LAPORAN PRAKTIKUM LOGIC GATE OR
Disusun oleh:
Ahmad Zhaura Akbar Geyska Hamsyah (25051204237)
Maylinda Ajeng Pangesti (25051204223)
M. Ersandi Pandya Manggala (25051204210)
Muhammad Akmal Nabil (25051204224)
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam
dunia Arsitektur dan Organisasi Komputer, gerbang logika adalah dasar dari
semua proses yang terjadi di dalam komputer. Mulai dari proses
hitung-menghitung di ALU sampai cara komputer menentukan keputusan sederhana,
semuanya dibangun dari gerbang-gerbang logika. Salah satu gerbang yang paling
sering digunakan adalah gerbang logika OR,
yaitu gerbang yang akan menghasilkan output 1 kalau salah satu atau kedua
inputnya bernilai 1.
Lewat
praktikum ini, mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana gerbang OR bekerja
secara langsung, bukan hanya lewat teori di kelas. Dengan mencoba sendiri
rangkaiannya baik melalui simulasi maupun perangkat fisik mahasiswa bisa
memahami hubungan input-output, membaca tabel kebenaran, dan melihat bagaimana
gerbang OR bisa dipakai sebagai bagian dari rangkaian yang lebih besar.
Selain itu, praktikum ini membantu mahasiswa menghubungkan teori logika Boolean dengan penerapannya di dunia nyata. Dengan memahami cara kerja gerbang sederhana seperti OR, mahasiswa akan lebih mudah memahami bagaimana komputer menjalankan operasi yang lebih rumit di dalam sistem digitalnya.
1.2 Tujuan
Praktikum
1. Mengetahui
bagaimana cara kerja gerbang logika.
2. Melatih
kemampuan membaca dan merangkai rangkaian digital sederhana.
3. Memahami
kenapa gerbang OR penting dalam arsitektur computer.
4. Melatih keterampilan merangkai komponen dasar (Arduino, IC, sensor, servo).
BAB II
TINJAUAN PUSAKA
2.1 Dasar Teori
Gerbang OR
memiliki paling sedikit 2 jalur
input. Artinya inputnya bisa lebih dari
dua, misalnya empat
atau delapan. Yang
jelas adalah semua gerbang
logika selalu mempunyai
hanya satu output.
Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika
salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan
bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal
masukan bernilai rendah. Aturan ini dapat dirangkum dalam bentuk tabel
kebenaran sebagai berikut:
|
A |
B |
A OR B |
|
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
1 |
|
1 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
1 |
Dalam logika Boolean, operasi OR biasanya dituliskan dengan simbol “+”, sehingga persamaannya menjadi:
[Y = A + B]
Simbol ini bukan penjumlahan
matematika, tetapi menunjukkan bahwa output akan aktif selama ada minimal satu
input yang aktif.
Dalam konteks arsitektur komputer,
gerbang OR digunakan di berbagai bagian, misalnya dalam rangkaian kontrol,
pengecekan kondisi tertentu, unit logika pada ALU, serta beberapa mekanisme
seperti interrupt dan sinyal pemilihan (selector). Meskipun terlihat sederhana,
fungsi gerbang OR sangat penting karena menjadi dasar untuk membentuk rangkaian
kombinasi yang lebih kompleks.
Secara fisik, gerbang OR dapat diperoleh
dalam bentuk IC seperti seri 7432. Sedangkan pada simulasi digital, gerbang ini
biasanya sudah tersedia sebagai komponen siap pakai yang memudahkan mahasiswa
untuk memahami hubungan input dan output tanpa harus merangkai secara manual.
2.2
Komponen
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Solder
2. Stik
Es Krim
3. Lem
4. Gunting
5. Penggaris
3.2 Langkah-Langkah
1. Menyiapkan alat dan bahan, yaitu Arduino, servo motor, kabel jumper, dan sumber daya 5V.
2. Menghubungkan kabel servo, yaitu kabel daya ke 5V, kabel ground ke GND, dan kabel sinyal ke salah satu pin digital Arduino.
3. Membuka Arduino IDE sebagai software untuk memprogram Arduino.
4. Memasukkan library Servo yang sudah tersedia di Arduino IDE.
5. Menuliskan program untuk mengatur sudut pergerakan servo.
6. Meng-upload program ke Arduino melalui kabel USB.
7. Melakukan pengujian, memastikan servo bergerak sesuai program.
8. Melakukan
perbaikan jika diperlukan, seperti mengecek kabel atau sumber daya.
BAB IV
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Gerbang OR terdiri dari satu, dua atau lebih masukan dengan satu keluaran atau output. Apabila semua masukan bernilai high (1) maka keluaran atau outpunya bernilai high juga (1). Jika salah satu masukan input bernilai low (0) maka keluaran atau outputnya bernilai high (1). Dan jika semua masukan atau inputnya diberi nilai low (0) maka keluaran atau outputnya akan bernilai low (low). Karena kaidah or adalah kebalikannya dari AND dimana jika input yang diberikan salah satunya high (1) maka hasilnya akan high (1) untuk gerbang logika OR. Gerbang akan tertutup jika output bernilai nol, dan terbuka jika output bernilai satu. Jika salah satu input terpasang, gerbang logika OR tetap menghasilkan output "1" (lampu menyala).
Gambar 8. Tampilan pengujian alat ketika ada objek yang menghalangi sensor ultrasonik
Gambar 9. Tampilan pengujian alat ketika tidak ada objek yang menghalangi sensor ultrasonic
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar