DISUSUN OLEH:
Ahmad Aditya Ardiansyah (25051204203)
Rahmat Arif Anwar (25051204156)
Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar (25051204181)
Zahra Nessa Airienne (25051204162)
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era transformasi digital saat ini, sistem operasi berbasis open-source seperti Linux banyak digunakan sebagai fondasi infrastruktur jaringan dan server global. Salah satu distribusi Linux yang paling populer di lingkungan produksi maupun pendidikan adalah Ubuntu Linux, khususnya versi Server maupun Desktop yang digunakan untuk kebutuhan administrasi jaringan. Untuk membangun infrastruktur jaringan yang andal, pemahaman dasar mengenai konfigurasi jaringan, pengujian konektivitas, dan manajemen web server merupakan kompetensi mutlak bagi seorang mahasiswa Teknologi Informasi.
Proses penataan jaringan (networking setup) pada Ubuntu Linux melibatkan konfigurasi alamat IP (baik secara statis maupun dinamis melalui DHCP), pengaturan gateway, dan DNS (Domain Name System). Setelah konfigurasi selesai, pengujian koneksi (connectivity testing) menggunakan utilitas seperti ping dan traceroute sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat dapat berkomunikasi dengan jaringan lokal maupun internet global tanpa hambatan.
Setelah konektivitas dasar terpenuhi, tahapan selanjutnya adalah implementasi Web Server. Web server (seperti Apache atau Nginx) bertugas untuk menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien dan meresponsnya dalam bentuk halaman web. Memahami cara mengkonfigurasi jaringan sekaligus membangun web server dalam satu kesatuan praktikum memberikan gambaran utuh tentang bagaimana arsitektur client-server bekerja secara nyata di industri. Oleh karena itu, praktikum ini dilaksanakan untuk membekali praktikan dengan keterampilan teknis dalam melakukan konfigurasi jaringan, memastikan stabilitas koneksi, hingga mengaktifkan layanan web server pada sistem operasi Ubuntu Linux.
B. Tujuan Praktikum
a. Mampu melakukan konfigurasi jaringan (IP Address, Netmask, Gateway, dan DNS) pada sistem operasi Ubuntu Linux dengan benar.
b. Dapat melakukan pengujian konektifitas jaringan internal maupun eksternal dan melakukan troubleshooting dasar jika terjadi kendala koneksi.
c. Mampu melakukan instalasi, konfigurasi, dan pengujian layanan Web Server (Apache/Nginx) pada Ubuntu Linux agar dapat diakses oleh perangkat klien.
C. Manfaat Praktikum
a. Meningkatkan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis mengenai administrasi jaringan berbasis Linux, serta melatih kemampuan logika dalam menyelesaikan masalah jaringan (network troubleshooting).
BAB II LANDASAN TEORI
A. Sistem Operasi Linus dan Ubuntu
Linux adalah sistem operasi open-source berbasis kernel Unix yang dikembangkan secara kolaboratif oleh komunitas global. Salah satu distribusi (distro) Linux yang paling banyak digunakan di lingkungan enterprise dan server adalah Ubuntu.
Ubuntu Server dirancang khusus untuk kebutuhan infrastruktur tanpa antarmuka grafis (CLI atau Command Line Interface). Hal ini bertujuan untuk menghemat konsumsi sumber daya perangkat keras (CPU dan RAM) serta meningkatkan stabilitas dan keamanan sistem saat menjalankan layanan jaringan 24 jam non-stop.
B. Konfigurasi Jaringan pada Linux
Konfigurasi jaringan adalah langkah awal yang krusial agar sebuah server dapat berkomunikasi dalam jaringan lokal maupun internet. Beberapa komponen utama dalam konfigurasi jaringan meliputi:
● IP
Address (Internet Protocol Address)
Identitas numerik
yang diberikan kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer. Di
Ubuntu modern, konfigurasi IP secara statis maupun dinamis (DHCP) dikelola
melalui utilitas Netplan menggunakan berkas berformat YAML yang terletak di
direktori
/etc/netplan/.
● Subnet
Mask (Netmask): Masker biner yang digunakan untuk membedakan antara Network ID
(identitas jaringan) dan Host ID (identitas perangkat) dalam suatu alamat IP.
● Gateway:
Perangkat (biasanya berupa router) yang berfungsi sebagai gerbang keluar-masuk
lalu lintas data dari jaringan lokal ke jaringan eksternal (seperti internet).
● DNS
(Domain Name System): Layanan yang menerjemahkan nama domain yang mudah diingat
manusia (seperti google.com) menjadi alamat
IP yang dipahami oleh komputer. Di Ubuntu, resolusi DNS
sering kali dikelola oleh layanan systemd-resolved.
BAB III PEMBAHASAN
A. Langkah - Langkah Prosedur
1) cek
ip ip a
2) cek ping ping google.com
3) cek
interface jaringan ip link show
4) liat
routing ip route show
5) cek dns cat /etc/resolv.conf
6) liat
semua koneksi yang tersedia
nmcli connection show
7) scan wifi tersedia nmcli device wifi list
8) connect
ke wifi nmcli device wifi connect "NamaWiFi" password
"passwordnya"
9) liat status koneksi nmcli device status
10) putus
koneksi nmcli device disconnect wlan0
- WEB SERVER
1) install
apache
sudo apt update
sudo apt install apache2
2) kelola
apache
● Cek
status (jalan atau tidak) sudo systemctl status apache2
● Jalankan
apache sudo systemctl start apache2
● Stop
apache sudo systemctl stop apache2
● Restart
apache (setelah edit config) sudo systemctl restart apache2
● Auto
start saat booting sudo systemctl enable apache2
3) cek
htmlnya cd /var/www/html
Ls
4) edit
file lama sudo rm index.html sudo nano index.html
5) cek
ip di wifi yang sama ip a
cari yang inet 192.168.x.xx
nanti di hp atau device yang tersambung ke wifi yang sama
buka itu tadi
6) hp
bisa akses web yang sama
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan praktikum mengenai pengaturan jaringan, pengujian koneksi, dan implementasi web server pada Ubuntu Linux, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1) Konfigurasi
dan monitoring jaringan pada Ubuntu Linux dapat dilakukan secara efisien
melalui Command Line Interface (CLI)
menggunakan perintah standar seperti ip a untuk memeriksa alamat IP, ip link
untuk melihat interface, serta
utilitas nmcli untuk mengelola koneksi nirkabel (Wi-Fi) secara dinamis.
2) Pengujian
konektivitas menggunakan perintah ping dan pelacakan rute sangat krusial
dilakukan untuk memastikan status keterhubungan perangkat, baik dalam lingkup
jaringan lokal maupun ke jaringan internet global, sebelum mengaktifkan layanan
berbasis server.
3) Proses
instalasi dan pengelolaan Web Server
menggunakan Apache2 (apache2) berhasil diimplementasikan dengan baik. Layanan web server tersebut dapat dikontrol
secara penuh menggunakan perintah systemctl (start, stop, restart, status, dan
enable).
4) Arsitektur
client-server terbukti berjalan
dengan sukses, di mana perangkat klien (seperti smartphone) yang berada di dalam satu jaringan Wi-Fi lokal yang
sama mampu mengakses dokumen HTML kustom yang di-host di dalam direktori /var/www/html
pada Ubuntu Server melalui protokol HTTP (menggunakan alamat IP server).
B. Saran
Diharapkan untuk lebih teliti dalam penulisan sintaks atau perintah pada terminal Linux (termasuk memperhatikan sensitivitas huruf besar dan kecil/case sensitive) serta memahami dengan baik parameter IP Address yang didapatkan agar proses pengujian dari perangkat luar tidak mengalami error.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar