Disusun Oleh:
| Amira Najihah Fadri Putri | (24051204002) |
| Mareta Surya Tananjaya | (24051204006) |
| Novasya Aulia Putri Hidayat | (24051204028) |
| Sulthania Auliya Afandi | (24051204034) |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dapur merupakan salah satu area rumah tangga dengan risiko kebakaran yang tinggi, yang tidak hanya disebabkan oleh kebocoran gas LPG tetapi juga oleh lonjakan suhu atau panas ekstrem di sekitar area memasak. Laporan ini merupakan pengembangan lanjutan dari sistem pengaman dapur pintar berbasis Internet of Things (IoT). Jika pada versi sebelumnya sistem hanya menggunakan satu sensor gas, pada versi ini sistem dikembangkan menjadi sistem dual-sensor (sensor gas dan sensor suhu digital DS18B20).
Mikrokontroler ESP32 membaca tingkat kepekatan gas dari potensiometer serta suhu aktual dari sensor DS18B20. Selama kondisi di bawah batas aman, sistem berjalan normal dengan katup jalur gas dalam kondisi terbuka (Solenoid Valve direpresentasikan oleh LED biru yang padam). Apabila kadar gas atau suhu melewati ambang batas berbahaya, sistem secara otomatis menyalakan LED merah dan buzzer sebagai alarm peringatan dini, mengaktifkan modul relay untuk menutup Solenoid Valve (LED biru menyala), serta mengirimkan data telemetri lengkap secara real-time ke ThingsBoard Cloud. Alarm pada ThingsBoard juga dihubungkan dengan fitur Notifications sehingga peringatan bahaya dikirim otomatis sebagai notifikasi (Inbox, serta email bila SMTP telah dikonfigurasi) kepada pengelola dapur. Selain itu, dikembangkan web monitor lokal berbasis Flask yang menampilkan kadar gas secara real-time dan mengirim email peringatan otomatis melalui Gmail.