LAPORAN
PRAKTIKUM
Penerapan
Perintah Dasar Linux sebagai Dasar Penggunaan Command Line Interface pada
Sistem Operasi
Disusun
Oleh:
Any
Aulia Putri (25051204228)
M.
Raihan Azzaidan (25051204170)
Alvito
Wahyu Dwi Nofa (25051204031)
Velanisa
Lutfiana (25051204025)
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan teknologi
informasi saat ini semakin meningkat, terutama dalam penggunaan sistem operasi
berbasis open source seperti Linux. Linux merupakan salah satu sistem operasi
yang banyak digunakan karena memiliki tingkat keamanan yang baik, stabil, serta
fleksibel untuk berbagai kebutuhan, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan
perangkat lunak, maupun administrasi jaringan. Dalam penggunaannya, Linux
banyak memanfaatkan Command Line Interface (CLI) sebagai media utama untuk
menjalankan perintah dan mengelola sistem.
Command Line Interface
memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui
terminal menggunakan berbagai perintah dasar. Penggunaan CLI dinilai lebih
efektif dan efisien dalam melakukan pengelolaan file, direktori, serta konfigurasi
sistem dibandingkan dengan antarmuka grafis. Oleh karena itu, pemahaman
mengenai perintah dasar Linux menjadi hal penting bagi pengguna yang ingin
memahami cara kerja sistem operasi secara lebih mendalam.
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu
memahami serta menerapkan berbagai perintah dasar Linux seperti navigasi
direktori, manajemen file, dan penggunaan terminal. Dengan adanya praktikum
ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam penggunaan sistem
operasi Linux sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman mengenai
Command Line Interface pada Linux.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Command Line Interface pada sistem operasi Linux?
2. Bagaimana cara menggunakan perintah dasar Linux melalui terminal?
3. Apa fungsi dari beberapa perintah dasar Linux dalam pengelolaan file dan direktori?
4. Bagaimana penerapan perintah dasar Linux dalam penggunaan sistem operasi berbasis CLI?
1.3 Tujuan
Laporan
1. Memahami konsep dasar Command Line Interface pada sistem operasi Linux.
2. Mengetahui cara penggunaan perintah dasar Linux melalui terminal.
3. Mempelajari fungsi berbagai perintah dasar Linux dalam pengelolaan file dan direktori.
4. Menerapkan penggunaan perintah dasar Linux sebagai dasar pengoperasian sistem operasi berbasis CLI.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Sitem Operasi Linux
Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis kode sumber terbuka (open source) yang dibangun di atas prinsip kebebasan distribusi dan pengembangan perangkat lunak. Karakteristiknya yang menawarkan stabilitas tinggi, efisiensi performa, serta sistem keamanan yang solid membuat Linux diadopsi secara luas di berbagai sektor komputasi, mulai dari platform server, infrastruktur jaringan, hingga lingkungan pengembangan aplikasi.
Menurut
penelitian Pratama (2020), karakteristik modular dan keandalan arsitektur Linux
menjadikannya platform standar yang paling ideal dalam pengelolaan jaringan dan
administrasi sistem berskala luas. Dalam operasionalnya, pengguna dapat
berinteraksi dengan sistem Linux melalui dua jenis representasi antarmuka,
yaitu antarmuka grafis atau Graphical User Interface (GUI) dan antarmuka
teks atau Command Line Interface (CLI).
2.2 Konseo Command Linw
Interface (CLI)
Command Line Interface atau CLI merupakan sebuah metode interaksi antara pengguna dengan sistem operasi yang berbasis pada input teks melalui baris perintah. Di lingkungan Linux, antarmuka ini memberikan kendali penuh kepada pengguna untuk mengeksekusi instruksi fungsional secara langsung tanpa perantara elemen visual.
Berdasarkan
analisis komparasi oleh Siregar dan Puspita (2021), interaksi berbasis CLI
terbukti memiliki keunggulan performa yang signifikan dibandingkan GUI karena
mampu mengeksekusi instruksi sistem dengan waktu respon (response time)
yang jauh lebih cepat serta meminimalisir penggunaan memori RAM pada komputer.
Oleh karena itu, operasional menggunakan CLI dinilai jauh lebih responsif,
fleksibel untuk otomatisasi tugas, serta sangat menghemat konsumsi sumber daya
perangkat keras (resource hardware).
2.3 Peranan Terminal pada
Linux
Terminal merupakan
utilitas atau perangkat lunak emulator penampung yang menjembatani jalannya
komunikasi antara baris perintah input pengguna dengan shell sistem operasi.
Melalui media terminal ini, seorang administrator atau pengguna dapat mengelola
seluruh konfigurasi internal sistem, seperti melakukan manipulasi file dan
direktori, mengontrol daur hidup proses aplikasi, menyusun pembatasan hak akses
keamanan berkas, hingga memantau aktivitas jaringan komputer. Penguasaan
fungsionalitas terminal menjadi parameter utama bagi seorang praktisi teknologi
dalam mengendalikan fungsionalitas kernel secara utuh dan terisolasi
(Pratama, 2020).
2.4 Fungsi dan Klasifikasi
Intruksi Dasar Linux
Instruksi dasar Linux merupakan sekumpulan sintaks biner bawaan sistem yang dirancang untuk menjalankan tugas-tugas operasional tertentu secara instan. Pemanfaatan instruksi berbasis teks ini memungkinkan pengguna mengorganisasi data dan memantau status perangkat keras secara akurat. Berdasarkan kebutuhan praktikum administrasi sistem, instruksi dasar CLI diklasifikasikan ke dalam beberapa sub-fungsi berikut:
1. Kelompok
Navigasi dan Manipulasi Berkas
|
Command |
Nama |
Fungsi |
|
ls |
List
Directory Contents |
Melihat
isi folder, untuk memetakan dan menampilkan daftar objek berkas maupun folder
di dalam direktori aktif. |
|
cd |
Change
Directory |
Pindah
folder, untuk memindahkan posisi akses pengguna dari satu folder ke folder
lainnya dalam struktur hirarki sistem. |
|
pwd |
Print
Working Directory |
Menampilkan
lokasi, untuk mencetak jalur absolut (absolute path) lokasi direktori yang
sedang ditempati saat ini. |
|
mkdir |
Make
Directory |
Membuat
folder baru, untuk membuat folder atau direktori baru sebagai wadah penyimpanan
data. |
|
touch |
Touch
File |
Membuat
file baru, untuk menginisialisasi atau membuat berkas dokumen baru dalam kondisi
kosong. |
|
cp |
Copy |
Menyalin
data, untuk menggandakan atau menyalin berkas dan direktori menuju lokasi
target tanpa menghapus dan mengubah data asli. |
|
mv |
Move |
Memindahkan
atau mengubah nam, untuk memindahkan posisi berkas ke direktori lain atau
mengubah penamaan objek berkas yang dituju. |
|
rm |
Remove |
Menghapus
data, untuk menghapus file atau folder secara permanen dari media penyimpanan
sistem. |
|
cat |
Concatenate |
Membaca
isi file, untuk membaca dan menampilkan seluruh isi muatan teks dari sebuah
file langsung pada layar terminal. |
2. Kelompok
Pengaturan Keamanan dan Filtrasi
|
Command |
Nama |
Fungsi |
|
chmod |
Change
Mode |
Mengatur
hak akses, untuk mengonfiguraso dan membatasi hak izin interaksi berkas (read,
write, execute) bagi kategori user, group, dan others. |
|
grep |
Global
Regular Expression Print |
Mencari
kata, untuk memindai, mencari, dan menmapilkan baris kalimat yang mengandung
pola kata spesifik di dalam suatu dokumen berkas. |
BAB III
PEMBAHASAN DAN LANGKAH KERJA
3.1 Membuat Folder Bertingkat dan Perintah
Cara Kerja:
·
mkdir -p: Perintah mkdir (Make Directory)
kalau ditambah flag -p (parents) cara kerjanya adalah membuat folder
bersarang secara otomatis sekali jalan. Sistem akan membuat folder induk
praktikum_os, di dalamnya dibuat folder modul1, dan di dalam modul1 langsung
dibuat folder latihan.
·
sudo apt install tree -y:
Digunakan untuk mengunduh dan menginstal tool tree dari repositori internet.
Flag -y berfungsi agar sistem otomatis memilih "Yes" saat meminta
konfirmasi instalasi.
·
tree praktikum_os/: Cara
kerjanya adalah memindai seluruh isi folder dan menampilkannya di terminal
dalam bentuk diagram pohon teks. Seperti yang terlihat pada Gambar 3.1, folder
bersarang berhasil dibuat dengan rapi.
3.2 Membuat File dan
Mengisi Teks Otomatis (Redirection)
Gambar 3.3.2 Proses Pembuatan File dan Pengisian Teks via Redirection
Cara Kerja Perintah:
- cd:
Berfungsi untuk memindahkan posisi aktif terminal kita masuk ke dalam
sub-folder latihan.
- touch:
Cara kerjanya adalah memicu sistem untuk menciptakan file baru yang masih
kosong (ukurannya 0 byte). Di sini kita membuat file catatan.txt,
data1.csv, dan data2.csv sekaligus. Status dan ukuran awalnya dicek pakai
perintah ls -l.
- echo
... > catatan.txt: Perintah echo gunanya untuk mencetak teks. Tapi
karena dipasang simbol operator Output Redirection (>), teksnya
dibelokkan masuk ke dalam file catatan.txt. Cara kerja operator > ini
adalah overwrite (menimpa/menghapus isi file lama dengan teks
baru).
- echo
... >> catatan.txt: Berbeda dengan sebelumnya, operator >> (Append)
cara kerjanya adalah menyisipkan teks baru di baris paling bawah tanpa
menghapus teks yang sudah ada di baris pertama. Terbukti di Gambar 3.2,
saat file dicek pakai perintah cat, file catatan.txt sukses berisi dua
baris kalimat secara berurutan.
3.3 Menyalin, Memindahkan, dan Menghapus
File
Gambar 3.3.3 Alur Pemindahan File dan Penghapusan Folder secara Rekursif
Cara
Kerja Perintah:
- cp:
Perintah cp (Copy) cara kerjanya adalah membaca isi file sumber
catatan.txt lalu menggandakannya ke file baru bernama catatan_backup.txt
tanpa menghapus file aslinya.
- mv
data2.csv ../: Perintah mv (Move) gunanya untuk memindahkan file.
Argumen ../ artinya kita memindahkan file data2.csv keluar dari folder
aktif dan menaikkannya satu tingkat ke folder induknya, yaitu folder
modul1.
- rm
catatan_backup.txt: Cara kerjanya langsung menghapus file tunggal secara
permanen dari penyimpanan sistem.
- rm
-r modul1/: Seperti pada Gambar 3.3, kita mundur dulu ke folder utama
lewat cd. Perintah rm kalau ditambah flag -r (recursive) cara
kerjanya adalah menyisir dan menghapus folder modul1 beserta seluruh
folder dan file yang ada di dalam-dalamnya sampai bersih total. Saat dicek
pakai ls, terminal menampilkan hasil kosong, menandakan folder sudah
sukses dihapus tanpa error.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum perintah dasar CLI
Linux yang sudah dilakukan, kesimpulannya adalah:
- Struktur
file sistem Linux menggunakan sistem pohon terbalik yang teratur, di mana
semua data menginduk pada direktori root (/).
- Kita
bisa membuat folder berlapis secara instan sekali jalan memakai perintah
mkdir -p dan mengecek strukturnya dengan gampang lewat diagram teks
perintah tree.
- Pengisian
teks ke dalam file bisa dilakukan dengan sangat cepat tanpa text editor
lewat teknik operator Redirection (> dan >>).
- Perintah
cp, mv, dan penghapusan rekursif rm -r memberikan kontrol penuh buat kita
dalam mengelola, memindahkan, dan membersihkan ruang penyimpanan server
lewat terminal.
DAFTAR PUSTAKA
Nemeth, E., Snyder, G.,
Hein, T. R., Whaley, B., & Mackin, D. (2018). UNIX and Linux System
Administration Handbook (5th ed.). Boston: Addison-Wesley Professional.
Pratama, I. P. A. (2020).
Evaluasi Penggunaan Perintah Dasar Command Line Interface (CLI) pada Sistem
Operasi Distribusi Linux untuk Administrator Jaringan Pemula. Jurnal Ilmiah
Teknologi Informatika dan Sains, 10(2), 85-94.
Shotts, W. (2019). The
Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). San Francisco: No
Starch Press.
Siregar, A. M., &
Puspita, K. (2021). Analisis Perbandingan Efisiensi Kinerja Antarmuka CLI dan
GUI pada Sistem Operasi Open Source. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu
Komputer (JTIIK), 8(3), 512-519.
Ubuntu Documentation
Project. (2025). The Linux Command Line Beginner Basics Resource Guide.
Diambil dari https://help.ubuntu.com.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar