Simulasi Sistem Lampu Otomatis Berdasarkan Intensitas Cahaya Menggunakan ESP32 pada Wokwi
Disusun Oleh:
Muhammad Adrian Vibrianto (24051204124)
Mohammad Rizqi Nova Triatmaja (24051204131)
Adhim Musafak (24051204191)
M. Faisal Alfiansyah (24051204205)
Dosen Pengampu:
Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi mikrokontroler telah memberikan banyak kemudahan dalam pembuatan sistem elektronik yang dapat bekerja secara otomatis. Mikrokontroler dapat digunakan untuk menerima data dari sensor, mengolah data tersebut, kemudian menghasilkan keluaran sesuai dengan program yang telah dibuat. Salah satu penerapannya adalah sistem pencahayaan otomatis yang dapat menyesuaikan kondisi lampu berdasarkan keadaan lingkungan.
Penggunaan lampu secara manual terkadang menyebabkan lampu tetap menyala ketika kondisi lingkungan sudah cukup terang. Hal tersebut dapat menyebabkan penggunaan energi listrik menjadi kurang efisien. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur kondisi lampu secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya lingkungan. Beberapa penelitian telah menerapkan sensor LDR dan mikrokontroler ESP32 untuk mengendalikan lampu secara otomatis berdasarkan kondisi cahaya.
Pada proyek ini digunakan ESP32 sebagai mikrokontroler dan LDR (Light Dependent Resistor) sebagai sensor untuk mendeteksi intensitas cahaya. Ketika kondisi lingkungan gelap, ESP32 akan memberikan perintah untuk menyalakan lampu. Sebaliknya, ketika kondisi lingkungan terang, lampu akan dimatikan. ESP32 sendiri merupakan mikrokontroler yang mendukung berbagai fitur dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT.
Sebelum diterapkan pada perangkat keras secara langsung, sistem dapat dirancang dan diuji menggunakan Wokwi. Wokwi merupakan simulator elektronik berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi berbagai mikrokontroler, termasuk ESP32, beserta komponen elektronik secara virtual. Dengan menggunakan simulasi, rangkaian dan program dapat diuji terlebih dahulu tanpa memerlukan perangkat keras secara langsung.
Berdasarkan hal tersebut, dibuat simulasi sistem lampu otomatis menggunakan ESP32 dan sensor LDR pada Wokwi. Proyek ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai cara kerja mikrokontroler dalam membaca input sensor, memproses data, dan mengendalikan output secara otomatis.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah:
Bagaimana merancang sistem lampu otomatis menggunakan ESP32 dan sensor LDR?
Bagaimana melakukan simulasi dan pengujian sistem lampu otomatis menggunakan Wokwi?
1.3 Tujuan Laporan
Tujuan dari pembuatan proyek ini adalah:
Mengetahui proses perancangan sistem lampu otomatis menggunakan ESP32 dan sensor LDR.
Memahami cara ESP32 mengolah data dari sensor LDR untuk mengendalikan lampu.
Melakukan simulasi dan pengujian sistem menggunakan Wokwi.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan proyek ini adalah:
Menambah pemahaman mengenai penggunaan ESP32 sebagai mikrokontroler.
Memahami penggunaan sensor LDR sebagai perangkat input.
Melatih kemampuan dalam membuat program dan rangkaian mikrokontroler.
Menambah pengalaman dalam melakukan simulasi sistem elektronik menggunakan Wokwi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Internet of Things (IoT) dan Otomatisasi
Internet of Things (IoT) merupakan konsep integrasi antara perangkat keras, sensor, dan sistem komputasi yang terhubung untuk mengumpulkan serta mengolah data secara otomatis. Penggunaan teknologi IoT pada sistem pencahayaan (smart lighting) terbukti efektif meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik (Haigis, 2025). Melalui penerapan otomatisasi, kelalaian manusia dalam mematikan lampu saat kondisi sekitar sudah terang dapat dihindari, sehingga pemborosan energi dapat dikurangi (Prihanto et al., 2024; Wafiudin et al., 2026).
2.1.2 Sensor Analog dan Pembacaan ADC pada Mikrokontroler
Mikrokontroler beroperasi dengan sinyal digital, sementara sensor di lingkungan fisik menghasilkan sinyal analog berupa variasi tegangan. Untuk mengolah data dari sensor analog, digunakan fitur Analog-to-Digital Converter (ADC) internal pada mikrokontroler. Modul ADC mengubah besaran tegangan analog yang diterima dari sensor menjadi nilai digital terkuantisasi (0–4095 pada resolusi 12-bit) yang selanjutnya digunakan oleh logika program untuk mengendalikan aktuator (Puspitasari, 2022).
2.2 Komponen dan Perangkat Utama
2.2.1 Mikrokontroler ESP32
ESP32 merupakan sistem dalam keping (System on Chip / SoC) berkinerja tinggi yang dikembangkan oleh Espressif Systems (Wokwi, 2026a). Mikrokontroler ini dilengkapi dengan antarmuka komunikasi nirkabel (Wi-Fi dan Bluetooth), pin General Purpose Input/Output (GPIO), serta modul ADC internal. ESP32 banyak digunakan dalam pengembangan sistem kendali berbasis IoT dan penerangan otomatis karena keandalan pemrosesan data dan fleksibilitas pin masukan/keluarannya (Wafiudin et al., 2026).
2.2.2 Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor)
Light Dependent Resistor (LDR) adalah resistor variabel yang nilai resistansinya berubah secara berbanding terbalik terhadap intensitas cahaya yang diterima (Haigis, 2025). Pada kondisi lingkungan gelap, nilai hambatan LDR akan meningkat secara signifikan, sedangkan pada kondisi terang hambatannya akan menurun. Perubahan nilai hambatan ini menghasilkan luaran tegangan analog yang dibaca oleh pin ADC ESP32 untuk menentukan batasan (threshold) menyala atau padamnya lampu secara otomatis (Puspitasari, 2022).
2.2.3 LED (Light Emitting Diode)
LED (Light Emitting Diode) difungsikan sebagai aktuator atau komponen luaran (output) utama pada sistem ini. LED akan memancarkan cahaya saat menerima sinyal logika HIGH dari pin GPIO ESP32 (saat sensor membaca kondisi gelap) dan akan padam ketika menerima sinyal LOW (saat sensor membaca kondisi terang).
2.2.4 Simulator Wokwi
Wokwi merupakan platform simulator elektronik dan mikrokontroler berbasis web yang mendukung berbagai peranti keras, termasuk ESP32 beserta komponen pendukungnya (Wokwi, 2026b). Simulator ini memungkinkan perancangan tata letak rangkaian, pengkabelan, serta pengujian logika program (source code) secara virtual (real-time) sebelum diimplementasikan pada perangkat keras fisik (Haigis, 2025).
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Penjelasan Simulasi
Simulasi sistem lampu otomatis ini dilakukan menggunakan platform Wokwi berbasis web. Sistem dirancang untuk membaca tingkat intensitas cahaya linkungan menggunakan sensor LDR secara virtual. Mikrokontroler ESP32 bertindak sebagai pusat pemrosesan yang akan menerima masukan data analog dari sensor LDR. Data berupa luaran tegangan analog tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai digital (0-4095) menggunakan fitur Analog-to-Digital Converter (ADC) internal pada ESP32.
Berdasarkan nilai pembacaan digital tersebut, logika program akan menentukan batasan (threshold) menyala atau padamnya lampu. Jika nilai hambatan LDR menunjukkan kondisi lingkungan gelap, ESP32 akan memberikan perintah dengan mengirimkan sinyal logika HIGH untuk menyalakan lampu LED. Sebaliknya, jika sensor mendeteksi kondisi terang, tegangan akan menyesuaikan dan ESP32 akan mengirimkan sinyal LOW sehingga LED padam secara otomatis.
3.2 Konfigurasi Rangkaian
Pada simulasi Wokwi, perancangan tata letak dan pengkabelan dilakukan secara virtual sebelum diterapkan pada peranti fisik. Komponen-komponen pendukung dihubungkan melalui pin antarmuka General Purpose Input/Output (GPIO) pada ESP32. Berikut adalah rincian konfigurasi rangkaian yang digunakan:
Sensor Cahaya LDR (Input):
Pin VCC dihubungkan ke sumber tegangan 3.3V pada ESP32.
Pin GND dihubungkan ke pin GND pada ESP32.
Pin AO (Analog Output) dihubungkan ke salah satu pin ADC pada ESP32 (misalnya pin GPIO 340) agar modul ADC dapa mengubah besaran tegangan analog menjadi nilai digital
Lampu LED (Output):
Kaki Anoda (Positif) LED yang difungsikan sebagai aktuator utama dihubungkan ke pin digital output ESP32 (misalnya pin GPIO 2). Catatan: Biasanya ditambahkan resistor 220 Ohm secara seri untuk membatasi arus.
Kaki Katoda (Negatif) LED dihubungkan ke pin GND pada ESP32.
3.3 Program
const int pinLDR = 34; // Pin ADC ESP32 untuk LDR
const int pinLED = 2; // Pin GPIO ESP32 untuk LED
// Batas threshold intensitas cahaya
const int threshold = 2000;
void setup() {
Serial.begin(115200);
pinMode(pinLED, OUTPUT);
pinMode(pinLDR, INPUT);
}
void loop() {
// Membaca nilai ADC 12-bit (0 - 4095) dari sensor LDR
int nilaiLDR = analogRead(pinLDR);
// Menampilkan hasil pembacaan pada Serial Monitor
Serial.print("Nilai Pembacaan LDR: ");
Serial.println(nilaiLDR);
// Logika kontrol otomatis
if (nilaiLDR > threshold) {
digitalWrite(pinLED, HIGH); // Lingkungan Gelap -> Lampu Menyala
Serial.println("Kondisi: GELAP | Status Lampu: MENYALA");
} else {
digitalWrite(pinLED, LOW); // Lingkungan Terang -> Lampu Padam
Serial.println("Kondisi: TERANG | Status Lampu: PADAM");
}
delay(1000); // Penundaan pembacaan 1 detik
}
3.4 Hasil Pengujian
Pengujian dilakukan melalui simulator Wokwi dengan mengondisikan intensitas cahaya virtual pada modul sensor LDR. Fitur Analog-to-Digital Converter (ADC) 12-bit pada ESP32 membaca masukan tegangan analog dan mengonversinya menjadi nilai digital (0–4095). Batas nilai ambang (threshold) yang ditentukan pada logika program adalah 2000.
Hasil pengujian berdasarkan simulasi aktual ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 3.1 Data Hasil Pengujian Pembacaan Sensor LDR dan Status LED
Berdasarkan hasil pengujian yang dieksekusi secara real-time:
Pengujian Kondisi Gelap:
Ketika slider cahaya diposisikan redup/gelap, pembacaan nilai ADC LDR berada pada angka 3591. Karena nilai 3591 > 2000, logika if terpenuhi sehingga ESP32 mengirimkan sinyal logika HIGH ke pin GPIO 2. Lampu LED secara otomatis
menyala dan Serial Monitor menampilkan luaran Kondisi: GELAP | Status Lampu: MENYALA.
Contoh Gambar
Pengujian Transisi & Kondisi Terang:
Ketika slider cahaya mulai digeser ke arah terang, pembacaan ADC turun ke angka 1880 lalu stabil di angka 344. Karena nilai pembacaan berada di bawah threshold (1880 < 2000 dan 344 < 2000), ESP32 langsung merespons dengan mengirimkan sinyal logika LOW ke pin GPIO 2. Lampu LED berada dalam kondisi padam dan Serial Monitor menampilkan luaran Kondisi: TERANG | Status Lampu: PADAM.
Contoh Gambar
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan perancangan, pembuatan program, dan pengujian simulasi sistem lampu otomatis menggunakan ESP32 pada platform Wokwi, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Perancangan sistem berhasil diintegrasikan pada Wokwi dengan menghubungkan sensor LDR ke pin ADC (GPIO 34) serta LED ke pin digital (GPIO 2) ESP32 menggunakan resistor pembatas arus 220 Ohm.
ESP32 mampu mengolah masukan analog dari sensor LDR menjadi data kuantisasi digital 12-bit secara akurat. Data tersebut dibandingkan dengan batas threshold 2000 untuk mengeksekusi kontrol lampu secara otomatis.
Hasil simulasi membuktikan sistem bekerja secara akurat dan responsif, di mana pembacaan ADC bernilai 3591 menghasilkan kondisi LED menyala (gelap), sedangkan pembacaan ADC bernilai 1880 hingga 344 menghasilkan kondisi LED padam (terang).
4.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengkayaan proyek ini di masa depan antara lain:
Pengembangan Berbasis IoT: Mengintegrasikan fitur Wi-Fi pada ESP32 agar data pembacaan intensitas cahaya dapat dipantau secara real-time melalui dashboard IoT (seperti Blynk atau MQTT).
Penerapan Algoritma Histeresis: Menambahkan rentang batas atas dan batas bawah (hysteresis threshold) dalam kode program guna mencegah kondisi lampu berkedip (flicker) saat intensitas cahaya berada tepat di nilai batas.
Implementasi Perangkat Keras Fisik: Menguji rancangan simulasi ini menggunakan komponen fisik (hardware prototype) dengan memanfaatkan modul relay untuk mengendalikan beban lampu AC 220 v
DAFTAR PUSTAKA
Haigis, R. F. (2025). Smart light system berbasis sensor cahaya dengan teknologi IoT. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(3), 5057–5062. https://doi.org/10.36040/jati.v9i3.13588
Prihanto, A., Prapanca, A., & Alit, R. (2024). Adaptive smart lighting dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Jurnal Ilmu Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran, 4(1), 22–29. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jieet/article/view/28077
Puspitasari, D. (2022). Aplikasi sensor cahaya LDR dalam sistem otomatisasi lampu. Jurnal Teknologi Informasi, 5(2), 112–119.
Wafiudin, M. I., Solichan, A., & Kiswanto, A. (2026). Sistem SOLART berbasis ESP32 untuk kendali otomatis lampu dan tirai berdasarkan intensitas cahaya. Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi, 6(2). https://doi.org/10.55606/jutiti.v6i2.7623
Wokwi. (2026a). ESP32 simulation. Wokwi Documentation.
Wokwi. (2026b). Welcome to Wokwi. Wokwi Documentation.