Anggota :
Alfia Rahmatika (25051204035)
Sidqiana Azzahra (25051204037)
Fauzan Al-Maliky Setyawan
(25051204038)
Muhammad Rafli Anggara Hidayat (25051204153)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem
operasi Linux merupakan salah satu sistem operasi yang banyak digunakan dalam
bidang teknologi informasi, terutama pada server, pengembangan perangkat lunak,
jaringan komputer, dan administrasi sistem. Linux dikenal memiliki tingkat
keamanan, stabilitas, serta fleksibilitas yang tinggi dibandingkan beberapa
sistem operasi lainnya. Dalam penggunaannya, Linux menyediakan antarmuka
berbasis teks yang dikenal sebagai Command Line Interface (CLI), yang
memungkinkan pengguna menjalankan perintah secara langsung untuk mengelola
sistem.
Command
Line Interface (CLI) merupakan metode interaksi antara pengguna dengan sistem
operasi melalui perintah teks yang diketik pada terminal. Penggunaan CLI sangat
penting karena memberikan kontrol yang lebih luas terhadap sistem, seperti
melakukan navigasi direktori, mengelola file dan folder, melihat informasi
sistem, serta menjalankan berbagai proses administrasi secara lebih cepat dan
efisien.
Pada praktikum ini dilakukan pembelajaran mengenai perintah dasar Linux menggunakan instruksi CLI untuk memahami navigasi dan manajemen sistem. Praktikan diharapkan dapat memahami fungsi berbagai perintah dasar Linux serta mampu menerapkannya dalam pengelolaan sistem operasi berbasis Linux secara efektif dan efisien.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
dalam laporan ini dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.
Bagaimana memahami fungsi dan
penggunaan perintah dasar Linux melalui Command Line Interface (CLI)?
2.
Bagaimana melakukan navigasi
direktori dan pengelolaan file menggunakan perintah dasar Linux?
3.
Bagaimana menerapkan instruksi CLI
dalam manajemen sistem operasi Linux secara efektif?
1.3
Tinjauan Laporan
Melalui
praktikum dan penyusunan laporan ini, tujuan yang ingin dicapai antara lain:
1.
Bagaimana memahami fungsi dan
penggunaan perintah dasar Linux melalui Command Line Interface (CLI)?
2.
Bagaimana memahami cara melakukan
navigasi direktori dan pengelolaan file menggunakan perintah dasar Linux?
3.
Bagaimana menerapkan instruksi CLI
dalam manajemen sistem operasi Linux secara efektif dan efisien?
1.4
Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari penulisan
laporan ini antara lain:
1.
Menambah pemahaman mengenai
penggunaan perintah dasar Linux melalui Command Line Interface (CLI).
2.
Meningkatkan kemampuan dalam
melakukan navigasi direktori serta pengelolaan file dan folder pada sistem
operasi Linux.
3.
Menambah keterampilan dalam
menerapkan instruksi CLI untuk manajemen sistem Linux secara efektif dan
efisien.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Sistem Operasi Linux
Sistem operasi
Linux adalah jenis sistem operasi
komputer yang bebas dan sumber terbuka, didistribusikan di bawah lisensi GNU
General Public License (GPL) yang memungkinkan pengguna untuk mengunduh,
menginstal, dan mengubah kode sumber sistem operasi secara gratis. OS Linux
terdiri dari kernel Linux yang dikembangkan oleh Linus Torvalds dan berbagai
perangkat lunak yang dikembangkan oleh komunitas open-source. Sebagai sistem operasi yang bebas dan sumber
terbuka, OS Linux menjadi populer di kalangan pengguna komputer yang memiliki
minat pada teknologi dan ingin lebih memahami cara kerja sistem operasi. Selain
itu, OS Linux juga digunakan oleh banyak perusahaan dan organisasi di seluruh
dunia karena kemampuannya yang dapat diubah dan disesuaikan sesuai kebutuhan
mereka.
2.1.1. Sejarah Linux
Sistem operasi ini dibangun berdasarkan
kernel (inti sistem operasi) Linux yang pertama kali dirilis pada tahun 1991
oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa dari Universitas Helsinki,
Finlandia. Pada awalnya, Linux hanya
dikembangkan sebagai hobi dan tidak dimaksudkan untuk digunakan secara luas.
Namun, seiring dengan perkembangan internet, komunitas pengembang Linux semakin
berkembang dan Linux menjadi semakin populer.
Pada tahun 1993, Slackware menjadi distribusi Linux yang pertama kali
dirilis secara komersial. Setelah itu, muncul beberapa distribusi Linux lainnya
seperti Debian, Red Hat, SUSE, dan Ubuntu. Linux telah menjadi sistem operasi
yang sangat populer di kalangan pengembang perangkat lunak, karena kemampuannya
untuk disesuaikan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain
itu, Linux juga populer di kalangan pengguna server dan pengguna akhir,
terutama di lingkungan bisnis dan organisasi pemerintah. Seiring dengan perkembangan teknologi, Linux
juga telah berkembang untuk mendukung perangkat mobile seperti smartphone dan
tablet. Salah satu distribusi Linux yang populer untuk perangkat mobile adalah
Android, yang digunakan pada sebagian besar smartphone di seluruh dunia.
2.1.2. Fungsi Linux
Sistem operasi Linux mempunyai berbagai
fungsi yang berbeda dengan sistem operasi lainnya seperti Windows atau macOS.
Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari OS Linux:
●
Sebagai sistem operasi server: Linux digunakan secara luas sebagai sistem operasi server karena
keandalannya dan kemampuannya untuk mengelola sumber daya jaringan dan server
dengan baik. Selain itu, Linux juga mudah diatur dan dikustomisasi untuk
memenuhi kebutuhan bisnis dan organisasi.
● Sebagai sistem operasi
desktop:
Meskipun tidak sepopuler Windows, Linux juga dapat digunakan sebagai sistem
operasi desktop dengan berbagai varian seperti Ubuntu dan Mint. Linux desktop
dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pengolahan dokumen, menjelajah
web, atau bahkan editing video.
● Sebagai sistem operasi
untuk pengembangan perangkat lunak: Linux menyediakan lingkungan pengembangan perangkat
lunak yang handal dan mudah digunakan. Banyak pengembang perangkat lunak
menggunakan Linux sebagai platform utama mereka karena kemudahan dan kemampuan
untuk mengakses kode sumber dan mengembangkan aplikasi dengan lebih mudah.
● Sebagai sistem operasi
untuk perangkat embedded: Karena ukuran dan kemampuannya yang ringan, Linux
juga sering digunakan sebagai sistem operasi untuk perangkat embedded seperti
router, televisi pintar, dan perangkat Internet of Things (IoT).
● Sebagai sistem operasi
open source:
Salah satu keunggulan utama Linux adalah keberadaannya sebagai sistem operasi
open source. Hal ini memungkinkan para pengguna dan pengembang untuk mengakses
kode sumber dan mengembangkan perangkat lunak mereka sendiri dengan mudah,
serta memodifikasi dan menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dalam keseluruhan, Linux memiliki
banyak fungsi yang dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Karena kebebasan dan kemampuannya untuk diatur dan disesuaikan, Linux sering
menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin kontrol penuh atas sistem operasi
mereka.
2.1.3. Macam - Macam Linux
Berikut adalah beberapa jenis OS Linux yang umum digunakan:
●
Ubuntu
●
Fedora
●
Debian
●
Arch Linux
●
CentOS
●
Kali Linux
●
Mint
●
OpenSUSE
●
Red Hat Enterprise Linux (RHEL)
●
Slackware
2.2.
Command Line Interface (CLI)
Command Line Interface (CLI) adalah
mekanisme perangkat lunak yang Anda gunakan untuk berinteraksi dengan sistem
operasi menggunakan keyboard. Mekanisme lainnya adalah UI grafis (GUI),
yang saat ini populer di semua aplikasi dan sistem perangkat lunak. Anda dapat
menggunakan GUI guna menavigasi secara visual serta mengeklik ikon dan gambar
untuk menjalankannya. Namun, GUI tidak efisien untuk tugas-tugas administrasi
sistem, terutama jika lingkungannya virtual atau jarak jauh. Dengan antarmuka
baris perintah, Anda dapat memasukkan perintah teks untuk mengonfigurasi,
menavigasi, atau menjalankan program di server atau sistem komputer apa pun.
Semua sistem operasi, termasuk Linux, macOS, dan Windows menyediakan CLI untuk
interaksi sistem yang lebih cepat.
2.2.1. Manfaat / Keguanaan CLI
Antarmuka baris perintah (CLI) menawarkan
beberapa manfaat.
●
Efisiensi
Daripada menghabiskan
waktu untuk mencari dan mengeklik setiap file, Anda dapat menggunakan
CLI untuk melakukan tindakan pada beberapa file dalam satu perintah
teks. Jika Anda sudah terbiasa dengan perintah-perintah tersebut, Anda bisa
dengan cepat menavigasi dan berinteraksi dengan sistem Anda. Anda juga dapat
membuat skrip yang melakukan beberapa perintah di CLI untuk mengotomatiskan
tugas-tugas yang monoton atau berulang.
●
Akses jarak jauh
Aplikasi CLI sering kali
menggunakan sumber daya jaringan yang lebih sedikit dibandingkan dengan
aplikasi grafis. Hal ini membuat aplikasi CLI cocok untuk sistem dengan
kemampuan perangkat keras yang terbatas atau lingkungan server jarak jauh.
●
Penyelesaian Masalah
Bagi developer dan administrator sistem,
menggunakan antarmuka baris perintah adalah keterampilan berharga yang
meningkatkan pemahaman mendalam tentang sistem yang mendasarinya. Keterampilan
ini dapat membuat Anda lebih mahir dengan berbagai alat dan pemanfaatan serta
meningkatkan manajemen kesalahan.
2.2.2. Terminal, Shell, Console, dan Kernel
Terminal, konsol, shell, dan kernel adalah komponen
fundamental dari sistem operasi yang membantu pengguna berinteraksi dengan
komputer. Bersama-sama, mereka menghubungkan perintah pengguna ke perangkat
keras sistem melalui lapisan perangkat lunak dan antarmuka.
●
Terminal: Antarmuka berbasis teks tempat pengguna mengetik perintah dan
menerima output dari sistem.
●
Konsol:
Perangkat fisik atau virtual yang menyediakan akses untuk operasi input dan
output.
●
Shell:
Sebuah program penerjemah baris perintah yang menerjemahkan perintah pengguna
menjadi tindakan yang dilakukan oleh sistem operasi.
●
Kernel:
Bagian inti dari sistem operasi yang mengelola sumber daya perangkat keras seperti
memori, CPU, dan perangkat.
2.3.
Perintah Dasar Linux
Berbagai perintah yang bisa dijalankan
untuk mengoperasikan sistem operasi Linux. Di antaranya, perintah dasar sebagai
berikut:
● ls : Adalah perintah untuk melihat isi dari
sebuah direktori atau folder. Ketik ls untuk melihat isi dari sebuah folder,
dan ls -al untuk melihat isi dari sebuah folder beserta file tersembunyi
(hidden) di dalamnya.
● sudo : Adalah perintah untuk menjalankan
perintah yang memerlukan hak akses administrator bagi user non-root.
● pwd : Adalah perintah untuk melihat lokasi
folder di mana Anda berada saat ini. Sebagai contoh, ketika Anda sedang berada
di folder home, kemudian mengetik perintah pwd, maka akan keluar output
/home/user
● cd : Adalah perintah untuk berpindah ke suatu lokasi tertentu. Contoh, Anda
ingin berpindah ke /home/user/public_html, maka perintahnya adalah sebagai
berikut: cd /home/user/public_html
● cp : Adalah perintah untuk menyalin
(meng-copy) file dari satu lokasi ke lokasi lain. Sebagai contoh, Anda ingin menyalin
file1.php dari /home/user/public_html/ ke /home/user/public_html/subdomain,
maka perintahnya
cp/home/user/public_html/file1.php
/home/user/public_html/subdomain
● mv : Adalah perintah untuk memindahkan sebuah
file atau folder dari satu lokasi ke lokasi lain. Contoh, Anda ingin
memindahkan file1.php dari /home/user/public_html ke
/home/user/public_html/subdomain
● rm : Adalah perintah untuk menghapus sebuah file. Perintah ini akan menghapus
file secara permanen, sehingga Anda harus memastikan nama file yang dihapus
tidak keliru. Contoh, Anda ingin menghapus file1.php
● touch : Adalah perintah untuk membuat sebuah file baru. Sebagai contoh, Anda
ingin membuat sebuah file baru bernama file2.php, maka perintahnya adalah touch file2.php
● mkdir : Adalah perintah untuk membuat sebuah folder. Sebagai contoh, Anda ingin
membuat sebuah folder dengan nama folder1, maka perintahnya adalah mkdir nama_folder
● echo : Adalah perintah untuk menambahkan teks ke dalam sebuah file. Contoh,
Anda ingin menambahkan teks “apel dan nanas” ke dalam file1.php, maka perintahnya echo apel dan nanas
>> file1.php.
● df : Menampilkan penggunaan ruang disk sistem secara keseluruhan
● top : Menampilkan proses yang berjalan dan penggunaan resource sistem
● htop : Berfungsi seperti top, tapi dengan antarmuka pengguna interaktif
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Alat dan Bahan
● Perangkat Keras: Laptop/PC desktop.F
● Perangkat Lunak: Sistem Operasi utama (misal: Windows 11 / macOS).
3.2 Langkah-langkah Praktikum
- Membuka
aplikasi Terminal di sistem operasi Linux.
- Melakukan pengecekan posisi
direktori aktif saat ini menggunakan perintah pencarian lokasi.
- Membuat struktur folder baru
untuk simulasi manajemen file.
- Melakukan pengujian perintah
manipulasi file seperti menyalin, memindahkan, dan menghapus dokumen.
- Memeriksa status performa
sistem dan penggunaan ruang penyimpanan disk.
3.3
Hasil Pengamatan
Menampilkan bukti output jalur direktori saat
ini
Menampilkan daftar file biasa dan file
tersembunyi.
Dokumentasi proses pembuatan folder baru
(misal membuat folder bernama praktikum1
Dokumentasi membuat file baru di dalam folder
tersebut (contoh : ayam.txt)
Menampilkan cara mengisi teks ke dalam file menggunakan operator (contoh : echo “halo linux” > ayam.txt
memperlihatkan isi dari ayam.txt
Menampilkan tabel penggunaan kapasitas disk space.
Menampilkan grafik/daftar proses manajemen
sistem yang sedang berjalan secara real-time.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum mengenai perintah dasar Linux dan
manajemen sistem yang telah dilaksanakan, dapat ditarik beberapa kesimpulan
sebagai berikut:
- Command Line Interface (CLI)
merupakan metode interaksi berbasis teks yang sangat efisien dan krusial
dalam pengelolaan sistem operasi Linux. CLI memberikan kontrol penuh serta
akses yang lebih cepat bagi administrator sistem dibandingkan dengan
Graphical User Interface (GUI), terutama dalam lingkungan jaringan atau
server jarak jauh.
- Praktikan telah berhasil
memahami dan menerapkan berbagai perintah dasar Linux untuk navigasi
direktori serta manipulasi file/folder. Beberapa instruksi penting yang
diujikan meliputi perintah pwd untuk mengecek posisi direktori aktif , ls
-al untuk menampilkan seluruh isi folder termasuk file tersembunyi , mkdir
untuk membuat folder baru (praktikum1) , touch untuk membuat file kosong
(ayam.txt) , serta operator pengarah echo untuk mengisi konten teks ke
dalam file.
- Manajemen sistem dan
pemantauan performa perangkat keras dapat dilakukan secara real-time
melalui instruksi CLI. Perintah df terbukti efektif untuk memeriksa
kapasitas dan penggunaan ruang penyimpanan disk (disk space) secara
keseluruhan , sementara utilitas interaktif seperti htop mampu menyajikan
visualisasi penggunaan CPU, memori, beban kerja (load average),
serta daftar proses yang sedang berjalan pada sistem secara mendalam.
4.2
Saran
Untuk
pengembangan kemampuan praktikan dan kelancaran praktikum selanjutnya, berikut
adalah beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:
- Ketelitian dalam Penulisan
Sintaks: Praktikan diharapkan lebih teliti saat mengetikkan argumen atau
opsi perintah di terminal. Berdasarkan hasil pengamatan, sempat terjadi error
akibat pengetikan opsi yang kurang tepat. Memahami pesan error di
terminal sangat membantu proses troubleshooting.
- Eksplorasi Perintah Manajemen
File Lebih Lanjut: Praktikum berikutnya dapat diperluas dengan mencoba
perintah manipulasi file lainnya yang sudah ada di tinjauan pustaka namun
belum terlihat di bab pembahasan, seperti menyalin file , memindahkan
file/folder , serta menghapus file secara permanen untuk mensimulasikan
manajemen berkas yang lebih kompleks.
- Pemanfaatan Hak Akses
Administrator (sudo): Disarankan agar praktikan juga mencoba
mengeksplorasi perintah yang membutuhkan hak akses root atau
administrator menggunakan instruksi sudo , misalnya untuk melakukan
instalasi paket perangkat lunak baru atau mengkonfigurasi layanan sistem
tertentu agar pemahaman mengenai administrasi sistem Linux menjadi lebih
menyeluruh.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Puti. 2026. Pengertian OS
Linux: Sejarah, Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangan. https://it.telkomuniversity.ac.id/pengertian-os-linux/
2.
Apa itu CLI (Antarmuka
Baris Perintah)? https://aws.amazon.com/id/what-is/cli/
3.
Memahami Terminal, Konsol,
Shell, dan Kernel. https://www.geeksforgeeks.org/operating-systems/what-is-terminal-console-shell-and-kernel/
4.
Rosyidi, A. 2023. 45+ Perintah
Dasar Linux Yang Harus Anda Pahami. https://www.rumahweb.com/journal/perintah-dasar-linux/
5.
Faradila, A. 2025. 60 perintah
dasar Linux dan contoh penggunaannya lengkap. https://www.hostinger.com/id/tutorial/perintah-dasar-linux








Tidak ada komentar:
Posting Komentar