DISUSUN OLEH
Ahmad Jaka Nugraha (25051204077)M. Dzaky Andika Permadani (25051204027)Nabil Lingga Yostaka (25051204081)
Rafiul Zuhri Satria (25051204122)
1.1. Latar Belakang
Linux Ubuntu merupakan salah satu
distribusi (distro) sistem operasi
sumber terbuka yang paling populer dan banyak diimplementasikan pada
infrastruktur jaringan skala kecil hingga korporasi. Kestabilan kernel serta
manajemen paket yang solid menjadikan Ubuntu Server maupun Desktop pilihan
utama untuk mengelola layanan publik. Berbeda dengan platform komersial yang
mengandalkan visualisasi grafis, efisiensi penuh dari Ubuntu baru dapat dicapai
ketika administrator mampu berinteraksi langsung menggunakan baris perintah
atau Command Line Interface (CLI).
Selain keahlian menavigasi sistem secara lokal, kompetensi mutlak yang harus dimiliki adalah kemampuan
menghubungkan Ubuntu ke dalam ekosistem jaringan. Memahami pemetaan alamat
jaringan, mekanisme resolusi nama, hingga penggelaran
layanan Web Server internal merupakan
langkah krusial dalam siklus hidup pengelolaan peladen. Praktikum ini
dilaksanakan untuk mensimulasikan skenario nyata dari penyusunan perintah dasar
hingga pembentukan layanan web fungsional pada platform Ubuntu.
1.2.
Tujuan Praktikum
1. Menguasai sintaksis dasar CLI Ubuntu
untuk keperluan pengelolaan berkas, navigasi hirarki direktori, dan kontrol hak akses
sistem.
2.
Mengonfigurasi parameter kartu jaringan virtual
pada Ubuntu dan memastikan
jalur komunikasi data nirkendala.
3. Membangun layanan
Web Server berbasis Apache2
di Ubuntu serta
menguji fungsionalitas distribusinya melalui komputer klien.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Distribusi Linux Ubuntu dan Lingkungan CLI
Ubuntu dikembangkan berbasis arsitektur
Debian dan menggunakan manajer paket apt (Advanced
Package Tool) untuk distribusi aplikasinya. Lingkungan CLI pada Ubuntu
diakses melalui shell (umumnya Bash)
yang berfungsi mengeksekusi instruksi teks dari pengguna. Struktur penyimpanan
Ubuntu diatur secara terpusat di dalam direktori root (/), di mana semua berkas konfigurasi sistem secara spesifik
diletakkan pada direktori /etc, dan data pengguna disimpan di dalam direktori
/home.
2.2. Jaringan dan Layanan Web Apache2 pada Ubuntu
Pada versi modern, Ubuntu menggunakan
utilitas bernama Netplan yang
berbasis berkas YAML untuk melakukan tata kelola konfigurasi IP Address, gateway, dan DNS resolver. Konfigurasi yang tepat
memastikan Ubuntu dapat dikenali di dalam
jaringan lokal maupun global.
Setelah koneksi terbentuk, Ubuntu dapat diubah menjadi peladen web dengan memasang Apache2. Apache2 bekerja dengan mendengarkan permintaan (request) pada port default 80 (HTTP). Ketika ada permintaan dari peramban klien, Apache2 akan mengambil berkas index yang berada di direktori default Ubuntu, yaitu di /var/www/html/, untuk dikirimkan kembali ke peramban pengguna.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.
Perangkat yang diperlukan
1. Perangkat Keras: Komputer/Laptop dengan arsitektur prosesor 64-bit, RAM minimal 4 GB,2. Perangkat Lunak: Sistem Operasi Utama: Windows 10/11 atau macOS.3. Perangkat Lunak Virtualisasi: Oracle VM VirtualBox. (Opsional)4. Rufus: utilitas yang membantu memformat dan membuat flash drive USB yang dapat di-boot, seperti USB key/pendrive.5. Sistem Operasi Tamu: Linux Ubuntu (Server/Desktop).
6. Aplikasi Klien: Peramban Web (Google Chrome atau Mozilla Firefox).
3.2.
Langkah - Langkah Kerja
1. Pasang flashdisk pada lapatop untuk menjadi instalasi ubuntu2. Partisi sebagian data C / D untuk memberi ruang data ubuntu yang akan dipasang3. Buka aplikasi rufus dan pilih iso ubuntu yang akan diinstal, lalu klik start4. Sambil menunggu rufus selesai, matikan bitlocker pada laptop agar data ubuntu bisa masuk5. Setelah selesai, reboot dan masuk ke bios laptop6. Matikan Secure Boot pada security bios dan save7. Masuk ke menu Boot menu pada laptop dan pilih usb flashdisk8. pilih Try or Install Ubuntu dan akan masuk pada ubuntu
BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Perintah Dasar Linux Ubuntu dan
Manajemen Sistem
Praktikum diawali dengan melatih kepekaan orientasi posisi di dalam Terminal Ubuntu menggunakan perintah pwd (mengetahui posisi aktif), ls (melihat isi folder), dan cd (berpindah lokasi)
● Gambar 4.1: Eksplorasi penelusuran direktori kerja menggunakan Terminal Ubuntu.
Pembahasan: Mengacu pada dokumentasi
Gambar 4.1, pengetikan perintah pwd mengonfirmasi posisi pengguna berada pada direktori utama
/home/ubuntu. Melalui instruksi ls, terlihat daftar
direktori bawaan Ubuntu seperti Downloads, Documents, dan Desktop. Perpindahan
lokasi ke dalam folder dokumen sukses dijalankan melalui perintah cd Documents.
B. Manajemen File dan Direktori
Manipulasi objek data dilakukan dengan
memanfaatkan instruksi mkdir untuk
mendirikan direktori baru, dilanjutkan perintah touch untuk melahirkan berkas
teks kosong.
● Gambar 4.2: Hasil
eksekusi pembuatan struktur folder dan file teks baru.
Pembahasan: Berdasarkan Gambar 4.2, sebuah
direktori kerja bernama Praktikum_SO berhasil diciptakan
via perintah mkdir Praktikum_SO. Setelah memasuki folder tersebut, dokumen teks
bernama laporan.txt berhasil diinisialisasi menggunakan perintah touch
laporan.txt.
C. Manajemen Sistem dan Hak Akses
Keamanan berkas diatur menggunakan
perintah chmod untuk memodifikasi hak istimewa membaca (read), menulis (write),
dan mengeksekusi (execute), dengan bantuan perintah sudo untuk hak akses
administrator tertinggi.
● Gambar 4.3: Modifikasi hak akses keamanan
berkas menggunakan perintah
chmod.
Pembahasan: Tampilan pada Gambar 4.3
memperlihatkan proses pengubahan hak akses berkas laporan.txt. Melalui
instruksi sudo chmod 755 laporan.txt, berkas tersebut kini memiliki hak penuh
bagi pemilik sistem, sementara pengguna lain hanya diberikan hak untuk membaca
dan mengeksekusi berkas.
4.2.
Konfigurasi Jaringan dan Koneksi
pada Ubuntu
Identifikasi kartu jaringan pada Ubuntu
dilakukan dengan mengeksekusi perintah ip a atau ifconfig guna melihat alokasi
alamat IP yang sedang aktif.
● Gambar 4.4: Informasi alokasi
alamat IP pada antarmuka jaringan Ubuntu.
Pembahasan: Berdasarkan informasi Gambar 4.4, antarmuka jaringan virtual Ubuntu (misalnya enp0s3 atau eth0) telah berhasil mengikat alamat IP lokal yakni 192.168.56.101. Alamat inilah yang memegang peranan sebagai jalur masuk utama data.
4.3.
Instalasi dan Konfigurasi Web Server Apache2
A. Proses Instalasi Web Server
Pemasangan utilitas peladen berbasis
Apache2 diimplementasikan dengan memanfaatkan manajer paket Ubuntu melalui
perintah sudo apt update yang diteruskan dengan sudo apt install apache2.
● Gambar 4.6: Konfirmasi
operasional layanan peladen
web Apache2 di Ubuntu.
Pembahasan:
Pemeriksaan stabilitas peladen pada Gambar 4.6 yang
dipicu oleh perintah sudo systemctl status apache2 menunjukkan indikator hijau
bertuliskan active (running). Hal ini
menjamin bahwa peladen web Ubuntu telah aktif bersiaga merespon lalu lintas
data.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dari seluruh tahapan praktikum berbasis Ubuntu yang telah dirampungkan, diperoleh
intisari kesimpulan sebagai berikut:
1. Operasi terminal
CLI pada Ubuntu menyajikan kontrol
yang absolut dan presisi dalam hal tata kelola berkas, navigasi
sistem, maupun penentuan batas keamanan hak akses data.
2. Pengenalan
antarmuka jaringan dan teknik pengujian parameter koneksi melalui platform
Ubuntu merupakan prasyarat vital guna memastikan sistem siap bertukar data di dalam ekosistem jaringan.
3. Aplikasi
Apache2 telah sukses terpasang serta terbukti andal dalam menyajikan dokumen
web dari peladen Ubuntu menuju ke perangkat klien eksternal.
4.2
Saran
Aktivitas praktikum mendatang sebaiknya diarahkan pada
modifikasi dokumen HTML yang terletak di direktori /var/www/html/index.html
menggunakan penyunting teks seperti nano agar praktikan dapat memahami alur
publikasi konten web secara nyata. Selain itu, eksperimen konfigurasi alokasi
IP statis melalui
modifikasi berkas YAML di direktori
/etc/netplan/ sangat
disarankan untuk pendalaman materi administrasi jaringan tingkat lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar