Senin, 19 Oktober 2026

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PEMUTUS ALUR GAS OTOMATIS DENGAN THINGSBOARD DAN WOKWI

`LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PEMUTUS ALUR GAS OTOMATIS DENGAN THINGSBOARD DAN WOKWI

Disusun Oleh:

Amira Najihah Fadri Putri(24051204002)
Mareta Surya Tananjaya(24051204006)
Novasya Aulia Putri Hidayat(24051204028)
Sulthania Auliya Afandi(24051204034)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dapur merupakan salah satu area rumah tangga dengan risiko kebakaran yang tinggi, yang tidak hanya disebabkan oleh kebocoran gas LPG tetapi juga oleh lonjakan suhu atau panas ekstrem di sekitar area memasak. Laporan ini merupakan pengembangan lanjutan dari sistem pengaman dapur pintar berbasis Internet of Things (IoT). Jika pada versi sebelumnya sistem hanya menggunakan satu sensor gas, pada versi ini sistem dikembangkan menjadi sistem dual-sensor (sensor gas dan sensor suhu digital DS18B20).

Mikrokontroler ESP32 membaca tingkat kepekatan gas dari potensiometer serta suhu aktual dari sensor DS18B20. Selama kondisi di bawah batas aman, sistem berjalan normal dengan katup jalur gas dalam kondisi terbuka (Solenoid Valve direpresentasikan oleh LED biru yang padam). Apabila kadar gas atau suhu melewati ambang batas berbahaya, sistem secara otomatis menyalakan LED merah dan buzzer sebagai alarm peringatan dini, mengaktifkan modul relay untuk menutup Solenoid Valve (LED biru menyala), serta mengirimkan data telemetri lengkap secara real-time ke ThingsBoard Cloud. Alarm pada ThingsBoard juga dihubungkan dengan fitur Notifications sehingga peringatan bahaya dikirim otomatis sebagai notifikasi (Inbox, serta email bila SMTP telah dikonfigurasi) kepada pengelola dapur. Selain itu, dikembangkan web monitor lokal berbasis Flask yang menampilkan kadar gas secara real-time dan mengirim email peringatan otomatis melalui Gmail.

Smart Water Level Monitoring & Automated Tank Control

Smart Water Level Monitoring & Automated Tank Control

Disusun Oleh:

Risqi Prasdika(24051204008)
Rahmat Ari Setyarto(24051204010)
Carmelio Sivandra A.(24051204116)
Azzam Ghifari(24051204178)
Rifqi Syawal(24051204198)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan vital bagi manusia yang harus tersedia secara berkelanjutan. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan tandon air menjadi solusi untuk menyimpan cadangan air agar dapat digunakan sesuai kebutuhan rumah tangga maupun industri. Namun, pengelolaan tandon secara manual sering menimbulkan masalah, seperti pompa baru dinyalakan setelah air benar-benar habis atau dimatikan setelah air meluap. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengguna, tetapi juga berpotensi menyebabkan pemborosan energi, kerusakan pompa, serta risiko kebocoran atau banjir kecil di sekitar tandon.

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memberikan peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut. IoT memungkinkan perangkat fisik seperti sensor dan mikrokontroler terhubung ke jaringan, sehingga dapat mengirim data dan menerima perintah secara otomatis maupun jarak jauh. Dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang memiliki Wi-Fi bawaan, sistem monitoring tandon dapat berjalan tanpa memerlukan modul tambahan. Data level air dikirim melalui protokol MQTT yang ringan dan efisien, kemudian ditampilkan pada dashboard web sehingga pengguna dapat memantau kondisi tandon secara real-time.

Selain itu, penggunaan sensor ultrasonik HC-SR04 memungkinkan pengukuran ketinggian air dengan akurasi yang memadai. Sensor ini membaca jarak permukaan air dari atas tandon, lalu hasilnya dikonversi menjadi persentase level air. Relay digunakan sebagai sakelar pompa, sementara buzzer berfungsi sebagai indikator alarm ketika air hampir habis atau penuh. Dengan sistem otomatisasi ini, pompa dapat menyala dan mati sesuai batas level air yang ditentukan, sehingga penggunaan air lebih efisien dan aman. Oleh karena itu, proyek Smart Water Level Monitoring & Automated Tank Control dirancang untuk memberikan solusi praktis dalam pengelolaan tandon air, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta mendukung efisiensi energi dan keamanan.

Minggu, 18 Oktober 2026

MONITORING SUHU RUANG SERVER BERBASIS WOKWI ESP32 DENGAN VISUALISASI THINGSBOARD MELALUI KONEKTIVITAS MQTT

MONITORING SUHU RUANG SERVER BERBASIS WOKWI ESP32 DENGAN VISUALISASI THINGSBOARD MELALUI KONEKTIVITAS MQTT

Disusun Oleh:

Fatkhur Rozaq(24051204026)
Ahmad Arkanul Falah Al Khalimi(24051204033)
Abdan Isa Ghaffara(24051204235)
Muhammad Naufal Muzaky(24051204233)
Orlinezar Raveda Ar-Rizky(24051204222)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ruang server merupakan tempat penyimpanan perangkat penting seperti server, switch, dan perangkat jaringan yang bekerja selama 24 jam. Perangkat tersebut menghasilkan panas sehingga suhu ruangan perlu dijaga agar tetap berada pada rentang aman. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan kinerja perangkat, mempercepat kerusakan komponen, bahkan menyebabkan sistem mati secara tiba-tiba. Pedoman yang banyak dirujuk pada lingkungan pusat data menyarankan suhu udara masuk perangkat berada sekitar 18–27 °C.

Pemantauan suhu secara manual tidak efektif karena petugas tidak selalu berada di dekat ruang server. Oleh karena itu diperlukan sistem monitoring otomatis yang mampu membaca suhu secara berkala dan menampilkan datanya dari jarak jauh. Teknologi Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.

ESP32 merupakan mikrokontroler dengan konektivitas Wi-Fi sehingga sesuai digunakan sebagai node IoT. Sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembapan. Data kemudian dikirim menggunakan protokol MQTT, yaitu protokol komunikasi publish/subscribe yang ringan dan banyak digunakan pada perangkat IoT. Data diterima oleh ThingsBoard, yaitu platform IoT yang menyediakan penyimpanan data, dashboard visualisasi, dan fitur alarm.

Pada proyek ini dibuat sistem monitoring suhu ruang server yang disimulasikan menggunakan Wokwi. ESP32 membaca suhu dan kelembapan dari sensor DHT22, menampilkannya pada Serial Monitor, dan mengirimkannya ke ThingsBoard melalui MQTT setiap lima detik. Data yang diterima ditampilkan pada dashboard ThingsBoard dalam bentuk gauge dan grafik. Selain itu, alarm dibuat melalui rule chain ThingsBoard dan notifikasi dikirim ke email apabila nilai sensor melewati batas. Penggunaan Wokwi memungkinkan perancangan rangkaian, pemrograman, dan pengujian dilakukan tanpa perangkat keras secara langsung.

LAPORAN PRAKTIKUM SMARTCLASS VIRTUAL MONITORING: SISTEM MONITORING SUHU, KELEMBAPAN, DAN AKTIVITAS RUANG KELAS BERBASIS ESP32, DHT22, SENSOR PIR DAN THINGSBOARD CLOUD

LAPORAN PRAKTIKUM SMARTCLASS VIRTUAL MONITORING: SISTEM MONITORING SUHU, KELEMBAPAN, DAN AKTIVITAS RUANG KELAS BERBASIS ESP32, DHT22, SENSOR PIR DAN THINGSBOARD CLOUD

Disusun Oleh:

Irma Aulia(24051204005)
Kaysa karuma Amalia(24051204011)
Maskurotin Faizah(24051204015)
Qurrota A'yun(24051204082)
Syifa Nayla Artika Dewi(24051204238)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Internet of Things (IoT) merupakan konsep yang memungkinkan perangkat fisik terhubung ke jaringan internet untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan menampilkan data secara otomatis. Teknologi ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pemantauan kondisi lingkungan di ruang kelas.

Suhu dan kelembapan merupakan parameter lingkungan yang dapat dipantau untuk mengetahui kondisi suatu ruangan. Pemantauan secara digital dapat membantu pengguna mengamati perubahan kondisi ruangan tanpa harus melakukan pengukuran secara manual secara terus-menerus.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, dibuat proyek SmartClass Virtual Monitoring, yaitu sistem simulasi pemantauan suhu dan kelembapan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22. Sistem dirancang menggunakan platform Wokwi untuk simulasi rangkaian dan program, sedangkan ThingsBoard Cloud digunakan untuk menerima data, menampilkan hasil pemantauan melalui dashboard, dan mengatur alarm berdasarkan nilai sensor.

Melalui proyek ini, konsep dasar IoT dapat dipelajari mulai dari pembacaan sensor, pengolahan data oleh mikrokontroler, komunikasi menggunakan protokol MQTT, hingga visualisasi data dan konfigurasi notifikasi pada platform cloud.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM KEAMANAN ANTI-MALING MENGGUNAKAN ESP32, SENSOR PIR, DAN PROTOKOL MQTT DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DENGAN THINGSBOARD

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI SISTEM KEAMANAN ANTI-MALING MENGGUNAKAN ESP32, SENSOR PIR, DAN PROTOKOL MQTT DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DENGAN THINGSBOARD

Disusun Oleh:

Muhamad Fauzan(24051204013)
Julian Esa Mahendra Putra(24051204018)
Rahman Abror Zati(24051204019)
Firmas Ferdiansya(24051204025)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keamanan ruangan merupakan kebutuhan penting di berbagai lingkungan, seperti rumah tinggal, perkantoran, toko, hingga ruang penyimpanan data. Pengamanan yang hanya mengandalkan penjagaan manual memiliki keterbatasan, sebab pengawasan tidak dapat dilakukan setiap waktu dan pemilik ruangan tidak selalu berada di lokasi. Karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu mendeteksi gerakan mencurigakan secara otomatis dan memberi peringatan dengan cepat. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan hal tersebut dilakukan melalui mikrokontroler yang terhubung ke internet. Dengan sensor gerak, sistem dapat mendeteksi keberadaan seseorang di dalam ruangan, menyalakan peringatan lokal berupa lampu dan alarm, serta mengirimkan status keamanan ke cloud sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Pengembangan sistem seperti ini juga semakin mudah berkat simulator berbasis web seperti Wokwi, yang memungkinkan perancangan dan pengujian rangkaian tanpa komponen fisik. Sementara itu, platform ThingsBoard menyediakan sarana untuk menerima, menyimpan, dan menampilkan data telemetri dari perangkat IoT secara real-time. Berdasarkan latar belakang tersebut, kelompok kami merancang simulasi sistem keamanan anti-maling menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor gerak PIR, lampu LED, dan buzzer pada platform Wokwi. Status keamanan dari simulasi tersebut dikirimkan melalui protokol MQTT ke ThingsBoard untuk dipantau.

Selain pengiriman data, sistem keamanan yang baik perlu menyajikan informasi secara mudah dibaca dan memberi tahu pemilik secara aktif ketika terjadi kejadian mencurigakan. Karena itu, pada tahap lanjutan kelompok kami menambahkan fitur dashboard untuk visualisasi data, rule chain untuk mengolah telemetri menjadi alarm secara otomatis, serta notifikasi email agar pemilik segera mengetahui adanya gerakan mencurigakan walaupun tidak sedang membuka ThingsBoard.

LAPORAN PRAKTIKUM SMART TRASH MONITOR BERBASIS ESP32 DENGAN INTEGRASI THINGSBOARD CLOUD, MQTT, DAN NOTIFIKASI ALARM

LAPORAN PRAKTIKUM SMART TRASH MONITOR BERBASIS ESP32 DENGAN INTEGRASI THINGSBOARD CLOUD, MQTT, DAN NOTIFIKASI ALARM

Disusun Oleh:

Mochamad Haikal(24051204177)
Syamil Bani Hafidz(24051204197)
Muhammad Najwan(24051204202)
Muhammad Risky Wira(24051204186)
Calvin Satriansyah(24051204184)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan berbagai perangkat elektronik saling terhubung untuk melakukan pemantauan dan pengiriman data secara otomatis. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring tempat sampah yang dapat membantu pengguna mengetahui kondisi dan tingkat keterisian tempat sampah tanpa harus memeriksanya secara langsung. Dalam praktikum ini, ESP32 digunakan sebagai pusat kendali karena mampu memproses data sensor dan memiliki konektivitas Wi-Fi untuk mendukung komunikasi dengan perangkat maupun platform IoT.

Proyek Smart Trash Monitor dirancang menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur jarak antara sensor dan permukaan sampah. Hasil pengukuran tersebut diproses oleh ESP32 untuk menentukan kondisi tempat sampah, yaitu KOSONG, TERISI SEDANG, atau PENUH. Setiap kondisi ditunjukkan melalui LED hijau, kuning, dan merah. Selain itu, sistem menggunakan microSD sebagai media penyimpanan data hasil monitoring dan web server lokal untuk menampilkan informasi kondisi tempat sampah serta riwayat pembacaan sensor melalui browser.

Pada praktikum ini, sistem juga diintegrasikan dengan ThingsBoard Cloud menggunakan protokol MQTT agar data hasil pembacaan sensor dapat dikirimkan dan dipantau melalui platform IoT. Data telemetri yang dikirimkan mencakup jarak, status tempat sampah, dan tingkat keterisian. Selanjutnya, ThingsBoard digunakan untuk membuat dashboard sebagai media pemantauan, Rule Chain untuk memproses data, serta alarm yang aktif ketika tingkat keterisian mencapai 100%. Konfigurasi notifikasi email juga dilakukan untuk mendukung pemberitahuan kepada pengguna ketika kondisi tempat sampah penuh.

Seluruh rangkaian dan program sistem diuji menggunakan Wokwi sebagai simulator. Melalui praktikum ini, mahasiswa dapat memahami penerapan IoT mulai dari pembacaan sensor, pengolahan data, penggunaan indikator LED, hingga integrasi dengan ThingsBoard Cloud. Dengan demikian, proyek Smart Trash Monitor diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dalam merancang sistem monitoring yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan IoT.

SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN WOKWI ESP32 DAN THINGSBOARD

SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN MENGGUNAKAN WOKWI ESP32 DAN THINGSBOARD

Disusun Oleh :

Farel Rizky Aliansi(24051204016)
Moch Septian Yudis(24051204024)
Denny Kusuma Putra(24051204027)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem pemonitoran kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara merupakan hal yang sangat krusial di berbagai sektor modern, termasuk industri manufaktur, manajemen pusat data (data center), pergudangan logistik bahan pangan, hingga sistem pertanian cerdas (smart agriculture). Pengukuran parameter fisik secara manual kerap kali tidak efisien, memiliki Risiko human error, serta tidak mampu memberikan respons cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan yang ekstrem. Oleh karena itu, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) menjadi solusi utama dalam menyajikan sistem monitoring secara real-time, terotomatisasi, dan terintegrasi.

Dalam pengembangan sistem IoT, mikrokontroler ESP32 banyak digunakan karena kinerjanya yang tinggi, konsumsi daya yang efisien, serta telah dilengkapi dengan modul komunikasi Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi. Untuk mengukur parameter lingkungan, sensor digital DHT22 dipilih karena memiliki tingkat akurasi dan rentang pengukuran yang lebih baik dibandingkan sensor generasi sebelumnya. Pada tahap perancangan awal, penggunaan simulator online seperti Wokwi sangat membantu mahasiswa dan pengembang untuk menguji rangkaian elektronik serta kode program tanpa khawatir akan kerusakan perangkat keras fisik.

Data parameter lingkungan yang ditangkap oleh ESP32 dikirimkan ke server cloud platform Thingsboard menggunakan protokol komunikasi lightweight MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). Thingsboard tidak hanya berperan dalam menampilkan visualisasi data dalam bentuk dashboard interaktif, tetapi juga menyediakan fitur Rule Engine yang sangat andal. Melalui pemrosesan Rule Chain, sistem dapat mengevaluasi tingkatan bahaya suhu (severity alarm) secara otomatis, mulai dari status Minor, Major, hingga Critical, serta secara langsung memicu pengiriman notifikasi Email peringatan darurat kepada administrator sistem saat suhu melebihi ambang batas aman.

Integrasi Telemetri ESP32, Sensor Ultrasonik HC-SR04, dan Otomasi Rule Chain Email Alarm pada ThingsBoard Cloud

Integrasi Telemetri ESP32, Sensor Ultrasonik HC-SR04, dan Otomasi Rule Chain Email Alarm pada ThingsBoard Cloud

Disusun Oleh:

Muhammad Naufal Aziz(24051204001)
Muhammad Rifqi Al Hafidh(24051204009)
Ig. Krisna Wijaya Prihandono(24051204032)
Ahmad Syihan Arijuddin(24051204035)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mengubah paradigma sistem p Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mengubah lanskap pemantauan lingkungan dan otomasi industri secara mendasar. Sistem pemantauan jarak nirkabel memainkan peran krusial dalam berbagai aplikasi kritis, mulai dari deteksi rintangan pada kendaraan otonom, sistem keandalan navigasi robotika, pemantauan ketinggian air pada bendungan, hingga sistem keselamatan kerja industri. Penggunaan sensor ultrasonik seperti HC-SR04 yang terintegrasi dengan mikrokontroler canggih berfitur Wi-Fi seperti ESP32 memungkinkan akuisisi data jarak objek secara presisi dan terhubung langsung ke jaringan komputasi awan (cloud platform) tanpa memerlukan komputer perantara.

Meskipun deteksi lokal melalui indikator suara (buzzer) sangat berguna untuk peringatan jarak dekat secara fisik, sistem pemantauan modern menuntut adanya mekanisme peringatan jarak jauh (remote alert system) yang handal dan real-time. Platform IoT ThingsBoard Cloud menyediakan infrastruktur IoT yang sangat fleksibel dengan menyediakan fitur Rule Engine dan Rule Chain. Melalui fitur Rule Chain, data telemetri yang dikirimkan oleh ESP32 berupa data jarak dan status alarm tidak hanya disimpan ke dalam database time-series, tetapi juga dapat diproses secara logis untuk memicu notifikasi peringatan otomatis melalui surat elektronik (email) menggunakan protokol SMTP. Implementasi ini memastikan bahwa pengelola sistem atau teknisi lapangan menerima peringatan bahaya secara instan saat objek terdeteksi berada di bawah ambang batas aman (threshold) 15 cm.

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN ESP32 DAN SENSOR DHT22 DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DAN TEROTOMATISASI EMAIL ALARM DENGAN THINGSBOARD

MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN ESP32 DAN SENSOR DHT22 DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DAN TEROTOMATISASI EMAIL ALARM DENGAN THINGSBOARD

Disusun Oleh:

Muhamad Rizaldhani Darmawan(24051204004)
Novanda Ega Arenta(24051204030)
Muhammad Fiqih Mu'azaidin(24051204031)
I Made Nandana Devadatta Giri(24051204090)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan kemudahan dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan data lingkungan secara otomatis. Salah satu penerapannya adalah sistem monitoring suhu dan kelembaban yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti industri, pertanian, ruang penyimpanan, hingga lingkungan perkantoran. Pemantauan secara manual memiliki keterbatasan, terutama dalam memperoleh informasi secara real-time dan memberikan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko.

Dalam pengembangan sistem tersebut, mikrokontroler ESP32 dapat digunakan sebagai perangkat utama untuk mengolah data yang diperoleh dari sensor DHT22. Melalui platform simulasi Wokwi, proses perancangan dan pengujian rangkaian dapat dilakukan secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras fisik. Data hasil pembacaan sensor selanjutnya dikirimkan menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) menuju platform ThingsBoard sebagai media penyimpanan, pemrosesan, dan visualisasi data.

Selain menyediakan fitur monitoring melalui dashboard interaktif, ThingsBoard juga memiliki fitur Rule Chain yang memungkinkan pengolahan data berdasarkan kondisi tertentu. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan tingkat peringatan suhu menjadi beberapa kategori, yaitu Minor, Major, dan Critical, serta mengembalikan status menjadi normal ketika suhu berada dalam batas aman. Sistem ini juga dapat dikembangkan dengan mekanisme pengiriman notifikasi melalui email apabila suhu mencapai kondisi kritis.

Berdasarkan hal tersebut, praktikum ini merupakan pengembangan dari sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis ESP32 dan DHT22 yang telah dirancang sebelumnya. Pengembangan difokuskan pada penerapan Rule Chain, pengelolaan alarm berdasarkan ambang batas suhu, serta konfigurasi notifikasi email pada platform ThingsBoard. Melalui praktikum ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman mengenai integrasi perangkat IoT dengan sistem pemantauan dan peringatan otomatis berbasis cloud.

Senin, 12 Oktober 2026

Menghubungkan Project Suhu dan Kelembaban yang Ada di Wokwi ke Thingsboard

Menghubungkan Project Suhu dan Kelembaban yang Ada di Wokwi ke Thingsboard

Disusun Oleh:

Risqi Prasdika(24051204008)
Rahmat Ari Setyarto(24051204010)
Carmelio Sivandra A.(24051204116)
Rifqi Syawal(24051204198)
Azzam Ghifari(24051204178)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Internet of Things (IoT) menjadi salah satu teknologi yang berkembang pesat dan banyak digunakan untuk kebutuhan monitoring serta pengendalian sistem secara real-time. Salah satu penerapan yang sederhana namun penting adalah pemantauan suhu dan kelembaban, yang berfungsi dalam berbagai bidang seperti pertanian, industri, maupun lingkungan. Dengan adanya data sensor yang akurat, pengguna dapat melakukan analisis kondisi serta mengambil keputusan yang lebih tepat. Wokwi sebagai platform simulasi IoT memberikan kemudahan bagi mahasiswa maupun praktisi untuk merancang dan menguji project berbasis mikrokontroler tanpa harus menggunakan perangkat fisik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efisien.

ThingsBoard merupakan platform open-source yang menyediakan layanan IoT dashboard untuk mengelola, memvisualisasikan, dan menganalisis data sensor. Menghubungkan project suhu dan kelembaban dari Wokwi ke ThingsBoard menjadi langkah penting dalam memahami alur kerja sistem IoT secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan data, pengiriman data melalui protokol komunikasi, hingga visualisasi data pada dashboard interaktif. Praktikum ini bertujuan untuk melatih keterampilan teknis dalam integrasi sistem IoT serta memberikan pengalaman nyata dalam pemanfaatan data sensor untuk kebutuhan monitoring.

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DAN GAS BERBAHAYA (MQ-2) DENGAN THINGSBOARD DAN WOKWI

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DAN GAS BERBAHAYA (MQ-2) DENGAN THINGSBOARD DAN WOKWI

Disusun Oleh:

Amira Najihah Fadri Putri(24051204002)
Mareta Surya Tananjaya(24051204006)
Novasya Aulia Putri Hidayat(24051204028)
Sulthania Auliya Afandi(24051204034)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kebocoran gas, seperti LPG, dan asap hasil kebakaran merupakan ancaman serius bagi keselamatan di rumah, laboratorium, maupun area industri. Gas tersebut sering tidak terlihat dan sulit dikenali tanpa alat bantu, sehingga diperlukan sistem yang mampu mendeteksi dan melaporkan kondisi udara secara otomatis dan terus-menerus.

Internet of Things (IoT) memungkinkan data sensor dikirim melalui jaringan internet sehingga kondisi suatu area dapat dipantau dari jarak jauh. Sensor gas MQ-2 menghasilkan keluaran tegangan analog yang berubah sesuai tingkat kepekatan gas atau asap di sekitarnya, kemudian dibaca oleh mikrokontroler ESP32. Agar data tersebut mudah dipantau, diperlukan platform yang dapat menampilkannya secara visual. ThingsBoard Cloud menyediakan dashboard dengan berbagai widget, seperti chart, gauge, dan alarm, serta menerima data dari perangkat melalui protokol MQTT.

Laporan ini disusun untuk menjelaskan gambaran tampilan dashboard ThingsBoard dan rangkaian pada simulator Wokwi, serta langkah-langkah pengaturannya dari awal, mulai dari pembuatan device, pengambilan Access Token, hingga desain dashboard, sehingga data kadar gas dari simulator Wokwi dapat masuk dan ditampilkan pada ThingsBoard secara real-time.

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN ESP32 DAN SENSOR DHT22 DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DENGAN THINGSBOARD

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN ESP32 DAN SENSOR DHT22 DI PLATFORM WOKWI YANG TERINTEGRASI DENGAN THINGSBOARD

Disusun Oleh:

Muhamad Rizaldhani Darmawan(24051204004)
Novanda Ega Arenta(24051204030)
Muhammad Fiqih Mu'azaidin(24051204031)
I Made Nandana Devadatta Giri(24051204090)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suhu dan kelembapan merupakan parameter lingkungan yang sangat penting untuk dipantau dalam berbagai sektor, seperti perindustrian, perkantoran, server, hingga lingkup rumah tangga. Pada kenyataannya, pemantauan suhu secara manual seringkali tidak efisien dan kurang akurat apabila data dibutuhkan secara terus-menerus. Perkembangan teknologi membuka peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui sistem otomatisasi dan monitoring jarak jauh berbasis mikrokontroler. Saat ini, pengembangan sistem Internet of Things (IoT) menjadi lebih mudah dengan hadirnya simulator perangkat keras berbasis web seperti Wokwi, yang memungkinkan mahasiswa dan pengembang untuk merangkai serta menguji mikrokontroler tanpa memerlukan komponen fisik. Untuk visualisasi dan manajemen data, platform open-source ThingsBoard menawarkan solusi dashboard yang andal untuk memantau data sensor (telemetri) secara real-time.Berdasarkan latar belakang tersebut, kelompok kami merancang dan melakukan pengujian sistem monitoring suhu dan kelembapan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22 yang disimulasikan melalui Wokwi. Data dari simulasi tersebut kemudian dikirimkan dan dipantau melalui platform IoT ThingsBoard.

MONITORING SUHU RUANG SERVER BERBASIS WOKWI ESP32 DENGAN VISUALISASI THINGSBOARD MELALUI KONEKTIVITAS MQTT

MONITORING SUHU RUANG SERVER BERBASIS WOKWI ESP32 DENGAN VISUALISASI THINGSBOARD MELALUI KONEKTIVITAS MQTT

Disusun Oleh:

Fatkhur Rozaq(24051204026)
Ahmad Arkanul Falah Al Khalimi(24051204033)
Abdan Isa Ghaffara(24051204235)
Muhammad Naufal Muzaky(24051204233)
Orlinezar Raveda Ar-Rizky(24051204222)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ruang server merupakan tempat penyimpanan perangkat penting seperti server, switch, dan perangkat jaringan yang bekerja selama 24 jam. Perangkat tersebut menghasilkan panas sehingga suhu ruangan perlu dijaga agar tetap berada pada rentang aman. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan kinerja perangkat, mempercepat kerusakan komponen, bahkan menyebabkan sistem mati secara tiba-tiba. Pedoman yang banyak dirujuk pada lingkungan pusat data menyarankan suhu udara masuk perangkat berada sekitar 18–27 °C.

Pemantauan suhu secara manual tidak efektif karena petugas tidak selalu berada di dekat ruang server. Oleh karena itu diperlukan sistem monitoring otomatis yang mampu membaca suhu secara berkala dan menampilkan datanya dari jarak jauh. Teknologi Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.

ESP32 merupakan mikrokontroler dengan konektivitas Wi-Fi sehingga sesuai digunakan sebagai node IoT. Sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembapan. Data kemudian dikirim menggunakan protokol MQTT, yaitu protokol komunikasi publish/subscribe yang ringan dan banyak digunakan pada perangkat IoT. Data diterima oleh ThingsBoard, yaitu platform IoT yang menyediakan penyimpanan data, dashboard visualisasi, dan fitur alarm.

Pada proyek ini dibuat sistem monitoring suhu ruang server yang disimulasikan menggunakan Wokwi. ESP32 membaca suhu dan kelembapan dari sensor DHT22, menampilkannya pada Serial Monitor, dan mengirimkannya ke ThingsBoard melalui MQTT setiap lima detik. Data yang diterima ditampilkan pada dashboard ThingsBoard dalam bentuk gauge dan grafik. Penggunaan Wokwi memungkinkan perancangan rangkaian, pemrograman, dan pengujian dilakukan tanpa perangkat keras secara langsung.