PRAKTIKUM SEDERHANA RADAR PENDETEKSI
OBJEK MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
LAPORAN INI DISUSUN OLEH :
|
1. Muhammad Dzaky
Andika P |
25051204027 |
|
2. Ahmad Jaka Nugraha |
25051204077 |
|
3. Rafiul
Zuhri |
25051204122 |
|
4. Nabil
Lingga Yostaka |
25051204081 |
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kemajuan teknologi di bidang elektronika
dan sistem tertanam (embedded system) saat ini berkembang dengan sangat cepat.
Perkembangan tersebut mendorong pemanfaatan mikrokontroler dalam berbagai aspek
kehidupan, mulai dari peralatan rumah tangga, sistem keamanan, hingga perangkat
otomasi industri. Mikrokontroler berperan sebagai pusat pengendali yang mampu
menerima input, memproses data,
serta menghasilkan output sesuai dengan program yang telah dirancang.
Arduino merupakan salah satu platform
mikrokontroler yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan karena memiliki antarmuka yang sederhana, mudah
diprogram, dan bersifat open source. Keunggulan tersebut menjadikan
Arduino sangat sesuai digunakan sebagai media pembelajaran untuk memahami
konsep dasar elektronika, pemrograman, serta integrasi antara perangkat keras
dan perangkat lunak.
Salah
satu penerapan Arduino
yang menarik untuk dipelajari adalah sistem radar pendeteksi objek sederhana. Sistem
radar pada praktikum ini tidak menggunakan gelombang radio seperti radar pada
umumnya, melainkan memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak. Sensor ini bekerja dengan
mengirimkan gelombang
ultrasonik dan menerima pantulannya dari suatu objek.
Melalui praktikum radar pendeteksi objek berbasis Arduino, peserta didik dapat mempelajari prinsip kerja sensor ultrasonik, cara mengendalikan motor servo, serta proses pengolahan data jarak. Oleh karena itu, praktikum ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep teoritis melalui penerapan langsung dalam bentuk sistem nyata.
1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, maka rumusan masalah dalam praktikum ini dapat dirumuskan sebagai
berikut:
a. Bagaimana cara merancang dan merakit sistem radar pendeteksi objek sederhana berbasis Arduino?
b.
Bagaimana prinsip kerja sensor
ultrasonik dalam mendeteksi dan mengukur jarak
suatu objek?
c.
Bagaimana kinerja sistem radar sederhana dalam menampilkan hasil pendeteksian objek?
1.3. Tujuan Laporan
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan praktikum dan
penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:
a.
Mampu merancang serta
mengimplementasikan sistem radar pendeteksi objek menggunakan Arduino.
b.
Memahami cara kerja sensor ultrasonik dalam mengukur jarak objek berdasarkan
pantulan gelombang.
c.
Mengetahui hasil pengukuran jarak objek dan menganalisis kinerja
sistem radar sederhana.
1.4.
Manfaat Penulisan
Adapun manfaat
yang diperoleh dari penulisan laporan
praktikum ini antara
lain:
a.
Memberikan pengetahuan tambahan mengenai
aplikasi mikrokontroler Arduino dalam sistem pendeteksian objek.
b.
Melatih keterampilan dalam merangkai komponen elektronika serta menulis
program sederhana.
c.
Menjadi bahan referensi dan pembelajaran bagi pembaca yang ingin memahami konsep radar sederhana berbasis
Arduino.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Dasar Teori
Prinsip kerja sistem pendeteksi objek
berbasis Arduino didasarkan pada konsep Time
of Flight (ToF),
yaitu pengukuran waktu
tempuh gelombang dari pemancar menuju objek dan kembali ke penerima.
Sensor ultrasonik memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang tidak
dapat didengar oleh manusia. Ketika gelombang tersebut mengenai suatu objek,
sebagian energinya akan dipantulkan kembali dan diterima oleh sensor. Arduino
kemudian menghitung selisih
waktu antara sinyal
yang dipancarkan dan sinyal pantulan yang diterima. Jarak
objek dapat ditentukan menggunakan persamaan jarak berdasarkan kecepatan rambat
gelombang suara di udara.
Data jarak yang diperoleh selanjutnya
dapat ditampilkan dalam bentuk numerik maupun
visual, baik melalui
serial monitor, grafik,
maupun indikator lain seperti buzzer atau LED sebagai sistem
peringatan. Namun demikian, hasil pengukuran sensor ultrasonik sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain suhu udara, bentuk dan permukaan
objek, sudut pantulan gelombang, serta gangguan mekanis dari pergerakan servo.
Oleh karena itu, sistem ini memiliki keterbatasan akurasi dan tidak dapat
digunakan untuk aplikasi pendeteksian presisi tinggi.
Berdasarkan kajian teori tersebut, dapat
disimpulkan bahwa sistem radar pendeteksi objek berbasis Arduino merupakan
implementasi sederhana dari konsep pengukuran
jarak menggunakan gelombang ultrasonik. Sistem ini memiliki nilai
edukatif yang tinggi dalam pembelajaran mikrokontroler, sensor, dan
pemrosesan sinyal dasar, meskipun secara fungsional tidak dapat disamakan
dengan radar berbasis gelombang radio yang digunakan pada aplikasi profesional
dan industri.
2.2 Komponen Hardware
2.2.1.
Arduino
Arduino adalah sebuah papan
mikrokontroler yang dirancang untuk memudahkan proses pengembangan perangkat
elektronik. Arduino memiliki sejumlah pin input dan output yang dapat digunakan
untuk menghubungkan berbagai sensor dan aktuator. Pemrograman Arduino dilakukan
menggunakan Arduino IDE dengan bahasa pemrograman yang menyerupai bahasa C.
2.2.2.
Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik merupakan sensor yang
bekerja berdasarkan prinsip pemantulan gelombang suara berfrekuensi tinggi.
Sensor ini mengirimkan sinyal ultrasonik melalui pin pemancar (trigger) dan
menerima pantulan sinyal melalui pin penerima (echo). Jarak objek dihitung
berdasarkan selisih waktu antara pengiriman dan penerimaan sinyal.
2.2.3.
Motor Servo
Motor servo adalah jenis motor yang
dapat diatur sudut putarnya dengan tingkat presisi tertentu. Motor ini biasanya
digunakan dalam sistem kendali yang membutuhkan pengaturan posisi sudut. Pada praktikum ini, motor servo berfungsi
untuk menggerakkan sensor ultrasonik agar dapat memindai area tertentu secara menyeluruh.
2.2.4.
Breadboard
Breadboard merupakan papan rangkaian
yang digunakan untuk merangkai komponen elektronika tanpa
memerlukan proses penyolderan. Papan ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam
menyusun dan mengubah rangkaian secara fleksibel. Breadboard umumnya
dimanfaatkan dalam pembuatan rangkaian sementara yang bertujuan untuk pengujian
maupun pengembangan awal (prototype) sebelum rangkaian dibuat secara permanen
2.2.5.
Kabel jumper
Kabel jumper adalah kabel penghubung
yang digunakan untuk menyambungkan komponen elektronika pada rangkaian Arduino
tanpa memerlukan solder. Kabel ini berfungsi sebagai konduktor listrik dalam
membentuk suatu rangkaian elektronika
2.2.6.
Kabel USB
Universal Serial Bus (USB) merupakan
teknologi standar yang digunakan untuk menghubungkan berbagai
perangkat eksternal dengan
komputer. Teknologi ini
dirancang untuk memudahkan proses koneksi dan komunikasi antarperangkat tanpa
memerlukan pengaturan yang kompleks. Melalui USB, pengguna dapat menghubungkan
perangkat seperti keyboard, mouse, printer, kamera digital, serta media
penyimpanan eksternal dengan lebih praktis.
2.3.
Komponen Software
2.3.1.
Arduino IDE
Arduino IDE (Integrated Development
Environment) merupakan perangkat lunak open source yang dapat digunakan secara
gratis untuk menulis serta mengunggah program
ke papan mikrokontroler. Selain mendukung papan Arduino,
Arduino IDE juga kompatibel dengan berbagai papan mikrokontroler lain,
seperti NodeMCU. Pada proyek ini, Arduino IDE dimanfaatkan untuk melakukan
pemrograman pada mikrokontroler Mappi32.
2.3.2.
Processing
Processing merupakan platform pemrograman lintas platform yang digunakan
untuk pengembangan aplikasi visual dan multimedia interaktif. Selain
dimanfaatkan dalam bidang seni digital dan desain grafis, Processing juga dapat
digunakan dalam pengembangan sistem berbasis Internet of Things (IoT) sebagai
media pemrograman dan visualisasi data, sehingga dapat menjadi alternatif
pendukung dalam pengembangan aplikasi berbasis mikrokontroler.
BAB III PEMBAHASAN
3.1.
Alat dan Bahan
Dalam melaksanakan perancangan dibutuhkan alat dan
bahan sebagai berikut:
3.1.1.
Arduino uno
3.1.2.
Sensor ultrasonik HC-SR04
3.1.3.
Motor servo
3.1.4.
Breadboard
3.1.5.
Kabel jumper
3.1.6.
Kabel USB
3.1.7.
Lem Tembak
3.2.
Langkah-Langkah Praktikum
3.2.1.
Menyiapkan seluruh
alat dan bahan yang akan digunakan.
3.2.2.
Merangkai Arduino, sensor ultrasonik, dan motor servo pada breadboard sesuai dengan skema rangkaian.
3.2.3.
Menghubungkan papan Arduino
ke laptop menggunakan kabel USB.
3.2.4.
Membuka aplikasi Arduino IDE dan menuliskan program untuk mengendalikan sensor ultrasonik dan motor
servo
3.2.5.
Mengunggah program ke papan
Arduino.
3.2.6.
Menjalankan sistem dan mengamati
proses pemindaian serta pembacaan jarak objek.
3.3.
Perakitan Hardware
3.3.1.
Menghubungkan Motor
Servo dengan Sensor Ultrasonik
Salah satu sisi baling-baling motor servo direkatkan ke bagian belakang
sensor
ultrasonik menggunakan lem tembak. Pastikan lem tidak
mengenai bagian sensor yang memiliki tiga sambungan kabel.
3.3.2.
Menempelkan Motor Servo
ke Breadboard
Bagian bawah motor servo ditempel pada breadboard
menggunakan double tape, diletakkan di sisi pojok breadboard agar stabil.
3.3.3.
Menghubungkan Kabel
pada Motor Servo
Pin pada motor servo dihubungkan dengan kabel jumper
male-to-male sesuai posisi pin.
3.3.4.
Menghubungkan Pin Sensor
Ultrasonik ke Mikrokontroler
Pin GND, VCC, Trigger, dan Echo pada sensor ultrasonik dihubungkan menggunakan
kabel jumper male-to-male. Pin Trigger dihubungkan ke pin 17 dan Echo ke pin 16
pada Mappi32.
3.3.5.
Menghubungkan GND dan VCC pada Breadboard
GND pada Mappi32
dihubungkan ke baris minus (-) pada breadboard, termasuk GND motor
servo. Pin 5V pada Mappi32 dihubungkan ke baris positif (+) breadboard,
termasuk VCC motor servo.
3.3.6.
Memasang Pin Echo dan Trigger
pada Breadboard
Pin Echo dan Trigger dari sensor ultrasonik ditempatkan
pada breadboard dan dihubungkan dengan kabel jumper sesuai posisi pin pada
Mappi32.
3.3.7.
Menghubungkan Hardware ke
Komputer
Rangkaian hardware dihubungkan ke laptop atau PC menggunakan kabel USB tipe C,
sebagai jalur untuk mengunggah program melalui Arduino IDE.
Gambar rangkaian
3.4.
Pemrograman
3.4.1. Menjalankan Arduino IDE
Arduino IDE dibuka, dan kode program
dimasukkan sesuai panduan
proyek.
Kode ini dapat digunakan untuk mengendalikan
sensor ultrasonik dan motor servo.
3.4.2. Mengunggah Program
ke Mikrokontroler
Port yang digunakan pada Arduino IDE dipilih sesuai board,
misalnya “ESP32 Dev Module”, kemudian program diunggah ke mikrokontroler.
3.4.3.
Mengatur Port di Software Processing
Pada software Processing, port diatur sesuai dengan port Arduino IDE (misal COM3). Kode program diunggah dan
dijalankan untuk memastikan sinkronisasi antara Arduino dan Processing.
Link drive program :
https://drive.google.com/drive/folders/1LVdqJNf48x0R6lSPeIcVpUuTjzZ1zLB
P?usp=sharing
3.5.
Pengoperasian Proyek
3.5.1.
Mengoperasikan Radar Ultrasonik
Setelah semua terhubung, proyek
radar akan bergerak
ke kanan dan kiri sebesar
180° untuk mendeteksi objek sesuai pengaturan kode program.
BAB IV
PENUTUP
4.1.
Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan, sistem radar sederhana mampu mendeteksi keberadaan objek pada jarak
tertentu. Sensor ultrasonik memberikan nilai jarak yang bervariasi sesuai
dengan posisi objek. Motor servo bergerak secara bertahap mengikuti sudut
yang telah diprogram sehingga sensor dapat
memindai area di depannya.
Semakin dekat objek dengan sensor, maka nilai jarak yang ditampilkan semakin
kecil.
4.2.
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan,
dapat disimpulkan bahwa sistem radar pendeteksi objek berbasis Arduino berhasil
dirancang dan dijalankan dengan baik. Sensor
ultrasonik mampu mendeteksi jarak objek secara efektif,
sedangkan motor servo berperan dalam proses pemindaian
area. Sistem ini sangat sesuai digunakan sebagai media pembelajaran untuk
memahami konsep dasar mikrokontroler dan sensor.
4.3.
Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem radar sederhana ini dapat
dikombinasikan dengan tampilan visual menggunakan aplikasi
komputer atau layar LCD. Selain itu, penggunaan sensor dengan tingkat akurasi
yang lebih tinggi serta penambahan fitur penyimpanan data juga dapat menjadi
bahan pengembangan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Kadir, A. (2015).
Panduan Praktis Mempelajari Arduino. Yogyakarta: Andi
Offset.
Malik, M. I. (2016). Belajar Mikrokontroler Arduino. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
Prihatmoko,
D. (2018). Aplikasi Sensor
Ultrasonik dalam Sistem
Elektronika.
Bandung: Informatika.
Djufri, I.Subhan.Yakseb, U.(2023).Desain purwarupa robot radar pendeteksi obyek menggunakan sensor passve
intra red berbasis
mikrokontroler arduino.Volume
8, Nomor. 1, April 2023
Arduino Indonesia. (2022,
November 8). Pengertian, Jenis dan Cara Kerja
Kabel Jumper Arduino. Diakses dari https://www.arduinoindonesia.id/2022/11/pengertian-jenis-dan-cara-kerja-kabel- jumper-arduino.html
Razor, A. (2020, 4 Mei). Breadboard
Arduino : Pengertian, Prinsip Kerja, dan
Jenisnya. Aldyrazor.com. Diakses dari https://www.aldyrazor.com/2020/05/breadboard-arduino.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar