Selasa, 20 April 2021

RANGKAIAN IoT ALARM KEBAKARAN MENGGUNAKAN NODE MCU DAN APLIKASI BLYNK


Mata Kuliah : Arsitektur dan Organisasi Komputer

Dosen Pengampu : Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.

 

Disusun oleh :

            1. Shifly Inner Beauty          (20051204063)
            2. Dyah Wahyu Permatasari (20051204079)
            3. Duta Alif Gunawan          (20051204091)
            4. Zulfa Maydini Catrin       (20051204103)

 

ABSTRAK

Peristiwa kebakaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa dapat diprediksikan. Alarm kebakaran memang sangat berguna dalam memberikan peringatan saat terjadi kebakaran. Namun, alarm kebakaran hanya dapat diketahui dikawasan tertentu saja, sehingga kita tidak dapat mengetahui terjadinya kebakaran saat kita tidak berada dikawasan tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi dan internet, Internet of Things dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah tersebut. Dengan menggunaan NodeMcu ESP8266 yang merupakan Microcontroller yng sudah dilengkapi dengan module wifi didalamnya sehingga dapat tersambung dengan internet, serta aplikasi Blynk yang diprogram untuk memberikan peringatan adanya kebakaran saat flame sensor mendeteksi keberadaan api disekitarnya, dengan demikian kita dapat mengetahui terjadi kebakaran dimanapun melalui pemberitahuan dari handphone.

 

Kata Kunci : IoT (Internet of things), Microcontroller

 

BAB I

PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Internet of Things (IoT) sangat memudahkan segala pekerjaan manusia karena kemampuan mengontrol peralatan elektronik dari jarak jauh menggunakan media internet, dimana pengguna dapat mengelola dan mengoptimalkan penggunaan peralatan elektronik dan listrik yang menggunakan internet. Hal ini tentu saja akan membuat pengguna internet akan semakin meningkat dengan adanya berbagai fasilitas dan layanan internet.

Tantangan utama dalam IoT adalah menjembatani kesenjangan antara dunia fisik dan dunia informasi. Seperti bagaimana mengolah data yang diperoleh dari peralatan elektronik melalui sebuah interface antara pengguna dan peralatan itu, sensor mengumpulkan data mentah fisik dari scenario real time dan mengonversikan ke dalam mesin format yang dimengerti sehingga akan mudah dipertukarakan antara berbagai bentuk format data (Thing) (Suresh, Daniel, & Aswathy, 2014).

Internet of Things dalam penerapannya juga dapat mengidentifikasi, menemukan, melacak, memantau objek, dan memicu kejadian terkait secara otomatis dan real time. Pengembangan dan penerapan komputer, internet, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi lainnya (TIK) membawa dampak yang besar pada masyarakat manajemen ekonomi, operasi produksi, sosial manajemen dan bahkan kehidupan pribadi. (Q. Zhou & Zhang, 2011).

Dalam pemanfaatannya, IoT dapat diterapkan pada sistem keamanan kebakaran untuk mendeteksi gejala kebakaran, kemudian memberikan peringatan dalam sistem evakuasi yang dapat ditindak lanjuti secara otomatis menggunakan aplikasi yang bernama Blynk yang diprogram dengan sedemikian rupa sehingga dapat dikelola dengan perantara internet.

 

1.2    Luaran yang diharapkan

       Dalam pembuatan Alarm Kebakaran Menggunakan Node MCU dan Aplikasi Blynk/Email ini ada beberapa hal yang diharapkan, antara lain :

a.       Memudahkan kita dalam mendeteksi gejala kebakaran dimanapun.

b.      Memberikan peringatan dalam sistem evakuasi secara otomatis.

c.       Meningkatkan persentase keselamatan korban kebakaran.

1.3 Tujuan 

Proyek IoT ini ditujukan untuk memenuhi nilai Ujian Akhir Semester 2 TI20A. Selain itu, proyek ini juga sebagai penerapan dari mata kuliah Arsitektur Digital dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat lebih praktis dan efisien. Menambah wawasan mengenai Internet of Things dan penerapannya, serta cara kerja perangkat tersebut bagi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

BAB II

METODE PENELITIAN 


3.1 Analisa Alat

1.      Kabel jumper male to male dan male to female

Pengertian kabel jumper adalah kabel elektrik yang memiliki pin konektor di setiap ujungnya dan memungkinkanmu untuk menghubungkan dua komponen yang melibatkan Arduino tanpa memerlukan solder. Intinya kegunaan kabel jumper ini adalah sebagai konduktor listrik untuk menyambungkan rangkaian listrik.Konektor yang ada pada ujung kabel terdiri atas dua jenis yaitu konektor jantan (male connector) dan konektor betina (female connector).

2.      NodeMcu ESP8266

              NodeMCU adalah sebuah platform IoT yang bersifat opensource. Terdiri dari perangkat keras berupa System On Chip ESP8266 dari ESP8266 buatan Esperessif System. NodeMCU bisa dianalogikaan sebagai board arduino yang terkoneksi dengan ESP8622. NodeMCU telah me-package ESP8266 ke dalam sebuah board yang sudah terintergrasi dengan berbagai feature selayaknya microkontroler dan kapalitas ases terhadap wifi dan juga chip komunikasi yang berupa USB to serial. Sehingga dalam pemograman hanya dibutuhkan kabel data USB.

3.      Buzzer

Buzzer merupakan suatu komponen yang dapat menghasilkan suara yang mana apabila diberi tegangan pada input komponen, maka akan bekerja sesuai dengan karakteristik dari alarm yang digunakan. Dalam pembuatan proyek tugas akhir ini, penulis menggunakan buzzer sebagai informasi suara. Hal ini dikarenakan karakteristik dari komponen yang mudah untuk diaplikasikan dan suara yang dihasilkan relatif kuat.

4.      Flame sensor

Flame detector merupakan salah satu alat instrument berupa sensor yang dapat mendeteksi nilai intensitas dan frekuensi api dengan panjang gelombang antara 760 nm ~ 1100 nm. Dalam suatu proses pembakaran pada pembangkit listrik tenaga uap, flame detector dapat mendeteksi hal tersebut dikarenakan oleh komponen-komponen pendukung dari flame detector. Sensor nyala api ini mempunyai sudut pembacaan sebesar 60 derajat, dan beroperasi normal pada suhu 25 – 85 derajat Celcius. 

5.      Bread board

Breadboard merupakan sebuah board atau papan yang berfungsi untuk merancang sebuah rangkaian elektronik sederhana. Breadboard tersebut nantinya akan dilakukan prototipe atau uji coba tanpa harus melakukan solder. keuntungan menggunakan breadboard adalah komponen-komponen yang dirakit tersebut tidak akan mengalami kerusakan. Komponen tersebut juga masih bisa dirangkai kembali untuk membentuk rangkaian yang lainnya. 

6.      Kabel USB

Kabel USB adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan pencetak dan komputer melalui USB. Hubungkan ujung persegi panjang (Type-A) ke komputer, dan ujung bujur sangkar (Type-B) atau oval (Type-C) ke pencetak.


3.2 Analisa Bahan

1.      Laptop

Laptop adalah komputer bergerak (bisa dipindahkan dengan mudah) yang berukuran relatif kecil dan ringan, beratnya berkisar dari 1-6 kg, tergantung ukuran, bahan, dari spesifikasi laptop tersebut, laptop dapat digunakan dalam lingkungan yang berbeda dari komputer.

2.      Smartphone

Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Smartphone hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat penyambung VGA. Dengan kata lain, Smartphone merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.

 

3.3  Metode Pembuatan

1.      Merangkai Pembuatan

Cara merangkai IOT :

  • Siapkan papan breadboard
  • Selanjutnya, siapkan NodeMcu ESP8266 dan sambungkan ke bagian tengah kanan.
  • Lalu, ambil kabel jumper male to male berwarna merah, dan ujung 1 letakkan dibawah flame sensor, ujung 2 letakkan diujung bawah kiri.
  • Lalu, ambil kabel jumper male to male berwarna biru, dan ujung 1 letakkan dibawah flame sensor, ujung 2 letakkan diujung bawah kiri setelah kabel jumper male to male berwarna merah.
  • Lalu, ambil kabel jumper male to male berwarna kuning, dan ujung 1 letakkan dibawah flame sensor, ujung 2 letakkan diujung bawah kiri setelah kabel jumper male to male berwarna biru.
  • Lalu, ambil kabel jumper male to male berwarna kuning, dan ujung 1 letakkan dibawah flame sensor, ujung 2 letakkan diujung bawah kiri setelah kabel jumper male to male berwarna merah.
  • Lalu, ambil kabel jumper male to male berwarna coklat, dan ujung 1 letakkan dibawah agak jauh flame sensor, ujung 2 letakkan diujung bawah kiri setelah kabel jumper male to male berwarna kuning.
  • Selanjutnya, siapkan flame sensor dan sambungkan ke kabel jumper male to male warna warni.
  • Lalu, sambungkan kabel jumper male to male warna warni ke papan bread board
  • Selanjutnya, letakkan buzzer dibagian bawah kiri.
  •  Selanjutnya, sambungkan kabel usb ke NodeMcu ESP8266 dan ujung kabel lainnya ke laptop.

2.      Memrogram Mikrokontroller



PENUTUP


4.1 Kesimpulan

            Dari laporan ini, kita dapat mengetahui mengenai rangkaian IoT alarm kebakaran yang menggunakan Node MCU dan aplikasi Blynk, mengetahui secara dasar apakah yang dimaksud dengan Internet of Things (IoT), lalu menerapkannya dalam pembuatan alarm kebakaran yang dapat menjadikan kehidupan sehari-hari menjadi lebih praktis dan efisien, serta mengetahui cara pembuatannya secara rinci mulai dari alat-alat serta bahan-bahan yang dibutuhkan, hingga metode pembuatannya.

            Diharapkan proyek ini dapat berguna dalam menyeleseikan permasalahan mengenai alarm kebakaran, dan dapat bermanfaat baik untuk sekarang maupun dimasa yang akan datang. Dengan memanfaatkan proyek ini, diharapkan juga dapat meningkatkan keselamatan para korban kebakaran atau bahkan dapat menghindari adanya korban dari kebakaran tersebut berkat proses evakusi yang lebih cepat dan pemantauan yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.


LAMPIRAN

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar