Praktikum Penetrasi Tools Menggunakan Web Vulnerability Scanner (Nikto)
Disusun
Oleh:
|
1. |
M. Zakariyah Adi
kusuma |
(25051204178) |
|
2. |
Dimas Giovanni T |
(25051204168) |
|
3. |
Muhammad Hisyam |
(25051204169) |
|
4. |
Shah Aziz
Ramadhan Ar-Rasheed |
(25051204179) |
|
| ||||||||
BAB
I
1.1 Latar
Belakang
Keamanan
sistem informasi menjadi isu krusial seiring meningkatnya ancaman siber. Oleh
karena itu, diperlukan pemahaman mengenai hacking tools atau penetration
testing tools yang digunakan untuk menguji keamanan suatu sistem secara
legal dan terstruktur. Salah satu tools yang umum digunakan adalah Nikto, yaitu
sebuah web server scanner yang bersifat open-source dan digunakan untuk
mendeteksi berbagai kerentanan pada server web, seperti konfigurasi yang tidak
aman, file berbahaya, serta potensi celah keamanan lainnya.
Penggunaan
Nikto memungkinkan pengguna untuk melakukan pemindaian terhadap server web
secara otomatis dan mendapatkan informasi terkait kelemahan sistem yang dapat
dimanfaatkan oleh penyerang. Dengan demikian, hasil dari pemindaian tersebut
dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan keamanan sistem dan mencegah
potensi serangan siber.
Berdasarkan
hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan mengenal penggunaan
tools Nikto dalam melakukan pengujian keamanan sistem.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
1. Memahami
konsep dasar penetration testing dalam keamanan sistem.
2. Mengetahui
fungsi serta cara penggunaan tools Nikto dalam melakukan pengujian keamanan web
server.
3. Mampu
mengidentifikasi berbagai jenis miskonfigurasi dan kerentanan keamanan (vulnerabilities)
pada layanan web server melalui hasil pemindaian otomatis.
4. Mampu
menghasilkan serta menganalisis laporan hasil audit keamanan web secara
terstruktur dalam format HTML untuk keperluan dokumentasi dan langkah mitigasi.
1.3 Manfaat Praktikum
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah:
1. Memberikan
pengetahuan dasar tentang pengujian keamanan sistem menggunakan tools Nikto.
2.
Menjadi
referensi pembelajaran dalam bidang sistem operasi dan keamanan jaringan,
khususnya dalam mendeteksi kerentanan web server.
3. Meningkatkan
kemampuan dalam menganalisis berbagai jenis celah keamanan riil seperti
miskonfigurasi header dan kebocoran informasi teknis pada infrastruktur
web.
4. Memberikan
keterampilan praktis dalam menyusun laporan audit keamanan yang profesional dan
terstandarisasi untuk keperluan dokumentasi teknis maupun langkah mitigasi
lanjutan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keamanan Sistem Informasi dan Penetration
Testing
Keamanan
sistem informasi adalah upaya berkelanjutan untuk melindungi aset digital dari
akses, penggunaan, modifikasi, atau gangguan yang tidak sah. Salah satu metode
proaktif untuk mengevaluasi postur keamanan suatu sistem adalah melalui Penetration
Testing (Uji Penetrasi). Uji penetrasi adalah simulasi serangan siber yang
dilakukan secara legal dan terstruktur untuk mengidentifikasi, mengeksploitasi,
serta menambal celah keamanan (vulnerabilities) sebelum pihak peretas (threat
actors) dapat memanfaatkannya.
2.2 Web Server dan Risiko Miskonfigurasi
Web
server (seperti Apache, Nginx, atau IIS) adalah perangkat lunak yang
berfungsi melayani permintaan protokol HTTP/HTTPS dari klien (browser).
Secara default, instalasi web server sering kali menyertakan
modul-modul bawaan, halaman informasi statistik (seperti mod_status pada
Apache), serta konfigurasi minimum yang lebih mengutamakan kemudahan akses
daripada keamanan. Miskonfigurasi seperti ini, jika tidak segera disesuaikan
oleh administrator (proses hardening), dapat menjadi celah bagi
penyerang untuk melakukan pengintaian (reconnaissance) sistem target.
2.3 Vulnerability Assessment Tools
Vulnerability
Assessment merupakan proses identifikasi, kuantifikasi, dan prioritas celah
keamanan pada sebuah infrastruktur. Proses ini umumnya dilakukan menggunakan tools
pemindai otomatis (scanner). Alat-alat ini bekerja dengan membandingkan
respons dari target terhadap pangkalan data (database) pola kerentanan
yang sudah diketahui, mencari informasi header yang bocor, perangkat
lunak yang sudah kedaluwarsa, atau keberadaan file-file yang berpotensi
membahayakan.
2.4 Nikto Web Scanner
Nikto adalah
web server scanner berbasis bahasa pemrograman Perl yang bersifat open-source
(GPL). Nikto dirancang untuk melakukan pengujian komprehensif terhadap target web
server dengan memindai lebih dari 6.700 file/CGI yang berpotensi berbahaya,
memeriksa versi server yang sudah usang, serta mendeteksi masalah
spesifik pada ribuan jenis server. Nikto juga melakukan evaluasi
terhadap HTTP headers yang dapat mengindikasikan ketiadaan perlindungan
terhadap serangan klien, seperti Clickjacking (ketiadaan X-Frame-Options)
atau kebocoran informasi teknis tingkat rendah (Inodes via ETag).
BAB
III
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Lingkungan Praktikum
Praktikum
ini dilaksanakan pada lingkungan sistem operasi Ubuntu 24.04.4 LTS dieksekusi
secara bare metal menggunakan media Live USB dengan Persistence
Storage. Penggunaan metode persistence memungkinkan sistem untuk
tetap menyimpan perubahan data, konfigurasi, dan instalasi perangkat lunak
meskipun sistem dijalankan melalui media portabel tanpa proses instalasi
permanen ke hard drive.
Komponen teknis yang digunakan dalam lingkungan
praktikum ini meliputi:
1.
Sistem
Operasi: Ubuntu Linux
24.04.4 LTS (64-bit) yang berjalan langsung di atas perangkat keras untuk
menjamin performa maksimal.
2.
Antarmuka
Kendali: Command Line
Interface (CLI) melalui terminal bawaan dengan shell Bash.
3.
Perangkat
Lunak Keamanan: Nikto Web
Scanner, perangkat lunak audit keamanan open-source yang digunakan
untuk mendeteksi miskonfigurasi dan celah keamanan pada target.
4.
Target
Pengujian: Layanan web
server Apache2 yang dikonfigurasi secara lokal sebagai objek
simulasi penetrasi.
3.2 Hacking tools,
penetrasi tools (Nikto)
Pada praktikum ini kami menggunakan tool penetrasi Open Source bernama Nikto untuk memindai kerentanan (vulnerability scanning) pada web server. Nikto bekerja secara otomatis menguji ribuan miskonfigurasi dan file berbahaya pada target.
1. 1. Persiapan: Mengaktifkan
"Target" (Web Server)
a) Instal
Apache
| Gambar 3.1 Tampilan terminal |
| Gambar 3.2 Tampilan terminal |
b) Cek Status
| Gambar 3.3 Tampilan terminal |
Perintah
sudo systemctl status apache2 digunakan untuk memastikan server berjalan.
c) Verifikasi
| Gambar 3.4 Tampilan web |
1. 2. Instalasi Nikto
| Gambar 3.5 Tampilan terminal |
Menjalankan
perintah sudo apt install nikto -y untuk mengunduh dan memasang paket
Nikto dari repositori resmi Ubuntu.
1. 3. Langkah-Langkah Scanning dengan Nikto
a) Pemindaian
Dasar (Basic Scan)
| Gambar 3.6 Tampilan terminal |
b) Menyimpan Hasil Scan
| Gambar 3.7 Tampilan terminal |
1. 4. Memahami Hasil Scan Nikto
| Gambar 4.1 Tampilan hasil |
1.
Server Leaks Inodes via ETags
a) Penjelasan:
ETag adalah penanda yang digunakan browser untuk caching (menyimpan data
sementara). Di sini, Apache membocorkan nomor inode (identitas unik file di
sistem Linux) melalui header ETag tersebut.
b) Risiko:
Peretas bisa mendapatkan informasi teknis tentang sistem penyimpanan internal
host. Meski risikonya rendah, ini dianggap sebagai kebocoran informasi yang
tidak perlu.
2.
Anti-Clickjacking X-Frame-Options Header is Not Present
a) Penjelasan:
Server host tidak mengirimkan instruksi kepada browser apakah website ini boleh
ditampilkan di dalam frame (bingkai) website lain atau tidak.
b) Risiko: Clickjacking. Peretas bisa membuat website palsu dan menumpuk website host di atasnya secara transparan. Pengguna mengira mereka mengklik tombol di website peretas, padahal sebenarnya mereka sedang mengklik tombol penting di website tersebut (misalnya tombol "Hapus Akun").
3.
Allowed HTTP Methods: GET, POST, OPTIONS, HEAD
a) Penjelasan:
Ini
adalah daftar cara (metode) komunikasi yang diizinkan oleh server.
b) Risiko:
· OPTIONS:
Metode ini memberi tahu peretas fitur apa saja yang aktif di server host tanpa
harus menyerang secara membabi buta.
· HEAD: Digunakan
untuk mengambil informasi header tanpa mengunduh seluruh isi halaman.
· Catatan:
Secara umum ini normal, tapi untuk server yang sangat ketat, biasanya metode
yang tidak perlu akan dimatikan.
4.
/server-status reveals Apache information
a) Penjelasan:
Ini adalah temuan paling sensitif di laporan. Modul mod_status di Apache aktif
dan bisa diakses oleh siapa saja.
b) Risiko:
Peretas bisa melihat statistik real-time server tersebut, seperti:
· Siapa
saja yang sedang mengakses web tersebut.
· Alamat
IP pengunjung.
· Berapa beban CPU server saat ini.
· Versi detail Apache yang server gunakan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
·
Pemindaian
Kerentanan Web (Vulnerability Assessment): Penggunaan perangkat lunak pemindai seperti Nikto
sangat penting dalam menemukan celah keamanan pada web server. Dalam praktikum
ini, pemindaian terhadap web server Apache yang menggunakan konfigurasi default
mengungkapkan beberapa kerentanan. Temuan yang paling signifikan adalah
aktifnya modul mod_status, yang dapat mengekspos informasi sensitif mengenai
statistik real-time server kepada publik.
·
Pentingnya
Mitigasi: Hasil pemindaian
juga menunjukkan adanya kebocoran informasi melalui header ETag dan ketiadaan
instruksi keamanan seperti X-Frame-Options. Selain sekadar mengidentifikasi
kerentanan, praktik keamanan yang baik juga mengharuskan penerapan
langkah-langkah perbaikan (mitigasi). Mengubah konfigurasi default dan
menerapkan panduan keamanan adalah langkah vital untuk melindungi web server
dari potensi serangan.
DAFTAR PUSTAKA
Apache Software Foundation.
(2024). Apache HTTP Server Version 2.4 Documentation: Security Tips. https://httpd.apache.org/docs/2.4/misc/security_tips.html
CIRT.net. (2024). Nikto Web
Scanner Documentation. https://cirt.net/Nikto2
Engebretson, P. (2013). The
Basics of Hacking and Penetration Testing: Ethical Hacking and Penetration
Testing Made Easy. Syngress.
Lyon, G. F. (2009). Nmap
Network Scanning: The Official Nmap Project Guide to Network Discovery and
Security Scanning. Insecure.com LLC.
OWASP Foundation. (2024). OWASP
Top 10:2021 - The Ten Most Critical Web Application Security Risks. https://owasp.org/www-project-top-ten/
Stuttard, D., & Pinto, M. (2011). The Web Application Hacker's Handbook: Finding and Exploiting Security Flaws (2nd ed.). John Wiley & Sons
LAMPIRAN
| Dekomentasi Praktikum |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar