LAPORAN HASIL PRAKTEK
Konfigurasi Jaringan dan Web Server
pada Sistem Operasi Linux
DISUSUN OLEH
Any Aulia Putri (25051204228)
M. Raihan Azzaidan (25051204170)
Alvito Wahyu Dwi Nofa (25051204031)
Velanisa Lutfiana (25051204025)
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi jaringan
komputer saat ini sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam berbagai aspek
kehidupan. Hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan teknologi informasi
tidak terlepas dari penggunaan jaringan, baik itu untuk komunikasi data, akses
internet, maupun pengelolaan sistem berbasis digital. Hal ini membuat pemahaman
mengenai jaringan komputer menjadi hal yang wajib dipelajari, terutama bagi
mahasiswa yang mendalami bidang teknologi informasi.
Selain jaringan komputer, web
server juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan sistem
berbasis internet. Web server digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan
menampilkan halaman website yang dapat diakses oleh pengguna melalui browser.
Saat ini banyak aplikasi dan sistem informasi yang berbasis web, sehingga
pemahaman mengenai cara kerja web server menjadi salah satu dasar yang perlu
dikuasai.
Linux sering digunakan sebagai
sistem operasi untuk kebutuhan server karena memiliki sifat yang stabil,
ringan, dan mendukung banyak layanan jaringan. Selain itu, Linux juga
menyediakan berbagai perintah terminal yang memudahkan dalam melakukan
konfigurasi jaringan maupun instalasi web server. Oleh karena itu, Linux sangat
cocok digunakan dalam kegiatan praktikum yang berhubungan dengan sistem
jaringan dan server.
Berdasarkan hal tersebut,
praktikum ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung proses konfigurasi
jaringan, pengujian koneksi, serta instalasi dan pengoperasian web server pada
sistem operasi Linux. Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya
memahami teori, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana proses tersebut
bekerja dalam sistem nyata. Dengan demikian, pemahaman mengenai jaringan dan
web server dapat lebih mudah dipahami karena disertai dengan praktik langsung.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum
ini adalah:
- Memahami konfigurasi dan pengujian jaringan pada sistem operasi Linux.
- Mahasiswa mampu melakukan instalasi dan aktivasi layanan OpenSSH Server di Linux.
Mahasiswa mampu mendeteksi dan membaca Alamat IP (IP Address) lokal pada sistem Linux.
Mahasiswa mampu melakukan koneksi remote jarak jauh lintas platform dari Windows ke Linux via SSH.
Mahasiswa mampu mempraktikkan manipulasi file dan direktori secara jarak jauh menggunakan command line.
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Sistem Operasi Linux
Linux
adalah sistem operasi berbasis open source yang berarti pengguna dapat
menggunakan, memodifikasi, dan mengembangkan sistemnya secara bebas. Linux
banyak digunakan pada perangkat server karena dikenal stabil, ringan, dan
memiliki tingkat keamanan yang cukup baik dibanding beberapa sistem operasi lainnya.Dalam
praktiknya, Linux sering digunakan melalui terminal atau command line interface
(CLI). Melalui terminal ini, pengguna dapat menjalankan berbagai perintah untuk
mengatur sistem, termasuk konfigurasi jaringan, instalasi aplikasi, hingga
menjalankan layanan server seperti web server. Hal ini menjadi salah satu
alasan Linux banyak dipakai dalam dunia jaringan dan server.
Sebagai
contoh penggunaan, pada praktikum ini Linux digunakan untuk menjalankan
beberapa perintah dasar seperti pengecekan IP address menggunakan ip a,
pengujian koneksi menggunakan ping, serta instalasi Apache sebagai web
server. Perintah-perintah tersebut menunjukkan bahwa Linux memang dirancang
untuk pengelolaan sistem yang lebih fleksibel dan efisien melalui terminal.
Selain itu,
banyak sistem server di dunia nyata juga menggunakan Linux sebagai basisnya,
seperti server website, database, dan cloud computing. Hal ini menjadi bukti
bahwa Linux bukan hanya digunakan untuk pembelajaran, tetapi juga diterapkan
secara luas di industri teknologi informasi.
2.2 Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi
jaringan adalah proses pengaturan sistem agar sebuah perangkat dapat terhubung
ke jaringan lain atau ke internet. Pengaturan ini mencakup alamat IP, gateway,
DNS, serta pengecekan status koneksi agar komunikasi data bisa berjalan dengan
baik. Di Linux, konfigurasi jaringan biasanya dilakukan melalui terminal dengan
perintah sederhana. Misalnya untuk melihat alamat IP digunakan perintah ip a,
kemudian untuk mengecek koneksi digunakan ping. Dari hasil praktikum,
ketika IP sudah muncul dan ping ke alamat seperti google berhasil, berarti
jaringan sudah terhubung dengan benar.
Secara teori,
setiap perangkat dalam jaringan harus memiliki alamat IP yang berbeda agar
tidak terjadi konflik. IP ini berfungsi sebagai identitas perangkat saat
mengirim dan menerima data. Jika konfigurasi jaringan salah, maka perangkat
bisa tidak terhubung ke internet atau tidak bisa berkomunikasi dengan perangkat
lain.
Sebagai bukti
dalam praktik, saat dilakukan pengecekan menggunakan ip a, sistem
menampilkan alamat IP yang aktif. Kemudian saat dilakukan ping google.com,
hasilnya menunjukkan reply dari server, yang menandakan koneksi jaringan sudah
berhasil. Ini menunjukkan bahwa konfigurasi jaringan sudah berjalan sesuai
fungsi dasarnya.
2.3 Koneksi Jaringan
Koneksi
jaringan adalah kondisi ketika suatu perangkat sudah bisa terhubung dan saling
berkomunikasi dengan jaringan lain, baik itu jaringan lokal maupun internet.
Koneksi ini bisa dibilang berhasil kalau perangkat sudah bisa mengirim dan
menerima data tanpa ada gangguan.
Di
Linux, koneksi jaringan biasanya dicek pakai perintah ping. Perintah ini
dipakai untuk ngetes apakah perangkat benar-benar bisa terhubung ke tujuan
tertentu, misalnya ke Google atau ke alamat IP lain. Kalau muncul balasan
(reply), berarti koneksinya sudah jalan. Tapi kalau timeout, biasanya ada
masalah di jaringan atau setting IP.
Secara
teori, koneksi jaringan dipengaruhi beberapa hal seperti IP address, gateway,
dan DNS. Kalau salah satu tidak sesuai, biasanya koneksi tidak stabil atau
bahkan tidak bisa akses internet sama sekali. Jadi walaupun perangkat sudah
tersambung WiFi atau kabel, belum tentu koneksinya langsung lancar. Di
praktiknya, saat dilakukan ping google.com, hasilnya muncul reply tanpa
packet loss. Itu artinya koneksi jaringan sudah berjalan normal dan sistem
sudah bisa mengakses internet dengan baik.
2.3 Web Server
Web server
adalah program yang berfungsi untuk menerima permintaan dari browser lalu
mengirimkan kembali halaman website yang diminta. Jadi ketika seseorang membuka
sebuah alamat website, sebenarnya browser sedang meminta data ke server,
kemudian server mengirimkan file yang dibutuhkan agar halaman bisa
ditampilkan.Proses ini berjalan dengan pola request dan response. Browser
mengirim request berupa permintaan halaman, lalu web server memproses
permintaan tersebut dan mengambil file yang tersimpan di dalam sistem. File
tersebut bisa berupa HTML untuk tampilan, CSS untuk desain, atau file lain yang
mendukung halaman website. Dalam praktiknya, web server tidak hanya menampilkan
halaman statis, tetapi juga bisa mengelola banyak permintaan secara bersamaan.
Karena itu, web server menjadi komponen penting dalam sistem berbasis web,
terutama untuk layanan yang diakses banyak pengguna.
Salah satu web server yang umum digunakan di sistem Linux adalah Apache. Apache bekerja sebagai layanan yang aktif di sistem dan membaca file dari direktori tertentu, biasanya /var/www/html. Saat layanan ini berjalan, file yang ada di dalam folder tersebut bisa langsung diakses melalui browser. Pada praktikum, setelah Apache dijalankan, pengujian dilakukan dengan membuka localhost di browser. Ketika halaman default Apache muncul, itu menunjukkan bahwa layanan web server sudah berjalan dengan baik dan sistem sudah siap melayani permintaan dari browser.
2.4 Administrasi Jaringan Jarak Jauh (SSH)
Secure Shell (SSH) adalah protokol jaringan terenkripsi yang digunakan untuk mengoperasikan layanan jaringan secara aman pada komputer jarak jauh. SSH bekerja menggunakan model arsitektur client-server, di mana komputer server akan membuka port bawaan nomor 22 untuk mendengarkan (listening) paket data masuk dari komputer klien. Seluruh informasi yang diketikkan di dalam terminal remote diacak secara otomatis menggunakan kunci kriptografi untuk menjamin privasi data di dalam jaringan.
2.5 Manajemen File Sistem Linux via CLI
Command Line Interface (CLI) atau antarmuka baris perintah adalah media interaktif berbasis teks untuk mengontrol fungsi sistem operasi. Melalui CLI, pengguna dapat mengelola file sistem dengan konsumsi memori RAM yang jauh lebih ringan dibanding antarmuka grafis (GUI). Beberapa perintah dasar manajemen berkas yang digunakan meliputi:
mkdir -p: Membuat struktur direktori baru secara berlapis/bersarang (folder induk dan sub-folder sekaligus) secara instan.tree: Menampilkan struktur hirarki folder dan file dalam bentuk bagan diagram pohon grafis teks.touch: Memicu pembuatan file dokumen baru yang masih kosong (0 byte).echodan Redirection (>/>>):echoberfungsi mencetak teks. Tanda>digunakan untuk menuliskan teks ke file dengan menghapus konten lama (overwrite), sedangkan>>digunakan untuk menambah baris teks baru di bagian paling bawah (append).cp&mv:cpuntuk menduplikasi (copy) berkas, sedangkanmvuntuk memindahkan (move) lokasi atau mengubah penamaan file.rm -r:rmuntuk mengeliminasi berkas, sedangkan bendera-r(recursive) wajib disisipkan untuk menghapus folder yang memiliki isi di dalamnya hingga bersih.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Praktikum
3.1.1 Pembaruan Indeks dan
Instalasi Modul Server
sudo apt update && sudo apt install
openssh-server -y
|
Pembahasan:
Praktikan
mengeksekusi perintah sudo apt update untuk menyinkronkan daftar aplikasi lokal
dengan server repositori Ubuntu. Setelah selesai, instruksi dilanjutkan dengan
memasang paket openssh-server. Flag -y digunakan untuk memberikan persetujuan
otomatis terhadap alokasi memori penyimpanan, sehingga biner daemon SSH
terpasang tanpa kendala.
3.1.2
Mengaktifkan dan Memeriksa Status Layanan SSH
sudo service ssh start
sudo service ssh status
|
Pembahasan:
Layanan SSH dijalankan di latar belakang sistem menggunakan perintah sudo
service ssh start. Untuk memastikan sistem berjalan lancar, dijalankan perintah
sudo service ssh status. Jika terminal memunculkan teks indikator hijau
bertuliskan Active: active (running), berarti pintu gerbang remote
server telah terbuka.
3.1.3
Memeriksa Alamat IP server Linux
Gambar
3.1 Hasil Deteksi Alamat IP Menggunakan Perintah ip a
Pembahasan:
Berdasarkan dokumentasi Gambar 3.1, praktikan mengetik perintah ip a untuk
mengetahui alamat jaringan lokal server Linux. Melalui informasi pada antarmuka
jaringan aktif (enp0s3), teridentifikasi Alamat IPv4 Linux Server kami adalah 172.18.202.39.
Alamat inilah yang dicatat untuk ditembak dari komputer Windows.
3.2 Implementasi
Remote Jaringan dari Windows Host
Setelah persiapan pada sisi Linux Server selesai, kendali sepenuhnya
dialihkan menggunakan Command Prompt (CMD) pada sistem operasi Windows.
Gambar 3.2.1 Bukti Keberhasilan Remote Akses Linux
Melalui CMD Windows
- Pembahasan: Sesuai
dengan tampilan Gambar 3.2.1, praktikan memulai koneksi dengan mengetik
perintah ssh vito@172.18.202.39. Perintah ini berarti komputer klien
Windows meminta akses masuk ke Linux menggunakan akun user vito. Setelah
menyetujui sidik jari keamanan dan menginput kata sandi secara valid,
baris prompt CMD Windows berubah fungsi menjadi shell Linux, ditandai
dengan teks vito@vito-VirtualBox:~$.
3.3 Eksperimen Command Manajemen Berkas Jarak Jauh
Setelah sukses terhubung, dilakukan serangkaian perintah manipulasi folder dan dokumen teks dari jarak jauh melalui jaringan:
3.3.1 Membuat Folder Bersarang dan
Menampilkan Struktur tree
|
mkdir -p
praktikum_os/modul1/latihan ls praktikum_os/ sudo apt install tree -y tree praktikum_os/ |
Gambar 3.3.1.1 Output Struktur
Hirarki Folder Berdasarkan Perintah
Pembahasan: Praktikan menguji
pembuatan folder bercabang secara otomatis lewat perintah mkdir -p. Sintaks ini
secara instan menciptakan folder praktikum_os, di dalamnya ada folder modul1,
dan berakhir pada folder latihan. Untuk memvisualisasikan diagram pohon folder
secara rapi seperti Gambar 3.3.1.1, praktikan memasang utilitas tree terlebih
dahulu, lalu memanggil perintah tree praktikum_os/.
3.3.2 Inisialisasi Berkas Kosong
dan Rekayasa Teks (Redirection)
|
cd
praktikum_os/modul1/latihan touch catatan.txt touch data1.csv data2.csv
ls -l echo "Baris pertama
data praktikum" > catatan.txt cat catatan.txt echo "Baris kedua
ditambahkan" >> catatan.txt cat catatan.txt |
Gambar 3.3.2.1 Pengisian Konten
Teks Memanfaatkan Operator Redirection
Pembahasan: Praktikan bergeser masuk
ke folder latihan via perintah cd, lalu menciptakan tiga file baru sekaligus
(catatan.txt, data1.csv, data2.csv) memakai perintah touch. Status berkas
diverifikasi dengan ls -l. Untuk mengisi file tanpa text editor, dijalankan perintah
echo "Baris pertama data praktikum" > catatan.txt. Karakter >
berfungsi mengalirkan teks langsung ke dalam file. Kalimat kedua kemudian
disisipkan di baris terbawah menggunakan operator Append >> tanpa
menghapus isi teks pertama. Hasilnya saat dipanggil perintah cat catatan.txt,
file sukses menampilkan kedua baris teks secara berurutan.
3.3.3 Duplikasi dan Mobilisasi
File
|
cp catatan.txt
catatan_backup.txt ls mv data2.csv ../ ls rm catatan_backup.txt ls |
Pembahasan:
Berkas
catatan.txt disalin menjadi file baru bernama catatan_backup.txt melalui
perintah cp. Selanjutnya, file data2.csv dipindahkan satu tingkat keluar dari
folder latihan menuju folder induk (modul1) menggunakan perintah mv data2.csv
../. Terakhir, berkas cadangan catatan_backup.txt dieliminasi dari sistem
menggunakan perintah rm.
3.4 Pembersihan Ruang Kerja Server
Langkah
terakhir praktikum adalah melakukan pembersihan direktori kerja agar kapasitas
media penyimpanan server kembali bersih.
|
cd ~/praktikum_os rm -r modul1/ ls |
Gambar
3.4.1 Kondisi Akhir Folder Proyek Setelah Melalui Porses Penghapusan Rekursif
Pembahasan:
Berkas log pada Gambar 3.4.1 merekam fase penutupan praktikum. Praktikan mundur
ke folder utama melalui cd ~/praktikum_os, kemudian menghapus folder modul1
beserta seluruh sub-file di dalamnya menggunakan perintah rm -r modul1/.
Parameter -r digunakan agar proses penghapusan menyisir folder yang tidak
kosong secara tuntas. Saat dijalankan kembali perintah peninjau ls, layar tidak
memunculkan objek apa pun, menandakan seluruh rangkaian instruksi praktikum
jarak jauh telah sukses diselesaikan dengan bersih.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil eksperimen laboratorium yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa:
- Layanan
OpenSSH Server berhasil diinstal dan diaktifkan pada sistem operasi Linux,
ditandai dengan status active (running) pada port 22.
- Melalui
perintah ip a, Alamat IPv4 lokal server berhasil teridentifikasi secara
valid pada nomor IP 172.18.202.39.
- Protokol
SSH terbukti mampu menjembatani interaksi kendali jarak jauh lintas
platform dari Command Prompt Windows ke Linux secara stabil dan aman.
- Rangkaian
instruksi dasar manajemen berkas (mkdir, tree, touch, echo redirection,
cp, mv, rm) dapat dieksekusi secara instan dan responsif dari jarak jauh
melalui jaringan.
4.2 Saran
1. Latihan Kustomisasi Port: Praktikan disarankan mencoba mengubah nomor port default SSH (dari port 22 ke nomor lain) untuk meningkatkan faktor keamanan server dari pemindaian ilegal pihak luar.
2. Penerapan Autentikasi Kunci (SSH Key): Untuk praktikum lanjutan, disarankan mencoba metode otentikasi berbasis SSH Key Keygen agar proses remote login bisa otomatis masuk dengan aman tanpa ketergantungan pada ketikan password teks biasa.
DAFTAR PUSTAKA
Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., Whaley, B., & Mackin, D. (2018). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Boston: Addison-Wesley Professional.
Pratama, I. P. A. (2020). Evaluasi Penggunaan Perintah Dasar Command Line Interface (CLI) pada Sistem Operasi Distribusi Linux untuk Administrator Jaringan Pemula. Jurnal Ilmiah Teknologi Informatika dan Sains, 10(2), 85-94.
Shotts, W. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). San Francisco: No Starch Press.
Siregar, A. M., & Puspita, K. (2021). Analisis Perbandingan Efisiensi Kinerja Antarmuka CLI dan GUI pada Sistem Operasi Open Source. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 8(3), 512-519.
Ubuntu Documentation Project. (2025). OpenSSH Server Official Configuration and Network Management Guide. Diambil dari
.https://help.ubuntu.com




.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar