DISUSUN OLEH:
Ahmad Aditya Ardiansyah (25051204203)
Rahmat Arif Anwar (25051204156)
Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar (25051204181)
Zahra Nessa Airienne (25051204162)
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan industri game development (pengembangan game) saat ini menuntut efisiensi tinggi dalam penyediaan lingkungan kerja (environment). Seorang game developer membutuhkan berbagai perangkat lunak khusus seperti game engine (misalnya Godot, Unity, atau Unreal Engine), pustaka pemrograman (seperti Pygame atau SFML), hingga alat aset digital (Blender, GIMP). Melakukan instalasi perkakas ini satu per satu pada banyak perangkat komputer tentu tidak efisien dan rentan terhadap masalah kompatibilitas library.
Sistem operasi berbasis open-source seperti Ubuntu Linux menawarkan stabilitas dan performa yang solid untuk kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Keunggulan ini dapat dioptimalkan melalui proses remastering, yaitu teknik memodifikasi paket aplikasi, tema, dan konfigurasi bawaan sistem operasi mentah (stock ISO) untuk menciptakan sebuah distribusi baru yang kustom dan siap pakai sesuai kebutuhan spesifik penggunanya.
B. Tujuan Praktikum
a. Memahami konsep dasar dan tahapan proses remastering pada sistem operasi berbasis Linux (khususnya Ubuntu).
b. Mampu membangun lingkungan kerja (environment) sistem operasi yang terintegrasi dengan perkakas khusus untuk kebutuhan game development.
c. Menguasai pemanfaatan perangkat lunak virtualisasi Oracle VM VirtualBox dalam melakukan instalasi, konfigurasi, dan pengujian sistem operasi hasil modifikasi.
d. Menghasilkan berkas citra kustom (Custom ISO) Ubuntu Linux yang siap didistribusikan kepada lingkungan pengembang gim.
C. Manfaat Praktikum
a. Meningkatkan pemahaman teknis mengenai struktur sistem operasi Linux, manajemen paket, serta keterampilan praktis dalam mengelola mesin virtual.
b. Efisiensi Waktu dan Tenaga: Memberikan solusi efisien dalam menyiapkan lingkungan kerja game development, di mana seluruh perkakas (seperti Unity Hub, Blender, dan VS Code) dirangkum dalam satu Custom ISO yang siap pakai (out-of-the-box), menghindari kerumitan instalasi manual satu per satu di banyak perangkat.
c. Simulasi Praktik Industri: Membekali mahasiswa dengan pemahaman nyata mengenai teknologi virtualisasi menggunakan Oracle VM VirtualBox sebagai media simulasi pengujian yang aman (testing environment) sebelum sistem operasi kustom didistribusikan ke perangkat keras fisik.
BAB II LANDASAN TEORI
A. Sistem Operasi Linux dan Ubuntu
Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas melakukan manajemen perangkat keras, menjembatani interaksi antara pengguna dengan perangkat komputer, serta mengeksekusi program aplikasi. Linux merupakan salah satu kernel sistem operasi bertipe mirip Unix (Unix-like) yang bersifat open-source (sumber terbuka) dan didistribusikan di bawah lisensi GNU General Public License (GPL). Sifat sumber terbuka ini memberikan kebebasan penuh bagi para pengembang untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode sumber sistem operasi sesuai dengan kebutuhan spesifik kelompok pengguna tertentu.
Ubuntu merupakan salah satu distribusi (distro) Linux populer berbasis Debian yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu didesain untuk memberikan lingkungan kerja yang stabil, ramah pengguna (user-friendly), serta memiliki dukungan komunitas dan repositori paket perangkat lunak yang sangat luas. Karakteristik ini menjadikan Ubuntu sebagai fondasi yang ideal untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sistem operasi khusus, termasuk untuk lingkungan pengembangan aplikasi dan gim.
