Kamis, 22 April 2021

Internet of Things (IoT) : Alat Ukur Suhu dan Kelembaban Menggunakan Blynk

 Internet of Things (IoT) 

Alat Ukur Suhu dan Kelembaban Menggunakan Blynk


Mata Kuliah:

Arsitektur dan Organisasi Komputer

 

Dosen Pengampu:

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.

 

Disusun oleh:

Misbahul Munir                                (20051204009)

Achmad Zahin Al Aqthar                  (20051204041)

Cliff Gallant Satryo                           (20051204047)

Mohammad Bima Jalaluddin A.        (20051204089)


BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Internet merupakan sistem jaringan yang menghubungkan suatu perangkat dengan perangkat lain secara global. Seiring berkembangnya zaman, pemanfaatan internet berkembang lebih luas lagi.Internet dapat dimanfaatkan sebagai penghubung antara manusia dengan suatu benda untuk melakukan fungsi-fungsinya sesuai keinginan atau yang disebut IoT. IoT memiliki konsep perluasan pemanfaatan konektivitas internet yang terhubung secara terus-menerus dan dapat melakukan kontrol terhadap sesuatu meskipun melalui jarak yang jauh .

Dengan adanya IoT, Kita dapat dengan mudah melakukan sesuatu dengan mengirimkan suatu perintah untuk suatu tugas tertentu, misal mengunci pintu, hanya melalui smartphone kita. IoT juga dapat dimanfaatkan untuk masalah-masalah kompleks, misal : menghitung banyaknya pengunjung toko, mengetahui kadar nutrisi pada hewan ternak, membuat smart home, dll.


1.2     Rumusan Masalah

1.  Alat dan bahan apa saja yang digunakan untuk pembuatan sensor suhu dan kelembapan?

2.  Bagaimana langkah-langkah merakit sensor suhu dan kelembapan?

3.  Bagaimana cara menjalankan sensor suhu dan kelembapan?

4.  Bagaimana kode program yang digunakan?

1.3     Tujuan

Project pembuatan IoT sensor suhu ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir semester mata kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer. Selain itu, tujuan utama dibuatnya IoT sensor suhu adalah untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi cara kerja dan penerapan IoT sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Alat dan Bahan yang Digunakan

1.  NodeMCU ESP8266

NodeMCU merupakan platform IoT dan bersifat opensource. Terdiri dari atas perangkat keras berupa System On Chip ESP8266, juga firmware yang menggunakan bahasa pemrograman scripting Lua. Istilah NodeMCU mengacu pada firmware yang digunakan perangkat keras development kit.

NodeMCU bisa dianalogikan sebagai board arduino-nya ESP8266. Pemprograman pada ESP8266 sedikit lebih sulit karena diperlukan adanya teknik wiring serta tambahan modul USB to serial untuk mengunduh program. Namun, NodeMCU telah mem-package ESP8266 ke dalam sebuah board yang lengkap dengan berbagai fitur seperti mikrokontroler+kapabilitas akses Wifi dan chip komunikasi USB to serial. Oleh karena itu, untuk memprogram ESP8266  hanya diperlukan kabel data USB persis yang digunakan sebagai kabel data dan kabel charging smartphone Android.

2.  Kabel Jumper

Kabel jumper yaitu kabel elektrik yang setiap ujungnya terdapat pin dan berfungsi untuk menghubungkan dua komponen tanpa memerlukan solder. kabel jumper ini digunakan sebagai konduktor listrik untuk menyambungkan rangkaian listrik.

Konektor yang ada pada ujung kabel terdiri atas dua jenis yaitu konektor jantan (male connector) dan konektor betina (female connector).

3.  Sensor suhu dan kelembapan DHT11

Sensor DHT merupakan suatu perangkat sensor yang berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembapan udara dan di dalamnya terdapat thermistor tipe NTC (Negative Temperature Coefficient). Sensor ini memiliki karkteristik resisten terhadap perubahan kadar air di udara. chip yang terdapat di dalamnya dapat melakukan beberapa konversi dari analog ke digital dan mengeluarkan output dengan format single-wire bi-directional (kabel tunggal dua arah).


Sensor Suhu dan kelembaban DHT 11

NODEMCU ESP8266

Kabel Jumper




2.2   Langkah-Langkah Perakitan

1.  Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

A.   Nodemcu ESP8266

B.   Sensor suhu dan kelembaban DHT 11

C.   Kabel jumper

2.  Hubungkan bagian sensor dengan nodemcu menggunakan kabel jumper. Untuk rangkaian nya adalah sebagai berikut :

A.   Hubungkan bagian pin (+) pada sensor dengan  pin daya 3.3 volt yang bertuliskan 3V pada nodemcu

B.   Kemudian hubungkan pin (-) pada sensor dengan pin ground yang bertuliskan G pada nodemcu

C.   Dan yang terakhir adalah hubungkan pin "out" pada sensor sebagai bagian dari output data dengan pin terserah yang mana saja, pada rangkaian kali ini kami menghubungkan nya dengan pin D3 pada nodemcu

3.    Langkah yang terakhir adalah melakukan pengkodingan menggunakan software arduino IDE yang terinstall pada laptop

A. Pada tahap pertama yang harus dilakukan adalah pembaruan library Arduino IDE dengan memasukkan library blynk karena kita akan menggunakan software blynk pada perangkat Android serta memasukkan library dht dikarenakan kita akan menggunakan attachment sensor DHT 11

B.  Tahap kedua adalah melakukan penambahan board arduino dengan cara menginput link ini http://arduino.esp8266.com/stable/package_esp8266com_index.json pada bagian pengaturan software. Kemudian melakukan penambahan pada bagian board dengan mengetikkan esp8266

C.    Pada tahap selanjutnya adalah memasukkan kodingan untuk nodemcu esp8266

D.  Langkah selanjutnya pada bagian pengkodingan adalah verify, setelah verify berhasil maka lakukan proses upload

E.   Pada proses upload, sebelum melakukan memasukkan kodingan ke dalam arduino, yang harus kalian lakukan adalah menginstall driver arduino agar arduino kalian dapat dibaca oleh laptop, untuk link download driver arduino : https://bit.ly/3u7iWir

F.     Pastikan Arduino kalian telah terbaca pada laptop atau pc kalian, kemudian pilih upload pada software Arduino IDE kalian dan tunggu hingga proses selesai

2.3   Kode Program yang Digunakan


KODE PROGRAM

#include <ESP8266WiFi.h>

#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

#include <DHT.h>

 

// Dapatkan Auth Token Pada Software Blynk.

// Auth Token Terdapat Paada Pengaturan Proyek Berbentuk Mur.

char auth[] = "Auth Token Pada Blynk";

 

// Masukkan Jaringan WiFi Yang Terpercaya.

// Masukkan Password Untuk Membuka Jaringan.

// Gunakan Tanda Petik ("")

char ssid[] = "NAMA WIFI";

char pass[] = "PASSWORD WIFI";

 

#define DHTPIN 0          // UNTUK PIN D3

 

// MASUKKAN SESUAI JENIS SENSOR DHT YANG DIGUNAKAN

#define DHTTYPE DHT11     // DHT 11

 

DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

SimpleTimer timer;

 

// Fungsi ini berguna sebagai pengirim data dari arduino kepada pin virtual V5 pada software Blynk setiap detik .

 

void sendSensor()

     {

       float h = dht.readHumidity();

       float t = dht.readTemperature();

 

       if (isnan(h) || isnan(t)) {

         Serial.println("Failed to read from DHT sensor!");

         return;

       }

 

     Blynk.virtualWrite(V5, t);

       Blynk.virtualWrite(V6, h);

     }

 

void setup()

     {

       // Debug console

       Serial.begin(9600);

 

       Blynk.begin(auth, ssid, pass);

 

       dht.begin();

 

       timer.setInterval(1000L, sendSensor);

     }

 

void loop()

     {

       Blynk.run();

       timer.run();

     }


2.4 Langkah-Langkah Pengaturan Blynk

1. Download dan install software Blynk pada smartphone kalian

2. Jika kalian belum memiliki akun Blynk dapat membuat akun terlebih dahulu, akan tetapi jika kalian telah memiliki akun Blynk dapat langsung masuk ke dalam akun Blynk kalian

3. Setelah itu kalian akan masuk ke dalam menu utama Blynk, kemudian sentuh ikon tambah (+) untuk memulai project kalian

4. Langkah selanjutnya kalian memasukkan nama project kalian. Kemudian memilih device yang kalian gunakan, pada kesempatan kali ini kami menggunakan ESP8266. Setelah itu sentuh create atau buat

5. Setelah kalian menyentuh ikon create kalian akan mendapatkan pesan email yang berisikan auth token yang nanti akan dimasukkan ke dalam kodingan Arduino IDE

6. Pada tahap berikutnya kalian akan masuk ke dalam menu utama project kalian, sentuh ikon tambah untuk memasukkan widget, pada kesempatan kali ini kami menggunakan widget gauge sebanyak 2 buah

7. Pilih gauge pertama, kemudian kalian ganti nama gauge tersebut menjadi “SUHU”. padamenu “input” pilih pin menjadi virtual dan diganti menjadi V5, ubah rentangan suhu dari 0 hingga 100. Pada menu label ganti nama label menjadi “C”. Terakhir, ubah reading rate menjadi “PUSH”. Setelah itu sentuh ikon Kembali untuk Kembali ke menu utama project

8. Setelah itu pilih gauge kedua, kemudian kalian ganti nama gauge tersebut menjadi “KELEMBABAN”. Pada menu input pilih pin menjadi virtual dan diganti menjadi V6, ubah rentangan kelembaban dari 0 hingga 100. Pada menu label ganti nama label menjadi “%”. Terakhir, ubah reading rate menjadi “PUSH”. Setelah itu sentuh ikon Kembali untuk Kembali ke menu utama project

9. Pada tahap terakhir kalian sentuh ikon play untuk mulai mengaktifkan project kalian


 

BAB III

PENUTUP

3.1   Kesimpulan

IoT ini dibuat dengan harapan agar dapat memudahkan kegiatan manusia dalam hal mengetahui dan menerima informasi akan suhu dan kelembapan di suatu tempat.

IoT ini menggunakan prinsip pembacaan suhu dan kelembapan oleh sensor suhu dan kelembapan DHT 11 kemudian diteruskan pada nodemcu sebagai penerima sinyal internet sekaligus diteruskan pada aplikasi blynk di smartphone

3.2   Saran

Dengan keterbatasan pengetahuan dan pemahaman penulis, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada pembuatan IoT ini dan masih jauh dari kesempurnaan. Penulis berharap ke depannya dapat terus mengembangkan IoT ini dan memanfaatkan IoT ini lebih luas lagi.

LINK 

YouTube : https://youtu.be/lrGgio_VRKM

                    Kelengkapan File : https://bit.ly/3v0r84i

DOKUMENTASI














Tidak ada komentar:

Posting Komentar