Praktikum Instalasi, Konfigurasi, dan Pengujian Konektivitas Jaringan Multi-Web Server pada Lingkungan VirtualBox Ubuntu
Disusun Oleh:
Arya Wirya Putra Jatmiko (25051204046)
Felix Nathaniel Naldo Pradhana (25051204047)
M. Rivaldy Saputra (25051204048)
Mirza Fadhil Naufal (25051204049)
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi jaringan dan internet menuntut ketersediaan layanan web yang andal. Web server berfungsi sebagai tulang punggung yang melayani permintaan klien dan mendistribusikan konten web. Dalam administrasi sistem berbasis Linux, pemahaman mengenai manajemen jaringan dasar dan penyediaan layanan web adalah kompetensi fundamental yang wajib dikuasai.
Dua dari web server paling populer di dunia saat ini adalah Apache dan Nginx. Keduanya memiliki karakteristik dan arsitektur pengelolaan proses yang berbeda. Untuk memahami cara kerja dan manajemen service dari web server tersebut, diperlukan sebuah simulasi menggunakan mesin virtual (Virtual Machine). Simulasi ini tidak hanya berfokus pada proses instalasi paket, tetapi juga pada verifikasi konektivitas IP, pengujian komunikasi antara mesin Host dan Guest, serta tata kelola layanan (start, stop, status) agar tidak terjadi konflik port saat mengoperasikan lebih dari satu web server di dalam satu sistem.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang bisa kita dapatkan:
- Bagaimana cara mengkonfigurasi dan memverifikasi alamat IP serta konektivitas internet pada sistem operasi Ubuntu?
- Bagaimana proses instalasi dan manajemen layanan (service management) untuk web server Apache2 dan Nginx menggunakan utilitas systemctl?
- Bagaimana cara memvalidasi aksesibilitas web server baik secara lokal (localhost) maupun melalui jaringan dari komputer klien (OS Windows)?
- Mengetahui cara memeriksa konfigurasi antarmuka jaringan (NIC) dan memastikan server terhubung ke internet.
- Memahami alur kerja package manager (apt) untuk menginstal perangkat lunak web server.
- Mampu mengelola dan memonitor status operasional layanan (Apache2 dan Nginx) agar dapat berjalan dengan optimal tanpa bentrokan port jaringan.
- Mampu melakukan troubleshooting dasar dan pengujian konektivitas menggunakan protokol ICMP (ping) dan HTTP (Web Browser).
Bab II
Tinjauan Pustaka
2.1 Sistem Operasi Ubuntu dan Manajemen Paket
Ubuntu merupakan distribusi Linux berbasis Debian yang dirancang untuk penggunaan server dan desktop. Dalam administrasi server, Ubuntu menggunakan sistem manajemen paket apt (Advanced Package Tool). Secara logis, manajemen paket ini memastikan dependensi antar perangkat lunak terpenuhi secara otomatis. Penggunaan perintah sudo (Substitute User Do) menunjukkan adanya sistem keamanan berbasis hak akses bertingkat, yang memisahkan antara pengguna biasa dengan administrator (root).
2.2 Arsitektur Web Server: Apache vs Nginx
Web server adalah perangkat lunak yang menggunakan protokol HTTP/HTTPS untuk melayani permintaan berkas dari klien (browser). Namun, terdapat perbedaan fundamental dalam cara Apache dan Nginx menangani permintaan tersebut.
2.3 Manajemen Layanan dengan Systemd
- Active (Running): Layanan berjalan dan menduduki port tertentu.
- Inactive (Dead): Layanan berhenti dan melepaskan sumber daya.
- Enabled: Layanan akan otomatis menyala saat sistem melakukan booting.
2.4 Protokol ICMP dan Pengujian Jaringan
Internet Control Message Protocol (ICMP) digunakan oleh perangkat jaringan untuk mengirim pesan kesalahan dan informasi operasional. Perintah ping memanfaatkan pesan Echo Request dan Echo Reply dari protokol ini. Keberhasilan pengujian ping secara logis membuktikan bahwa:
- Lapisan Fisik dan Data Link (kabel/wireless) berfungsi.
- Konfigurasi IP Address berada dalam subnet yang benar.
- Tidak ada aturan firewall yang memblokir paket ICMP.
2.5 Virtualisasi Network (Host-Only Adapter)
Dalam lingkungan VirtualBox, komunikasi antara mesin fisik (Windows) dan mesin virtual (Ubuntu) seringkali menggunakan mode Host-Only Adapter. Secara logis, ini menciptakan jaringan internal virtual di mana kedua mesin memiliki alamat IP dalam segmen yang sama, namun terisolasi dari jaringan publik luar kecuali dikonfigurasi melalui gateway tambahan.
- Laptop/ PC
- Sistem Operasi Windows
- Oracle Virtualbox
- Ubuntu (Melalui Virtualbox)
- Nginx/ Apache
- Terminal
- Menginstall dan mengkonfigurasi Virtualbox agar bisa mensimulasikan Linux Ubuntu.
- Membuka aplikasi Virtualbox
- Membuka terminal dalam Virtualbox
- Menginstall Nginx/ Apache dengan perintah sudo apt install nginx/ apache2 pada terminal
- Menjalankan perintah systemctl status nginx/ apache2 untuk mengecek status keaktifan
- Jika status inactive (dead), jalankan perintah systemctl start nginx/ apache2 untuk mengaktifkannya. Lalu bisa mengecek ulang status keaktifannya
- Menjalankan perintah ip a untuk membuat ip address dari web yang akan kita host
- Masukkan ip address yang didapat (atau bisa dengan memasukkan localhost) pada penelusuran web browser pada virtualbox untuk mengecek apakah perintah sudah berhasil atau belum
- Menjalankan perintah ping google.com untuk menguji koneksi jaringan Ubuntu virtual dan internet
- Menjalankan perintah ping (ip address) pada terminal Windows untuk mengecek apakah Ubuntu dapat menjangkau server web dengan id tersebut
- Masukkan ip address pada browser Windows untuk mengunjungi web yang kita host
Tidak ada komentar:
Posting Komentar