidak dapat diakses) pada saat browser melakukan refresh.

 

10.   DAFTAR PUSTAKA

Kurose, J. F., & Ross, K. W. (2021). Computer Networking: A Top-Down Approach (8th ed.). Pearson.

Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., Whaley, B., & Mackin, D. (2017). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Addison-Wesley Professional.

Shotts, W. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). No Starch Press.

Stallings, W. (2018). Data and Computer Communications (10th ed.). Pearson.

The Apache Software Foundation. (2024). Apache HTTP Server Documentation. Retrieved from https://httpd.apache.org/docs/

Nginx, Inc. (2024). NGINX Official Documentation. Retrieved from https://nginx.org/en/docs/


11.  LAMPIRAN




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar