Jumat, 16 April 2021

Internet Of Things (IOT) : STOP KONTAK PINTAR PENGENDALI LISTRIK BERBASIS ANDROID

STOP KONTAK PINTAR PENGENDALI LISTRIK BERBASIS ANDROID


Mata Kuliah :

Arsitektur & Organisasi Komputer

 

Dosen Pengampu :

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.

 

Disusun oleh :

1. Mela Imroatus Solikhah     (20050974002)

2. Dito Arya Saputra              (20050974038)

3. Seftiani Ayu Lestari           (20050974054)

4. Serly Ardila                         (20050974056)

5. Achmad Musa Firdaus       (20050974068)

 

Pendidikan Teknologi Informasi 2020 B


Link YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=vrfg7IsrHEI

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Teknologi saat ini sudah sangat maju, mulai dari banyaknya perangkat pintar seperti smartphone, laptop, komputer, printer dan masih banyak yang lainnya. Dari segi  konektivitas,  hampir semua perangkat pintar zaman sekarang sudah menggunakan wireless atau koneksi  tanpa kabel. Mulai dari Infrared, RF (Radio Frequency), NFC (Near Field Communication), Bluetooth, WiFi (Wireless Fidelity) hingga GSM (Global System for Mobile Communication).

Dengan adanya perkembangan-perkembangan yang sangat cepat dalam dunia teknologi, saat ini sudah banyak sekali teknologi yang juga diterapkan pada lingkungan sekitar kita, misalnya di rumah, di mobil, di kantor, bahkan sampai fasilitas-fasilitas umum saat ini sudah banyak menggunakan teknologi untuk memudahkan kegiatannya. Terlebih lagi saat ini muncul IoT yaitu Internet of Things yang berarti “internet dimana saja” yang difokuskan untuk  mengetahui apa  saja permasalahan-permasalahan  di sekitar  kita  yang sekiranya permasalahan tersebut dapat di di atasi dengan adanya teknologi yang ada.

Berdasarkan dari pengamatan penulis mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi  disekitar masyarakat, banyak sekali orang-orang yang menggunakan listrik tanpa mengetahui jelasnya berapa konsumsi listrik yang dipakai untuk melakukan sesuatu tersebut, misalnya  untuk mengecas smartphone atau memasak nasi atau sekedar menonton TV. Sebagian orang terkadang jika sudah sampai pada masa untuk membayar penggunaan listrik mereka, mereka tidak menyangka kalau pemakaiannya terlalu banyak sehingga dapat menimbulkan salah paham diantara pemakai listrik dan penyedia listrik seperti PLN.

Dalam mengatasi permasalahan yang ada penulis membuat makalah yang berjudul “STOP KONTAK PINTAR PENGENDALIAN LISTRIK BERBASIS ANDROID” yaitu stop kontak yang dapat memonitor dan juga mengendalikan listrik yang dipakai melalui Handphone Android pengguna. Sehingga pengguna dapat mengetahui dengan jelas tentang semua informasi-informasi yang ada pada penggunaan listrik sehingga dapat memonitoring dan mengendalikan listrik tersebut supaya sesuai dengan kebutuhan. Pembuatan alat ini menggunakan android sebagai media penerima semua informasi-informasi yang didapatkan melalui hardwarenya, karena pada saat ini pengguna android sudah sangat banyak sekali dan juga cukup mudah dalam pembuatan maupun penggunaannya sendiri.

 

1.2  Rumusan Masalah

Berikut rumusan masalah yang penulis dapat berdasarkan latar belakang diatas:

a.      Apa yang dimaksud dengan IOT?

b.     Apa saja alat dan bahan yang digunakan untuk membuat rangkaian stop kontak pintar?

c.      Aplikasi apa yang digunakan pada rangkaian stop kontak pintar?

d.     Bagaimana cara membuat rangkaian stop kontak pintar?

1.3  Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang ada, tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:

a.      Mempelajari lebih dalam mengenai apa itu IOT.

b.     Mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan rangkaian stop kontak pintar.

c.      Memahami software yang digunakan dalam pembuatan stop kontak pintar.

d.     Memahami cara pembuatan rangkaian stop kontak pintar.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian IOT

Internet of things adalah suatu konsep atau program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat komputer dan manusia.

a.     Unsur-unsur IOT

·       Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia berarti kecerdasan buatan merupakan sebuah penemuan yang dapat memberikan kemampuan bagi setiap teknologi atau mesin untuk berpikir (menjadi “smart”). Jadi, AI disini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data, pemasangan jaringan, dan pengembangan algoritma dari kecerdasan buatan.


·       Konektivitas

Konektivitas atau biasa disebut dengan hubungan koneksi antar jaringan. Di dalam sebuah sistem IoT yang terdiri dari perangkat kecil, setiap sistem akan saling terhubung dengan jaringan. Sehingga dapat menciptakan kinerja yang lebih efektif dan efisien.


·       Perangkat ukuran kecil

Perkembangan teknologi masa kini, semakin kecil sebuah perangkat maka akan menghasilkan biaya yang lebih sedikit, namun efektifitas dan skalabilitas menjadi tinggi. Sehingga di masa yang akan datang, manusia dapat lebih mudah menggunakan perangkat teknologi berbasis IoT dengan nyaman, tepat, dan efisien.


·       Sensor

Sensor merupakan unsur yang menjadi pembeda dari IoT dengan mesin canggih yang lain. Dengan adanya sensor, mampu untuk mendefinisikan sebuah instrumen, yang mana dapat mengubah IoT dari jaringan standar yang cenderung pasif menjadi sistem aktif yang terintegrasi dengan dunia nyata.


·       Keterlibatan aktif

Banyak mesin modern yang masih menggunakan keterlibatan (engagement) secara pasif. Namun, yang menjadi pembeda dari mesin yang lain, IoT telah menerapkan metode paradigma aktif dalam berbagai konten, produk, serta layanan yang tersedia.


b.     Fungsi IOT dalam Kehidupan Sehari-hari

•    Bidang Kesehatan

Contoh Internet of Things yang pertama dalam bidang kesehatan. Saat ini, banyak sekali teknologi advanced yang dapat membantu kinerja dari dokter maupun tenaga medis. IoT juga membuat sebuah terobosan baru dalam pengembangan mesin dan alat medis untuk mendukung kinerja dari tenaga medis agar lebih efektif, tepat, dan mengurangi resiko kesalahan. Salah satu contoh dari keberadaan IoT dalam dunia kesehatan adalah untuk mendeteksi pasien yang kemungkinan mengalami kejang, tremor, pendataan detak jantung, mengukur kadar gula tubuh, mengecek suhu tubuh dan lain sebagainya.

•    Transportasi

Teknologi cerdas juga telah mencapai bidang transportasi umum. Biasanya selalu mengendarai sebuah mobil sendiri sesuai dengan aturan dan kemampuan berkendara yang telah anda pelajari. Namun, apakah anda sudah mengetahui saat ini ada penemuan terbaru, dimana dapat menjalankan mobil tanpa mengemudi sendiri. Mobil tersebut dapat berjalan sendiri sesuai dengan prosedur dan terprogram dengan baik. Jadi, anda dapat merasakan sensasi seperti pada sistem autopilot di pesawat. Tahap pengembangan kendaraan tersebut masih diujicobakan di beberapa negara maju.

c.      Manfaat IOT

•    Memudahkan proses konektivitas

Manfaat IoT yang pertama adalah memudahkan dalam proses konektivitas antar perangkat atau mesin. Semakin koneksi antar jaringan baik, maka sistem perangkat dapat berjalan dengan lebih cepat dan fleksibel.

•    Ketercapaian efisiensi

Manfaat internet of things yang kedua adalah tercapainya efisiensi kerja. Semakin banyak konektivitas jaringan yang terbentuk, semakin kecil pula jumlah penurunan waktu untuk melakukan tugas. Sehingga, aktivitas dan kinerja manusia menjadi lebih terbantu dengan adanya IoT.

•   Meningkatkan efektivitas monitoring kegiatan

Dengan menggunakan internet of things, efektivitas untuk mengontrol dan monitoring sebuah pekerjaan menjadi lebih mudah. Selain itu, teknologi cerdas juga mampu untuk memberikan rekomendasi atau alternatif pekerjaan yang lebih mudah bagi pengguna.

 


 

2.2  Alat dan Bahan dalam Pembuatan Rangkaian Stop Kontak Pintar

a.     Alat

No

Alat

Picture

1.      

Laptop



2.      

Handphone



3.      

Gunting



4.      

Solder



5.      

Timah Solder






b.     Bahan

No

Alat

Picture

1.      

Kabel serabut



2.      

Relay Module 4 Channel Wemos



3.      

D1 Mini Board (ESP8266) 1x8



4.      

Male Pin Header (Included with Wemos)



5

Tact switch 6x6x12mm



 

2.3  Aplikasi yang Digunakan dalam Pembuatan Rangkaian Stop Kontak Pintar

a.     Blynk (old)

 




Aplikasi Blynk adalah aplikasi untuk iOS dan OS Android untuk mengontrol Arduino, NodeMCU, Raspberry Pi dan sejenisnya melalui Internet. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat hardware, menampilkan data sensor, menyimpan data, visualisasi, dan lain-lain. Aplikasi Blynk memiliki 3 komponen utama yaitu Aplikasi, Server, dan Libraries. Blynk server berfungsi untuk menangani semua komunikasi diantara smartphone dan hardware. Widget yang tersedia pada Blynk diantaranya adalah Button, Value Display, History Graph, Twitter, dan Email. Blynk tidak terikat dengan beberapa jenis micro controller namun harus didukung hardware yang dipilih. Node MCU dikontrol dengan Internet melalui WiFi, chip ESP8266, Blynk akan dibuat online dan siap untuk Internet of Things.

 

b.     Installed Arduino IDE Software

 


Arduino IDE (Integrated Development Environment) adalah software yang digunakan untuk memprogram di arduino, dengan kata lain Arduino IDE sebagai media untuk memprogram board Arduino. Arduino IDE bisa di download secara gratis di website resmi Arduino IDE. Arduino IDE ini berguna sebagai text editor untuk membuat, mengedit, dan juga memvalidasi kode program, bisa juga digunakan untuk upload ke board Arduino. Kode program yang digunakan pada Arduino disebut dengan istilah Arduino “sketch” atau disebut juga source code arduino, dengan ekstensi file source code.ino.

 

2.4  Tutorial Pembuatan Rangkaian Stop Kontak Pintar

 

a.      Pada modul weemos D1, sambungkan kabel Pelangi 6 jalur dengan cara mensoldernya pada bagian:

·       5V

·       D5

·       D6

·       D7

·       D8

·       GND


b.     Lalu, sambungkan kabel tersebut ke modul relay dengan cara yang sama, yaitu mensoldernya pada bagian;

·       VCC

·       IN1

·       IN2

·       IN3

·       IN4

·       GND


c.      Setelah kabel kabel sudah terpasang pada modul weemos dan relay, pasang kabel serabut dari colokan menuju modul relay. Dengan cara membuka colokan, lalu solder kabel serabut pada bagian yang diinginkan dan tutup kembali colokan tersebut.


d.     Setelah semua kabel terpasang pada tempatnya. Masukkna codingan yang dibuat kedalam weemos agar colokan pintar bisa bekerja.


e.      Setelah codingan sudah berhasil dimasukkan dan berjalan lancar, inisiasikan dengan mengunakan aplikasi blynk.

 

2.5  Codingan yang Digunakan dalam Pembuatan Rangkaian Stop Kontak Pintar

 

2  #define BLYNK_PRINT Serial           

3  #include <ESP8266WiFi.h>

4  #include <BlynkSimpleEsp8266.h>

5  #include <ESP8266mDNS.h>  // For OTA with ESP8266

6  #include <WiFiUdp.h>  // For OTA

7  #include <ArduinoOTA.h>  // For OTA

10 BlynkTimer timer;

11

12 void checkPhysicalButton();

13

14 int relay0State = HIGH;

15 int pushButton0State = HIGH;

16

17 int relay1State = HIGH;

18 int pushButton1State = HIGH;

19

20 int relay2State = HIGH;

21 int pushButton2State = HIGH;

22

23 int relay3State = HIGH;

24 int pushButton3State = HIGH;

25

26

27 #define AUTH "SnIEqW9KWkQRbaWEtkyBoXcFO1mR2qs8"         // You should get Auth Token in the Blynk App. 

28 #define WIFI_SSID "realme C25"        //Enter Wifi Name

29 #define WIFI_PASS "ayuayuyu"        //Enter wifi Password

30

31

32 #define SERVER "blynk-cloud.com "                // Comment-out if use Blynk hosted cloud service

33 #define PORT 8442

34

35 #define PUSH_BUTTON_0      5   //D1

36 #define PUSH_BUTTON_1      4   //D2

37 #define PUSH_BUTTON_2      0   //D3

38 #define PUSH_BUTTON_3      15  //D8

39

40 #define RELAY_PIN_0    16   //D0

41 #define RELAY_PIN_1    14   //D5

42 #define RELAY_PIN_2    12   //D6

43 #define RELAY_PIN_3    13   //D7

44

45 #define LED_WIFI       2    //D4

46

47 #define VPIN_BUTTON_0    V12

48 #define VPIN_BUTTON_1    V13

49 #define VPIN_BUTTON_2    V14

50 #define VPIN_BUTTON_3    V15 

51

52 #define OTA_HOSTNAME "SwitchIoT 4CH"

53 BLYNK_CONNECTED() {

54   // Request the latest state from the server

55

56   Blynk.syncVirtual(VPIN_BUTTON_0);

57   Blynk.syncVirtual(VPIN_BUTTON_1);

58   Blynk.syncVirtual(VPIN_BUTTON_2);

59   Blynk.syncVirtual(VPIN_BUTTON_3);

60

61 // Alternatively, you could override server state using:

62 // Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_0, relay0State);

63 // Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_1, relay1State);

64 // Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_2, relay2State);

65 // Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_3, relay3State);

66

67 }

68

69 // When App button is pushed - switch the state

70

71

72 BLYNK_WRITE(VPIN_BUTTON_0) {

73   relay0State = param.asInt();

74   digitalWrite(RELAY_PIN_0, relay0State);

75 }

76 BLYNK_WRITE(VPIN_BUTTON_1) {

77   relay1State = param.asInt();

78   digitalWrite(RELAY_PIN_1, relay1State);

79 }

80

81 BLYNK_WRITE(VPIN_BUTTON_2) {

82   relay2State = param.asInt();

83   digitalWrite(RELAY_PIN_2, relay2State);

84 }

85 BLYNK_WRITE(VPIN_BUTTON_3) {

86   relay3State = param.asInt();

87   digitalWrite(RELAY_PIN_3, relay3State);

88 }

89

90 void checkPhysicalButton() {

91  

92   if (digitalRead(PUSH_BUTTON_0) == LOW) {

93     // pushButton0State is used to avoid sequential toggles

94     if (pushButton0State != LOW) {

95

96       // Toggle Relay state

97       relay0State = !relay0State;

98       digitalWrite(RELAY_PIN_0, relay0State);

99

100            // Update Button Widget

101            Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_0, relay0State);

102          }

103          pushButton0State = LOW;

104        } else {

105          pushButton0State = HIGH;

106        }

107       

108        if (digitalRead(PUSH_BUTTON_1) == LOW) {

109          // pushButton1State is used to avoid sequential toggles

110          if (pushButton1State != LOW) {

111     

112            // Toggle Relay state

113            relay1State = !relay1State;

114     

115            digitalWrite(RELAY_PIN_1, relay1State);

116     

117            // Update Button Widget

118            Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_1, relay1State);

119          }

120          pushButton1State = LOW;

121        } else {

122          pushButton1State = HIGH;

123        }

124     

125        if (digitalRead(PUSH_BUTTON_2) == LOW) {

126          // pushButton2State is used to avoid sequential toggles

127          if (pushButton2State != LOW) {

128     

129            // Toggle Relay state

130            relay2State = !relay2State;

131            digitalWrite(RELAY_PIN_2, relay2State);

132     

133            // Update Button Widget

134            Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_2, relay2State);

135          }

136          pushButton2State = LOW;

137        } else {

138          pushButton2State = HIGH;

139        }

140     

141        if (digitalRead(PUSH_BUTTON_3) == HIGH) {

142          // pushButton3State is used to avoid sequential toggles

143          if (pushButton3State != LOW) {

144     

145            // Toggle Relay state

146            relay3State = !relay3State;

147            digitalWrite(RELAY_PIN_3, relay3State);

148     

149            // Update Button Widget

150            Blynk.virtualWrite(VPIN_BUTTON_3, relay3State);

151          }

152          pushButton3State = LOW;

153        } else {

154          pushButton3State = HIGH;

155        }

156      }

157     

158     

159      void setup() {

160        Serial.begin(115200);

161        Blynk.begin(AUTH, WIFI_SSID, WIFI_PASS,"blynk-cloud.com", 8442);

162        ArduinoOTA.setHostname(OTA_HOSTNAME);  // For OTA - Use your own device identifying name

163        ArduinoOTA.begin();  // For OTA

164     

165        pinMode(RELAY_PIN_0, OUTPUT);

166        pinMode(PUSH_BUTTON_0, INPUT_PULLUP);

167        digitalWrite(RELAY_PIN_0, relay0State);

168     

169     

170        pinMode(RELAY_PIN_1, OUTPUT);

171        pinMode(PUSH_BUTTON_1, INPUT_PULLUP);

172        digitalWrite(RELAY_PIN_1, relay1State);

173     

174     

175        pinMode(RELAY_PIN_2, OUTPUT);

176        pinMode(PUSH_BUTTON_2, INPUT_PULLUP);

177        digitalWrite(RELAY_PIN_2, relay2State);

178     

179     

180        pinMode(RELAY_PIN_3, OUTPUT);

181        pinMode(PUSH_BUTTON_3, INPUT);

182        digitalWrite(RELAY_PIN_3, relay3State);

183     

184        pinMode(LED_WIFI, OUTPUT);

185     

186        // Setup a function to be called every 100 ms

187        timer.setInterval(500L, checkPhysicalButton);

188      }

189     

190      void loop() {

191        if (Blynk.connected()) digitalWrite(LED_WIFI, LOW);

192        else digitalWrite(LED_WIFI, HIGH);

193         

194        Blynk.run();

195        ArduinoOTA.handle();  // For OTA

196        timer.run();

197      }

198     

*Untuk codingan lebih jelasnya bisa dilihat pada link berikut:

https://github.com/Yuki3042/Koding-Stop-Kontak-Pintar






BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembuatan rangkaian stop kontak pintar berbasis android ini sepenuhnya penulis membuat menggunakan software blynk dan installed Arduino IDE Software. Dalam pembuatan alat ini menggunakan alat dan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar penulis. Dan   penulis merasa sangat tertantang oleh adanya Ujian Akhir ini akan tetapi keterbatasan pengetahuan tentang tool-tool yang  terdapat  Blynk dan Ardoino IDE   maka    penulis   hanya   bisa membuat makalah ini sederhana yang diharapkan dapat membantu mahasiswa lain untuk  belajar secara mandiri, dan tentu  berkompeten  dalam  bidang  tersebut. Dengan dibuatnya       rangkaian stop kontak pintar ini dapat memudahkan dan meminimalisir kelalaian dalam penggunaan listrik.

 

 

 

 

LAMPIRAN



Foto semua anggota kelompok

 



Foto hasil projek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar