Jumat, 29 Mei 2026

SETTING JARINGAN KONEKSI, DAN WEB SERVER PADA LINUX UBUNTU

 DISUSUN OLEH:

                                Ahmad Aditya Ardiansyah                                         (25051204203)

                                Rahmat Arif Anwar                                                     (25051204156)

                                Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar                     (25051204181)

                                Zahra Nessa Airienne                                                 (25051204162)


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era transformasi digital saat ini, sistem operasi berbasis open-source seperti Linux banyak digunakan sebagai fondasi infrastruktur jaringan dan server global. Salah satu distribusi Linux yang paling populer di lingkungan produksi maupun pendidikan adalah Ubuntu Linux, khususnya versi Server maupun Desktop yang digunakan untuk kebutuhan administrasi jaringan. Untuk membangun infrastruktur jaringan yang andal, pemahaman dasar mengenai konfigurasi jaringan, pengujian konektivitas, dan manajemen web server merupakan kompetensi mutlak bagi seorang mahasiswa Teknologi Informasi.

Proses penataan jaringan (networking setup) pada Ubuntu Linux melibatkan konfigurasi alamat IP (baik secara statis maupun dinamis melalui DHCP), pengaturan gateway, dan DNS (Domain Name System). Setelah konfigurasi selesai, pengujian koneksi (connectivity testing) menggunakan utilitas seperti ping dan traceroute sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat dapat berkomunikasi dengan jaringan lokal maupun internet global tanpa hambatan.

Setelah konektivitas dasar terpenuhi, tahapan selanjutnya adalah implementasi Web Server. Web server (seperti Apache atau Nginx) bertugas untuk menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien dan meresponsnya dalam bentuk halaman web. Memahami cara mengkonfigurasi jaringan sekaligus membangun web server dalam satu kesatuan praktikum memberikan gambaran utuh tentang bagaimana arsitektur client-server bekerja secara nyata di industri. Oleh karena itu, praktikum ini dilaksanakan untuk membekali praktikan dengan keterampilan teknis dalam melakukan konfigurasi jaringan, memastikan stabilitas koneksi, hingga mengaktifkan layanan web server pada sistem operasi Ubuntu Linux.

B. Tujuan Praktikum

a. Mampu melakukan konfigurasi jaringan (IP Address, Netmask, Gateway, dan DNS) pada sistem         operasi Ubuntu Linux dengan benar.

b. Dapat melakukan pengujian konektifitas jaringan internal maupun eksternal dan melakukan             troubleshooting dasar jika terjadi kendala koneksi.

c. Mampu melakukan instalasi, konfigurasi, dan pengujian layanan Web Server (Apache/Nginx)             pada Ubuntu Linux agar dapat diakses oleh perangkat klien. 

C. Manfaat Praktikum

a. Meningkatkan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis mengenai administrasi jaringan             berbasis Linux, serta melatih kemampuan logika dalam menyelesaikan masalah                                 jaringan (network troubleshooting). 


BAB II LANDASAN TEORI 

A. Sistem Operasi Linus dan Ubuntu

Linux adalah sistem operasi open-source berbasis kernel Unix yang dikembangkan secara kolaboratif oleh komunitas global. Salah satu distribusi (distro) Linux yang paling banyak digunakan di lingkungan enterprise dan server adalah Ubuntu.

Ubuntu Server dirancang khusus untuk kebutuhan infrastruktur tanpa antarmuka grafis (CLI atau Command Line Interface). Hal ini bertujuan untuk menghemat konsumsi sumber daya perangkat keras (CPU dan RAM) serta meningkatkan stabilitas dan keamanan sistem saat menjalankan layanan jaringan 24 jam non-stop.

B. Konfigurasi Jaringan pada Linux 

Konfigurasi jaringan adalah langkah awal yang krusial agar sebuah server dapat berkomunikasi dalam jaringan lokal maupun internet. Beberapa komponen utama dalam konfigurasi jaringan meliputi:

      IP Address (Internet Protocol Address)

   Identitas numerik yang diberikan kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer. Di Ubuntu modern, konfigurasi IP secara statis maupun dinamis (DHCP) dikelola melalui utilitas Netplan menggunakan berkas berformat YAML yang terletak di direktori

/etc/netplan/.

      Subnet Mask (Netmask): Masker biner yang digunakan untuk membedakan antara Network ID (identitas jaringan) dan Host ID (identitas perangkat) dalam suatu alamat IP.

      Gateway: Perangkat (biasanya berupa router) yang berfungsi sebagai gerbang keluar-masuk lalu lintas data dari jaringan lokal ke jaringan eksternal (seperti internet).

      DNS (Domain Name System): Layanan yang menerjemahkan nama domain yang mudah diingat manusia (seperti google.com) menjadi alamat

IP yang dipahami oleh komputer. Di Ubuntu, resolusi DNS sering kali dikelola oleh layanan systemd-resolved.

 

 

BAB III PEMBAHASAN

A. Langkah - Langkah Prosedur

1)     cek ip  ip a


2)     cek ping ping google.com

3)     cek interface jaringan ip link show


4)     liat routing  ip route show

5)     cek dns cat /etc/resolv.conf



6)     liat semua koneksi yang tersedia

nmcli connection show


7)     scan wifi tersedia nmcli device wifi list

8)     connect ke wifi nmcli device wifi connect "NamaWiFi" password "passwordnya"

 

9)     liat status koneksi nmcli device status


10) putus koneksi nmcli device disconnect wlan0

 

        -     WEB SERVER            

1)     install apache


sudo apt update


sudo apt install apache2


2)     kelola apache

      Cek status (jalan atau tidak) sudo systemctl status apache2


      Jalankan apache sudo systemctl start apache2


 

      Stop apache sudo systemctl stop apache2

      Restart apache (setelah edit config) sudo systemctl restart apache2

      Auto start saat booting sudo systemctl enable apache2

3)     cek htmlnya cd /var/www/html

Ls


4)     edit file lama sudo rm index.html sudo nano index.html

5)     cek ip di wifi yang sama ip a

cari yang inet 192.168.x.xx

nanti di hp atau device yang tersambung ke wifi yang sama buka itu tadi

6)     hp bisa akses web yang sama

 

 

 

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan praktikum mengenai pengaturan jaringan, pengujian koneksi, dan implementasi web server pada Ubuntu Linux, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 

1)     Konfigurasi dan monitoring jaringan pada Ubuntu Linux dapat dilakukan secara efisien melalui Command Line Interface (CLI) menggunakan perintah standar seperti ip a untuk memeriksa alamat IP, ip link untuk melihat interface, serta utilitas nmcli untuk mengelola koneksi nirkabel (Wi-Fi) secara dinamis.

2)     Pengujian konektivitas menggunakan perintah ping dan pelacakan rute sangat krusial dilakukan untuk memastikan status keterhubungan perangkat, baik dalam lingkup jaringan lokal maupun ke jaringan internet global, sebelum mengaktifkan layanan berbasis server.

3)     Proses instalasi dan pengelolaan Web Server menggunakan Apache2 (apache2) berhasil diimplementasikan dengan baik. Layanan web server tersebut dapat dikontrol secara penuh menggunakan perintah systemctl (start, stop, restart, status, dan enable).

4)     Arsitektur client-server terbukti berjalan dengan sukses, di mana perangkat klien (seperti smartphone) yang berada di dalam satu jaringan Wi-Fi lokal yang sama mampu mengakses dokumen HTML kustom yang di-host di dalam direktori /var/www/html pada Ubuntu Server melalui protokol HTTP (menggunakan alamat IP server).

B. Saran

Diharapkan untuk lebih teliti dalam penulisan sintaks atau perintah pada terminal Linux (termasuk memperhatikan sensitivitas huruf besar dan kecil/case sensitive) serta memahami dengan baik parameter IP Address yang didapatkan agar proses pengujian dari perangkat luar tidak mengalami error


Tidak ada komentar:

Posting Komentar