Sabtu, 30 Mei 2026

Implementasi Perintah Dasar Linux dan Manajemen Layanan Jaringan Web Server


DISUSUN OLEH

Ahmad Jaka Nugraha (25051204077) 
M. Dzaky Andika Permadani (25051204027)
Nabil Lingga Yostaka (25051204081) 
Rafiul Zuhri Satria (25051204122) 





1.1.           Latar Belakang

Linux Ubuntu merupakan salah satu distribusi (distro) sistem operasi sumber terbuka yang paling populer dan banyak diimplementasikan pada infrastruktur jaringan skala kecil hingga korporasi. Kestabilan kernel serta manajemen paket yang solid menjadikan Ubuntu Server maupun Desktop pilihan utama untuk mengelola layanan publik. Berbeda dengan platform komersial yang mengandalkan visualisasi grafis, efisiensi penuh dari Ubuntu baru dapat dicapai ketika administrator mampu berinteraksi langsung menggunakan baris perintah atau Command Line Interface (CLI).

Selain keahlian menavigasi sistem secara lokal, kompetensi mutlak yang harus dimiliki adalah kemampuan menghubungkan Ubuntu ke dalam ekosistem jaringan. Memahami pemetaan alamat jaringan, mekanisme resolusi nama, hingga penggelaran layanan Web Server internal merupakan langkah krusial dalam siklus hidup pengelolaan peladen. Praktikum ini dilaksanakan untuk mensimulasikan skenario nyata dari penyusunan perintah dasar hingga pembentukan layanan web fungsional pada platform Ubuntu.

1.2.          Tujuan Praktikum

1.     Menguasai sintaksis dasar CLI Ubuntu untuk keperluan pengelolaan berkas, navigasi hirarki direktori, dan kontrol hak akses sistem.

2.     Mengonfigurasi parameter kartu jaringan virtual pada Ubuntu dan memastikan jalur komunikasi data nirkendala.

3.     Membangun layanan Web Server berbasis Apache2 di Ubuntu serta menguji fungsionalitas distribusinya melalui komputer klien.



BAB II

  LANDASAN TEORI


2.1.          Distribusi Linux Ubuntu dan Lingkungan CLI

Ubuntu dikembangkan berbasis arsitektur Debian dan menggunakan manajer paket apt (Advanced Package Tool) untuk distribusi aplikasinya. Lingkungan CLI pada Ubuntu diakses melalui shell (umumnya Bash) yang berfungsi mengeksekusi instruksi teks dari pengguna. Struktur penyimpanan Ubuntu diatur secara terpusat di dalam direktori root (/), di mana semua berkas konfigurasi sistem secara spesifik diletakkan pada direktori /etc, dan data pengguna disimpan di dalam direktori /home.

2.2.          Jaringan dan Layanan Web Apache2 pada Ubuntu

Pada versi modern, Ubuntu menggunakan utilitas bernama Netplan yang berbasis berkas YAML untuk melakukan tata kelola konfigurasi IP Address, gateway, dan DNS resolver. Konfigurasi yang tepat memastikan Ubuntu dapat dikenali di dalam jaringan lokal maupun global.

Setelah koneksi terbentuk, Ubuntu dapat diubah menjadi peladen web dengan memasang Apache2. Apache2 bekerja dengan mendengarkan permintaan (request) pada port default 80 (HTTP). Ketika ada permintaan dari peramban klien, Apache2 akan mengambil berkas index yang berada di direktori default Ubuntu, yaitu di /var/www/html/, untuk dikirimkan kembali ke peramban pengguna.



BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1.           Perangkat yang diperlukan

1.     Perangkat Keras: Komputer/Laptop dengan arsitektur prosesor 64-bit, RAM minimal 4 GB,
2.     Perangkat Lunak: Sistem Operasi Utama: Windows 10/11 atau macOS.
3.     Perangkat Lunak Virtualisasi: Oracle VM VirtualBox. (Opsional)
4.     Rufus: utilitas yang membantu memformat dan membuat flash drive USB yang dapat di-boot, seperti USB key/pendrive.
5.     Sistem Operasi Tamu: Linux Ubuntu (Server/Desktop). 
6.     Aplikasi Klien: Peramban Web (Google Chrome atau Mozilla Firefox).

3.2.          Langkah - Langkah Kerja

1.     Pasang flashdisk pada lapatop untuk menjadi instalasi ubuntu
2.     Partisi sebagian data C / D untuk memberi ruang data ubuntu yang akan dipasang
3.     Buka aplikasi rufus dan pilih iso ubuntu yang akan diinstal, lalu klik start
4.     Sambil menunggu rufus selesai, matikan bitlocker pada laptop agar data ubuntu bisa masuk
5.     Setelah selesai, reboot dan masuk ke bios laptop
6.     Matikan Secure Boot pada security bios dan save
7.     Masuk ke menu Boot menu pada laptop dan pilih usb flashdisk

8.     pilih Try or Install Ubuntu dan akan masuk pada ubuntu


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.          Perintah Dasar Linux Ubuntu dan Manajemen Sistem

A.    Navigasi Direktori

Praktikum diawali dengan melatih kepekaan orientasi posisi di dalam Terminal Ubuntu menggunakan perintah pwd (mengetahui posisi aktif), ls (melihat isi folder), dan cd (berpindah lokasi)


      Gambar 4.1: Eksplorasi penelusuran direktori kerja menggunakan Terminal Ubuntu.

Pembahasan: Mengacu pada dokumentasi Gambar 4.1, pengetikan perintah pwd mengonfirmasi posisi pengguna berada pada direktori utama

/home/ubuntu. Melalui instruksi ls, terlihat daftar direktori bawaan Ubuntu seperti Downloads, Documents, dan Desktop. Perpindahan lokasi ke dalam folder dokumen sukses dijalankan melalui perintah cd Documents.


B.    Manajemen File dan Direktori

Manipulasi objek data dilakukan dengan memanfaatkan instruksi mkdir untuk mendirikan direktori baru, dilanjutkan perintah touch untuk melahirkan berkas teks kosong.



      Gambar 4.2: Hasil eksekusi pembuatan struktur folder dan file teks baru.

Pembahasan: Berdasarkan Gambar 4.2, sebuah direktori kerja bernama Praktikum_SO berhasil diciptakan via perintah mkdir Praktikum_SO. Setelah memasuki folder tersebut, dokumen teks bernama laporan.txt berhasil diinisialisasi menggunakan perintah touch laporan.txt.

C.    Manajemen Sistem dan Hak Akses

Keamanan berkas diatur menggunakan perintah chmod untuk memodifikasi hak istimewa membaca (read), menulis (write), dan mengeksekusi (execute), dengan bantuan perintah sudo untuk hak akses administrator tertinggi.



      Gambar 4.3: Modifikasi hak akses keamanan berkas menggunakan perintah chmod.

Pembahasan: Tampilan pada Gambar 4.3 memperlihatkan proses pengubahan hak akses berkas laporan.txt. Melalui instruksi sudo chmod 755 laporan.txt, berkas tersebut kini memiliki hak penuh bagi pemilik sistem, sementara pengguna lain hanya diberikan hak untuk membaca dan mengeksekusi berkas.

4.2.          Konfigurasi Jaringan dan Koneksi pada Ubuntu

A.    Pengaturan IP Address

Identifikasi kartu jaringan pada Ubuntu dilakukan dengan mengeksekusi perintah ip a atau ifconfig guna melihat alokasi alamat IP yang sedang aktif.




      Gambar 4.4: Informasi alokasi alamat IP pada antarmuka jaringan Ubuntu.

Pembahasan: Berdasarkan informasi Gambar 4.4, antarmuka jaringan virtual Ubuntu (misalnya enp0s3 atau eth0) telah berhasil mengikat alamat IP lokal yakni 192.168.56.101. Alamat inilah yang memegang peranan sebagai jalur masuk utama data.

4.3.          Instalasi dan Konfigurasi Web Server Apache2

A.    Proses Instalasi Web Server

Pemasangan utilitas peladen berbasis Apache2 diimplementasikan dengan memanfaatkan manajer paket Ubuntu melalui perintah sudo apt update yang diteruskan dengan sudo apt install apache2.


      Gambar 4.6: Konfirmasi operasional layanan peladen web Apache2 di Ubuntu.

Pembahasan: Pemeriksaan stabilitas peladen pada Gambar 4.6 yang dipicu oleh perintah sudo systemctl status apache2 menunjukkan indikator hijau bertuliskan active (running). Hal ini menjamin bahwa peladen web Ubuntu telah aktif bersiaga merespon lalu lintas data.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Dari seluruh tahapan praktikum berbasis Ubuntu yang telah dirampungkan, diperoleh intisari kesimpulan sebagai berikut:

1.     Operasi terminal CLI pada Ubuntu menyajikan kontrol yang absolut dan presisi dalam hal tata kelola berkas, navigasi sistem, maupun penentuan batas keamanan hak akses data.

2.     Pengenalan antarmuka jaringan dan teknik pengujian parameter koneksi melalui platform Ubuntu merupakan prasyarat vital guna memastikan sistem siap bertukar data di dalam ekosistem jaringan.

3.     Aplikasi Apache2 telah sukses terpasang serta terbukti andal dalam menyajikan dokumen web dari peladen Ubuntu menuju ke perangkat klien eksternal.

4.2  Saran

Aktivitas praktikum mendatang sebaiknya diarahkan pada modifikasi dokumen HTML yang terletak di direktori /var/www/html/index.html menggunakan penyunting teks seperti nano agar praktikan dapat memahami alur publikasi konten web secara nyata. Selain itu, eksperimen konfigurasi alokasi IP statis melalui modifikasi berkas YAML di direktori

/etc/netplan/ sangat disarankan untuk pendalaman materi administrasi jaringan tingkat lanjut.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar