Senin, 29 Juni 2026

LAPORAN HASIL PRAKTEK Konfigurasi Jaringan dan Web Server pada Sistem Operasi Linux

 

LAPORAN HASIL PRAKTEK

Konfigurasi Jaringan dan Web Server pada Sistem Operasi Linux


DISUSUN OLEH

Any Aulia Putri (25051204228)

M. Raihan Azzaidan (25051204170)

Alvito Wahyu Dwi Nofa (25051204031)

Velanisa Lutfiana (25051204025)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi jaringan komputer saat ini sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan teknologi informasi tidak terlepas dari penggunaan jaringan, baik itu untuk komunikasi data, akses internet, maupun pengelolaan sistem berbasis digital. Hal ini membuat pemahaman mengenai jaringan komputer menjadi hal yang wajib dipelajari, terutama bagi mahasiswa yang mendalami bidang teknologi informasi.

Selain jaringan komputer, web server juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan sistem berbasis internet. Web server digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menampilkan halaman website yang dapat diakses oleh pengguna melalui browser. Saat ini banyak aplikasi dan sistem informasi yang berbasis web, sehingga pemahaman mengenai cara kerja web server menjadi salah satu dasar yang perlu dikuasai.

Linux sering digunakan sebagai sistem operasi untuk kebutuhan server karena memiliki sifat yang stabil, ringan, dan mendukung banyak layanan jaringan. Selain itu, Linux juga menyediakan berbagai perintah terminal yang memudahkan dalam melakukan konfigurasi jaringan maupun instalasi web server. Oleh karena itu, Linux sangat cocok digunakan dalam kegiatan praktikum yang berhubungan dengan sistem jaringan dan server.

Berdasarkan hal tersebut, praktikum ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung proses konfigurasi jaringan, pengujian koneksi, serta instalasi dan pengoperasian web server pada sistem operasi Linux. Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana proses tersebut bekerja dalam sistem nyata. Dengan demikian, pemahaman mengenai jaringan dan web server dapat lebih mudah dipahami karena disertai dengan praktik langsung.


1.2  Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum ini adalah:

  1. Memahami konfigurasi dan pengujian jaringan pada sistem operasi Linux.
  2. Mahasiswa mampu melakukan instalasi dan aktivasi layanan OpenSSH Server di Linux.
  3. Mahasiswa mampu mendeteksi dan membaca Alamat IP (IP Address) lokal pada sistem Linux.

  4. Mahasiswa mampu melakukan koneksi remote jarak jauh lintas platform dari Windows ke Linux via SSH.

  5. Mahasiswa mampu mempraktikkan manipulasi file dan direktori secara jarak jauh menggunakan command line.



BAB II

DASAR TEORI 

2.1 Sistem Operasi Linux

            Linux adalah sistem operasi berbasis open source yang berarti pengguna dapat menggunakan, memodifikasi, dan mengembangkan sistemnya secara bebas. Linux banyak digunakan pada perangkat server karena dikenal stabil, ringan, dan memiliki tingkat keamanan yang cukup baik dibanding beberapa sistem operasi lainnya.Dalam praktiknya, Linux sering digunakan melalui terminal atau command line interface (CLI). Melalui terminal ini, pengguna dapat menjalankan berbagai perintah untuk mengatur sistem, termasuk konfigurasi jaringan, instalasi aplikasi, hingga menjalankan layanan server seperti web server. Hal ini menjadi salah satu alasan Linux banyak dipakai dalam dunia jaringan dan server.

Sebagai contoh penggunaan, pada praktikum ini Linux digunakan untuk menjalankan beberapa perintah dasar seperti pengecekan IP address menggunakan ip a, pengujian koneksi menggunakan ping, serta instalasi Apache sebagai web server. Perintah-perintah tersebut menunjukkan bahwa Linux memang dirancang untuk pengelolaan sistem yang lebih fleksibel dan efisien melalui terminal.

Selain itu, banyak sistem server di dunia nyata juga menggunakan Linux sebagai basisnya, seperti server website, database, dan cloud computing. Hal ini menjadi bukti bahwa Linux bukan hanya digunakan untuk pembelajaran, tetapi juga diterapkan secara luas di industri teknologi informasi.

2.2  Konfigurasi Jaringan

Konfigurasi jaringan adalah proses pengaturan sistem agar sebuah perangkat dapat terhubung ke jaringan lain atau ke internet. Pengaturan ini mencakup alamat IP, gateway, DNS, serta pengecekan status koneksi agar komunikasi data bisa berjalan dengan baik. Di Linux, konfigurasi jaringan biasanya dilakukan melalui terminal dengan perintah sederhana. Misalnya untuk melihat alamat IP digunakan perintah ip a, kemudian untuk mengecek koneksi digunakan ping. Dari hasil praktikum, ketika IP sudah muncul dan ping ke alamat seperti google berhasil, berarti jaringan sudah terhubung dengan benar.

Secara teori, setiap perangkat dalam jaringan harus memiliki alamat IP yang berbeda agar tidak terjadi konflik. IP ini berfungsi sebagai identitas perangkat saat mengirim dan menerima data. Jika konfigurasi jaringan salah, maka perangkat bisa tidak terhubung ke internet atau tidak bisa berkomunikasi dengan perangkat lain.

Sebagai bukti dalam praktik, saat dilakukan pengecekan menggunakan ip a, sistem menampilkan alamat IP yang aktif. Kemudian saat dilakukan ping google.com, hasilnya menunjukkan reply dari server, yang menandakan koneksi jaringan sudah berhasil. Ini menunjukkan bahwa konfigurasi jaringan sudah berjalan sesuai fungsi dasarnya.

2.3 Koneksi Jaringan

Koneksi jaringan adalah kondisi ketika suatu perangkat sudah bisa terhubung dan saling berkomunikasi dengan jaringan lain, baik itu jaringan lokal maupun internet. Koneksi ini bisa dibilang berhasil kalau perangkat sudah bisa mengirim dan menerima data tanpa ada gangguan.

Di Linux, koneksi jaringan biasanya dicek pakai perintah ping. Perintah ini dipakai untuk ngetes apakah perangkat benar-benar bisa terhubung ke tujuan tertentu, misalnya ke Google atau ke alamat IP lain. Kalau muncul balasan (reply), berarti koneksinya sudah jalan. Tapi kalau timeout, biasanya ada masalah di jaringan atau setting IP.

Secara teori, koneksi jaringan dipengaruhi beberapa hal seperti IP address, gateway, dan DNS. Kalau salah satu tidak sesuai, biasanya koneksi tidak stabil atau bahkan tidak bisa akses internet sama sekali. Jadi walaupun perangkat sudah tersambung WiFi atau kabel, belum tentu koneksinya langsung lancar. Di praktiknya, saat dilakukan ping google.com, hasilnya muncul reply tanpa packet loss. Itu artinya koneksi jaringan sudah berjalan normal dan sistem sudah bisa mengakses internet dengan baik.

2.3 Web Server

Web server adalah program yang berfungsi untuk menerima permintaan dari browser lalu mengirimkan kembali halaman website yang diminta. Jadi ketika seseorang membuka sebuah alamat website, sebenarnya browser sedang meminta data ke server, kemudian server mengirimkan file yang dibutuhkan agar halaman bisa ditampilkan.Proses ini berjalan dengan pola request dan response. Browser mengirim request berupa permintaan halaman, lalu web server memproses permintaan tersebut dan mengambil file yang tersimpan di dalam sistem. File tersebut bisa berupa HTML untuk tampilan, CSS untuk desain, atau file lain yang mendukung halaman website. Dalam praktiknya, web server tidak hanya menampilkan halaman statis, tetapi juga bisa mengelola banyak permintaan secara bersamaan. Karena itu, web server menjadi komponen penting dalam sistem berbasis web, terutama untuk layanan yang diakses banyak pengguna.

Salah satu web server yang umum digunakan di sistem Linux adalah Apache. Apache bekerja sebagai layanan yang aktif di sistem dan membaca file dari direktori tertentu, biasanya /var/www/html. Saat layanan ini berjalan, file yang ada di dalam folder tersebut bisa langsung diakses melalui browser. Pada praktikum, setelah Apache dijalankan, pengujian dilakukan dengan membuka localhost di browser. Ketika halaman default Apache muncul, itu menunjukkan bahwa layanan web server sudah berjalan dengan baik dan sistem sudah siap melayani permintaan dari browser.

2.4 Administrasi Jaringan Jarak Jauh (SSH)

        Secure Shell (SSH) adalah protokol jaringan terenkripsi yang digunakan untuk mengoperasikan layanan jaringan secara aman pada komputer jarak jauh. SSH bekerja menggunakan model arsitektur client-server, di mana komputer server akan membuka port bawaan nomor 22 untuk mendengarkan (listening) paket data masuk dari komputer klien. Seluruh informasi yang diketikkan di dalam terminal remote diacak secara otomatis menggunakan kunci kriptografi untuk menjamin privasi data di dalam jaringan.

2.5 Manajemen File Sistem Linux via CLI

        Command Line Interface (CLI) atau antarmuka baris perintah adalah media interaktif berbasis teks untuk mengontrol fungsi sistem operasi. Melalui CLI, pengguna dapat mengelola file sistem dengan konsumsi memori RAM yang jauh lebih ringan dibanding antarmuka grafis (GUI). Beberapa perintah dasar manajemen berkas yang digunakan meliputi:

  • mkdir -p: Membuat struktur direktori baru secara berlapis/bersarang (folder induk dan sub-folder sekaligus) secara instan.

  • tree: Menampilkan struktur hirarki folder dan file dalam bentuk bagan diagram pohon grafis teks.

  • touch: Memicu pembuatan file dokumen baru yang masih kosong (0 byte).

  • echo dan Redirection (> / >>): echo berfungsi mencetak teks. Tanda > digunakan untuk menuliskan teks ke file dengan menghapus konten lama (overwrite), sedangkan >> digunakan untuk menambah baris teks baru di bagian paling bawah (append).

  • cp & mv: cp untuk menduplikasi (copy) berkas, sedangkan mv untuk memindahkan (move) lokasi atau mengubah penamaan file.

  • rm -r: rm untuk mengeliminasi berkas, sedangkan bendera -r (recursive) wajib disisipkan untuk menghapus folder yang memiliki isi di dalamnya hingga bersih.

 

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Praktikum

3.1.1 Pembaruan Indeks dan Instalasi Modul Server

 

sudo apt update && sudo apt install openssh-server -y

 

Pembahasan: Praktikan mengeksekusi perintah sudo apt update untuk menyinkronkan daftar aplikasi lokal dengan server repositori Ubuntu. Setelah selesai, instruksi dilanjutkan dengan memasang paket openssh-server. Flag -y digunakan untuk memberikan persetujuan otomatis terhadap alokasi memori penyimpanan, sehingga biner daemon SSH terpasang tanpa kendala.


            3.1.2 Mengaktifkan dan Memeriksa Status Layanan SSH

 

sudo service ssh start

sudo service ssh status

 

Pembahasan: Layanan SSH dijalankan di latar belakang sistem menggunakan perintah sudo service ssh start. Untuk memastikan sistem berjalan lancar, dijalankan perintah sudo service ssh status. Jika terminal memunculkan teks indikator hijau bertuliskan Active: active (running), berarti pintu gerbang remote server telah terbuka.


            3.1.3 Memeriksa Alamat IP server Linux

 


Gambar 3.1 Hasil Deteksi Alamat IP Menggunakan Perintah ip a

Pembahasan: Berdasarkan dokumentasi Gambar 3.1, praktikan mengetik perintah ip a untuk mengetahui alamat jaringan lokal server Linux. Melalui informasi pada antarmuka jaringan aktif (enp0s3), teridentifikasi Alamat IPv4 Linux Server kami adalah 172.18.202.39. Alamat inilah yang dicatat untuk ditembak dari komputer Windows.

      

3.2 Implementasi Remote Jaringan dari Windows Host

Setelah persiapan pada sisi Linux Server selesai, kendali sepenuhnya dialihkan menggunakan Command Prompt (CMD) pada sistem operasi Windows.

                      

Gambar 3.2.1 Bukti Keberhasilan Remote Akses Linux Melalui CMD Windows

  • Pembahasan: Sesuai dengan tampilan Gambar 3.2.1, praktikan memulai koneksi dengan mengetik perintah ssh vito@172.18.202.39. Perintah ini berarti komputer klien Windows meminta akses masuk ke Linux menggunakan akun user vito. Setelah menyetujui sidik jari keamanan dan menginput kata sandi secara valid, baris prompt CMD Windows berubah fungsi menjadi shell Linux, ditandai dengan teks vito@vito-VirtualBox:~$.

3.3 Eksperimen Command Manajemen Berkas Jarak Jauh

Setelah sukses terhubung, dilakukan serangkaian perintah manipulasi folder dan dokumen teks dari jarak jauh melalui jaringan:

3.3.1 Membuat Folder Bersarang dan Menampilkan Struktur tree

 

mkdir -p praktikum_os/modul1/latihan

ls praktikum_os/

sudo apt install tree -y

tree praktikum_os/

 

 

 

Gambar 3.3.1.1 Output Struktur Hirarki Folder Berdasarkan Perintah

Pembahasan: Praktikan menguji pembuatan folder bercabang secara otomatis lewat perintah mkdir -p. Sintaks ini secara instan menciptakan folder praktikum_os, di dalamnya ada folder modul1, dan berakhir pada folder latihan. Untuk memvisualisasikan diagram pohon folder secara rapi seperti Gambar 3.3.1.1, praktikan memasang utilitas tree terlebih dahulu, lalu memanggil perintah tree praktikum_os/.

 

3.3.2 Inisialisasi Berkas Kosong dan Rekayasa Teks (Redirection)

 

cd praktikum_os/modul1/latihan

touch catatan.txt

touch data1.csv data2.csv

ls -l

echo "Baris pertama data praktikum" > catatan.txt

cat catatan.txt

echo "Baris kedua ditambahkan" >> catatan.txt

cat catatan.txt

 

           

Gambar 3.3.2.1 Pengisian Konten Teks Memanfaatkan Operator Redirection

Pembahasan: Praktikan bergeser masuk ke folder latihan via perintah cd, lalu menciptakan tiga file baru sekaligus (catatan.txt, data1.csv, data2.csv) memakai perintah touch. Status berkas diverifikasi dengan ls -l. Untuk mengisi file tanpa text editor, dijalankan perintah echo "Baris pertama data praktikum" > catatan.txt. Karakter > berfungsi mengalirkan teks langsung ke dalam file. Kalimat kedua kemudian disisipkan di baris terbawah menggunakan operator Append >> tanpa menghapus isi teks pertama. Hasilnya saat dipanggil perintah cat catatan.txt, file sukses menampilkan kedua baris teks secara berurutan.

 

3.3.3 Duplikasi dan Mobilisasi File

 

cp catatan.txt catatan_backup.txt

ls

mv data2.csv ../

ls

rm catatan_backup.txt

ls

 

 

Pembahasan: Berkas catatan.txt disalin menjadi file baru bernama catatan_backup.txt melalui perintah cp. Selanjutnya, file data2.csv dipindahkan satu tingkat keluar dari folder latihan menuju folder induk (modul1) menggunakan perintah mv data2.csv ../. Terakhir, berkas cadangan catatan_backup.txt dieliminasi dari sistem menggunakan perintah rm.

 

3.4 Pembersihan Ruang Kerja Server

Langkah terakhir praktikum adalah melakukan pembersihan direktori kerja agar kapasitas media penyimpanan server kembali bersih.


cd ~/praktikum_os

rm -r modul1/

ls

 

 


Gambar 3.4.1 Kondisi Akhir Folder Proyek Setelah Melalui Porses Penghapusan Rekursif

Pembahasan: Berkas log pada Gambar 3.4.1 merekam fase penutupan praktikum. Praktikan mundur ke folder utama melalui cd ~/praktikum_os, kemudian menghapus folder modul1 beserta seluruh sub-file di dalamnya menggunakan perintah rm -r modul1/. Parameter -r digunakan agar proses penghapusan menyisir folder yang tidak kosong secara tuntas. Saat dijalankan kembali perintah peninjau ls, layar tidak memunculkan objek apa pun, menandakan seluruh rangkaian instruksi praktikum jarak jauh telah sukses diselesaikan dengan bersih.

 


 

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil eksperimen laboratorium yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Layanan OpenSSH Server berhasil diinstal dan diaktifkan pada sistem operasi Linux, ditandai dengan status active (running) pada port 22.
  2. Melalui perintah ip a, Alamat IPv4 lokal server berhasil teridentifikasi secara valid pada nomor IP 172.18.202.39.
  3. Protokol SSH terbukti mampu menjembatani interaksi kendali jarak jauh lintas platform dari Command Prompt Windows ke Linux secara stabil dan aman.
  4. Rangkaian instruksi dasar manajemen berkas (mkdir, tree, touch, echo redirection, cp, mv, rm) dapat dieksekusi secara instan dan responsif dari jarak jauh melalui jaringan.

 

4.2 Saran

1.      Latihan Kustomisasi Port: Praktikan disarankan mencoba mengubah nomor port default SSH (dari port 22 ke nomor lain) untuk meningkatkan faktor keamanan server dari pemindaian ilegal pihak luar.

2.      Penerapan Autentikasi Kunci (SSH Key): Untuk praktikum lanjutan, disarankan mencoba metode otentikasi berbasis SSH Key Keygen agar proses remote login bisa otomatis masuk dengan aman tanpa ketergantungan pada ketikan password teks biasa.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., Whaley, B., & Mackin, D. (2018). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Boston: Addison-Wesley Professional.

  • Pratama, I. P. A. (2020). Evaluasi Penggunaan Perintah Dasar Command Line Interface (CLI) pada Sistem Operasi Distribusi Linux untuk Administrator Jaringan Pemula. Jurnal Ilmiah Teknologi Informatika dan Sains, 10(2), 85-94.

  • Shotts, W. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). San Francisco: No Starch Press.

  • Siregar, A. M., & Puspita, K. (2021). Analisis Perbandingan Efisiensi Kinerja Antarmuka CLI dan GUI pada Sistem Operasi Open Source. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 8(3), 512-519.

  • Ubuntu Documentation Project. (2025). OpenSSH Server Official Configuration and Network Management Guide. Diambil dari https://help.ubuntu.com.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar