DISUSUN OLEH :
1. Bintang Renaldy Pratama [25051204026]
2. Muchammad Achsan Ikhtaru [25051204028]
3. Klement Ezra Suhartanto [25051204082]
4. Muhammad Nayaka Romero [25051204213]
Aditya Prapanca, Dosen Teknik Informatika UNESA
Haus Ilmu Agama? Silahkan kunjungi: Tausiyah
Bahan Kuliah: Buka
Catatan: Buka
DISUSUN OLEH :
1. Bintang Renaldy Pratama [25051204026]
2. Muchammad Achsan Ikhtaru [25051204028]
3. Klement Ezra Suhartanto [25051204082]
4. Muhammad Nayaka Romero [25051204213]
DISUSUN OLEH :
1.
Bintang
Renaldy Pratama 25051204026
2.
Muchammad
Achsan Ikhtaru 25051204028
3.
Klement
Ezra Suhartanto 25051204082
4.
Muhammad
Nayaka Romero 25051204213
SETTING
JARINGAN, KONEKSI, WEB SERVER
Nama
Kelompok 5 :
Mohammad
Naufal Wicaksono 25051204008
Albani
Rasya Surya Saputra 25051204011
Nando
Abdillah Salam 25051204012
Wandy
Jesaya Simanjuntak 25051204059
1.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat bergantung pada sistem jaringan komputer yang mampu menghubungkan berbagai perangkat secara efektif dan efisien. Jaringan komputer memungkinkan pertukaran data, akses sumber daya bersama, serta komunikasi antar pengguna dalam lingkup lokal maupun global. Dalam implementasinya, proses konfigurasi jaringan atau setting jaringan menjadi langkah penting agar perangkat dapat saling terhubung dan berkomunikasi sesuai dengan topologi serta kebutuhan sistem. Pengaturan alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS merupakan bagian dasar yang harus dipahami dalam membangun sebuah jaringan komputer.
Manajemen
File dan Direktori menggunakan JSLinux
Anggota Kelompok :
Christian Aldo
Prabowo 25051204061
Nazanin Nadhifah 25051204091
Muhammad Dava Azriel 25051204123
Nabila Azizah Herlizanda 25051204171
Praktikum ini bertujuan untuk
memperkenalkan mahasiswa pada konsep dasar manajemen file dan direktori dalam
sistem operasi berbasis Linux. Kegiatan dilakukan menggunakan JSLinux, sebuah
emulator Linux berbasis web yang dapat diakses langsung melalui browser tanpa
memerlukan instalasi tambahan.
Melalui praktikum ini, mahasiswa
diharapkan mampu menggunakan perintah-perintah dasar terminal Linux untuk
membuat direktori, membuat file teks, mengisi konten file, berpindah antar
direktori, serta memindahkan file dari satu folder ke folder lain.
PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI
(COMMAND LINE
INTERFACE) UNTUK NAVIGASI DAN
MANAJEMEN SISTEM
Nama Kelompok 5 :
|
Mohammad Naufal Wicaksono |
25051204008 |
|
Albani Rasya Surya Saputra |
25051204011 |
|
Nando Abdillah Salam |
25051204012 |
|
Wandy Jesaya Simanjuntak 1. PENDAHULUAN |
25051204059 |
Sistem operasi Linux
merupakan salah satu sistem operasi open-source
yang paling banyak digunakan di dunia, khususnya dalam infrastruktur server, komputasi awan (cloud computing), dan lingkungan
pengembangan perangkat lunak. Berbeda dengan sistem operasi lain yang sangat
bergantung pada antarmuka grafis atau Graphical
User Interface (GUI), interaksi utama yang paling efisien dan tangguh di
dalam ekosistem Linux dilakukan melalui Command
Line Interface (CLI).
Penggunaan CLI
memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara langsung dengan kernel sistem operasi melalui baris perintah
berbasis teks. Pendekatan ini menawarkan tingkat kontrol yang jauh lebih
mendalam, eksekusi tugas yang lebih cepat, menggunakan sumber daya (resource) memori yang lebih rendah,
serta memberikan kemampuan otomatisasi tugas (shell scripting) yang sulit direplikasi melalui GUI.
Dalam disiplin ilmu
komputer, penguasaan instruksi dasar CLI merupakan sebuah kompetensi
fundamental. Pemahaman yang kuat mengenai cara menavigasi direktori, mengelola
struktur file, mengatur hak akses (permissions), hingga melakukan manajemen
sistem dasar menjadi prasyarat penting. Keterampilan ini akan sangat krusial
saat merancang perangkat lunak, melakukan kompilasi program melalui terminal,
atau saat mengelola basis data di masa depan. Oleh karena itu, praktikum
mengenai perintah dasar Linux ini dilaksanakan agar mahasiswa dapat
mempraktikkan langsung dan memahami logika operasional sistem operasi Linux
berbasis teks.