B. Konsep Remastering Sistem Operasi
Remastering adalah sebuah proses teknis untuk membuat salinan atau distribusi sistem operasi baru dengan cara memodifikasi paket aplikasi, tema visual, konfigurasi sistem, dan berkas bawaan dari sistem operasi mentah (stock ISO) yang sudah ada. Berbeda dengan instalasi sistem operasi biasa yang dilakukan secara individual di setiap komputer, hasil akhir dari proses remastering adalah sebuah berkas citra disk baru (berformat .iso) yang sudah bersifat out-of-the-box.
Dalam siklus pengembangan perangkat lunak, teknik remastering memberikan efisiensi yang signifikan. Dibandingkan harus melakukan instalasi perangkat lunak satu per satu pada banyak komputer secara manual, tim administrator dapat membuat satu ISO kustom hasil remastering yang sekali pasang langsung menyediakan seluruh kebutuhan perkakas kerja siap pakai. Pada sistem operasi berbasis Ubuntu, inti dari proses ini melibatkan manipulasi SquashFS, yaitu sistem berkas terkompresi yang bersifat read-only yang digunakan selama proses Live CD/Installer berjalan.
C. Lingkungan Chroot (Change Root)
Chroot (Change Root) adalah sebuah operasi pada sistem operasi Unix dan Linux yang berfungsi untuk mengubah direktori root virtual bagi proses yang sedang berjalan saat ini beserta proses turunannya. Proses yang dijalankan di dalam lingkungan chroot tidak dapat mengakses berkas atau perintah di luar direktori root buatan yang telah ditentukan tersebut. Lingkungan terisolasi ini sering disebut sebagai Chroot Jail.
Dalam konteks remastering menggunakan aplikasi Cubic, chroot memegang peranan krusial. Ketika berkas SquashFS dari ISO Ubuntu asli diekstrak ke dalam folder proyek di
komputer host, Cubic akan membuka
terminal di dalam direktori hasil ekstraksi tersebut menggunakan perintah chroot. Melalui terminal ini, praktikan
dapat bertindak seolah-olah sedang masuk dan mengoperasikan sistem operasi baru
tersebut secara langsung. Semua aktivitas seperti melakukan pembaruan indeks
repositori (apt update), memasang aplikasi baru (apt install), atau menghapus
paket bawaan (apt remove) akan tersimpan langsung di dalam struktur direktori
kustom yang nantinya dikompresi kembali menjadi ISO baru.
D. Lingkungan Pengembangan Gim (Game Development Environment)
Pengembangan gim (game development) merupakan proses multitahap yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari pemrograman, desain grafis, pemodelan 3D, animasi, hingga penataan audio. Untuk membangun sebuah lingkungan kerja yang optimal bagi seorang game developer, diperlukan integrasi beberapa komponen perangkat lunak utama, antara lain:
1. Game
Engine (Unity Hub & Unity Engine): Engine
gim bertindak sebagai kerangka kerja utama untuk menyatukan aset grafis, logika
permainan, sistem fisika, dan audio. Unity Hub digunakan sebagai pengelola
versi instalasi Unity Engine sekaligus manajemen proyek gim yang dikembangkan.
Di platform Linux, jalannya engine
ini membutuhkan dukungan berbagai dependensi pustaka grafis seperti Mesa OpenGL (libgl1, libglu1-mesa) dan
subsistem audio (libasound2, libpulse0).
2. Integrated
Development Environment / Code Editor (Visual Studio Code & .NET SDK):
Editor kode digunakan untuk menuliskan skrip logika permainan. Unity
menggunakan bahasa pemrograman C# sebagai bahasa skrip utamanya, sehingga
sistem operasi wajib dilengkapi dengan .NET
SDK sebagai lingkungan eksekusi dan kompilasi kode C#.
3. 3D Modelling Tool (Blender): Perkakas bersumber terbuka yang digunakan oleh seniman gim (game artist) untuk membuat aset tiga dimensi, melakukan penataan tekstur (texturing), hingga pembuatan animasi karakter yang akan diimpor ke dalam game engine.
E. Teknologi Virtualisasi dan Oracle VM VirtualBox
Virtualisasi adalah sebuah teknologi yang memungkinkan pembuatan representasi virtual dari perangkat keras fisik, termasuk komputer, media penyimpanan, dan jaringan. Melalui lapisan perangkat lunak bernama Hypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM), satu perangkat komputer fisik (host computer) dapat menjalankan beberapa sistem operasi terisolasi (guest operating system) secara
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak hypervisor tipe 2 (Hosted Hypervisor) bersumber terbuka yang dieksekusi di atas sistem operasi utama host. VirtualBox menyediakan fasilitas untuk mengalokasikan sumber daya perangkat keras fisik—seperti kapasitas memori utama (RAM), jumlah inti prosesor (CPU core), dan ruang penyimpanan virtual (Virtual Hard Disk)—kepada mesin virtual (VM) yang dibuat. Dalam praktikum remastering, VirtualBox berfungsi sebagai media pengujian yang aman. Praktikan dapat melakukan pengujian fungsionalitas (testing) berkas ISO kustom untuk melihat proses instalasi, kesesuaian konfigurasi wallpaper, dan kestabilan jalannya aplikasi pengembangan gim tanpa perlu melakukan instalasi pada perangkat keras fisik komputer asli.
BAB III PEMBAHASAN
A. Langkah - Langkah Prosedur
1) Cek spek komputer ```bash free -h # cek RAM
df -h # cek penyimpanan
nproc # cek jumlah CPU core
2) Download ISO Ubuntu https://ubuntu.com/download/desktop
3) Install Cubic ```bash sudo apt-add-repository universe sudo apt- add-repository ppa:cubic-wizard/release sudo apt update sudo apt install cubic -y
4) Buat folder project```bash mkdir -p ~/remaster-cindapix
MULAI REMASTERING
5) Jalankan Cubic
6) Pilih directory yang dibuat tadi** ~/remaster-cindapix
7) Pilih file ISO Ubuntu yang sudah didownload
8) Tunggu proses ekstrak ISO dan filesystem squashfs selesai
CUSTOMISASI
(semua command di bawah dijalankan di dalam
lingkungan chroot Cubic)
9) Update sistem dasar```bash apt update apt upgrade -y
10) Hapus aplikasi yang tidak diperlukan bash apt remove --purge 'libreoffice*' -y apt autoremove -y apt clean
11) Install Blender ```bash apt install blender -y
12) Install VS Code
```bash
wget -qO - https://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc | gpg
--dearmor -o /usr/share/keyrings/microsoft-archive-keyring.gpg
echo"deb[arch=amd64
signed-by=/usr/share/keyrings/microsoft-archive-keyring.gpg]
https://packages.microsoft.com/repos/code stable main" >/etc/apt/sources.list.d/vscode.list apt update apt install code -y
13) Install .NET SDK (untuk C# di Unity)
https://packages.microsoft.com/config/ubuntu/24.04/packages- microsoft-p rod.deb -O /tmp/packages-microsoft-prod.deb
dpkg -i /tmp/packagesmicrosoft-prod.debrm/tmp/packagesmic rosoft-prod.deb
apt update
apt install dotnet-sdk-10.0 -y
14) Install Unity Hub
```bash
wget -qO - https://hub.unity3d.com/linux/keys/public | gpg -- dearmor -o
/usr/share/keyrings/unity-archive-keyring.gpg
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/unity-archive- keyring.gpg] https://hub.unity3d.com/linux/repos/deb stablemain"> /etc/apt/sources.list.d/unityhub.list apt update apt install unityhub -y
15) Install dependency Unity di Linux
```bash
apt install libgl1 libglu1-mesa
libxcursor1 libxinerama1 libxrandr2 libxi6 libasound2t64 libpulse0 -y
16)
Install tema dan icon
```bash
apt install arc-theme papirus-icon-theme -y
17) Bersihkan cache dan sisa instalasi
```bashapt autoremove -yapt cleanrm -rf /tmp/* /var/tmp/*
18)
Set tampilan
-
logo boot di host
sudo cp
/home/rahmat/Downloads/logo-small.png/home/rahmat/
remaster-cindapix/custom-root/usr/share/plymouth/themes/s
pinner/bgrt-fallback.png
-
konfigurasi plymouth di chroot rm -f /etc/alternatives/default.plymouth
ln
-sf /usr/share/plymouth/themes/bgrt/bgrt.plymouth
/etc/alternatives/default.plymouth
-
sed -i
's/GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="/GRUB_CMD
LINE_LINUX_DEFAULT="bgrt_disable /'
/etc/default/gr
ub
ganti wallpaper di host sudo cp /home/rahmat/Downloads/837896.png
/home/rahmat/remaster-cindapix/custom-root/usr/share/bac kgrounds/warty-final-ubuntu.png
-
ganti watermark sudo cp
/home/rahmat/Downloads/watermark.png /home/rahmat/remaster-cindapix/custom-root/usr/share/ply
mouth/themes/spinner/watermark.png
di Cubic, masuk menu Boot buka folder boot/grub/
edit
kedua file GRUB.
FINALISASI
19)
Kembali ke Cubic, klik Next
Semua baris yang ada quiet
splash tambahkan bgrt_disable
sebelumnya:
contoh --- bgrt_disable quiet splash
20) Pilih compression
21)
Atur Informasi iso
Nama distro, versi, nama file output, dll
22) Generate
UJI COBA
23)
Install VirtualBox
```bash
sudo apt install virtualbox -y
- atur bagian hardware
-
atur OS yang akan dipakai
24) Buat VM baru di VirtualBox dan mount ISO hasil remaster
25) Done
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan eksperimen yang telah dilakukan pada proses remastering Ubuntu Linux, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
● Proses
remastering menggunakan perkakas
Cubic (Custom Ubuntu ISO Creator)
terbukti efektif untuk memodifikasi stock
ISO Ubuntu Desktop menjadi sebuah sistem operasi kustom yang memiliki
fungsionalitas spesifik.
● Lingkungan
kerja terisolasi (Chroot) di dalam
Cubic memungkinkan praktikan untuk melakukan pembaruan sistem, mengeliminasi
aplikasi bawaan yang tidak diperlukan (bloatware
seperti LibreOffice), serta menyuntikkan konfigurasi skema GLib untuk mengubah default wallpaper secara permanen.
● Distribusi
kustom Ubuntu Linux khusus Game Developer
berhasil dibangun dengan mengintegrasikan berbagai perangkat lunak esensial
pengembangan gim, meliputi Blender (pemodelan 3D),
Visual Studio Code (editor kode),
.NET SDK (dukungan C#), serta Unity Hub beserta pustaka dependensi grafis dan
audio pendukungnya.
● Pemanfaatan
Oracle VM VirtualBox sebagai media uji coba memberikan lingkungan simulasi yang
aman dan efisien untuk memastikan berkas Custom
ISO hasil remastering dapat
berjalan, melakukan proses booting,
dan mengeksekusi seluruh perkakas game
dev dengan stabil sebelum dideploy ke perangkat keras asli (bare-metal computer).
B. Saran
Optimasi Lingkungan Desktop: Untuk rilis remastering selanjutnya, disarankan menggunakan Desktop Environment yang lebih ringan (seperti XFCE pada Xubuntu) agar performa di dalam mesin virtual menjadi jauh lebih responsif, terutama saat game developer perlu memuat dan melakukan render aset 3D yang berat. Implementasi Proyek Spesifik: Distribusi kustom ini kedepannya dapat langsung diimplementasikan untuk memfasilitasi pembuatan proyek game edukasi, seperti pengembangan animasi 3D dan mekanik pemecahan masalah limit matematika menggunakan interaksi kotak portal pada proyek semacam AstroMath Voyager. Ekosistem yang sudah siap pakai membuat tim tidak perlu lagi repot mengatur dependensi engine dari awal. Otomatisasi Instalasi: Dapat dikembangkan skrip auto-installer agar proses instalasi Ubuntu hasil kustomisasi ke perangkat keras asli (bare-metal computer) dapat berjalan secara otomatis tanpa banyak intervensi manual dari pengguna.
































Tidak ada komentar:
Posting Komentar