DISUSUN OLEH :
1. Bintang Renaldy Pratama [25051204026]
2. Muchammad Achsan Ikhtaru [25051204028]
3. Klement Ezra Suhartanto [25051204082]
4. Muhammad Nayaka Romero [25051204213]
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era komputasi modern saat ini, sistem operasi memiliki peran krusial sebagai fondasi utama yang menjembatani interaksi antara perangkat keras komputer dengan pengguna maupun aplikasi. Di antara berbagai jenis sistem operasi yang ada, keluarga Linux telah lama menjadi standar industri global—terutama pada lingkungan peladen (server) dan pengembangan perangkat lunak—karena keunggulannya dalam hal stabilitas, keamanan, performa yang ringan, serta sifatnya yang open-source. Dalam mengelola sistem operasi Linux, penggunaan Command Line Interface (CLI) atau perintah baris teks terbukti jauh lebih efisien dan presisi dibandingkan antarmuka grafis (Graphical User Interface/GUI). CLI memungkinkan seorang administrator untuk mengeksekusi instruksi langsung ke kernel sistem dengan konsumsi memori (RAM) yang sangat minim, mempercepat eksekusi tugas kompleks, serta membuka peluang otomatisasi kerja melalui skrip (shell scripting).
Satu di antara kemampuan paling mendasar dalam penguasaan CLI Linux adalah pemahaman terhadap navigasi direktori dan manajemen sistem file. Linux mengadopsi prinsip "everything is a file", di mana seluruh perangkat keras, proses, dan data diorganisasikan dalam struktur direktori hierarkis tunggal yang berakar pada direktori root (/). Kegagalan dalam memahami jalur (path), struktur direktori, serta perintah-perintah manipulasi file (seperti membuat, menyalin, memindahkan, dan menghapus objek) akan menghambat proses administrasi sistem pada tingkat yang lebih lanjut. Oleh karena itu, praktikum ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman teoretis serta keterampilan praktis mengenai pengoperasian dasar Linux, dengan fokus utama pada penguasaan linear command untuk melakukan fungsi navigasi direktori serta manajemen sistem file secara menyeluruh dan holistik.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana perintah instruksi dasar Linux yaitu CLI (Command Line Interface) untuk navigasi dan manajemen sistem?
- Bagaimana mekanisme dan implementasi hak akses berkas (file permission) di Linux untuk menjaga keamanan data dari modifikasi yang tidak sah?
- Bagaimana cara mengidentifikasi, memantau, dan mengelola proses serta penggunaan sumber daya (resource management) sistem melalui terminal Linux secara real-time?
1.3 Tujuan Praktikum
Dengan dilakukannya praktikum ini, diharapkan :
- Mampu menavigasi direktori, mengelola file/folder, mengatur hak akses pengguna (permissions), serta memantau proses sistem (resource management).
- Mampu memahami struktur hierarki direktori Linux berbasis root (/) serta mengimplementasikan perintah navigasi secara presisi menggunakan jalur absolut (absolute path) maupun jalur relatif (relative path).
- Mampu menganalisis dan memanipulasi status aktif suatu proses sistem menggunakan utilitas pemantauan berbasis CLI guna menjaga stabilitas performa sistem operasi.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Operasi dan Command Line Interface
Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi sumber terbuka (open-source) yang beroperasi di bawah lisensi GNU General Public License (GPL). Linux telah menjadi standar industri dalam infrastruktur server modern karena memiliki tingkat stabilitas, keamanan, dan efisiensi manajemen sumber daya yang sangat tinggi. Interaksi administrator dengan kernel Linux umumnya dilakukan melalui Command Line Interface (CLI) dibandingkan dengan Graphical User Interface (GUI). CLI adalah antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna memberikan instruksi langsung ke sistem operasi. Penggunaan CLI membutuhkan alokasi memori yang jauh lebih kecil dan mengeksekusi perintah secara lebih cepat dan presisi.
2.2 Linux
Linux adalah sebuah sistem operasi bertipe Unix yang bersifat open-source (sumber terbuka) dan disebarluaskan secara gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL). Dikembangkan pertama kali oleh seorang mahasiswa Universitas Helsinki bernama Linus Torvalds pada tahun 1991, Linux awalnya dibuat sebagai proyek hobi yang terinspirasi dari Minix, sebuah sistem Unix kecil. Keunikan utama Linux terletak pada sifatnya yang terbuka, yang memungkinkan para pengembang di seluruh dunia untuk ikut serta berkontribusi, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode sumbernya secara bebas. Hal inilah yang memicu pertumbuhan Linux menjadi salah satu sistem operasi paling stabil, aman, dan paling banyak digunakan di dunia saat ini, mulai dari perangkat embedded (tertanam), ponsel pintar (Android), hingga superkomputer dan peladen (server) skala besar.
2.3 Command Line Interface
Command Line Interface (CLI) atau Antarmuka Baris Perintah merupakan mekanisme interaksi berbasis teks linear antara pengguna dan sistem operasi melalui komponen bernama shell, yang bekerja secara berkelanjutan berdasarkan prinsip REPL (Read-Eval-Print Loop) untuk membaca, mengevaluasi, mengeksekusi, dan menampilkan hasil perintah kembali ke layar terminal. Dalam penerapannya pada Linux, setiap instruksi yang diketikkan bersifat case-sensitive dan memiliki anatomi standar berupa kombinasi nama perintah (command), pengubah perilaku standar (options), serta objek yang menjadi target instruksi (arguments). Meskipun sistem operasi modern telah menyediakan Graphical User Interface (GUI) yang interaktif, CLI tetap menjadi standar utama dalam administrasi sistem karena menawarkan efisiensi sumber daya yang sangat ringan bagi RAM dan CPU, kecepatan eksekusi tugas yang tinggi bagi pengguna berpengalaman, kemampuan otomatisasi tugas kompleks melalui shell scripting, serta memberikan kendali penuh yang presisi terhadap konfigurasi terdalam sistem operasi yang sering kali tidak diakomodasi oleh antarmuka grafis.
2.4 Navigasi Manajemen Sistem
Navigasi manajemen sistem merupakan perpaduan antara prinsip penentuan arah (navigasi) dan pengelolaan unsur organisasi secara terstruktur (manajemen sistem). teori ini berfokus pada proses perencanaan rute, pemantauan posisi, dan pengendalian sistem untuk mencapai tujuan efektif dan efisien. (endpoint) rahasia melalui teknik brute-forcing berbasis wordlist, yang hasil pemetaannya kemudian dimanfaatkan untuk tahap eksploitasi lanjutan, seperti mem- bypass sistem otentikasi melalui kelemahan sanitasi input pada serangan manipulasi basis data (SQL Injection).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Lingkungan Uji Coba (Alat dan Bahan)
Untuk mengimplementasikan dan menguji perintah dasar Linux melalui CLI, diperlukan lingkungan kerja berupa perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) sebagai berikut:
3.1.1 Perangkat Keras
Satu unit komputer/laptop (Spesifikasi minimal: Prosesor Dual-Core, RAM 4GB, dan
Penyimpanan Kosong 10 GB)
3.1.2 Perangkat Lunak
a. Sistem Operasi Host: Windows 11 / macOS
b. Perangkat Lunak Virtualisasi: Oracle VM VirtualBox atau VMware Workstation
c. Sistem Operasi Guest (Target): Linux (misalnya: Ubuntu LTS / Debian / Kali Linux)
d. Aplikasi Terminal: Bash atau Zsh (built-in shell Linux)
3.2 Prosedur Pengujian (Langkah Kerja)
a. Tahap 1 (Persiapan): Menyalakan mesin virtual Linux, melakukan login akun, dan membuka aplikasi Terminal (CLI).
b. Tahap 2 (Navigasi): Mengecek posisi direktori aktif (pwd), melihat daftar file (ls), dan berpindah folder (cd).
c. Tahap 3 (Manajemen File): Membuat folder (mkdir), membuat berkas (touch), serta menyalin (cp), memindahkan (mv), dan menghapus file (rm).
d. Tahap 4 (Administrasi): Memeriksa status izin berkas dan mengonfigurasi hak akses keamanan file/folder menggunakan perintah chmod
3.3 Tahapan Implementasi Perintah
a. Tahap 1: Menyiapkan Virtual Linux di dalam Virutal Box, proses log-in menggunakan akun pengguna(user account), dan membuka aplikasi terminal untuk mengaktifkan baris perintah CLI
b. Tahap 2: Menjalankan perintah pwd untuk mengidentifikasi direktori aktif saat ini, dilanjutkan dengan perintah ls (menggunakan opsi -l atau -a) untuk memeriksa isi direktori, serta perintah cd untuk berpindah antar-direktori menggunakan jalur absolut maupun relatif
c. Tahap 3: Melakukan manipulasi sistem file dengan membuat direktori baru menggunakan mkdir, membuat file dokumen kosong menggunakan touch, menyalin objek dengan cp, memindahkan atau mengubah nama objek dengan mv, serta menghapus file/folder yang tidak diperlukan menggunakan perintah rm.
d. Tahap 4: Memeriksa kepemilikan berkas, lalu mengimplementasikan perintah chmod (baik menggunakan metode numerik maupun simbolik) untuk mengatur izin baca (read), tulis (write), dan eksekusi (execute) pada file atau folder yang telah dibuat.
3.4 Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Data yang diperoleh dari praktikum ini bersifat kualitatif-deskriptif. Setiap kali sebuah instruksi CLI diketikkan dan dieksekusi:
A. Perekaman Data: Hasil keluaran (output) terminal atau pesan error yang muncul akan didokumentasikan dalam bentuk tangkapan layar (screenshot).
B. Analisis Logika: Hasil eksekusi dianalisis kesesuaiannya dengan teori (misalnya, apakah folder benar-benar terhapus setelah perintah rm -rf dijalankan). Jika terjadi error (seperti Permission Denied), dilakukan analisis penyebab dan dicari solusinya (misalnya dengan menambahkan perintah sudo).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Persiapan
Pembahasan: Terminal yang terbuka menampilkan command prompt standar Linux yang biasanya berisi informasi username@hostname:~$. Karakter ~ menandakan bahwa posisi pengguna saat ini berada di direktori home, sedangkan karakter $ menandakan hak akses sebagai pengguna biasa (regular user).
4.2 Navigasi
4.2.1 Hasil Perintah ls
Pembahasan: Terminal menampilkan output /home/[nama_user]. Hal ini membuktikan bahwa secara standar, setiap pengguna yang baru masuk ke sistem akan langsung ditempatkan pada direktori personalnya di bawah direktori root /home.
4.2.2 Hasil Perintah pwd
Pembahasan: Eksekusi ls standar hanya menampilkan nama file/folder. Sementara opsi -l menampilkan informasi rinci seperti tipe file, hak akses, jumlah link, pemilik, ukuran, dan waktu modifikasi. Opsi -a berhasil memunculkan file tersembunyi yang diawali dengan tanda titik (seperti .bashrc).
4.2.3 Hasil Perintah cd
Pembahasan: Pengguna berhasil berpindah ke direktori lain (misalnya cd). Perubahan lokasi ini ditandai dengan berubahnya keterangan jalur direktori pada prompt Terminal sebelum tanda $.
4.3 Manajemen File
4.3.1 Hasil eksekusi perintah mkdir dan touch
Pembahasan: Perintah mkdir (Make Directory) dan touch Instruksi mkdir [nama_folder] digunakan untuk membuat direktori baru, sedangkan touch [nama_file.txt] digunakan untuk menciptakan berkas dokumen kosong baru.
4.3.2 Hasil perintah cp dan mv
Pembahasan: File berhasil disalin tanpa menghapus file sumber. Proses pemindahan berkas serta pengubahan nama file juga berhasil dieksekusi secara instan melalui satu baris perintah teks linear.