DISUSUN OLEH :
1. Bintang Renaldy Pratama [25051204026]
2. Muchammad Achsan Ikhtaru [25051204028]
3. Klement Ezra Suhartanto [25051204082]
4. Muhammad Nayaka Romero [25051204213]
Implementasi
dan Manajemen Layanan HTTP Server Menggunakan Apache2 pada Distribusi Ubuntu
KELOMPOK 8:
Muhammad
Fakhri Abdullah 25051204124
Axel
Damarsatya Suwondo 25051204173
Muhammad
Dava Irfan hakim 25051204010
Muhammad
Bahrul Ulum 25051204124
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam infrastruktur teknologi
informasi modern, kemampuan sebuah sistem operasi untuk menyediakan layanan
jaringan merupakan hal yang sangat fundamental. Salah satu layanan yang paling
krusial adalah Web Server, yang memungkinkan sebuah perangkat komputer
mendistribusikan konten digital seperti halaman situs web kepada pengguna lain
melalui protokol HTTP atau HTTPS.
Pada lingkungan sistem operasi
Linux, Apache HTTP Server merupakan standar industri yang paling banyak
digunakan karena faktor stabilitas, performa, serta keamanan konfigurasinya.
Bagi seorang mahasiswa IT, pemahaman mengenai proses instalasi, pengelolaan service
di latar belakang (background process), hingga manipulasi berkas
konfigurasi web server secara langsung melalui baris perintah merupakan
kompetensi dasar yang sangat penting. Praktikum ini dilakukan untuk memberikan
pengalaman langsung dalam membangun arsitektur server lokal serta menguji
integrasi jaringan internal antara sistem operasi host (Windows) dan
sistem guest (WSL Ubuntu).
Penggunaan Perintah Dasar Linux untuk
Navigasi, Manajemen File, dan Pemantauan Sistem
KELOMPOK 8:
Muhammad
Fakhri Abdullah 25051204124
Axel
Damarsatya Suwondo 25051204173
Muhammad
Dava Irfan hakim 25051204010
Muhammad Bahrul Ulum 25051204124
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Penguasaan terhadap Command Line
Interface (CLI) pada sistem operasi Linux merupakan kompetensi esensial
bagi seorang mahasiswa IT. CLI menawarkan kontrol sistem tingkat rendah yang
jauh lebih efisien dibandingkan antarmuka grafis (GUI). Selain operasi navigasi
direktori dan pembuatan file, administrator sistem juga dituntut untuk mampu
melakukan pemantauan sumber daya perangkat keras seperti memori (RAM) dan
kapasitas penyimpanan secara real-time melalui terminal. Praktikum ini
memberikan pengalaman langsung dalam memanipulasi struktur direktori kelompok
dan mengelola input-output file teks secara efisien.
Konfigurasi Jaringan, Koneksi, dan
Web Server pada Linux Menggunakan
WSL (Windows System for Linux)
Disusun oleh:
1. Siti Salva Eka Gita
25051204009
2. Shinta Nur’aini Dwi
25051204063
3. Rehil Azrilla Multajabah
25051204065
4. Muhammad Kemal Farihin Nizar 25051204174
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut
adanya sistem yang
mampu
menyediakan layanan informasi secara cepat, efisien, dan dapat diakses secara
luas
melalui
jaringan komputer. Salah satu komponen penting dalam sistem tersebut adalah web
server,
yang berfungsi untuk melayani permintaan pengguna dalam bentuk halaman web
melalui
protokol HTTP atau HTTPS.
Dalam implementasinya, sistem operasi memiliki peran penting
dalam mendukung
kinerja
web server. Sistem operasi Linux banyak digunakan sebagai platform server
karena
memiliki
keunggulan seperti bersifat open source, stabil, serta memiliki tingkat
keamanan
yang
tinggi. Selain itu, Linux juga menyediakan berbagai tools berbasis command line
interface
(CLI) yang memungkinkan pengguna melakukan konfigurasi sistem secara fleksibel.
Salah satu web server yang banyak digunakan adalah Apache.
Apache dikenal sebagai
web
server yang memiliki performa baik, mudah dikonfigurasi, serta mendukung
berbagai
kebutuhan
layanan web. Oleh karena itu, pemahaman mengenai setting jaringan, koneksi,
serta
instalasi dan konfigurasi web server menjadi penting dalam pembelajaran sistem
operasi.
Praktikum ini dilakukan untuk memberikan pemahaman secara
langsung mengenai
proses
konfigurasi jaringan dan instalasi web server pada Linux, sehingga mahasiswa
dapat
memahami
konsep secara teoritis dan praktis.
Analisis
Implementasi Perintah Dasar CLI (Command Line Interface) Untuk Navigasi
dan Manajemen Sistem pada Distribusi Linux
Nama Kelompok 6:
Siti Salva Eka Gita 25051204009
Shinta Nur'aini Dwi 25051204063
Rehil Azrilla Multajabah 25051204065
Muhammad Kemal Farihin Nizar 25051204174
1.
Pendahuluan
Sama seperti
Windows, macOS, dan iOS, Linux adalah sebuah sistem operasi. Bahkan, salah satu
platform mobile paling populer di dunia, Android, juga dibangun
berdasarkan kernel Linux. Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang
bertugas mengelola semua sumber daya perangkat keras pada komputer.
Sederhananya, sistem operasi mengelola komunikasi antara perangkat lunak dan
perangkat keras, sehingga tanpa adanya sistem operasi, perangkat lunak lain
tidak akan bisa berfungsi.
Sistem operasi
Linux memiliki dua jenis antarmuka, yaitu antarmuka grafis (GUI) dan antarmuka
baris perintah (CLI). Meskipun GUI lebih mudah digunakan karena interaksi
visual menggunakan mouse, penguasaan CLI di terminal tetap menjadi hal
yang paling mendasar dan penting dalam Linux. Eksekusi instruksi melalui
terminal jauh lebih ringan, cepat, dan tidak memakan banyak memori sistem
dibandingkan penggunaan GUI.
Pada praktikum ini, distribusi (distro) Linux yang
digunakan adalah Ubuntu. Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux paling
populer yang dirancang untuk penggunaan desktop maupun server.
Distro ini menawarkan antarmuka pengguna yang sederhana, mudah digunakan, dan
memiliki dukungan komunitas yang sangat luas untuk berbagai aplikasi.
Melalui
praktikum ini, simulasi pengelolaan berkas dilakukan mulai dari pengenalan
struktur direktori, pengisian teks ke dalam file menggunakan operator
pengarah (redirection), hingga pemantauan status penggunaan perangkat
keras seperti kapasitas penyimpanan dan memori. Pemahaman terhadap logika kerja
perintah dasar ini sangat penting agar pengguna dapat berinteraksi dengan
sistem operasi secara aman, efektif, dan mampu meminimalkan risiko kesalahan
fatal saat melakukan manipulasi data.
Disusun oleh:
Nikolas Tiar
Banjarnahor (25051204056)
Muhammad Nur Fajri
(25051204016)
Habibi (25051204058)
Talitha Zahra A.
P. (25051204064)
Bab I : Pendahuluan
1.
Latar Belakang
Dalam dunia pengembangan software
dan manajemen sistem, persiapan alat-alat yang diperlukan untuk tugas itu
sangat penting. Sang penguna dapat menginstall sebuah distribusi Linux dari
awal dan menyiapkannya untuk memenuhi kerperluan. Namun, cara ini (menginstall
dari awal) sangat tidak efisien ketika anda bekerja dalam tim, dimana semua
orang perlu alat dan bahan yang sama, penyiapan dan pengaturan konfigurasi
sistem tiap sistem dan tiap member tim sangat lah memakan waktu dan tidak
efisien. Penyiapan lingkungan kerja yang mencakup instalasi desktop
environment (seperti KDE Plasma), compiler (seperti GCC untuk C++),
library development custom, hingga penyesuaian modul kernel untuk hardware
yang dimiliki membutuhkan otomatisasi. Pendekatan remastering
tradisional sering kali mengandalkan modifikasi manual pada sistem yang sedang
berjalan dan membungkusnya kembali, yang rentan terhadap galat dan sulit
direproduksi.
Sebagai solusi, image builder deklaratif
seperti KIWI-NG (Next Generation) digunakan. Dengan memanfaatkan blueprint
berupa file XML, proses pembuatan distribusi yang dikonfigurasi untuk memenuhi
keperluan dapat dilakukan secara terstruktur (Infrastructure as Code). Ini
menjamin bahwa setiap hasil kompilasi akan selalu bersih, konsisten, dan siap
di-deploy ke berbagai perangkat dengan konfigurasi yang presisi. Dalam laporan
ini, kami akan remastering Fedora Linux 44 dengan KIWI-NG ini.
PENGGUNAAN COMMAND LINE INTERFACE
PADA LINUX
Disusun oleh:
1.
Muhammad
Nur Fajri (25051204016)
2.
Habibi
(25051204058)
3.
Nikolas
Tiar Banjarnahor (25051204056)
4.
Talitha
Zahra A. P. (25051204064)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan teknologi informasi
yang semakin pesat membuat kita untuk memiliki pemahaman dasar dalam mengoperasi
sistem komputer, khususnya pada sistem operasi Linux. Skill yang perlu dikuasai
adalah penggunaan CLI atau Command
Line Interface, yang memungkinkan pengguna untuk
berinteraksi langsung dengan sistem melalui perintah teks. CLI menjadi dasar
dalam pengembangan perangkat lunak.
Dalam proses pembelajaran,
penggunaan mesin virtual seperti VirtualBox menjadi solusi yang efektif untuk
melakukan simulasi tanpa harus mengubah sistem operasi utama pada komputer.
Dengan VirtualBox, pengguna dapat menjalankan sistem operasi lain, salah
satunya Fedora yang merupakan distribusi Linux yang banyak digunakan untuk
pembelajaran dan pengembangan.
Melalui praktikum ini, pembelajaran
CLI dasar pada sistem operasi Linux dilakukan dengan bantuan VirtualBox sebagai
media virtualisasi. Hal ini bertujuan agar pengguna dapat memahami perintah –
perintah dasar dalam CLI, mengenal struktur sistem Linux, dan meningkatkan kemampuan
dalam mengoperasikan sistem secara efisien dan fleksibel tanpa risiko terhadap
sistem utama.