PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX MELALUI INSTRUKSI COMMAND LINE INTERFACE (CLI)
Disusun Oleh:
1. Diana Yakusuma Lestari 25051204050
2. Debora Angelika Purba 25051204051
3. Fajriandi Ramadhan 25051204052
4. Nur Rahman 25051204105
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi di era globalisasi sudah sangat maju, banyak teknologi yang diciptakan dan dikembangkan dari sistem yang sederhana dengan perangkat keras yang berukuran besar hingga menjadi sebuah sistem yang lebih besar dan kompleks dengan perangkat keras yang berukuran kecil. Hal ini diikuti dengan perkembangan sistem operasi.
Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang krusial dalam komputer. Sistem operasi diperlukan sebagai penghubung antara perangkat keras dan perangkat lunak, serta seseorang sebagai pengendalinya. Salah satu sistem operasi yang terkenal di kalangan developer atau pengembang adalah Linux. Salah satu metode untuk berinteraksi dengan sistem operasi linux yaitu Command Line Interface (CLI). Interaksi dengan menggunakan Command Line Interface lebih cepat dalam memproses perintah.Oleh karena itu, Penguasaan perintah dasar di sistem operasi Linux melalui CLI diperlukan terutama dalam hal kemampuan manipulasi file atau folder serta navigasi struktur direktori.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana konsep dasar penggunaan Command Line Interface (CLI) pada Linux?
- Bagaimana cara manipulasi dan mengelola file serta folder dengan perintah dasar Linux melalui CLI?
- Bagaimana cara menggunakan perintah-perintah dasar dalam sistem operasi Linux?
1.3 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
- Memahami konsep dasar Command Line Interface (CLI) pada Linux
- Memahami perintah dasar navigasi direktori pada Linux
- Mampu memanipulasi dan mengelola file serta folder menggunakan CLI.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Linux
Linux merupakan sistem operasi open-source berbasis Unix yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari server hingga pengembangan perangkat lunak. Linux dikenal karena kestabilan, keamanan, serta fleksibilitasnya.
2.2 Command Line Interface (CLI)
Command Line Interface (CLI) adalah antarmuka berbasis teks yang digunakan pengguna untuk berinteraksi dengan mengetikkan perintah langsung di terminal. CLI digunakan untuk menjalankan berbagai tugas yang mencakup dalam hal mengelola file dan Navigasi sistem seperti melihat folder yang sedang digunakan.
2.3 Perintah Dasar Linux
Beberapa perintah dasar Linux yang sering digunakan antara lain:
- cd → Berpindah direktori
- ls → Menampilkan isi direktori
- pwd → Menampilkan lokasi direktori saat ini
- ls -lh → Menampilkan isi dengan detail & ukuran file
- touch → Membuat file kosong
- stat → Menampilkan informasi detail file
- file→ Mengecek tipe file
- wc → Menghitung jumlah baris, kata, dan karakter dalam file.
- mkdir → Membuat direktori baru
- ls -R → Menampilkan isi folder hingga ke dalam sub-sub foldernya.
- rm→ Menghapus file atau direktori
- rmdir→ Menghapus direktori kosong
- mv → Memindahkan atau mengganti nama file
- clear→ Membersihkan layar terminal
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Alat dan Bahan
- Laptop/komputer
- linux
- Terminal
3.2 Langkah - langkah
- Nyalakan komputer atau laptop
- Jalankan sistem operasi Ubuntu
- Buka terminal (CLI)
- Masukkan perintah dasar linux
3.3 Hasil Praktikum
1. Perintah cd
Perintah cd atau change directory digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lain. Pada gambar di atas, alamat sebelum menggunakan perintah cd itu berada di alamat root. Setelah mengetik perintah cd, alamat skrng berada di dalam folder Praktikum_SO.
2. ls
Perintah ls atau list digunakan untuk menampilkan file dan folder yang berada di direktori saat ini. Pada gambar di atas, direktori berada di root dan menampilkan file serta folder yang ada di dalam root.
pwd adalah singkatan dari Print working Directory yang berfungsi untuk memberi tahu di mana posisi direktori yang sedang diakses. Terminal memberikan output seluruh alamat dari root (/) hingga folder yang sedang diakses.
4. ls -lh
Perintah ls - lh digunakan untuk menampilkan isi direktori secara detail dengan format: ls -lh. Seperti pada gambar, terminal menampilkan hak akses, pemilik, dan ukuran file dalam satuan yang mudah dibaca (KB/MB) sehingga informasi file terlihat lebih jelas.
Perintah touch digunakan untuk membuat file baru yang kosong dengan format: touch (nama file). Seperti pada gambar, kita membuat file baru, lalu saat dicek menggunakan perintah ls, file tersebut sudah muncul di dalam direktori.
6. stat [nama file]
Perintah stat digunakan untuk menampilkan status atau informasi rinci sebuah file dengan format: stat (nama file). Seperti pada gambar, kita bisa melihat data teknis file seperti ukuran blok, waktu modifikasi terakhir, hingga ID perangkat secara mendalam.
7. file [nama file]
Perintah file digunakan untuk mengetahui tipe atau format suatu file dengan format: file (nama file). Seperti pada gambar, terminal memberikan keterangan apakah file tersebut berupa teks, direktori, atau data biner lainnya.
8. wc [nama file]
Perintah wc digunakan untuk menghitung jumlah baris, kata, dan karakter dengan format: wc (nama file). Seperti pada gambar, terminal menampilkan statistik jumlah teks yang ada di dalam file tersebut secara akurat.
9. mkdir [nama direktori]
Perintah mkdir digunakan untuk membuat folder baru dengan format: mkdir (nama file). Seperti pada gambar, kita membuat folder baru, dan saat kita cek dengan perintah ls atau melalui file explorer, folder tersebut sudah berhasil dibuat.
10. ls -R
Perintah ls -R digunakan untuk menampilkan isi folder secara rekursif dengan format ls -R. Seperti pada gambar, terminal menampilkan daftar file tidak hanya di folder saat ini, tetapi juga semua file yang ada di dalam sub-sub foldernya.
11. rm [nama file]
Perintah rm digunakan untuk menghapus file dengan format: rm (nama file). Seperti pada gambar, setelah kita menghapus file tertentu, file tersebut sudah hilang dari daftar saat dicek kembali dengan perintah ls.
12. rmdir [nama direktori]
Perintah rmdir digunakan untuk menghapus direktori yang kosong dengan format: rmdir (nama direktori). Seperti pada gambar, kita menghapus folder "Hapus1", dan setelah itu folder tersebut sudah tidak ada lagi di dalam sistem.
13. mv
Perintah mv digunakan untuk memindahkan atau mengubah nama file dengan format: mv (nama file) (nama lokasi yang baru). Seperti pada gambar, kita mengubah nama sebuah file, dan di dalam direktori nama file tersebut otomatis sudah terupdate.
14. clear
Perintah clear digunakan untuk membersihkan layar terminal dengan format: clear. Seperti pada gambar, setelah mengetik perintah ini, seluruh teks perintah sebelumnya hilang dan tampilan terminal kembali bersih seperti semula.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan perintah dasar Linux melalui CLI sangat penting dalam pengelolaan sistem operasi. Dengan memahami perintah dasar seperti cd, ls, cwd dan lainnya, pengguna dapat melakukan berbagai operasi secara efisien dan terstruktur. Penguasaan CLI terbukti lebih cepat dalam memproses perintah dibandingkan antarmuka grafis, terutama dalam hal navigasi direktori serta manipulasi file dan folder.
4.2 Saran
Disarankan untuk melakukan latihan secara rutin agar lebih terbiasa menggunakan perintah Linux. Selain itu, perlu eksplorasi lebih lanjut terhadap perintah lanjutan agar kemampuan dalam penggunaan Linux semakin meningkat. Pengguna juga sebaiknya selalu berhati-hati saat menggunakan perintah penghapusan seperti rm karena sifatnya yang permanen pada sistem CLI.
DAFTAR PUSTAKA
The Linux Documentation Project. (n.d.). The Linux Documentation Project. https://tldp.org/
Ubuntu Documentation Team. (n.d.). Ubuntu documentation. https://help.ubuntu.com/
Microsoft. (n.d.). Windows Subsystem for Linux documentation. Microsoft Learn. https://learn.microsoft.com/windows/wsl/
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar