Senin, 12 April 2021

Internet of Things (IoT) : Smart Plant Waterer Melalui Android

Internet of Things (IoT) : Smart Plant Waterer Melalui Android

Mata Kuliah

Arsitektur dan Organisasi Komputer

  

Dosen Pengampu

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom. 

 

DISUSUN OLEH :

1.    Nawang Indar Pratiwi             (20050974006)

2.    Ni’matul ‘Adhima                   (20050974016)

3.    Tyas Adi Laksono                   (20050974022)

4.    Dimas Habib Al Rasyid          (20050974042)

5.    Maria Alexandra Scarlet         (20050974062)

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

              Seiring berkembangnya teknologi dalm bidan pertanian maupun perkebunan, banyak hal yang dapat memudahkan kita dalam banyak hal dibidang perkebunan. Hal yang paling utama dalam perkebunan adalah penyiraman tanaman yang harus dilaukan secara rutin dan jangan sampai terlambat. Sekaarang penyiraman tanaman akan lebih mudah jika terbantu dengan teknologi berupa IOT (Internat of Things) penyiram tanaman yang dapat dikendalikan melalui ponsel android, sehingga kemudahan ini dapat menambah efisiensi dalam merawat tanaman.

              Internet of things merupakan suatu konsep atau program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat komputer dan manusia. Internet of things atau sering disebut dengan IoT saat ini mengalami banyak perkembangan.

 

1.2  Tujuan

              Dengan memanfaatkan IOT untuk penyiraman tanaman akan menambah kepraktisan dalam perawatan tanaman, dengan memberi kemudahan saat menyiram tanaman.



BAB II

PROSES PRODUKSI

 

2.1  Hardware

·       ESP 8266



ESP8266 Merupakan modul wifi yang berfungsi sebagai perangkat tambahan mikrokontroler seperti Arduino agar dapat terhubung langsung dengan wifi dan membuat koneksi TCP/IP.

·       Relay Module 5V Dual-Chanel



Adalah sebagai saklar penghubung untuk dua rangkaian sekaligus

·       Lcd 16x2



Merupakan suatu jenis media tampil yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama.

·       Soil Sensor / kelembaban Tanah Capacitive Soil Moisture Module Arduino



Merupakan module untuk mendeteksi kelembaban tanah yang dapat diakses menggunakan microcontroller seperti Arduino.

·       Kabel Jumper



Adalah kabel elektrik yang memiliki pin konektor di setiap ujungnya dan memungkinkan untuk menghubungkan dua komponen yang melibatkan Arduino tanpa memerlukan solder.

·       I2c



Adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didesain khusus untuk mengirim maupun menerima data.

·       Pompa mini



Merupakan pompa berukuran kecil yang dapat mengeluarkan tekanan air.

·       Spacer besi m3


Merupakan besi penyangga yang digunakan untuk memperkuat alat ke papan.

·       Selang



Digunakan untuk mengalirkan air, dari wadah ke pot tanaman.

·       Triplek



Penyangga atau sebagai landasan pada alat.

·       Wadah air



Untuk menyimpan air yang akan di alirkan ke tanaman.

·       Tanaman



Sebagai target untuk pengujian alat.

 

 

 

 

2.2  Software

Sofware yang digunakan di pc / latp menggunakan Arduino, sedangkan di ardroid menggunakan software blnyk

 

2.3  Proses pembuatan

1.     Sambungkan node mcu dan I2c ke laptop. Lalu flashimg pada Node MCU dan I2c

2.     Setelah flashing selesai buka Lybrary smart plant



3.     Lalu copy ke This PC – OS(C:) – Users – ASUS - .arduinoIDE



4.     Selanjutnya buka file Arduino di file smart Plant



5.     Stelah file terbuka, masukkan nama hotspot di android anda dan paswordnya. Masukkan juga kode pada pesan email yang terdaftar di aplikasi Blynk di android setelah membuat new project (Blynk sebagai pengatur penyiraman)




 

Berikut adalah link dari skema dan coding Arduino smart plant : https://www.youtube.com/redirect?event=video_description&redir_token=QUFFLUhqbmFkWVZnRjMwRTg3QTB1SFB6VjRuT015NGp6QXxBQ3Jtc0ttUW5lVmo5bDJiUTFZMDcxOExXV0hUQWVxVTVHSmRKMlZoY0hXdDNRMVpiQUswZFFScUVtUmVXU2luTkNLOHBfMmFmM1FTMHE3MXNRSk43ZmFwWHluamIwUHllQnJXR0paeWVibmNyeDhNc2pSMC0wRQ&q=https%3A%2F%2Fdrive.google.com%2Ffile%2Fd%2F1QXYpFihwg_ZngzTWgecF5dakRpObIbhe%2Fview


Berikut adalah kode dari Smart Plant :

 

#define BLYNK_PRINT Serial    

#include <SPI.h>

#include <ESP8266WiFi.h>

#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

#include <SimpleTimer.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

 

LiquidCrystal_I2C LCD(0x27,16,2);  //lcd board

 

int led =2;   //pin 2 pada nodemcupin 4

int pump=0;   //pin 0 pada nodemcupin 3

 

char auth[] = "....."; //ISI TOKEN PADA APLIKASI BLYNX ANDROID

char ssid[] = ".....";                                   //NAMA HOTSPOT 

char pass[] = ".....";                            //PASSWORD HOTSPOT

 

SimpleTimer timer;

WidgetLCD lcd(V1); //lcd android

 

void sendSensor()

{                         //lcd to android && LCD to board lcd 

  int POT = analogRead(A0); 

  Serial.print(POT);

  lcd.print(0,0,"KEADAAN");   LCD.setCursor(0,0);LCD.print("ADC");LCD.setCursor(4,0);LCD.print(POT);LCD.print(" ");

  lcd.print(0,1,"PUMP");      LCD.setCursor(0,1);LCD.print("PUMP");

  Blynk.virtualWrite(V0, POT);

  

  if (POT>500){

  Serial.println("KERING");//ke serial monitor

  lcd.print(8,0,"KERING");      LCD.setCursor(9,0);LCD.print("KERING");

  lcd.print(5,1,"ON ");         LCD.setCursor(5,1);LCD.print("ON ");

  digitalWrite(pump,LOW);

  for(int x=0; x<=10; x++){     LCD.setCursor(9,1);LCD.print(x);

  lcd.print(9,1,x);delay(500);}

  lcd.clear();                  LCD.clear();

  digitalWrite(pump,HIGH);

  lcd.print(0,0,"AIR MERESAP"); LCD.setCursor(0,0);LCD.print("AIR MERESAP");

  lcd.print(0,1,"    WAIT");    LCD.setCursor(0,1);LCD.print("    WAIT");

  for(int x=9; x>0; x--){       LCD.setCursor(9,1);LCD.print(x);

  lcd.print(9,1,x);delay(500);}

  lcd.clear();                  LCD.clear();

  }

  

  else if (POT>400&&POT<500){

  Serial.println("NORMAL");

  lcd.print(8,0,"NORMAL");      LCD.setCursor(9,0);LCD.print("NORMAL");

  lcd.print(5,1,"OFF");         LCD.setCursor(5,1);LCD.print("OFF");

  digitalWrite(pump,HIGH);

  }

  

  else if (POT<400){

  Serial.println("BASAH");

  lcd.print(8,0,"BASAH ");      LCD.setCursor(9,0);LCD.print("BASAH ");

  lcd.print(5,1,"OFF");         LCD.setCursor(5,1);LCD.print("OFF");

  digitalWrite(pump,HIGH);

  }

}

 

void setup()

{

  Serial.begin(9600);

  Blynk.begin(auth, ssid, pass);

  timer.setInterval(1000L, sendSensor);

  pinMode(pump,OUTPUT);

  lcd.clear();

  LCD.init();       

  LCD.backlight();

}

 

void loop()

{

  Blynk.run();

  timer.run();

  delay(100);

}

 

 

 

 

6.     Berikutnya kita setting new project smart plant melalui controller di Android yaitu aplikasi Blynk. Jika kode dari Blynk sudah dimasukkan, maka controller siap digunakan.



7.     kita bisa memencet tombol switch maka indicator akan menyala sesuai perintah kita pada android.

Lalu kita melihat indicator yang muncul (apabila basah adc <400, untuk normal adc 400-500, jika kering adc >500).

 

2.4  Cara Kerja

1.     Kita isi air dalam wadah, kemudian tancapkan sensor ke tanah dalam pot


      

2.     Berikutya berikan tegangan 5 volt pada node mcu



3.     Pompa akan meyala apabila sensor tanah terdeteksi kering dan menstabilkan dari kering ke basah, saat itulah pompa menyala sampai tanah terdeteksi basah

 



  

BAB III

 

KESIMPULAN

 

                internet of things merupakan suatu konsep yang dirancang untuk membantu aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari menggunakan koneksi jaringan internet. salah satu contoh penerapan iot dalam kehidupan sehari-hari yaitu plant waterer. dari hasil perancangan tugas akhir kami mengenai projek iot ini dapat disimpulkan bahwa alat ini dapat mempermudah proses penyiraman pada tanaman, karena penyiraman dilakukan secara otomatis dan dapat bekerja dengan baik.


-berikut adalah link untuk tutorial dalam bentuk video di youtube :

https://youtu.be/BwUbEcFvHG0 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar