Disusun Oleh:
| Risqi Prasdika | (24051204008) |
| Rahmat Ari Setyarto | (24051204010) |
| Carmelio Sivandra A. | (24051204116) |
| Rifqi Syawal | (24051204198) |
| Azzam Ghifari | (24051204178) |
Aditya Prapanca, Dosen Teknik Informatika UNESA
Haus Ilmu Agama? Silahkan kunjungi: Tausiyah
Bahan Kuliah: Buka
Catatan: Buka
Disusun Oleh:
| Risqi Prasdika | (24051204008) |
| Rahmat Ari Setyarto | (24051204010) |
| Carmelio Sivandra A. | (24051204116) |
| Rifqi Syawal | (24051204198) |
| Azzam Ghifari | (24051204178) |
Disusun Oleh:
| Amira Najihah Fadri Putri | (24051204002) |
| Mareta Surya Tananjaya | (24051204006) |
| Novasya Aulia Putri Hidayat | (24051204028) |
| Sulthania Auliya Afandi | (24051204034) |
Disusun Oleh:
| Muhamad Rizaldhani Darmawan | (24051204004) |
| Novanda Ega Arenta | (24051204030) |
| Muhammad Fiqih Mu'azaidin | (24051204031) |
| I Made Nandana Devadatta Giri | (24051204090) |
Disusun Oleh:
| Fatkhur Rozaq | (24051204026) |
| Ahmad Arkanul Falah Al Khalimi | (24051204033) |
| Abdan Isa Ghaffara | (24051204235) |
| Muhammad Naufal Muzaky | (24051204233) |
| Orlinezar Raveda Ar-Rizky | (24051204222) |
Disusun Oleh:
| Muhamad Fauzan | (24051204013) |
| Julian Esa Mahendra Putra | (24051204018) |
| Rahman Abror Zati | (24051204019) |
| Firmas Ferdiansya | (24051204025) |
Disusun Oleh Kelompok 5:
| Farel Rizky Aliansi | (24051204016) |
| Moch Septian Yudis | (24051204024) |
| Denny Kusuma Putra | (24051204027) |
| Brian Fawwaz Atmajaya | (24051204230) |
Disusun Oleh:
| Mochamad Haikal | (24051204177) |
| Syamil Bani Hafidz | (24051204197) |
| Muhammad Najwan | (24051204202) |
| Muhammad Risky Wira | (24051204186) |
| Calvin Satriansyah | (24051204184) |
Disusun Oleh:
| Irma Aulia | (24051204005) |
| Kaysa karuma Amalia | (24051204011) |
| Maskurotin Faizah | (24051204015) |
| Qurrota A'yun | (24051204082) |
| Syifa Nayla Artika Dewi | (24051204238) |
LAPORAN PRAKTIKUM
IMPLEMENTASI SMART LIGHTING BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN SENSOR LDR, MQTT, WOKWI, DAN THINGSBOARD
Disusun
oleh :
Fandy
Fernanda Yapari 24051204227
Tri
Rianto Utomo 24051204104
Rochmad
Balya Imron Khan 24051204179
Sulthan Hamdani Sahvirdan 24051204129
Muhammad Ai-bee Tazkyan Najwa 24051204212
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan Internet of Things
(IoT) membuat berbagai perangkat elektronik dapat saling terhubung melalui
jaringan internet. Data yang diperoleh dari sensor tidak hanya dapat digunakan
untuk mengendalikan perangkat secara langsung, tetapi juga dapat dikirim dan
dipantau melalui platform IoT. Penerapan seperti ini banyak digunakan pada
sistem rumah pintar, monitoring lingkungan, otomasi lampu, keamanan, dan
berbagai sistem lainnya.
Salah satu penerapan IoT yang cukup
sederhana adalah smart lighting atau sistem pencahayaan pintar. Pada sistem
pencahayaan biasa, lampu masih sering dikendalikan secara manual menggunakan
sakelar. Cara tersebut membuat pengguna harus menyalakan dan mematikan lampu
sendiri sesuai kondisi lingkungan. Dengan memanfaatkan sensor cahaya, proses
tersebut dapat dibuat lebih otomatis karena sistem dapat menentukan kondisi
lampu berdasarkan cahaya yang diterima sensor. Penelitian mengenai smart
lighting juga menunjukkan bahwa ESP32 dan sensor LDR dapat digunakan untuk
mengatur lampu berdasarkan kondisi cahaya lingkungan sehingga pengoperasian
lampu menjadi lebih otomatis (Natasya & Santoso, 2023).
Pada praktikum ini dibuat sebuah
sistem Smart Lighting berbasis ESP32. Sensor LDR digunakan untuk membaca
perubahan kondisi cahaya, sedangkan ESP32 digunakan sebagai pusat pengolahan
data. Jika nilai pembacaan sensor berada di bawah batas yang telah ditentukan,
ESP32 akan menyalakan LED sebagai indikator kondisi gelap. Sebaliknya, jika
nilai pembacaan berada di atas batas tersebut, LED akan dimatikan.
Selain mengendalikan LED, sistem
juga dikembangkan menggunakan konsep IoT. Data pembacaan sensor dikirim dari
ESP32 melalui jaringan Wi-Fi menggunakan protokol MQTT menuju platform
ThingsBoard. MQTT banyak digunakan dalam sistem IoT karena dapat digunakan
untuk pertukaran pesan antara perangkat dan server. Penelitian Guo et al.
(2022) juga menunjukkan penggunaan MQTT dalam sistem IoT untuk menghubungkan
perangkat dan sistem monitoring.
Dalam praktikum ini, proses
perancangan dan pengujian dilakukan menggunakan Wokwi sehingga rangkaian dapat
dibuat dan diuji secara virtual tanpa harus menggunakan komponen fisik. Wokwi
menyediakan jaringan Wi-Fi virtual bernama Wokwi-GUEST yang dapat digunakan
oleh ESP32 dalam simulasi untuk mengakses layanan internet seperti MQTT.
Berdasarkan hal tersebut, dibuatlah
sistem Smart Lighting sederhana menggunakan ESP32, sensor LDR, LED, MQTT,
Wokwi, dan ThingsBoard. Sistem ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
mengenai proses pembacaan sensor, pengendalian output, komunikasi melalui
jaringan, serta pengiriman data sensor ke platform IoT.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah
dalam praktikum ini adalah:
LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)
PERANCANGAN DAN SIMULASI SISTEM MONITORING SUHU, KELEMBAPAN, DAN GAS
BERBASIS ESP32 PADA SIMULATOR WOKWI DAN THINGSBOARD
Disusun Oleh :
Firman Nova Prayoga 24051204088
Haidar Ali Yafi 24051204111
Nita Aini Rohima 24051204217
Arsyanda Nareswari Widaryanto 24051204109
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi melahirkan konsep Internet of Things (IoT). yaitu paradigma yang memungkinkan berbagai objek fisik saling terhubung, mengumpulkan data, dan bertukar informasi melalui internet tanpa campur tangan manusia. Objek - objek tersebut dilengkapi dengan sensor, mikrokontroler, dan modul komunikasi sehingga dapat mengamati kondisi lingkungan sekitarnya dan mengirimkan hasilnya ke sistem pengolah data. Arsitektur IoT pada umumnya terdiri dari lapisan perangkat, lapisan komunikasi, lapisan platform, dan lapisan aplikasi yang saling berkerja sama.
Salah satu penerapan IoT adalah smart home. Dalam penerapannya, IoT dipakai untuk memantau kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan, dan keberadaan gas berbahaya secara jarak jauh dan real-time. Pemantauan suhu dan kelembapan berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan penghuni, sedangkan pemantauan gas penting untuk mendeteksi risiko seperti kebocoran gas atau asap. Dengan data yang dikirim ke cloud, pengguna dapat melihat kondisi rumah dari mana saja dan menerima peringatan ketika nilai sensor melewati batas tertentu.
Meskipun memiliki manfaat yang besar, pengembangan sistem IoT menghadapi beberapa kendala. Kendala pertama yang dihadapi adalah biaya platform. Sebagian besar platform IoT bersifat komersial. Kendala kedua adalah kebutuhan perangkat keras. Perakitan sistem nyata membutuhkan biaya pembelian komponen, waktu perakitan, dan risiko kerusakan komponen akibat kesalahan pengkabelan, terutama bagi pemula.
Untuk mengatasi masalah tersebut, praktikum ini memadukan dua layanan yang dapat digunakan tanpa biaya. Wokwi, simulator berbasis web memungkinkan mikrokontroler seperti ESP32 dan berbagai sensor disimulasikan tanpa perangkat fisik. Wokwi juga menyediakan jaringan WiFi virtual sehingga program pada ESP32 dapat terhubung ke internet seperti pada perangkat nyata. Dengan simulator ini, rangkaian dan program dapat diuji secara berulang tanpa risiko merusak komponen lagi.
Yang kedua adalah ThingsBoard platform IoT opensource untuk pengumpulan, pemrosesan, visualisasi, dan manajemen perangkat. ThingsBoard menyediakan server Live Demo yang dapat digunakan setelah pengguna mengisi formulir pendaftaran dan memperoleh akun tenant administrator sendiri. Platform ini mendukung protokol MQTT, dashboard dengan beragam widget serta rule chain untuk pengolahan data dan pembuatan alarm.
Pengiriman data dari ESP32 ke ThingsBoard memakai MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). MQTT adalah protokol berbasis model publish/subscribe yang ringan, sehingga cocok untuk perangkat dengan sumber daya terbatas dan jaringan yang tidak selalu stabil. Pada ESP32, mikrokontroler dengan WiFi terintegrasi, data sensor disusun dalam format JSON lalu dikirim ke topic telemetri milik perangkat di ThingsBoard, kemudian ditampilkan pada dashboard.
1.2 Rumusan Masalah
Berikut ini adalah rumusan masalah yang sesuai dengan simulasi yang dilakukan
Disusun Oleh:
| Muhamad Fauzan | (24051204013) |
| Julian Esa Mahendra. P | (24051204018) |
| Rahman Abror Zati | (24051204019) |
| Firmas Ferdiansya | (24051204032) |
Mata Kuliah Internet of Things
Disusun Oleh:
| Risqi Prasdika | (24051204008) |
| Rahmat Ari Setyarto | (24051204010) |
| Carmelio Sivandra A. | (24051204116) |
| Rifqi Syawal | (24051204198) |
Disusun Oleh:
| Mochamad Haikal | (24051204177) |
| Syamil Bani Hafidz | (24051204197) |
| Muhammad Najwan | (24051204202) |
| Muhammad Risky Wira | (24051204186) |
| Calvin Satriansyah | (24051204184) |
Disusun Oleh Kelompok 5:
| Farel Rizky Aliansi | (24051204016) |
| Moch Septian Yudis | (24051204024) |
| Denny Kusuma Putra | (24051204027) |
| Brian Fawwaz Atmajaya | (24051204230) |
Disusun Oleh:
| Muhamad Fauzan | (24051204013) |
| Julian Esa Mahendra. P | (24051204018) |
| Rahman Abror Zati | (24051204019) |
| Firmas Ferdiansya | (24051204032) |
Disusun Oleh Kelompok 1:
| Muhammad Naufal Aziz | (24051204001) |
| Muhammad Rifqi Al Hafidh | (24051204009) |
| Ig. Krisna Wijaya Prihandono | (24051204032) |
| Ahmad Syihan Arijuddin | (24051204035) |
SISTEM COUNTER ANTREAN ESP32
TERINTEGRASI THINGSBOARD
Disusun Oleh:
Ramdani Mulyadi 24051204137
Naufal Alif Prasetya 24051204126
Syauqi Ihsan Ramadhan 24051204110
Luthfi Fadli Zainuddin 24051204200
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antrean
merupakan bagian dari pelayanan di loket administrasi, klinik, bank, dan kantor
pelayanan publik. Jika dikelola secara manual, misalnya dengan memanggil nomor
secara lisan atau mencatatnya di kertas, antrean mudah menimbulkan kebingungan
karena nomor dapat terlewat atau terpanggil dua kali, dan pengunjung tidak
mengetahui posisinya. Perkembangan Internet of Things (IoT) memungkinkan
perangkat elektronik terhubung ke internet dan mengirim datanya ke server untuk
dipantau dari jarak jauh. ESP32 banyak dipakai untuk keperluan ini karena
memiliki modul WiFi bawaan, banyak pin input/output, dan mudah diprogram dengan
Arduino IDE. Data dari perangkat tersebut dapat diterima, disimpan, dan
ditampilkan oleh platform IoT seperti ThingsBoard Cloud melalui protokol MQTT,
sehingga kondisi perangkat dapat dilihat kapan saja tanpa berada di lokasi.
Pada praktikum ini dirancang Sistem
Counter Antrean berbasis ESP32 yang disimulasikan di Wokwi. Sistem memakai
tombol NEXT untuk menaikkan nomor antrean dan tombol RESET untuk
mengembalikannya ke nol. Nomor antrean ditampilkan pada LCD 16x2, sedangkan buzzer
dan LED memberi tanda setiap kali nomor berubah. Setiap perubahan nomor juga
dikirim ke ThingsBoard Cloud dalam format JSON melalui jaringan WiFi, sehingga
nomor antrean dapat dipantau secara daring. Melalui project ini, mahasiswa
mempelajari perakitan rangkaian, pemrograman mikrokontroler, dan integrasi
layanan IoT dalam satu sistem yang utuh.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut:
Pemantauan Kondisi Ruang Server Berstandar ASHRAE
dengan Alarm Tiga Tingkat dan Notifikasi Email Berbasis ESP32 dan ThingsBoard
Cloud
Disusun Oleh:
Muhammad Adrian Vibrianto 24051204124
Mohammad Rizqi Nova Triatmaja 24051204131
Adhim Musafak 24051204191
M. Faisal Alfiansyah 24051204205
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi
membuat hampir semua layanan digital bergantung pada ruang server. Ruang server
menampung perangkat penting seperti server, switch, dan penyimpanan data yang
harus menyala terus-menerus. Perangkat tersebut menghasilkan panas dan sensitif
terhadap kondisi lingkungan. Menurut ASHRAE (2021), suhu yang direkomendasikan
untuk ruang pengolahan data berada pada rentang 18-27 °C. Suhu yang terlalu
tinggi dapat menurunkan kinerja dan mempercepat kerusakan komponen. Kelembaban
yang terlalu tinggi berisiko menimbulkan kondensasi dan korosi, sedangkan
kelembaban yang terlalu rendah meningkatkan risiko muatan listrik statis.
Di banyak tempat, pemantauan ruang
server masih dilakukan secara manual, yaitu petugas mengecek ruangan atau
membaca termometer. Cara ini tidak berlangsung terus-menerus, sehingga kenaikan
suhu di luar jam pengecekan baru diketahui setelah kerusakan terjadi.
Diperlukan sistem yang memantau kondisi lingkungan secara otomatis dan real-time,
serta memberi peringatan dini kepada pengelola.
Internet of Things (IoT) menjawab kebutuhan ini. Dengan mikrokontroler
ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22, data suhu dan kelembaban dapat dibaca
secara berkala dan dikirim ke cloud melalui protokol MQTT. Protokol ini
ringan dan sesuai untuk perangkat dengan sumber daya terbatas. Pada sisi cloud,
platform ThingsBoard menyediakan fitur penerimaan data telemetri, visualisasi
melalui dashboard, serta rule chain yang dapat memproses data dan
membuat alarm secara otomatis. Alarm tersebut dapat diteruskan sebagai
notifikasi email kepada pengelola, sehingga tindakan dapat segera
diambil.
Sebagian besar platform IoT cloud
bersifat komersial dan membatasi fitur pada paket gratisnya. Karena itu
praktikum ini menggunakan Wokwi sebagai simulator, sehingga rangkaian ESP32 dan
DHT22 dapat diuji tanpa perangkat fisik, dan ThingsBoard Cloud sebagai platform
IoT yang dapat dicoba tanpa biaya perangkat keras tambahan.
Berdasarkan uraian tersebut,
laporan ini membahas perancangan dan simulasi sistem pemantauan kondisi ruang
server berstandar ASHRAE, yaitu sistem pemantauan suhu dan kelembaban ruang
server berbasis ESP32, DHT22, MQTT, dan ThingsBoard Cloud, lengkap dengan dashboard,
alarm bertingkat, dan notifikasi email.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana merancang simulasi ESP32 dan sensor DHT22
pada Wokwi yang mengirimkan data suhu dan kelembaban ruang server ke
ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT?
2. Bagaimana menampilkan data hasil pemantauan pada dashboard
ThingsBoard secara real-time?
3. Bagaimana membuat rule chain yang menghasilkan alarm bertingkat dan mengirimkan notifikasi email ketika suhu atau kelembaban melewati ambang batas?