4.3.3 Hasil Perintah rm dan rm -rf
Pembahasan: Berkas berkode teks atau folder yang menjadi target berhasil dieliminasi dari penyimpanan sistem secara permanen
4.4 Hasil Perintah chmod
Pembahasan: Berdasarkan hasil uji coba, setelah perintah chmod dijalankan, perubahan bit proteksi langsung diaplikasikan oleh kernel Linux. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme keamanan berbasis berkas di Linux dapat dikonfigurasi secara instan, presisi, dan aman melalui CLI tanpa memerlukan antarmuka grafis.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
- Sistem operasi Linux merupakan platform standar industri yang sangat efisien untuk administrasi sistem karena arsitekturnya yang ringan berbasis open-source. Interaksi menggunakan Command Line Interface (CLI) terbukti memberikan kontrol penuh yang jauh lebih cepat, presisi, dan hemat sumber daya memori jika dibandingkan dengan antarmuka grafis (GUI).
- Kemampuan navigasi sistem file menggunakan perintah pwd, ls, dan cd merupakan pondasi krusial dalam memahami struktur direktori hierarkis Linux yang terpusat pada direktori root (/). Penguasaan perintah-perintah ini mempermudah pelacakan jalur berkas, baik secara absolut maupun relatif.
- Manajemen file dan direktori di Linux dapat diimplementasikan dengan mudah melalui utilitas baris perintah seperti mkdir, touch, cp, mv, dan rm. Setiap perintah bekerja secara instan untuk melakukan manipulasi objek langsung pada penyimpanan sistem.
- Sistem keamanan berkas pada Linux dikonfigurasi secara presisi melalui perintah chmod (Change Mode). Perintah ini terbukti efektif dalam membatasi maupun memberikan izin baca (read), tulis (write), dan eksekusi (execute) bagi komponen Owner, Group, dan Others, sehingga integritas dan keamanan data di dalam sistem operasi tetap terjaga.
5.2 Saran
Untuk pengembangan kemampuan dan kelancaran praktikum selanjutnya, kelompok kami memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi Praktikan (Mahasiswa): Diharapkan untuk lebih membiasakan diri menggunakan pintasan-pintasan papan ketik (shortcut) pada CLI Linux serta menghafal parameter/opsi penting dari setiap perintah dasar agar proses administrasi sistem berjalan lebih efisien.
2. Bagi Laboratorium / Sistem Praktikum: Alangkah baiknya jika skenario praktikum ke depan mulai mengombinasikan perintah dasar ini dengan konsep Shell Scripting dasar, sehingga mahasiswa dapat langsung melihat bagaimana perintah-perintah navigasi dan manajemen berkas ini dapat diotomatisasi dalam satu buah file skrip.
DAFTAR PUSTAKA
Mulia, R. P. (2020). Modul praktikum sistem operasi: Command Line Interface (CLI) pada Linux. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/340917157_MODUL_PRAKTIKUM_SISTEM_OP ERASI_Command_Line_Interface_CLI_Pada_Linux
Nugroho, A. H. (2022). Modul Linux System Administrator. Universitas Bina Sarana Informatika Repository. https://repository.bsi.ac.id/repo/files/330889/download/Modul-Linux-System-Administrator-- AHH.pdf
Scribd. (2023). Panduan administrasi dasar Linux: Pengelolaan kernel dan manajemen berkas. Scribd Document. https://id.scribd.com/document/945064583/L5-AdministrasiDasar
Wirzenius, L., Oja, J., Stafford, S., & Minggu, A. (2023). Sadur buku Linux system admin guide (Panduan administrator sistem Linux) (H. Sandra, Penyadur; Versi 0.9). UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Repository. https://repo.uinbukittinggi.ac.id/348/1/sadur%20buku%20linux%20system%20admin%20gui de.pdf
Yogyakarta Kelompok Studi Linux (KSL-UAD). (2006). Administrasi dasar Linux dan manajemen berkas. IlmuKomputer.Com. https://id.scribd.com/document/633400366/AdministrasiDasarLinux
Tidak ada komentar:
Posting Komentar