Selasa, 23 Juni 2026

Penerapan Perintah Dasar Linux sebagai Dasar Penggunaan Command Line Interface pada Sistem Operasi

 

LAPORAN PRAKTIKUM

Penerapan Perintah Dasar Linux sebagai Dasar Penggunaan Command Line Interface pada Sistem Operasi

 

Disusun Oleh:

Any Aulia Putri (25051204228)

M. Raihan Azzaidan (25051204170)

Alvito Wahyu Dwi Nofa (25051204031)

Velanisa Lutfiana (25051204025)




BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi saat ini semakin meningkat, terutama dalam penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux. Linux merupakan salah satu sistem operasi yang banyak digunakan karena memiliki tingkat keamanan yang baik, stabil, serta fleksibel untuk berbagai kebutuhan, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan perangkat lunak, maupun administrasi jaringan. Dalam penggunaannya, Linux banyak memanfaatkan Command Line Interface (CLI) sebagai media utama untuk menjalankan perintah dan mengelola sistem.

Command Line Interface memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi melalui terminal menggunakan berbagai perintah dasar. Penggunaan CLI dinilai lebih efektif dan efisien dalam melakukan pengelolaan file, direktori, serta konfigurasi sistem dibandingkan dengan antarmuka grafis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perintah dasar Linux menjadi hal penting bagi pengguna yang ingin memahami cara kerja sistem operasi secara lebih mendalam.

Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami serta menerapkan berbagai perintah dasar Linux seperti navigasi direktori, manajemen file, dan penggunaan terminal. Dengan adanya praktikum ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam penggunaan sistem operasi Linux sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman mengenai Command Line Interface pada Linux.


1.2  Rumusan Masalah

1.     Apa yang dimaksud dengan Command Line Interface pada sistem operasi Linux?

2.     Bagaimana cara menggunakan perintah dasar Linux melalui terminal?

3.     Apa fungsi dari beberapa perintah dasar Linux dalam pengelolaan file dan direktori?

4.     Bagaimana penerapan perintah dasar Linux dalam penggunaan sistem operasi berbasis CLI?

 

1.3  Tujuan Laporan

1.     Memahami konsep dasar Command Line Interface pada sistem operasi Linux.

2.     Mengetahui cara penggunaan perintah dasar Linux melalui terminal.

3.     Mempelajari fungsi berbagai perintah dasar Linux dalam pengelolaan file dan direktori.

4.     Menerapkan penggunaan perintah dasar Linux sebagai dasar pengoperasian sistem operasi berbasis CLI.


 

BAB II
LANDASAN TEORI

 

2.1 Sitem Operasi Linux

Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis kode sumber terbuka (open source) yang dibangun di atas prinsip kebebasan distribusi dan pengembangan perangkat lunak. Karakteristiknya yang menawarkan stabilitas tinggi, efisiensi performa, serta sistem keamanan yang solid membuat Linux diadopsi secara luas di berbagai sektor komputasi, mulai dari platform server, infrastruktur jaringan, hingga lingkungan pengembangan aplikasi.

Menurut penelitian Pratama (2020), karakteristik modular dan keandalan arsitektur Linux menjadikannya platform standar yang paling ideal dalam pengelolaan jaringan dan administrasi sistem berskala luas. Dalam operasionalnya, pengguna dapat berinteraksi dengan sistem Linux melalui dua jenis representasi antarmuka, yaitu antarmuka grafis atau Graphical User Interface (GUI) dan antarmuka teks atau Command Line Interface (CLI).

 

2.2 Konseo Command Linw Interface (CLI)

Command Line Interface atau CLI merupakan sebuah metode interaksi antara pengguna dengan sistem operasi yang berbasis pada input teks melalui baris perintah. Di lingkungan Linux, antarmuka ini memberikan kendali penuh kepada pengguna untuk mengeksekusi instruksi fungsional secara langsung tanpa perantara elemen visual.

Berdasarkan analisis komparasi oleh Siregar dan Puspita (2021), interaksi berbasis CLI terbukti memiliki keunggulan performa yang signifikan dibandingkan GUI karena mampu mengeksekusi instruksi sistem dengan waktu respon (response time) yang jauh lebih cepat serta meminimalisir penggunaan memori RAM pada komputer. Oleh karena itu, operasional menggunakan CLI dinilai jauh lebih responsif, fleksibel untuk otomatisasi tugas, serta sangat menghemat konsumsi sumber daya perangkat keras (resource hardware).

 

2.3 Peranan Terminal pada Linux

            Terminal merupakan utilitas atau perangkat lunak emulator penampung yang menjembatani jalannya komunikasi antara baris perintah input pengguna dengan shell sistem operasi. Melalui media terminal ini, seorang administrator atau pengguna dapat mengelola seluruh konfigurasi internal sistem, seperti melakukan manipulasi file dan direktori, mengontrol daur hidup proses aplikasi, menyusun pembatasan hak akses keamanan berkas, hingga memantau aktivitas jaringan komputer. Penguasaan fungsionalitas terminal menjadi parameter utama bagi seorang praktisi teknologi dalam mengendalikan fungsionalitas kernel secara utuh dan terisolasi (Pratama, 2020).


2.4 Fungsi dan Klasifikasi Intruksi Dasar Linux

            Instruksi dasar Linux merupakan sekumpulan sintaks biner bawaan sistem yang dirancang untuk menjalankan tugas-tugas operasional tertentu secara instan. Pemanfaatan instruksi berbasis teks ini memungkinkan pengguna mengorganisasi data dan memantau status perangkat keras secara akurat. Berdasarkan kebutuhan praktikum administrasi sistem, instruksi dasar CLI diklasifikasikan ke dalam beberapa sub-fungsi berikut:

1.     Kelompok Navigasi dan Manipulasi Berkas

Command

Nama

Fungsi

ls

List Directory Contents

Melihat isi folder, untuk memetakan dan menampilkan daftar objek berkas maupun folder di dalam direktori aktif.

cd

Change Directory

Pindah folder, untuk memindahkan posisi akses pengguna dari satu folder ke folder lainnya dalam struktur hirarki sistem.

pwd

Print Working Directory

Menampilkan lokasi, untuk mencetak jalur absolut (absolute path) lokasi direktori yang sedang ditempati saat ini.

mkdir

Make Directory

Membuat folder baru, untuk membuat folder atau direktori baru sebagai wadah penyimpanan data.

touch

Touch File

Membuat file baru, untuk menginisialisasi atau membuat berkas dokumen baru dalam kondisi kosong.

cp

Copy

Menyalin data, untuk menggandakan atau menyalin berkas dan direktori menuju lokasi target tanpa menghapus dan mengubah data asli.

mv

Move

Memindahkan atau mengubah nam, untuk memindahkan posisi berkas ke direktori lain atau mengubah penamaan objek berkas yang dituju.

rm

Remove

Menghapus data, untuk menghapus file atau folder secara permanen dari media penyimpanan sistem.

cat

Concatenate

Membaca isi file, untuk membaca dan menampilkan seluruh isi muatan teks dari sebuah file langsung pada layar terminal.

 

2.     Kelompok Pengaturan Keamanan dan Filtrasi

Command

Nama

Fungsi

chmod

Change Mode

Mengatur hak akses, untuk mengonfiguraso dan membatasi hak izin interaksi berkas (read, write, execute) bagi kategori user, group, dan others.

grep

Global Regular Expression Print

Mencari kata, untuk memindai, mencari, dan menmapilkan baris kalimat yang mengandung pola kata spesifik di dalam suatu dokumen berkas.


BAB III
PEMBAHASAN DAN LANGKAH KERJA

3.1 Membuat Folder Bertingkat dan Perintah




Gambar 3.3.1 Struktur Folder Bertingkat Hasil Perintah


Cara Kerja:

·       mkdir -p: Perintah mkdir (Make Directory) kalau ditambah flag -p (parents) cara kerjanya adalah membuat folder bersarang secara otomatis sekali jalan. Sistem akan membuat folder induk praktikum_os, di dalamnya dibuat folder modul1, dan di dalam modul1 langsung dibuat folder latihan.

·       sudo apt install tree -y: Digunakan untuk mengunduh dan menginstal tool tree dari repositori internet. Flag -y berfungsi agar sistem otomatis memilih "Yes" saat meminta konfirmasi instalasi.

·       tree praktikum_os/: Cara kerjanya adalah memindai seluruh isi folder dan menampilkannya di terminal dalam bentuk diagram pohon teks. Seperti yang terlihat pada Gambar 3.1, folder bersarang berhasil dibuat dengan rapi.

 

3.2 Membuat File dan Mengisi Teks Otomatis (Redirection)

                   

Gambar 3.3.2 Proses Pembuatan File dan Pengisian Teks via Redirection

Cara Kerja Perintah:

  • cd: Berfungsi untuk memindahkan posisi aktif terminal kita masuk ke dalam sub-folder latihan.
  • touch: Cara kerjanya adalah memicu sistem untuk menciptakan file baru yang masih kosong (ukurannya 0 byte). Di sini kita membuat file catatan.txt, data1.csv, dan data2.csv sekaligus. Status dan ukuran awalnya dicek pakai perintah ls -l.
  • echo ... > catatan.txt: Perintah echo gunanya untuk mencetak teks. Tapi karena dipasang simbol operator Output Redirection (>), teksnya dibelokkan masuk ke dalam file catatan.txt. Cara kerja operator > ini adalah overwrite (menimpa/menghapus isi file lama dengan teks baru).
  • echo ... >> catatan.txt: Berbeda dengan sebelumnya, operator >> (Append) cara kerjanya adalah menyisipkan teks baru di baris paling bawah tanpa menghapus teks yang sudah ada di baris pertama. Terbukti di Gambar 3.2, saat file dicek pakai perintah cat, file catatan.txt sukses berisi dua baris kalimat secara berurutan.

 

3.3 Menyalin, Memindahkan, dan Menghapus File

                                 

Gambar 3.3.3  Alur Pemindahan File dan Penghapusan Folder secara Rekursif 

Cara Kerja Perintah:

  • cp: Perintah cp (Copy) cara kerjanya adalah membaca isi file sumber catatan.txt lalu menggandakannya ke file baru bernama catatan_backup.txt tanpa menghapus file aslinya.
  • mv data2.csv ../: Perintah mv (Move) gunanya untuk memindahkan file. Argumen ../ artinya kita memindahkan file data2.csv keluar dari folder aktif dan menaikkannya satu tingkat ke folder induknya, yaitu folder modul1.
  • rm catatan_backup.txt: Cara kerjanya langsung menghapus file tunggal secara permanen dari penyimpanan sistem.
  • rm -r modul1/: Seperti pada Gambar 3.3, kita mundur dulu ke folder utama lewat cd. Perintah rm kalau ditambah flag -r (recursive) cara kerjanya adalah menyisir dan menghapus folder modul1 beserta seluruh folder dan file yang ada di dalam-dalamnya sampai bersih total. Saat dicek pakai ls, terminal menampilkan hasil kosong, menandakan folder sudah sukses dihapus tanpa error.

 


 

BAB IV
PENUTUP


 

4.1  Kesimpulan

Dari hasil praktikum perintah dasar CLI Linux yang sudah dilakukan, kesimpulannya adalah:

  1. Struktur file sistem Linux menggunakan sistem pohon terbalik yang teratur, di mana semua data menginduk pada direktori root (/).
  2. Kita bisa membuat folder berlapis secara instan sekali jalan memakai perintah mkdir -p dan mengecek strukturnya dengan gampang lewat diagram teks perintah tree.
  3. Pengisian teks ke dalam file bisa dilakukan dengan sangat cepat tanpa text editor lewat teknik operator Redirection (> dan >>).
  4. Perintah cp, mv, dan penghapusan rekursif rm -r memberikan kontrol penuh buat kita dalam mengelola, memindahkan, dan membersihkan ruang penyimpanan server lewat terminal.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nemeth, E., Snyder, G., Hein, T. R., Whaley, B., & Mackin, D. (2018). UNIX and Linux System Administration Handbook (5th ed.). Boston: Addison-Wesley Professional.

Pratama, I. P. A. (2020). Evaluasi Penggunaan Perintah Dasar Command Line Interface (CLI) pada Sistem Operasi Distribusi Linux untuk Administrator Jaringan Pemula. Jurnal Ilmiah Teknologi Informatika dan Sains, 10(2), 85-94.

Shotts, W. (2019). The Linux Command Line: A Complete Introduction (2nd ed.). San Francisco: No Starch Press.

Siregar, A. M., & Puspita, K. (2021). Analisis Perbandingan Efisiensi Kinerja Antarmuka CLI dan GUI pada Sistem Operasi Open Source. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 8(3), 512-519.

Ubuntu Documentation Project. (2025). The Linux Command Line Beginner Basics Resource Guide. Diambil dari https://help.ubuntu.com.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar