Minggu, 04 April 2021

INTERNET OF THINGS (IOT) : LED DISTANCE INDICATOR

 

Mata Kuliah : Arsitektur dan Organisasi Komputer

Dosen Pengampu : Aditya Prapanca

 

Disusun oleh :

                Oktania Arlingga Wilujeng    (20051204097)

                Dian Shafira Hastina Putri    (20051204101)

                Diva Tirta Turangga             (20051204065)

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. IoT (Internet of Things) merupakan suatu konsep dimana 2 alat atau lebih dapat saling berkomunikasi dalam jaringan internet. Seiring dengan semakin berkembangnya infrastruktur internet, tidak hanya smartphone dan komputer saja yang dapat terkoneksi dengan internet. Tetapi juga banyak benda yang dapat terkoneksi dengan dunia internet.

Internet of Things atau IoT sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda fisik ataupun virtual melalui kemampuan komunikasi dengan sensor dan koneksi sebagai pengembangan layanan. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa IoT mengacu dan memanfaatkan suatu benda yang nantinya benda tersebut akan dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lain melalui sebuah jaringan internet. Kami menggunakan salah satu dari penerapan IoT adalah pada kendali lampu melalui sensor Ultrasonik yang dimana dapat mengetahui besarnya radiasi terhadap gelombang ultrasonik.

 

1.2     Manfaat 

Dalam pembuatan LED Distance Indicator ini ada beberapa hal yang ingin diwujudkan atau diharapkan, yaitu:

a.       Dapat membantu kita mengetahui besarnya radiasi suatu teknologi.

b.       Dapat menyalakan lampu juga jika dekatnya radiasi teknologi terhadap sensor ultrasonik.

c.       Dapat mengurangi besarnya radiasi yang diberikan terhadap sensor gelombang ultrasonik.

 

 

1.3     Tujuan

Projek ini memiliki tujuan sebagai penugasan Ujian Akhir Semester 2 TI20A. Selain itu, projek ini dapat berfungsi sebagai pembelajaran praktek mengenai IoT di mata kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer. Dapat menambah wawasan bagaimana cara alat kerja suatu perangkat dan apa hubungan alat kerja dengan dunia internet of things, menambah informasi mengenai apa itu Internet of Things dan sistem kerja IoT.

 


 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi

IoT merupakan salah satu inovasi yang baru dan sangat berguna dalam dunia digital saat ini. IoT memanfaatkan internet dalam komunikasi dan saling bertukar informasi baru. Dalam IoT tersedia beberapa komunikator jaringan yang terhubung dalam internet, sehingga kita dapat mengetahui informasi secara langsung. Jaringan yang dibentuk oleh hal-hal atau benda yang memiliki identitas, pada dunia maya yang beroperasi di ruang itu dengan menggunakan kecerdasan antarmuka untuk terhubung dan berkomunikasi dengan pengguna, konteks sosial dan lingkungan.

Cara kerja dari IoT kami yaitu mengecek keadaan dari sensor. Apabila sensor tidak menyala tandanya radiasi dari teknologi tersebut tidak begitu kuat apabila disaring melalui sensor ultrasonik. Disini IoT yang kami gunakan dapat mengidentifikasi radiasi dari beberapa teknologi melalui saluran sensor ultrasonik. Semakin dekat radiasi yg diberikan kepada sensor ultrasonik lampu yang diberikan jaringan penghubung antara resistor dengan sensor ultrasonik akan menyala secara bertahap.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program ini merupakan alat yang terdiri dari modul yang berfungsi untuk mengetahui radiasi suatu teknologi dengan melalui sensor ultrasonik dengan pertanda menyala atau tidaknya lampu melalui jaringan internet, sehingga user mampu mengetahui dengan syarat yang sudah disebutkan.

 

2.2 Penelitian Eksperimental

Alat dan bahan

Alat :

- Arduino uno

- Bread board

- Led light (7)

- 1k ohm resistor (7)

- Ultrasonic Sensor

- Kabel Jumper Male to Male  

 

Bahan :

- Laptop

- Smartphone

- Kabel Usb


BAB III

KAJIAN PUSTAKA

3.1    Analisa Alat

1. Arduino uno

Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328 (datasheet). Memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset.

2. Bread board

Papan bread board adalah alat yang untuk dapat dengan cepat menguji sirkuit prototipe. Breadboard merupakan sebuah board atau papan yang berfungsi untuk merancang sebuah rangkaian elektronik sederhana. Breadboard tersebut nantinya akan dilakukan prototipe atau uji coba tanpa harus melakukan solder. Umumnya breadboard terbuat dari bahan plastik yang juga sudah terdapat berbagai lubang.

3. Led light

 Komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya.

4. 1k ohm resistor

Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.

5. Ultrasonic Sensor

Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis berupa bunyi menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip dari pantulan suatu gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkap kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar pengindra. Sensor ultrasonik ini umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek dalam jarak tertentu di depannya. Sensor ultrasonik mempunyai kemampuan mendeteksi objek lebih jauh terutama untuk benda-benda yang keras.

6. Kabel Jumper Male to Male 

Jenis yang pertama adalah kabel jumper male male. Kabel jumper male to male adalah adalah jenis yang sangat yang sangat cocok untuk kamu yang mau membuat rangkaian elektronik di breadboard. Kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar modul yang memiliki header male sebagai input outputnya.


3.2     Analisa Bahan

          1. Laptop
            Laptop adalah komputer bergerak (bisa dipindahkan dengan mudah) yang berukuran relatif kecil dan ringan, beratnya berkisar dari 1-6 kg, tergantung ukuran, bahan, dari spesifikasi laptop tersebut, laptop dapat digunakan dalam lingkungan yang berbeda dari komputer. Mereka termasuk layar, keyboard, dan trackpad atau trackball, yang berfungsi sebagai mouse . Karena laptop dimaksudkan untuk digunakan di mana saja, Laptop memiliki baterai yang memungkinkan untuk beroperasi tanpa terhubung ke stopkontak (sumber listrik). Laptop juga termasuk adaptor daya yang memungkinkan untuk menggunakan daya dari stopkontak dan mengisi kembali baterai.

        2. Smarthphone
            Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer.  Smartphone hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat penyambung VGA. Dengan kata lain, Smartphone merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.

        3. Kabel USB Arduino
            Kabel USB adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan pencetak dan komputer melalui USB. Hubungkan ujung persegi panjang (Type-A) ke komputer, dan ujung bujur sangkar (Type-B) atau oval (Type-C) ke pencetak.


3.3     Metode Pembuatan

    Dalam proyek membuat IoT ini kami melakukan beberapa tahap. Tidak hanya itu, tetapi juga kami melakukan pencarian tentang referensi alat dan bahan juga.  Adapun tahapan – tahapan dalam pembuatan IoT ini yaitu:

        1. Mengumpulkan Ide

Pada tahap ini, kami mengumpulkan informasi - informasi mengenai IoT. Adapun sumber yang kami dapatkan yaitu channel Youtube Hani's Experiments dan beberapa informasi berupa blog lainnya. Kami mempelajari bagaimana cara memrogram Arduino agar dapat berperan untuk mengirim dan membaca pesan, sekaligus berkomunikasi secara alat dengan menggunakan fasilitas internet.

 
        2. Memrogram Mikrokontroller
#include <Servo.h>

#include <NewPing.h>

 

const int trig = 11;

const int echo = 12;

 

const int LED1 = 2;

const int LED2 = 3;

const int LED3 = 4;

const int LED4 = 5;

const int LED5 = 6;

const int LED6 = 7;

const int LED7 = 8;

 

int duration = 0;

int distance = 0;

 

void setup()

{

  pinMode(trig , OUTPUT);

  pinMode(echo , INPUT);

 

  pinMode(LED1 , OUTPUT);

  pinMode(LED2 , OUTPUT);

  pinMode(LED3 , OUTPUT);

  pinMode(LED4 , OUTPUT);

  pinMode(LED5 , OUTPUT);

  pinMode(LED6 , OUTPUT);

  pinMode(LED7 , OUTPUT);

 

  Serial.begin(9600);

}

 

void loop()

{

  digitalWrite(trig , HIGH);

  delayMicroseconds(1000);

  digitalWrite(trig , LOW);

 

 

  duration = pulseIn(echo , HIGH);

  distance = (duration/2) / 28.5 ;

  Serial.println(distance);

    digitalWrite(LED3, LOW);

 

   if ( distance <= 5 )

  {

    digitalWrite(LED1, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED1, LOW);

  }

  if ( distance <= 7 )

  {

    digitalWrite(LED2, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED2, LOW);

  }

if ( distance <= 10 )

 {

    digitalWrite(LED3, HIGH);

  }

else

  {

    digitalWrite(LED3, LOW);

  }

if ( distance <= 15 )

  {

    digitalWrite(LED4, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED4, LOW);

  }

  if ( distance <= 17 )

  {

    digitalWrite(LED5, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED5, LOW);

  }

  if ( distance <= 20 )

  {

    digitalWrite(LED6, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED6, LOW);

  }

  if ( distance <= 25 )

  {

    digitalWrite(LED7, HIGH);

  }

  else

  {

    digitalWrite(LED7, LOW);

  }

}


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

        Tahap selanjutnya dari penelitian ini uji fungsi berupa pengujian pada kendali lampu dan sensor ultrasonic dengan konsep IoT atau Internet of Things.

4.1 Uji coba lampu off

        Berikut merupakan uji coba ketika sebuah teknologi di jauhkan dari sensor, maka lampu tersebut akan mati, dikarenakan tidak terdeteksinya suatu radiasi melalui sensor ultrasonic tersebut.

 

4.2 Uji coba  lampu on

        Berikut merupakan uji coba ketika sebuah teknologi di dekatkan ke sensor, maka lampu tersebut akan menyala, dikarenakan terdeteksinya suatu radiasi melalui  sensor ultrasonic tersebut.


BAB V

KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

        Dari hasil uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Internet of Things atau IoT yang diterapkan pada lampu yang berbasis sensor ultrasonik ini dapat membantu user dalam mengetahui besarnya radiasi dalam suatu teknologi dengan cara mengetahui lampu dalam keadaan menyala atau mati.

5.2 Saran

        Dalam menghindari gagal nya penelitian yang dilakukan, sistem yang digunakan diharapkan dapat mengaktifkan sistem kontivitas jaringan internet supaya Internet of Things ini atau IoT dapat berjalan dengan lancar, lampu yang digunakan dapat menyala dengan sempurna. Dapat juga dilakukan nya memeriksa semua alat dengan baik supaya ketika dijalankan dapat berguna dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

·    https://teknikelektronika.com/pengertian-led-light-emitting-diode-cara-kerja/

·    https://eprints.akakom.ac.id/4940/3/3_143310018_BAB_II.pdf

·    https://teknikelektronika.com/pengertian-resistor-jenis-jenis-resistor/

·    http://eprints.polsri.ac.id/4594/3/BAB%20II.pdf

·    https://www.it-jurnal.com/apa-pengertian-dari-laptop-dan-fungsinya/

·    https://kliknklik.com/content/66-pengertian-smartphone

·    https://sparks.gogo.co.nz/ch340.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar