Konfigurasi Jaringan, Koneksi, dan
Web Server pada Linux Menggunakan
WSL (Windows System for Linux)
Disusun oleh:
1. Siti Salva Eka Gita
25051204009
2. Shinta Nur’aini Dwi
25051204063
3. Rehil Azrilla Multajabah
25051204065
4. Muhammad Kemal Farihin Nizar 25051204174
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut
adanya sistem yang
mampu
menyediakan layanan informasi secara cepat, efisien, dan dapat diakses secara
luas
melalui
jaringan komputer. Salah satu komponen penting dalam sistem tersebut adalah web
server,
yang berfungsi untuk melayani permintaan pengguna dalam bentuk halaman web
melalui
protokol HTTP atau HTTPS.
Dalam implementasinya, sistem operasi memiliki peran penting
dalam mendukung
kinerja
web server. Sistem operasi Linux banyak digunakan sebagai platform server
karena
memiliki
keunggulan seperti bersifat open source, stabil, serta memiliki tingkat
keamanan
yang
tinggi. Selain itu, Linux juga menyediakan berbagai tools berbasis command line
interface
(CLI) yang memungkinkan pengguna melakukan konfigurasi sistem secara fleksibel.
Salah satu web server yang banyak digunakan adalah Apache.
Apache dikenal sebagai
web
server yang memiliki performa baik, mudah dikonfigurasi, serta mendukung
berbagai
kebutuhan
layanan web. Oleh karena itu, pemahaman mengenai setting jaringan, koneksi,
serta
instalasi dan konfigurasi web server menjadi penting dalam pembelajaran sistem
operasi.
Praktikum ini dilakukan untuk memberikan pemahaman secara
langsung mengenai
proses
konfigurasi jaringan dan instalasi web server pada Linux, sehingga mahasiswa
dapat
memahami
konsep secara teoritis dan praktis.
1.2
Rumusan Masalah
- Bagaimana cara melakukan
setting jaringan pada Linux?
- Bagaimana cara menguji koneksi
jaringan?
- Bagaimana proses instalasi dan
konfigurasi web server Apache?
- Bagaimana cara mengetahui web
server berjalan dengan baik?
1.3
Tujuan Penulisan
- Memahami konfigurasi jaringan
pada Linux
- Mengetahui cara pengujian
koneksi jaringan
- Memahami instalasi dan
konfigurasi Apache
- Mengetahui pengujian web server
1.4
Manfaat Penulisan
- Menambah wawasan tentang Linux
sebagai server
- Memahami implementasi jaringan
komputer
- Melatih penggunaan CLI
- Menjadi dasar pengelolaan
server
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Web server merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk
menerima permintaan
dari
klien dan memberikan respon berupa halaman web melalui jaringan internet atau
intranet. Web server bekerja dengan menerima permintaan dari browser, memproses
permintaan tersebut, kemudian mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman
web.
Apache merupakan salah satu web server open source yang
banyak digunakan karena
memiliki
stabilitas tinggi serta fleksibilitas dalam konfigurasi. Apache juga mampu
menangani
berbagai permintaan dari pengguna secara bersamaan sehingga banyak digunakan
dalam
implementasi server berbasis Linux.
Sistem operasi Linux dikenal sebagai sistem operasi yang
banyak digunakan dalam
pengelolaan
server karena memiliki keunggulan dalam hal keamanan, efisiensi, dan
stabilitas.
Linux
memungkinkan pengguna untuk melakukan konfigurasi sistem melalui command line
interface,
sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sistem.
Dalam jaringan komputer, konfigurasi jaringan merupakan
proses pengaturan agar
sistem
dapat terhubung dengan jaringan lain. Salah satu metode pengujian koneksi
jaringan
adalah
menggunakan perintah ping, yang berfungsi untuk mengetahui apakah sistem dapat
berkomunikasi
dengan server lain. Jika terdapat respon, maka koneksi jaringan dapat
dikatakan
berhasil.
Selain itu, pengujian web server dilakukan dengan mengakses
alamat localhost
melalui
browser. Jika halaman web dapat ditampilkan, maka web server telah berjalan
dengan
baik
dan siap digunakan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Alat dan Bahan
- Laptop/Komputer
- Sistem operasi Windows
- Linux Ubuntu melalui Windows
Subsytem for Linux
- Koneksi internet
- Terminal Linux
3.2
Langkah-Langkah
- Setting dan Pengujian Jaringan
dengan
mengetik perintah:
ip
a
ping
–c 5 google.com
Output:
2.
Update Sistem
dengan
mengetik perintah:
sudo
apt update
Output:
3.
Instalasi Apache
dengan
mengetik perintah:
sudo
apt install apache2
Output:
4.
Menjalankan Web Server
dengan
mengetik perintah:
sudo
systemctl start apache2
sudo
systemctl status apache2
Output:
5.
Pengujian Web Server
dengan
mengakses:
http://localhost
Output:
6.
Modifikasi Halaman Web
dengan
mengetik perintah:
sudo
nano /var/www/html/index.html
Output:
3.2
Hasil Praktikum
Seluruh tahapan praktikum yang dilaksanakan menghasilkan
output yang valid dan sesuai dengan yang diharapkan. Tabel berikut merangkum
hasil pengujian dari setiap tahap praktikum:
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan mengenai
konfigurasi jaringan, koneksi, dan web server pada Linux menggunakan WSL, dapat
ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
● Konfigurasi jaringan pada Linux Ubuntu melalui
WSL berhasil dilakukan dengan baik. Pengujian konektivitas menggunakan perintah
ping menunjukkan hasil yang optimal dengan nilai RTT rata-rata 24,503 ms dan
packet loss 0%, yang mengindikasikan koneksi jaringan yang stabil dan handal.
● Instalasi dan konfigurasi web server Apache
pada Linux Ubuntu berhasil dilaksanakan menggunakan manajer paket apt. Proses
instalasi berjalan lancar tanpa kesalahan dan seluruh dependensi terpasang
secara otomatis. Selaras dengan penelitian Rahmadani et al. (2025), Apache
terbukti sebagai solusi web server yang handal, stabil, dan mudah dikonfigurasi
pada sistem operasi Linux Ubuntu.
● Web server Apache berhasil
dijalankan dan diverifikasi melalui systemctl dengan status active (running).
Pengujian melalui browser dengan mengakses http://localhost menghasilkan tampilan halaman
default Apache yang mengonfirmasi bahwa web server berjalan dengan sempurna dan
siap melayani permintaan klien.
● Modifikasi halaman web pada
direktori /var/www/html/index.html berhasil dilakukan dan perubahan langsung
terlihat pada browser tanpa perlu me-restart layanan Apache. Hal ini
menunjukkan fleksibilitas Apache dalam pengelolaan konten web secara dinamis.
● Implementasi jaringan intranet
berbasis Ubuntu Server seperti yang dijelaskan oleh Dharma et al. (2024)
membuktikan bahwa Linux Ubuntu sangat ideal sebagai platform server karena
efisiensi sumber daya, keamanan, dan kemudahan konfigurasi melalui command line
interface (CLI). Konsep ini relevan dengan praktikum yang dilakukan dan menjadi
dasar pengembangan sistem jaringan yang lebih kompleks ke depannya.
4.2
Saran
Berdasarkan
hasil praktikum dan kajian dari jurnal-jurnal referensi, terdapat beberapa
saran
yang
dapat dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut:
● • Implementasi Proxy Server: Mengacu
pada penelitian Ariyadi et al. (2022), disarankan untuk mengimplementasikan
proxy server Apache sebagai langkah lanjutan. Penggunaan proxy caching terbukti
dapat meningkatkan kecepatan unduh dan mengoptimalkan penggunaan bandwidth
jaringan. Penerapan direktif seperti ProxyRequests, CacheEnable disk, dan
CacheRoot dapat meningkatkan efisiensi akses data secara signifikan.
● Penambahan Layanan DHCP dan DNS:
Berdasarkan penelitian Dharma et al. (2024), disarankan untuk melengkapi
konfigurasi server dengan layanan DHCP menggunakan isc-dhcp-server dan DNS
menggunakan BIND9. Penerapan kedua layanan ini akan memungkinkan distribusi
alamat IP secara otomatis kepada klien dan memudahkan akses server menggunakan
nama domain, sehingga sistem jaringan menjadi lebih lengkap dan efisien.
● Implementasi HTTPS untuk Keamanan:
Sesuai temuan Rahmadani et al. (2025), sangat direkomendasikan untuk
mengaktifkan protokol HTTPS dengan mengkonfigurasi sertifikat SSL/TLS pada
Apache. Penerapan HTTPS akan melindungi data yang ditransmisikan antara klien
dan server dari ancaman penyadapan, sehingga meningkatkan keamanan layanan web
secara keseluruhan.
● Pengujian Performa dengan Load
Testing: Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk melakukan pengujian
beban (load testing) menggunakan alat bantu seperti Apache Benchmark (ab) atau
curl guna mengukur kemampuan web server dalam menangani permintaan simultan
dari banyak klien. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif
mengenai kapasitas dan stabilitas server dalam skenario penggunaan nyata.
● Penggunaan Mesin Virtual:
Sebagaimana diterapkan pada penelitian Rahmadani et al. (2025), disarankan
untuk mencoba konfigurasi serupa menggunakan VirtualBox atau VM lainnya sebagai
alternatif WSL. Penggunaan mesin virtual memberikan lingkungan yang lebih
terisolasi dan lebih mendekati kondisi server produksi yang sesungguhnya.
DAFTAR PUSTAKA
Fajar,
M., & Nugroho, R. (2022). Implementasi Web Server Apache pada Linux
Ubuntu.
Jurnal
Tera, 4(1), 20–27.
Implementasi
Penggunaan Jaringan Intranet Menggunakan Linux Ubuntu Server. (2024).
Jurnal
Media Infotama,
20(2), 626–631.
Rahman,
A., & Prasetyo, D. (2022). Analisis Kinerja Web Server Berbasis Linux
Ubuntu.
Jurnal
Tera, 4(2), 45–52.
Lampiran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar