Jumat, 29 Mei 2026

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PERINTAH DASAR LINUX



Disusun Oleh:

                                                Mochamat Nurilhuda        (25051204234)
                                                M. Fahrizal Haqq(25051204099)
                                                M. Afrizal Santoso(25051204233)
                                                Kevin ahmadindejad(25051204055)




BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem operasi merupakan bagian penting dalam komputer yang berfungsi sebagai penghubung antara pengguna dan perangkat keras. Salah satu sistem operasi yang banyak digunakan adalah Linux karena bersifat free software, stabil, dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Setting Jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer

 

 

Setting Jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer

 

Anggota Kelompok :

Christian Aldo Prabowo         25051204061

Nazanin Nadhifah                   25051204091

Muhammad Dava Azriel         25051204123

Nabila Azizah Herlizanda       25051204171

 

A. Pendahuluan

Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada konsep dasar jaringan komputer dan cara mengonfigurasinya menggunakan simulasi. Kegiatan dilakukan menggunakan Cisco Packet Tracer, sebuah perangkat lunak simulasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco Systems dan dapat digunakan untuk merancang, mengonfigurasi, serta menguji jaringan komputer secara virtual.

Administrasi Sistem Operasi: Navigasi Direktori dan Manajemen Sumber Daya Berbasis CLI

 

Administrasi Sistem Operasi: Navigasi Direktori dan Manajemen Sumber Daya Berbasis CLI

Nama Kelompok 7   :

 

Salsabila Putri Ariska

25051204252

Fikri Khair Rahmansyah

25051204212

Aliya Zalva Rosida

25051204017

Al – Wais Al Qarni

25051204013

 

1. Pendahuluan

Sistem operasi berbasis kernel Linux merupakan fondasi utama dalam berbagai implementasi sistem modern, khususnya pada lingkungan server, cloud computing, dan embedded system. Salah satu karakteristik utama Linux adalah penggunaan Command Line Interface (CLI) sebagai media interaksi yang efisien dan fleksibel antara pengguna dan sistem.

SETTING JARINGAN ,KONEKSI ,DAN WEB SERVER (LINUX)

 

SETTING JARINGAN ,KONEKSI ,DAN WEB SERVER (LINUX)

Nama Kelompok 7   :

Salsabila Putri Ariska

25051204252

Fikri Khair Rahmansyah

25051204212

Aliya Zalva Rosida

25051204017

Al – Wais Al Qarni

25051204013

 

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat, khususnya dalam bidang jaringan komputer. Jaringan komputer memungkinkan perangkat untuk saling terhubung dan bertukar data dengan cepat dan efisien. Salah satu implementasi penting dalam jaringan adalah penggunaan sistem client-server, dimana server menyediakan layanan dan client mengakses layanan tersebut.

Dalam dunia jaringan, konfigurasi IP Address menjadi hal yang sangat penting agar perangkat dapat saling berkomunikasi. Selain itu, pengujian koneksi menggunakan perintah ping juga diperlukan untuk memastikan bahwa jaringan telah berjalan dengan baik.

PERINTAH LINUX DAN MANAJEMEN SISTEM

 

Anggota :

Alfia Rahmatika                                           (25051204035)

Sidqiana Azzahra                                         (25051204037)

Fauzan Al-Maliky Setyawan                        (25051204038)

Muhammad Rafli Anggara Hidayat             (25051204153)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sistem operasi Linux merupakan salah satu sistem operasi yang banyak digunakan dalam bidang teknologi informasi, terutama pada server, pengembangan perangkat lunak, jaringan komputer, dan administrasi sistem. Linux dikenal memiliki tingkat keamanan, stabilitas, serta fleksibilitas yang tinggi dibandingkan beberapa sistem operasi lainnya. Dalam penggunaannya, Linux menyediakan antarmuka berbasis teks yang dikenal sebagai Command Line Interface (CLI), yang memungkinkan pengguna menjalankan perintah secara langsung untuk mengelola sistem.

Command Line Interface (CLI) merupakan metode interaksi antara pengguna dengan sistem operasi melalui perintah teks yang diketik pada terminal. Penggunaan CLI sangat penting karena memberikan kontrol yang lebih luas terhadap sistem, seperti melakukan navigasi direktori, mengelola file dan folder, melihat informasi sistem, serta menjalankan berbagai proses administrasi secara lebih cepat dan efisien.

Pada praktikum ini dilakukan pembelajaran mengenai perintah dasar Linux menggunakan instruksi CLI untuk memahami navigasi dan manajemen sistem. Praktikan diharapkan dapat memahami fungsi berbagai perintah dasar Linux serta mampu menerapkannya dalam pengelolaan sistem operasi berbasis Linux secara efektif dan efisien.

PENGGUNAAN COMMAND LINE INTERFACE (CLI) PADA LINUX CachyOS

 

Disusun Oleh:

Ahmad Sulthan Maulana Yusuf                     (25051204118)

Excel Maulana Ramadhan                             (25051204033)

Moch.Hafiz Zamrizad                                     (25051204231)

Ravelino Hermanto                                         (25051204151)



BAB I 

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan mendasar dalam cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Di tengah pesatnya perkembangan ini, sistem operasi menjadi fondasi yang menentukan bagaimana pengguna berinteraksi dengan perangkat keras maupun perangkat lunak. Komputer kini tidak lagi sekadar alat kantor, melainkan telah menjadi pusat pengembangan perangkat lunak, pengelolaan jaringan, serta infrastruktur sistem informasi di berbagai sektor.

Sistem operasi memegang peran penting sebagai penghubung antara perangkat keras dan perangkat lunak serta sebagai antarmuka bagi pengguna untuk mengendalikan komputer. Di kalangan para pengembang perangkat lunak (developer), Linux merupakan sistem operasi yang sangat populer. Linux bersifat open source, yang berarti pengguna bebas menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang sistem operasinya.

Salah satu kekuatan utama Linux terletak pada antarmuka berbasis teks yang disebut Command Line Interface (CLI). CLI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui perintah teks, mulai dari pengelolaan file, konfigurasi jaringan, hingga menjalankan program komputer. Dalam praktikum ini, distro Linux yang digunakan adalah CachyOS, sebuah distribusi berbasis Arch Linux yang dikenal dengan performa tinggi dan kecepatan optimasi kernel, sehingga menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan sistem Linux yang responsif dan modern.

PERINTAH DASAR CLI (COMMAND LINE INTERFACE) PADA LINUX (BASE DEBIAN / DISTRO UBUNTU)

 

Disusun Oleh:

                                 Amira Nahda Zhafirah Baay                                25051204111
                                Mark Jhonson Prasetia                                         25051204154
                                Alfandi Indra Kurniawan                                     25051204155
                                Muh. Taqiy Ananta Fauzan                                  25051204116


BAB I
PENDAHULUAN

 
1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi yang pesat dewasa ini menuntut para mahasiswa Teknik Informatika untuk menguasai berbagai keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu keterampilan fundamental yang wajib dikuasai adalah pengoperasian sistem operasi berbasis Linux, khususnya melalui antarmuka baris perintah atau Command Line Interface (CLI). Kemampuan ini menjadi semakin krusial mengingat dominasi Linux sebagai platform server, sistem tertanam (embedded system), komputasi awan (cloud computing), dan lingkungan pengembangan perangkat lunak di seluruh dunia (Sanugommula  H., 2020).

Sistem operasi Linux, terutama distribusi berbasis Debian seperti Ubuntu, memiliki keunggulan signifikan dibandingkan sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface) dalam hal efisiensi sumber daya, stabilitas, keamanan, serta fleksibilitas konfigurasi. Melalui CLI, seorang administrator sistem atau pengembang perangkat lunak dapat mengeksekusi perintah dengan presisi tinggi, mengotomatisasi tugas-tugas repetitif melalui skrip shell, mengelola server jarak jauh melalui protokol SSH, serta mengakses fungsi sistem yang tidak tersedia melalui antarmuka grafis.

Selain itu, penggunaan CLI terbukti lebih efisien dalam hal konsumsi memori dan beban prosesor karena tidak memerlukan rendering antarmuka grafis yang kompleks (Zhong & Jha, 2003). Hal ini sangat relevan dalam konteks administrasi server produksi di mana stabilitas dan efisiensi menjadi prioritas utama. Berdasarkan survei Stack Overflow Developer Survey 2023, Linux mendominasi sebagai sistem operasi pilihan para pengembang profesional, dengan Ubuntu sebagai distribusi paling populer di kalangan pengguna Linux (Stack Overflow, 2023).

Praktikum ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis kepada mahasiswa dalam menggunakan perintah-perintah dasar CLI pada sistem operasi Ubuntu. Dengan menguasai perintah-perintah tersebut, mahasiswa akan memiliki fondasi yang kuat untuk mengeksplorasi topik-topik lanjutan seperti administrasi sistem, keamanan jaringan, pemrograman shell, dan pengelolaan infrastruktur berbasis cloud.

REMASTERING UBUNTU UNTUK GAME DEVELOPER


 DISUSUN OLEH:

                                    Ahmad Aditya Ardiansyah                                    (25051204203)
                                    Rahmat Arif Anwar                                                (25051204156)
                                    Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar                (25051204181)
                                    Zahra Nessa Airienne                                            (25051204162)


BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Perkembangan industri game development (pengembangan game) saat ini menuntut efisiensi tinggi dalam penyediaan lingkungan kerja (environment). Seorang game developer membutuhkan berbagai perangkat lunak khusus seperti game engine (misalnya Godot, Unity, atau Unreal Engine), pustaka pemrograman (seperti Pygame atau SFML), hingga alat aset digital (Blender, GIMP). Melakukan instalasi perkakas ini satu per satu pada banyak perangkat komputer tentu tidak efisien dan rentan terhadap masalah kompatibilitas library.

Sistem operasi berbasis open-source seperti Ubuntu Linux menawarkan stabilitas dan performa yang solid untuk kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Keunggulan ini dapat dioptimalkan melalui proses remastering, yaitu teknik memodifikasi paket aplikasi, tema, dan konfigurasi bawaan sistem operasi mentah (stock ISO) untuk menciptakan sebuah distribusi baru yang kustom dan siap pakai sesuai kebutuhan spesifik penggunanya.

SETTING JARINGAN KONEKSI, DAN WEB SERVER PADA LINUX UBUNTU

 DISUSUN OLEH:

                                Ahmad Aditya Ardiansyah                                         (25051204203)

                                Rahmat Arif Anwar                                                     (25051204156)

                                Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar                     (25051204181)

                                Zahra Nessa Airienne                                                 (25051204162)


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era transformasi digital saat ini, sistem operasi berbasis open-source seperti Linux banyak digunakan sebagai fondasi infrastruktur jaringan dan server global. Salah satu distribusi Linux yang paling populer di lingkungan produksi maupun pendidikan adalah Ubuntu Linux, khususnya versi Server maupun Desktop yang digunakan untuk kebutuhan administrasi jaringan. Untuk membangun infrastruktur jaringan yang andal, pemahaman dasar mengenai konfigurasi jaringan, pengujian konektivitas, dan manajemen web server merupakan kompetensi mutlak bagi seorang mahasiswa Teknologi Informasi.

Proses penataan jaringan (networking setup) pada Ubuntu Linux melibatkan konfigurasi alamat IP (baik secara statis maupun dinamis melalui DHCP), pengaturan gateway, dan DNS (Domain Name System). Setelah konfigurasi selesai, pengujian koneksi (connectivity testing) menggunakan utilitas seperti ping dan traceroute sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat dapat berkomunikasi dengan jaringan lokal maupun internet global tanpa hambatan.

Setelah konektivitas dasar terpenuhi, tahapan selanjutnya adalah implementasi Web Server. Web server (seperti Apache atau Nginx) bertugas untuk menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien dan meresponsnya dalam bentuk halaman web. Memahami cara mengkonfigurasi jaringan sekaligus membangun web server dalam satu kesatuan praktikum memberikan gambaran utuh tentang bagaimana arsitektur client-server bekerja secara nyata di industri. Oleh karena itu, praktikum ini dilaksanakan untuk membekali praktikan dengan keterampilan teknis dalam melakukan konfigurasi jaringan, memastikan stabilitas koneksi, hingga mengaktifkan layanan web server pada sistem operasi Ubuntu Linux.

PENGGUNAAN COMMAND LIE INTERFACE (CLI) PADA LINUX UBUNTU

 

DISUSUN OLEH:

                                    Ahmad Aditya Ardiansyah                                    (25051204203)

                                    Rahmat Arif Anwar                                                (25051204156)

                                    Naufal Fayyadhani Ramadhan Akbar                (25051204181)

                                    Zahra Nessa Airienne                                            (25051204162)


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi saat ini tidak lepas dari peran sistem operasi sebagai penghubung antara pengguna (user) dan perangkat keras (hardware). Di antara berbagai sistem operasi yang ada, Linux menjadi salah satu yang paling populer, terutama di lingkungan server, cloud computing, dan pengembangan perangkat lunak. Sifatnya yang open-source (sumber terbuka) membuat Linux, khususnya distro Ubuntu, banyak diadopsi oleh industri maupun akademisi karena kestabilan dan keamanannya.

Bagi seorang administrator sistem maupun pengguna tingkat lanjut, interaksi dengan sistem operasi tidak hanya dilakukan melalui Graphical User Interface (GUI) atau antarmuka grafis. Penggunaan Command Line Interface (CLI) atau antarmuka baris perintah berbasis teks jauh lebih diutamakan. CLI menawarkan efisiensi tinggi, penggunaan sumber daya sistem yang minim, serta kemampuan otomatisasi melalui skrip (shell scripting).

Dua aspek paling krusial dalam penguasaan CLI adalah navigasi direktori dan manajemen sistem. Navigasi memungkinkan pengguna berpindah antar direktori dan memeriksa isi berkas secara cepat, sementara manajemen sistem mencakup pengelolaan hak akses, pemantauan performa, hingga manipulasi dokumen. Oleh karena itu, praktikum mengenai perintah dasar Linux pada sistem operasi Ubuntu ini sangat penting dilakukan untuk memberikan pemahaman fundamental dan keterampilan praktis dalam mengoperasikan sistem berbasis teks secara efisien.

Praktikum Linux: Penggunaan Command Line Interface (CLI)

 



Disusun Oleh: 


Bintang Atsal Faros

(25051204139)

Maulana Dwi Febrian Arajak

(25051204186)

M. Neo Enha Finardi

(25051204144)





BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem operasi merupakan perangkat lunak sistem yang berfungsi mengontrol perangkat keras serta menjembatani interaksi antara pengguna dan komputer. Di era komputasi modern, Linux menjadi salah satu sistem operasi yang paling banyak diandalkan pada infrastruktur server dan pengembangan perangkat lunak karena stabilitasnya. Keunggulan utama Linux terletak pada Command Line Interface (CLI), yaitu antarmuka berbasis teks yang memungkinkan pengguna mengelola sistem secara penuh dengan mengetikkan perintah langsung ke terminal, tanpa harus bergantung pada Graphical User Interface (GUI) yang cenderung memakan banyak sumber daya.

Praktikum Linux: Remastering Sistem Operasi



Disusun Oleh: 


Bintang Atsal Faros

(25051204139)

Maulana Dwi Febrian Arajak

(25051204186)

M. Neo Enha Finardi

(25051204144)






BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai kebutuhan spesifik terhadap sistem operasi. Sistem operasi bersifat umum (general-purpose) seperti Ubuntu yang tersedia secara luas tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan domain-spesifik secara langsung tanpa konfigurasi tambahan yang kompleks. Salah satu bidang yang memiliki kebutuhan perangkat lunak sangat spesifik adalah pengembangan game (game development), yang memerlukan berbagai alat bantu seperti game engine, editor kode, serta pustaka grafis dan multimedia.

Praktikum Linux: Penetration Tools


 

Disusun Oleh: 


        Bintang Atsal Faros

(25051204139)

        Maulana Dwi Febrian Arajak

(25051204186)

        M. Neo Enha Finardi

(25051204144)

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mendorong pergeseran besar menuju mobilitas, yang ditandai dengan meluasnya penggunaan jaringan nirkabel (Wireless Local Area Network atau WLAN). Meskipun memberikan kemudahan akses, jaringan Wi-Fi memiliki kerentanan keamanan yang signifikan karena sinyalnya ditransmisikan melalui udara bebas, sehingga rentan terhadap intersepsi oleh pihak yang tidak berwenang. Oleh karena itu, kemampuan dalam menganalisis dan mengaudit keamanan jaringan nirkabel menjadi kompetensi fundamental bagi seorang praktisi keamanan siber.