Disusun Oleh:
Achmad Zidan Firmansyah (25051204142)
Fiorentino Yoga Wisnu P. (25051204196)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan sistem operasi Linux saat ini semakin banyak digunakan dalam dunia pendidikan, server, maupun industri teknologi informasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perintah dasar Linux menjadi kemampuan penting bagi setiap pengguna komputer, khususnya mahasiswa di bidang teknologi informasi.
Dalam praktikum ini, kami mempelajari penggunaan Command Line Interface (CLI) pada sistem operasi Linux Ubuntu untuk melakukan navigasi direktori dan manajemen file. Penggunaan CLI memberikan kontrol yang lebih cepat dan efisien dibandingkan antarmuka grafis (GUI), terutama dalam pengelolaan sistem dan administrasi server.
Melalui praktikum ini, kami mencoba membuat folder dan file, memindahkan serta menyalin file, mengubah izin kepemilikan file, hingga menampilkan daftar file lengkap menggunakan berbagai perintah dasar Linux.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
Memahami penggunaan dasar Command Line Interface (CLI) pada Linux Ubuntu
Mempelajari perintah navigasi direktori dan manajemen file di Linux
Membuat folder dan file menggunakan perintah terminal
Menyalin dan memindahkan file menggunakan command Linux
Mengubah izin kepemilikan file pada Linux
Menampilkan daftar file secara lengkap menggunakan perintah ls -l
Mengalihkan output perintah ke dalam file data.txt
1.3 Manfaat
Praktikum ini memberikan beberapa manfaat, antara lain:
Menambah pemahaman kami mengenai penggunaan terminal Linux
Melatih kemampuan menggunakan perintah dasar Linux berbasis CLI
Memberikan pengalaman langsung dalam manajemen file dan direktori
Membantu memahami konsep permission dan ownership pada Linux
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Linux Ubuntu
Linux Ubuntu merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bersifat open source dan banyak digunakan untuk pembelajaran maupun server. Ubuntu memiliki kestabilan yang baik serta mendukung penggunaan Command Line Interface (CLI) untuk administrasi sistem.
2.2 Command Line Interface (CLI)
Command Line Interface (CLI) adalah antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna menjalankan perintah langsung melalui terminal. Dengan CLI, pengguna dapat mengelola file, direktori, jaringan, dan sistem operasi secara lebih cepat dan efisien.
2.3 Manajemen File pada Linux
Linux menyediakan berbagai perintah untuk mengelola file dan direktori, seperti:
mkdir : membuat folder
touch : membuat file kosong
cp : menyalin file
mv : memindahkan file
chmod : mengubah izin file
chown : mengubah kepemilikan file
ls -l : menampilkan detail file
2.4 Permission dan Ownership
Dalam Linux, setiap file memiliki hak akses (permission) dan kepemilikan (ownership). Permission menentukan siapa yang dapat membaca, menulis, atau menjalankan file, sedangkan ownership menunjukkan pemilik dan grup dari file tersebut.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Software yang Digunakan
Dalam praktikum ini, kami menggunakan Terminal pada sistem operasi Linux Ubuntu sebagai media utama untuk menjalankan berbagai perintah Command Line Interface (CLI).
Terminal memungkinkan kami melakukan navigasi direktori, membuat file dan folder, memindahkan file, mengubah izin kepemilikan, serta mengelola output perintah secara langsung melalui teks.
3.2 Langkah-Langkah Praktikum
Langkah 1: Membuat Folder Project
Pertama, kami membuat folder utama bernama project menggunakan perintah:
mkdir project
Kemudian kami masuk ke folder tersebut:
cd project
Langkah 2: Membuat Folder Docs dan Scripts
Setelah berada di dalam folder project, kami membuat dua folder baru yaitu docs dan scripts:
mkdir docs
mkdir scripts
Langkah 3: Membuat File readme.md dan script.sh
Selanjutnya kami membuat dua file menggunakan perintah touch:
touch readme.md
touch script.sh
File readme.md digunakan sebagai dokumentasi, sedangkan script.sh digunakan sebagai file script shell Linux.
Langkah 4: Menyalin File readme.md ke Folder Docs
Kami kemudian menyalin file readme.md ke folder docs menggunakan perintah berikut:
cp readme.md docs/
Perintah tersebut berhasil membuat salinan file readme.md di dalam folder docs.
Langkah 5: Memindahkan File script.sh ke Folder Scripts
Setelah itu kami memindahkan file script.sh ke folder scripts menggunakan perintah:
mv script.sh scripts/
Perintah ini memindahkan file dari direktori utama project ke folder scripts.
Langkah 6: Mengubah Izin Kepemilikan File readme.md
Kami mencoba mengubah izin kepemilikan file menggunakan perintah:
sudo chown user:user readme.md
Perintah chown digunakan untuk mengubah pemilik dan grup file menjadi user tertentu.
Langkah 7: Menampilkan Daftar File Lengkap
Untuk melihat detail file secara lengkap mulai dari permission, pemilik, grup, ukuran file, tanggal, dan nama file, kami menggunakan perintah:
ls -l
Output yang muncul menampilkan informasi detail seluruh file dan folder pada direktori project.
Langkah 8: Menyimpan Output ke data.txt
Terakhir, kami mengalihkan output hasil perintah ls -l ke dalam file data.txt menggunakan operator redirect:
ls -l > data.txt
Dengan perintah tersebut, seluruh hasil output berhasil disimpan ke dalam file data.txt.
3.3 Hasil Pengamatan
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:
Folder project, docs, dan scripts berhasil dibuat menggunakan perintah mkdir
File readme.md dan script.sh berhasil dibuat menggunakan perintah touch
File readme.md berhasil disalin ke folder docs menggunakan perintah cp
File script.sh berhasil dipindahkan ke folder scripts menggunakan perintah mv
Perubahan kepemilikan file berhasil dilakukan menggunakan perintah chown
Perintah ls -l berhasil menampilkan detail file secara lengkap
Output hasil perintah berhasil disimpan ke dalam file data.txt menggunakan redirect output (>)
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah kami lakukan, kami dapat memahami penggunaan dasar Command Line Interface (CLI) pada sistem operasi Linux Ubuntu. Kami berhasil melakukan berbagai manajemen file dan direktori seperti membuat folder, membuat file, menyalin file, memindahkan file, hingga mengubah kepemilikan file menggunakan perintah Linux.
Selain itu, kami juga memahami cara menampilkan detail file menggunakan perintah ls -l serta mengalihkan output perintah ke dalam file menggunakan operator redirect. Praktikum ini memberikan pengalaman langsung yang sangat membantu dalam memahami administrasi dasar sistem Linux.
4.2 Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, kami memiliki beberapa saran:
Sebaiknya memahami fungsi setiap perintah Linux sebelum menjalankannya agar terhindar dari kesalahan sistem
Selalu memperhatikan lokasi direktori aktif saat menggunakan perintah file management
Gunakan hak akses (sudo) dengan bijak agar tidak merusak konfigurasi sistem
Biasakan mendokumentasikan setiap langkah praktikum untuk mempermudah pembelajaran dan pembuatan laporan di kemudian hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar