Praktikum Skenario Penggunaan Perintah Dasar Linux (CLI)
Disusun
Oleh:
|
1 |
M. Zakariyah Adi
kusuma |
(25051204178) |
|
2 |
Dimas Giovanni T |
(25051204168) |
|
3 |
Muhammad Hisyam |
(25051204169) |
|
4 |
Shah Aziz
Ramadhan Ar-Rasheed |
(25051204179) |
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi informasi yang pesat menuntut pemahaman yang lebih mendalam terhadap
sistem operasi dan keamanan jaringan. Salah satu sistem operasi yang sering digunakan
dalam dunia teknologi adalah Linux, yang dikenal karena sifatnya yang
open-source, stabil, dan fleksibel. Dalam penggunaannya, Linux banyak
mengandalkan Command Line Interface (CLI) sebagai sarana utama untuk
berinteraksi dengan sistem, terutama dalam hal navigasi direktori dan manajemen
sistem.
Penguasaan
perintah dasar Linux melalui CLI menjadi hal penting bagi mahasiswa maupun
praktisi IT, karena memberikan kontrol penuh terhadap sistem serta meningkatkan
efisiensi dalam pengelolaan file, proses, dan konfigurasi sistem. Selain itu,
CLI juga menjadi dasar dalam berbagai bidang lanjutan seperti administrasi
sistem, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber.
Kemampuan
CLI memfasilitasi manajemen sumber daya sistem secara real-time, seperti
pemantauan proses aktif serta analisis penggunaan kapasitas penyimpanan, yang
memberikan gambaran akurat mengenai kondisi kesehatan perangkat keras maupun
lunak. Selain itu, pemahaman mengenai instruksi baris perintah mencakup aspek
keamanan fundamental melalui pengaturan izin akses file, yang sangat krusial
untuk menjaga integritas data dalam lingkungan sistem operasi yang bersifat multi-user.
Melalui penguasaan navigasi dan manipulasi file secara tekstual, seorang
administrator dapat bekerja dengan kecepatan dan presisi yang lebih tinggi
dibandingkan melalui antarmuka grafis.
Berdasarkan
hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan memahami perintah dasar
Linux melalui CLI.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
1. Memahami
konsep dasar Command Line Interface (CLI) pada Linux.
2. Mengetahui
dan mempraktikkan perintah dasar Linux untuk navigasi dan manajemen sistem.
3. Mampu mengimplementasikan manajemen hak akses file dan
direktori menggunakan perintah chmod untuk menjamin keamanan data lokal.
4. Mampu melakukan pemantauan sumber daya sistem serta memanfaatkan teknik pengalihan output (redirection) dalam pembuatan laporan status sistem yang efektif.
1.3 Manfaat Praktikum
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah:
1.
Menambah
wawasan dan keterampilan dalam penggunaan Linux berbasis CLI.
2.
Meningkatkan
pemahaman tentang manajemen sistem operasi Linux.
3.
Memberikan
pemahaman praktis mengenai cara mengamankan integritas data melalui pengaturan
hak akses file yang spesifik di lingkungan sistem operasi.
Melatih kemampuan dalam melakukan pemantauan kondisi perangkat secara real-time serta mendokumentasikan hasil analisis sistem secara terstruktur melalui baris perintah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Operasi Linux
Linux adalah
sistem operasi turunan UNIX yang bersifat open-source dan
didistribusikan di bawah lisensi GNU General Public License (GPL). Keunggulan
utama Linux terletak pada stabilitas, fleksibilitas, serta arsitektur
keamanannya yang dirancang untuk lingkungan multi-user. Dalam arsitektur
server, Linux sering kali dijalankan tanpa antarmuka grafis (GUI) untuk
menghemat alokasi sumber daya perangkat keras.
2.2 Command Line Interface (CLI) dan Bash Shell
Command
Line Interface (CLI) adalah mekanisme interaksi antara pengguna dan sistem
operasi melalui baris perintah teks. Di dalam ekosistem Linux,
perintah-perintah ini diterjemahkan oleh sebuah program yang disebut shell.
Bash (Bourne Again Shell) merupakan shell default pada sebagian
besar distribusi Linux, termasuk Ubuntu. Penggunaan CLI memungkinkan eksekusi
instruksi administrasi sistem, manajemen file, dan otomatisasi tugas dengan
efisiensi dan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan menggunakan
antarmuka grafis.
2.3 Keamanan File dan Hak Akses (File Permissions)
Sistem file
Linux menerapkan model keamanan yang sangat ketat berdasarkan kepemilikan (ownership)
dan hak akses (permissions). Setiap file dan direktori di Linux dikaitkan
dengan tiga kategori pengguna: pemilik (owner), grup (group), dan
pengguna lain (others). Setiap kategori memiliki tiga jenis atribut
akses:
·
Read (r): Izin untuk membaca isi file atau melihat
daftar direktori.
·
Write (w): Izin untuk memodifikasi file atau menghapus
isi direktori.
·
Execute (x): Izin untuk menjalankan file sebagai program.
Modifikasi hak akses ini dapat dilakukan oleh administrator atau pemilik file
menggunakan perintah dasar chmod (Change Mode), baik menggunakan representasi
huruf maupun representasi angka oktal (seperti 700 yang berarti akses penuh
hanya untuk owner).
2.4 Pemantauan Sistem dan Output Redirection
Administrasi sistem yang baik memerlukan pemantauan kondisi perangkat keras secara real-time. Perintah seperti free digunakan untuk menganalisis alokasi memori (RAM), sedangkan df (Disk Free) digunakan untuk memantau kapasitas penyimpanan sistem file. Untuk keperluan dokumentasi, shell Linux menyediakan fitur I/O Redirection, yaitu teknik untuk mengalihkan output standar (stdout) dari terminal ke dalam sebuah file. Operator > digunakan untuk menimpa file, sedangkan >> (Append) digunakan untuk menambahkan data ke baris terbawah tanpa menghapus konten file yang sudah ada.
BAB
III
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Lingkungan Praktikum
Praktikum
dieksekusi secara bare metal menggunakan OS Ubuntu yang dijalankan
melalui media Live USB menggunakan persistence storage. Alat yang
digunakan meliputi terminal bawaan (Bash) untuk eksekusi CLI.
Komponen teknis yang digunakan dalam lingkungan
praktikum ini meliputi:
1.
Sistem
Operasi: Ubuntu Linux
24.04.4 LTS (64-bit) yang berjalan langsung di atas perangkat keras untuk
menjamin performa maksimal.
2.
Antarmuka
Kendali: Command Line
Interface (CLI) melalui terminal bawaan dengan shell Bash sebagai
sarana utama manajemen sistem dan eksekusi perintah.
3.2 Perintah dasar Linux instruksi CLI
(Command Line Interface)
3.2.1 Skenario 1:
Persiapan Folder Tugas dan Identitas
Skenario ini menunjukkan bagaimana mengatur ruang kerja di
terminal sebelum mulai mengoding atau mengerjakan laporan.
Tujuan: Membuat struktur folder, membuat file teks, dan mengisinya dengan data awal.
1. Login ke Linux (Ubuntu)
| Gambar 3.1 Tampilan Dekstop |
| Gambar 3.2 Cari Terminal |
| Gambar 3.8 Aplikasi CLI |
Perintah cat
identitas.txt digunakan untuk membaca isi dalam file yang sudah di buat.
3.2.2 Skenario 2:
Simulasi Keamanan dan Hak Akses (Permissions)
Skenario ini menunjukkan pemahaman yang lebih dalam
terhadap keamanan dan bagaimana hak akses bekerja untuk menjaga file atau data
dari user lain.
Tujuan:
Membuat file rahasia berisi password.
1. Kembali ke Direktori Utama
| Gambar 3.9 Aplikasi CLI |
Berpindah kembali ke direktori utama menggunakan (cd ~)
2. Masuk ke direktori /tmp
| Gambar 3.10 Aplikasi CLI |
Direktori /tmp ini
seperti sebuah "taman kota" atau area publik di Linux di mana semua user
biasanya diizinkan masuk.
3. Persiapan File Rahasia
| Gambar 3.11 Aplikasi CLI |
| Gambar 3.12 Aplikasi CLI |
Menjalankan ls -l file_rahasia.txt untuk melihat hak akses awal file tersebut. Muncul kode -rw-rw-r--, yang artinya saat ini file tersebut masih bisa dibaca oleh orang lain (user lain) karena ada tanda r di tiga karakter terakhir.
5. Membuat Akun "Penyusup"
| Gambar 3.13 Aplikasi CLI |
menjalankan perintah sudo adduser tamu. Di sini digunakan hak akses Superuser untuk mendaftarkan orang baru ke dalam sistem. Setelah membuat password, akun bernama “tamu” telah resmi dibuat dan dimasukkan ke dalam grup users.
6. Login Sebagai “tamu”
| Gambar 3.14 Aplikasi CLI |
Masukkan perintah su
– (Switch User) untuk login sebagai “tamu”. Masukkan password yang tadi dibuat,
jika berhasil, namanya di sebelah kiri akan berubah menjadi tamu@ubuntu.
7. Cek Akses Sebelum Dikunci
| Gambar 3.15 Aplikasi CLI |
| Gambar 3.16 Aplikasi CLI |
Mengetik perintah exit
untuk keluar dari identitas tamu dan kembali menjadi pemilik file (ubuntu).
Menjalankan perintah chmod 700 /tmp/file_rahasia.txt. Ini adalah
perintah untuk menggembok file. Menjalankan ls -l /tmp/file_rahasia.txt untuk melihat hak
akses file tersebut. Sekarang file di
folder publik ini sudah diubah menjadi -rwx------ . Secara teknis, file
tersebut sekarang sudah "hilang" dari pandangan siapa pun kecuali pemilik
file (ubuntu).
9. Masuk Kembali Sebagai User “tamu” dan Cek Hak Akses
| Gambar 3.17 Aplikasi CLI |
Masuk kembali
sebagai “tamu”, mengetik perintah cat /tmp/file_rahasia.txt (mencoba
membaca file). Terminal mengeluarkan pesan cat: /tmp/file_rahasia.txt:
Permission denied. Artinya file sudah berhasil dikunci dan tidak dapat di
akses oleh user lain.
3.2.3 Skenario 3:
Monitoring Sistem dan Pencadangan (Backup)
Skenario ini mensimulasikan tugas admin sistem sehari-hari:
mengecek kondisi resource komputer dan menyimpan file laporannya ke dalam
sebuah penyimpanan.
Tujuan: Mengecek sisa RAM, melihat kapasitas penyimpanan, dan menyimpan file log.
1. Mengecek Kapasitas RAM dan Menyimpannya ke File log
| Gambar 3.18 Aplikasi CLI |
Mengetik exit (logout
dari user “tamu”), lalu mengetik perintah free -m > status_sistem.txt untuk
mengambil data penggunaan memori (dalam satuan MB) dan langsung menyimpannya ke
file baru bernama status_sistem.txt.
2. Mengecek Kapasitas Hard Disk / Flashdisk dan Menambahkannya ke File log Yang Sama
| Gambar 3.19 Aplikasi CLI |
Mengetik perintah df
-h >> status_sistem.txt mengambil data kapasitas penyimpanan (flashdisk).
Tanda >> artinya menambahkan data tersebut di bawah data
RAM tadi tanpa menghapus isi file yang sudah ada.
3. Membaca laporan gabungan
| gambar 3.20 Aplikasi CLI |
Mengetik perintah cat
status_sistem.txt untuk menampilkan isi file tersebut.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
·
Efisiensi
Navigasi dan Pemantauan Sistem: Selain aspek keamanan, penguasaan antarmuka baris perintah (CLI)
memberikan efisiensi tinggi dalam melakukan navigasi antar direktori serta
manajemen manipulasi file (seperti membuat, menyalin, dan memindahkan
direktori). Skenario pemantauan sistem membuktikan bahwa administrator dapat
memonitor proses yang sedang berjalan secara real-time serta mengecek
sisa kapasitas penyimpanan dengan sangat cepat melalui perintah teks, sebuah
kemampuan yang sangat krusial saat bekerja pada lingkungan server yang
tidak memiliki antarmuka grafis.
·
Keamanan
File dan Hak Akses:
Sistem operasi Linux menyediakan lapisan keamanan yang kuat melalui pengaturan
hak akses file dan direktori. Simulasi menggunakan perintah chmod 700
membuktikan bahwa pembatasan akses dapat secara efektif mencegah pengguna tidak
sah (seperti akun tamu) untuk membaca atau memodifikasi file penting. Penting
untuk dipahami bahwa akses ke sebuah file juga dipengaruhi oleh izin pada
direktori tempat file tersebut berada. Misalnya, file yang berada dalam
direktori home pengguna secara otomatis terlindungi dari pengguna lain karena
pengaturan privasi default direktori tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Barrett, D. J. (2016). Linux Pocket Guide:
Essential Commands (3rd ed.). O'Reilly Media.
Negus, C. (2020). Linux Bible (10th ed.). John
Wiley & Sons.
Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., Whaley, B., &
Danis, D. (2017). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th
ed.). Addison-Wesley Professional.
Shotts, W. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). No Starch Press.
LAMPIRAN
| Dokumentasi Praktikum |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar