Jumat, 09 April 2021

Internet of Things (IoT) : Smart Access Card dengan Notifikasi Telegram

Smart Access Card dengan

Notifikasi Telegram

 

Mata Kuliah

Arsitektur dan Organisasi Komputer

 

Dosen Pengampu

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.

 

Kelompok 9  - TI 2020B     

Bagas Ahmad Sadewa                     20051204016

Rifki Indra Tamaya                          20051204032

Satria Baladewa Harahap               20051204080 

Dean Sanjaya Surya Putra              20051204082

 

Link Tutorial on YouTube :

 

Fakultas Teknik

Program Studi S1 Teknik Informatika

Universitas Negeri Surabaya

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Dewasa ini,teknologi dan informasi semakin berkembang pesat. Banyaknya kebutuhan masyarakat dan semakin kompleksnya masalah yang dihadapi membuat para ahli IT berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah dengan membuat sistem keamanan yang aman, mudah, dan terintegrasi. Dan di sini, kami ingin mengekplorasi lebih jauh mengenai hal ini melalui project Smart Access Card. Dengan adanya sistem Smart Access Card, maka pengguna bisa membuka ruangan hanya dengan tap to access dengan kartu yang telah terdaftar oleh RFID Reader. Lebih lanjut, pengguna juga akan mendapatkan notifikasi mengenai pintu ruangan apakah sudah tertutup atau belum menggunakan Telegram Messenger.

 

BRumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan IoT?

2.      Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan?

3.      Bagaimana proses pembuatan sensor tersebut?

 

C.  Tujuan Pengujian

1.      Untuk mengetahui definisi dari IoT

2.      Untuk mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sensor  Smart Access                    Card berbasis mikrokontroler

3.      Untuk mengetahui cara kerja sensor kartu akses.

 

  

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Internet of Thing (IoT)

IoT merupakan sebuah jaringan internet yang menyediakan, mengolah dan mentransfer informasi digital yang diperoleh dari peralatan sensor seperti identifikasi radio frekuensi, sensor infra merah, GPS, scanner dan smart meter, Dewi Surnati 2007. Sensor dalam jaringan IoT berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi parameter sebuah peralatan melalui jaringan komunikasi kabel maupun nirkabel sehingga mampu untuk memperoleh data yang akurat serta proses arduino secara real time, Setiawan, A. 2006.

 

B.    Alat dan Bahan :

 

1.       NodeMCU ESP 8266

Node MCU merupakan sebuah platform IoT yang bersifat open source yang terdiri dari perangkat keras berupa sistem on chip, Istilah Node MCU sebenarnya mengacu pada firmware yang digunakan dari perangkat keras development kit, T Widiaman, 2016. Node MCU dianalogikan sebagai board arduinonya ESP8266. dengan spesifikasi : GPIO 13 PIN, micro USB port, dan dilengkapi WIFI

 

2.       Trimpot

Trimpot atau Trimmer potensiometer adalah potensiometer dengan ukuran yang kecil yang biasanya di gunakan untuk adjusment, Tunning atau kalibrasi dalam sebuah rangkaian.

 

3.       RFID Reader/Writer

Modul ini berfungsi sebagai reader maupun writer RFID. Sangat praktis diaplikasikan pada perangkat elektronik Anda. Dengan frekuensi 13.56mHz, modul mampu membaca maupun menulis chip RFID dari jarak dekat. Modul ini dapat membaca kartu atau tag yang didalamnya terdapat chip, pada video ini kami menggunakan KTP.

 

4.       2 Unit Breadboard

Breadboard digunakan untuk meletakkan Node MCU dan RFID

 

5.       Kabel Jumper Male to Male

Kabel ini digunakan untuk menghubungkan Node MCU dengan RFID yang dipasang di breadboard.

 

6.       LCD 16x2

LCD (Liquid Crystal Display) 16x2 adalah jenis media tampilan atau Display dari bahan cairan kristal sebagai penampil utama. LCD 16x2 dapat menampilkan sebanyak 32 karakter yang terdiri dari 2 baris dengan tiap baris menampilkan 16 karakter.

 

7.       Kabel Micro USB

Micro USB adalah versi mini dari antarmuka USB (Universal Serial Bus) yang dikembangkan untuk menghubungkan perangkat kompak dan seluler seperti ponsel cerdas, pemutar MP3, perangkat GPS, printer foto, dan kamera digital.

 

8.       Laptop untuk Coding


Dalam project ini, laptop digunakan untuk meng-coding node mcu.

 

 

C.     Cara Perakitan dan Cara Kerja Smart Access Card

 

1.       Pasang Node MCU ESP8266

kemudian pasang RFID RC52

langkah selanjutnya hubungkan:

pin SDA dengan pin D4

pin SCK dengan pin D5

pin MOSI dengan pin D7

pin MISOdengan pin D6

pin GND dengan pin GND

pin VCC dengan pin 3V

Teliti lagi apakah semua terhubung sesuai gambar rangkaian, Jika sudah langkah berikutnya

Hubungkan Node MCU dengan laptop menggunakan kabel Mikro USB   

 

2.       Koneksi Wifi Hotspot

Pada pembangunan Smart Access Card ini, tahapan pertama yang dilakukan adalah koneksi hotspot wifi (sebagai penyedia layanan internet) dengan mikrokontroler Node Mcu. Tahapan ini berfungsi supaya mikrokontroler. Node MCU bisa menjalankan perannya sebagainya pengendali Internet of Thing. Dari hasil percobaan ini didapatkan hasil berupa nomor IP addres dari mikrokontroler Node MCU adalah 192.168.1.141.

Berikut adalah coding untuk menghubungkan dengan wifi.

#include <ESP8266WiFi.h>

#include <SPI.h>

#include <MFRC522.h>

#define pin_reset 0     

#define pin_ss    2    

#include <WiFiClientSecure.h>

#include <CTBot.h>

 

CTBot myBot;

//wifi

String ssid = "nebeng";

String pass = "yoiyoiyo";

String token = "1760243114:AAEf4tGmHgsvJrj3KggVTx2nKy07Ki-L10";

const int id = 95266963; 

String uidTag = "";

byte buffer1[18];

MFRC522 rfid(pin_ss,pin_reset); 

void setup() {

  Serial.begin(9600);                                          

  SPI.begin();       

  // koneksi nodemcu ke telegram

  myBot.wifiConnect(ssid, pass);

  myBot.setTelegramToken(token);                                      

  rfid.PCD_Init();

}

void loop() {

  baca_rfid();

}

void baca_rfid(){ 

 

    MFRC522::MIFARE_Key key;MFRC522::StatusCode status;

  for (byte i = 0; i < 6; i++) key.keyByte[i] = 0xFF;

  if ( ! rfid.PICC_IsNewCardPresent()) {return;}

  if ( ! rfid.PICC_ReadCardSerial()) {return;}

  myBot.sendMessage(id, "Card Detected");

 

for (byte j = 0; j < rfid.uid.size; j++) {

    char teks[3];

    sprintf(teks, "%02X", rfid.uid.uidByte[j]);

    uidTag += teks;

  }

//  telegram

if(uidTag.substring(0) == "04271BDA7D5B80"){

  myBot.sendMessage(id, "Akses Berhasil");

  myBot.sendMessage(id, "ID : " + uidTag);

}else{

    myBot.sendMessage(id, "Akses Ditolak");

    myBot.sendMessage(id, "ID : " + uidTag);

}

  delay(2000);uidTag ="";

  myBot.sendMessage(id, "Baca Kartu ...");

  rfid.PICC_HaltA();

  rfid.PCD_StopCrypto1();

}

 

3.              Koneksi Node MCU dengan Telegram Messeger

Tahapan kedua yang penulis lakukan disini adalah malakukan koneksi antara Node Mcu dengan server Telegram messenger. Node Mcu baru bisa berkomunikasi dengan dengan aplikasi telegram messenger setelah terhubung dengan koneksi internet melalui wifi hotspot.

Telegram messenger memilki server yang disebut BotFather, jadi Node Mcu akan tersambung ke BotFather. Setelah pembuatan akun Telegram messenger dan mendapatkan ID akun beserta Token API penulis membuat Grup Smart Access Card di Telegram messenger. Grup ini merupakan wadah penerima informasi kepada penerima yang dituju. Hasil dari koneksi Node MCU dengan Telegram messenger.

 

Selanjutnya saatnya menkonfigurasi code dengan bot telegram

langkah pertama kita cari IDBOT dan kita pilih /getid, kita akan mendapat ID telegram dan dicopy ke dalam variabel ID didalam codingan

Lalu cari BOTFATHER kemudian pilih /newbot, selanjutnya kita isi NAMA BOT yang kita inginkan, lalu isi username bot sesuai yang kita inginkan dan harus ditambahkan kata BOT.

Setelah itu kita akan mendapatkan TOKEN HTTP API, lalu kita copy ke dalam variabel token.

 

Setelah sudah terkonfigurasi kita upload ke ESP8266. dan tunggu beberapa saat sampai terupload

Jika sudah terupload kita coba mendekatkan kartu KTP ke RFID

jika Kartu sudah terdaftar dalam sistem maka akan ditampilkan di telegram Akses Berhasil kemudian di tampilkan nomor ID nya.

Jika kartu belum terdaftar maka akan ditampilkan di telegram Akses Ditolak lalu ditampilkan nomor ID

 

  

BAB III

Penutup

 

A.     Kesimpulan

            Dari pengujian yang telah dilakukan oleh Kelompok 9, kami  mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1.   Mikrokontroler Node MCU dapat bekerja dalam mengkoordinir semua perangkat yang terhubung.

2.   Telegram messenger responsive dalam sistem Internet of Thing (IoT).

 

Sistem berbasis Internet of Thing (IoT) sangat bergantung pada jaringan telekomunikasi global (internet). Alat deteksi ini tidak dapat bekerja jika tidak terkoneksi ke jaringan internet dan juga tidak bisa mengirim pesan telegram messenger secara realtime jika koneksi internetnya lambat untuk paramater cepat lambat pada sistem Internet of Thing (IoT).

 

Lampiran Foto :

Foto Alat


Foto Anggota



 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar