PRAKTIKUM SMART PARKING SYSTEM MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED (IR)
Disusun
Oleh:
1. Ajeng Salma Arifa (25051204030)
2. Keyla Putri Nanjalita Ardano (25051204083)
3. Nur Lailatul Ummah (25051204096)
4. Akmal Sandy Prayoga (25051204239)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan
jumlah kendaraan yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan akan manajemen
lahan parkir yang lebih efektif. Banyak area publik seperti kampus, pusat
perbelanjaan, dan perkantoran sering menghadapi permasalahan berupa
keterbatasan ruang parkir serta proses pencatatan kendaraan yang masih
dilakukan secara manual. Kondisi ini dapat menimbulkan antrean panjang,
penggunaan lahan yang kurang efisien, serta ketidaknyamanan bagi pengguna.
Salah satu
solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah
penggunaan sistem parkir otomatis atau smart
parking system. Sistem ini dirancang untuk
mendeteksi kendaraan secara otomatis, menghitung jumlah slot yang tersedia,
serta menampilkan informasi kepada pengguna secara real-time. Teknologi ini
telah banyak digunakan karena mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan parkir
dan mengurangi intervensi manusia.
Dalam praktikum
ini dikembangkan sebuah prototipe smart parking sederhana menggunakan Arduino sebagai pengendali utama, sensor
infrared sebagai pendeteksi kendaraan, servo sebagai penggerak palang pintu,
serta LCD sebagai media tampilan informasi. Penerapan sistem ini membantu
mahasiswa memahami cara kerja sensor, proses pengolahan data pada
mikrokontroler, serta logika kendali dalam sistem otomatisasi.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana merancang sistem
parkir otomatis menggunakan Arduino dan sensor infrared?
2.
Bagaimana cara mendeteksi
kendaraan masuk dan keluar menggunakan sensor IR?
3.
Bagaimana menampilkan jumlah
slot parkir yang tersedia pada LCD secara real-time?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
Membuat prototipe sistem parkir
otomatis sederhana berbasis Arduino.
2.
Mengimplementasikan sensor
infrared untuk mendeteksi kendaraan.
3.
Menampilkan jumlah slot parkir
pada LCD dan mengatur palang otomatis dengan servo.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Menambah wawasan mahasiswa mengenai aplikasi mikrokontroler dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Menjadi contoh implementasi sistem otomatisasi sederhana.
3. Memberikan pengalaman praktis dalam penggabungan sensor, aktuator,
dan proses pemrograman.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1
Smart Parking System
Sistem parkir otomatis (smart
parking system) merupakan teknologi yang dirancang untuk membantu
pengelolaan area parkir secara lebih efisien. Sistem ini bekerja dengan
memanfaatkan sensor, aktuator, dan mikrokontroler untuk mendeteksi kendaraan,
membuka atau menutup palang, serta memberikan informasi jumlah slot parkir
secara real time. Teknologi ini banyak digunakan pada gedung perkantoran, mall,
bandara, dan fasilitas umum lainnya sebagai upaya mengurangi antrian dan
meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dalam proyek ini, sistem parkir otomatis dibuat menggunakan Arduino sebagai pengendali utama, sensor infrared (IR) sebagai pendeteksi kendaraan, servo sebagai gerbang otomatis, dan LCD sebagai tampilan informasi.
2.1.2 Sistem Kerja Smart
Parking System
Secara umum, sistem
parkir otomatis bekerja melalui mekanisme:
- Pendeteksian
kendaraan
Sensor pendeteksi (biasanya infrared atau ultrasonik) mendeteksi kendaraan yang masuk atau keluar. Ketika sinyal sensor terganggu oleh objek, sensor mengirimkan sinyal digital ke mikrokontroler. - Pengolahan
data oleh mikrokontroler
Mikrokontroler akan menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar. Data ini akan digunakan untuk menentukan apakah area parkir masih tersedia atau sudah penuh. - Pengaturan
palang otomatis
Jika masih tersedia slot parkir, mikrokontroler menggerakkan servo untuk membuka palang. Setelah kendaraan lewat, palang ditutup kembali. - Penampilan
informasi
Sistem menampilkan status parkir seperti “Available”, “Parking is FULL”, atau jumlah kendaraan pada display seperti LCD 16x2.
2.2 Komponen
1. Arduino Uno
Arduino Uno adalah papan
mikrokontroler berbasis ATmega328P yang banyak digunakan untuk aplikasi
elektronik dan otomasi karena kemudahan pemrograman serta fleksibilitas
pengontrolannya. Arduino dipakai untuk membaca input dari sensor (misalnya
sensor IR), memproses logika kendali, dan mengirim sinyal output ke aktuator
seperti servo atau tampilan LCD. Dalam sistem parkir otomatis, Arduino
berfungsi sebagai “otak” yang mengatur seluruh alur kerja sistem.
2. 2. Sensor
Infrared (IR)
Sensor IR berfungsi mendeteksi keberadaan objek dengan memancarkan sinar inframerah dan mendeteksi pantulan atau pemutusan sinar bila ada objek lewat. Dalam penerapan smart parking, sensor IR dapat ditempatkan di pintu masuk/keluar untuk mendeteksi kendaraan masuk/keluar. Jika sistem memiliki beberapa slot parkir, bisa juga dipasang sensor IR pada tiap slot untuk mendeteksi apakah slot terisi atau kosong.
3. 3. LCD
16x2 I2C
LCD 16x2 adalah modul tampilan yang mampu menampilkan dua baris teks dengan masing-masing 16 karakter. LCD tipe I2C memiliki modul tambahan sehingga hanya membutuhkan dua pin (SDA dan SCL) untuk berkomunikasi dengan Arduino, memudahkan pemasangan kabel. Dalam sistem parkir, LCD digunakan untuk menampilkan informasi jumlah slot yang tersedia atau pesan kondisi seperti “Parking is FULL”.
4. Servo Motor
Servo motor adalah aktuator yang dapat bergerak pada sudut tertentu (0°–180°) berdasarkan sinyal PWM. Servo memiliki gearbox dan kontrol internal sehingga pergerakannya stabil dan akurat. Dalam smart parking system, servo berfungsi sebagai palang parkir otomatis yang membuka atau menutup tergantung perintah dari Arduino.
5. Breadboard
Breadboard adalah papan prototipe yang digunakan untuk merangkai komponen elektronik tanpa perlu proses penyolderan. Breadboard memiliki lubang-lubang kecil yang tersusun secara horizontal dan vertikal yang saling terhubung secara internal. Bagian tengah breadboard biasanya terdiri dari dua jalur terpisah untuk kaki komponen, sementara bagian pinggirnya terdapat jalur power (+) dan ground (–).
6. Kabel Jumper
Kabel
jumper adalah kabel kecil yang digunakan untuk menghubungkan pin antar komponen
pada rangkaian. Kabel jumper biasanya terdiri dari tiga jenis:
- Male to Male: ujung
pin jantan ke pin jantan, paling umum digunakan pada breadboard
- Male to Female:
digunakan untuk menghubungkan pin komponen dengan port header
- Female to Female:
menghubungkan dua port betina, seperti modul eksternal
7. 7. LED
LED adalah komponen yang dapat memancarkan cahaya
ketika dialiri arus listrik. Pada praktikum Smart Parking System ini, LED
berfungsi sebagai indikator deteksi kendaraan. Ketika sensor infrared
mendeteksi adanya objek (misalnya kendaraan masuk atau keluar), LED akan
menyala sebagai tanda bahwa sensor aktif mendeteksi gerakan. LED akan kembali
mati ketika tidak ada objek yang terdeteksi.
8. 8. Kabel
USB
Kabel USB digunakan sebagai penghubung antara Arduino
dan laptop. Fungsi utamanya adalah untuk meng-upload program dari Arduino IDE
ke board Arduino serta menyediakan sumber daya (tegangan) selama praktikum
berlangsung. Kabel ini juga memungkinkan komunikasi data antara laptop dan
Arduino saat proses monitoring atau debugging.
9. 9. Buzzer
Buzzer adalah komponen yang dapat menghasilkan bunyi
ketika diberi sinyal dari Arduino. Dalam praktikum ini, buzzer digunakan
sebagai indikator suara, misalnya berbunyi saat kapasitas penuh atau saat
sensor mendeteksi objek.
BAB
III
PEMBAHASAN
1. 3.1 Alat dan Bahan
1.
Arduino
Uno
2.
2
Sinar Infrared (IR) (IN dan OUT)
3.
LCD
16x2 I2C
4.
Servo
Motor
5.
Breadboard
6.
Kabel
Jumper
7.
LED
8.
Kabel
USB
9.
Buzzer
1. 3.2 Langkah Perakitan
1. Sambungkan pin 5V Arduino ke jalur positif (+) breadboard, dan
sambungkan pin GND Arduino ke jalur ground (–) breadboard sebagai sumber daya
utama.
2. Pasang sensor IR pertama
sebagai sensor masuk (IN). Hubungkan pin VCC ke 5V, pin GND ke ground, dan pin
OUT ke pin 10 Arduino.
3. Pasang sensor IR kedua
sebagai sensor keluar (OUT). Hubungkan pin VCC ke 5V, pin GND ke ground, dan
pin OUT ke pin 8 Arduino.
4. Pasang servo motor pada breadboard. Sambungkan kabel sinyal servo ke
pin 2 Arduino, sedangkan kabel VCC dan GND servo dihubungkan ke 5V dan ground.
5. Pasang LED pada breadboard di posisi berdampingan dengan buzzer.
6. Pasang buzzer pada breadboard.
7. Hubungkan LCD 16×2 I2C ke Arduino. Sambungkan pin GND ke GND
Arduino, VCC ke 5V, SDA ke pin A4, dan SCL ke pin A5.
8. Rapikan seluruh kabel dan pastikan semua komponen sudah tersambung
ke jalur 5V dan ground dengan benar.
9. Hubungkan Arduino UNO ke laptop menggunakan kabel USB agar
memperoleh daya awal sebelum perakitan.
10. Buka Arduino IDE, masukkan kode program yang digunakan pada sistem
smart parking, lalu lakukan proses upload ke Arduino.
11. Uji sensor IR IN dengan mengarahkan objek ke sensor, kemudian
pastikan LED menyala dan servo membuka palang serta angka pada LCD bertambah.
12. Uji sensor IR OUT untuk memastikan jumlah kendaraan berkurang dan
tampilan LCD menunjukkan pesan “GOODBYE”.
13. Amati tampilan LCD saat jumlah kendaraan penuh. Pastikan sistem
menampilkan “PARKING IS FULL” dan palang tidak membuka.
14. Sistem smart parking dinyatakan berhasil dirakit apabila seluruh
komponen dan tampilan LCD bekerja sesuai fungsi pada program.
3.3 Coding Arduino
3.4 Hasil Pengamatan
Pada praktikum ini telah dibuat sebuah prototipe Smart Parking System
berbasis Arduino yang bertujuan untuk mendeteksi kendaraan masuk dan keluar
secara otomatis menggunakan sensor infrared (IR). Sistem ini juga mampu
melakukan penghitungan jumlah kendaraan secara real-time serta menampilkan
informasi tersebut pada LCD 16x2 I2C. Selain itu, servo motor digunakan sebagai
palang otomatis yang bergerak mengikuti kondisi kendaraan.
Proses perakitan sistem dilakukan dengan menghubungkan seluruh
komponen seperti sensor IR, LED, buzzer, servo, dan LCD pada breadboard,
kemudian menghubungkannya ke Arduino sesuai konfigurasi pin pada kode program.
Sensor IR IN dipasang pada pin 10 Arduino sebagai pendeteksi kendaraan masuk,
sedangkan sensor IR OUT dipasang pada pin 8 untuk mendeteksi kendaraan yang
keluar. LED terhubung ke pin breadboard sebagai indikator visual, sedangkan
servo terhubung ke pin 2 dan bekerja sebagai palang yang membuka atau menutup.
Ketika sensor IR mendeteksi adanya objek, sinyal digital LOW dikirim
ke Arduino. Hal ini memicu perubahan nilai variabel count, yaitu penambahan satu kendaraan jika terdeteksi pada sensor IN, dan
pengurangan satu kendaraan jika terdeteksi pada sensor OUT. Setiap perubahan
jumlah kendaraan ditampilkan pada LCD, sehingga pengguna dapat melihat
informasi slot parkir yang tersedia secara langsung.
LCD 16x2 I2C berfungsi menampilkan pesan seperti “WELCOME”, “GOODBYE”,
“PARKING INFORMATION”, atau “PARKING IS FULL” sesuai kondisi
sistem. Ketika area parkir mencapai kapasitas maksimum, sistem mencegah
kendaraan masuk dengan tidak membuka servo meskipun sensor IN mendeteksi objek.
Kondisi ini ditampilkan secara jelas pada LCD sebagai penanda bahwa area parkir
telah penuh.
Selain tampilan LCD, indikator LED juga memberikan respon berupa
kedipan sebagai tanda bahwa sensor mendeteksi kendaraan. Servo motor bergerak
membuka palang ketika kendaraan masuk dan keluar, kemudian kembali menutup
secara otomatis. Seluruh alur kerja ini menggambarkan bagaimana mikrokontroler
Arduino memproses input dari sensor menjadi output berupa gerakan servo dan
tampilan LCD.
Secara keseluruhan, hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai logika pada kode program. Sensor mendeteksi kendaraan dengan baik, LCD menampilkan informasi secara real-time, dan servo berfungsi sebagai aktuator palang yang mengikuti hasil perhitungan kendaraan.
Sensor IR IN mendeteksi kendaraan yang akan memasuki tempat parkir.
Sensor IR OUT mendeteksi kendaraan yang akan keluar dari tempat parkir.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sistem smart parking
berbasis Arduino dengan sensor infrared berhasil direalisasikan sesuai
rancangan. Melalui pemrograman, sensor IR mampu mendeteksi kendaraan masuk dan
keluar, lalu mengubah data tersebut menjadi perhitungan jumlah kendaraan secara
otomatis. Informasi kapasitas parkir dapat ditampilkan secara langsung pada LCD
sehingga pengguna mengetahui kondisi area parkir secara real-time. Servo motor
bekerja dengan stabil sebagai palang otomatis yang hanya terbuka ketika slot
masih tersedia, menggambarkan penerapan logika kontrol yang efektif. Keseluruhan
sistem berjalan sesuai konsep dan menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat
digunakan untuk membangun prototipe manajemen parkir yang efisien dan mudah
dikembangkan.
4.2 Saran
Untuk
meningkatkan kinerja dan pengembangan lanjutan dari sistem smart parking
berbasis sensor infrared ini, terdapat beberapa saran yang dapat
dipertimbangkan. Pertama, penggunaan komponen dengan kualitas lebih baik
seperti kabel jumper yang lebih stabil akan membantu mengurangi gangguan sinyal
dan meminimalkan kesalahan deteksi pada sensor. Penataan rangkaian yang lebih
rapi juga dapat mempermudah proses identifikasi masalah dan mengurangi risiko
koneksi longgar.
Kedua, servo
motor sebaiknya diberikan sumber daya yang lebih stabil atau terpisah dari
suplai utama Arduino, terutama jika sistem dikembangkan dengan lebih banyak
komponen. Hal ini dapat mencegah servo bergetar, bergerak sendiri, atau
kehilangan torsi akibat kurangnya pasokan arus.
Secara
keseluruhan, pengembangan lebih lanjut baik pada aspek perangkat keras maupun
perangkat lunak akan membuat sistem lebih efektif, stabil, dan siap digunakan
sebagai prototipe menuju implementasi yang lebih kompleks.
DAFTAR PUSTAKA
Amelia, R., &
Yuliana, D. (2018). Smart Parking System Berbasis Arduino. Scribd.
Diakses dari https://www.scribd.com/document/384814755/Smart-Parking-System-Berbasis-Arduino
Cirkit Designer. (2023).
Arduino Uno-Based Smart Parking System with IR Sensors and LCD Display.
Diakses dari https://docs.cirkitdesigner.com/project/published/0ee2c077-cf2e-4013-a819-189bcdc93daa/arduino-uno-based-smart-parking-system-with-ir-sensors-and-lcd-display
Thakur, M., &
Shekhar, S. (2023). Automated Parking System Using IR Sensor.
ResearchGate. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/388837302_Automated_Parking_System_using_IR_Sensor
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar