LAPORAN
PRAKTIKUM RANGKAIAN LED DENGAN PUSH BUTTON SEBAGAI MEDIA DEMONSTRASI GERBANG
LOGIKA
DISUSUN
OLEH:
(195)
M. RIZKY ANUGRAH PRATAMA
(088)
TSAQIF FITHRAH AKBAR
(102)
DANDI DWI RACHMAN
(244)
AHMAD WILDAN THOATULLOHH
DAFTAR ISI
2.3 Media Demonstrasi Gerbang Logika LED dan Push Button
4.1 Hasil Pengamatan Praktikum Rangkaian LED dengan Push Button
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi digital modern tidak terlepas
dari sistem logika biner yang menjadi fondasi proses komputasi. Setiap
perangkat digital, mulai dari kalkulator sederhana hingga komputer super,
memproses informasi melalui rangkaian logika. Untuk memahami cara kerja sistem
digital, diperlukan penguasaan konsep gerbang logika yang bekerja berdasarkan
sinyal input dan output bernilai 0 dan 1. Namun, pembelajaran teori sering kali
bersifat abstrak sehingga menyulitkan praktikan memahami hubungan antara input
dan output secara nyata. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang
mampu memvisualisasikan konsep tersebut dalam bentuk eksperimen langsung.
Salah
satu media yang efektif untuk tujuan tersebut adalah rangkaian demonstrasi
gerbang logika berbasis LED dan push button. Media ini menampilkan cara kerja
gerbang AND, OR, dan NOT secara fisik melalui interaksi input tombol dan respon
LED sebagai output. Melalui percobaan menekan tombol dan mengamati perubahan
LED, praktikan dapat memperoleh gambaran konkret mengenai logika biner serta
keterkaitan antara tabel kebenaran dan implementasi rangkaian nyata. Metode
pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep sekaligus
mendorong keterampilan analisis dan observasi.
Selain memberikan pengalaman visual dan praktis,
rangkaian demonstrasi ini juga mendorong proses analisis logis ketika terjadi
perbedaan antara hasil teoritis dan hasil praktikum. Praktikan terdorong
menelusuri penyebab perbedaan, baik dari sisi rangkaian maupun pemahaman logika
yang digunakan. Proses ini mengasah kemampuan problem solving, ketelitian, dan
pola pikir sistematis yang diperlukan dalam bidang elektronika dan teknologi
digital. Dengan demikian, praktikum gerbang logika tidak hanya berfungsi
sebagai sarana pembelajaran konsep dasar sistem digital, tetapi juga sebagai
media pembentukan keterampilan teknis dan analitis yang relevan dengan
perkembangan teknologi modern.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana
prinsip kerja gerbang logika AND, OR, dan NOT dapat diamati secara langsung
melalui rangkaian demonstrasi berbasis LED dan push button?
1.2.2 Bagaimana
keterkaitan antara kombinasi input biner dan output yang dihasilkan dapat
dibuktikan melalui percobaan berdasarkan tabel kebenaran?
1.3 Tujuan Penulisan
Laporan
1.3.1 Untuk
Menjelaskan dan menguji prinsip kerja gerbang logika AND, OR, dan NOT melalui
percobaan rangkaian demonstrasi
1.3.2 Untuk
Mengimplementasikan hasil pengamatan untuk memahami hubungan antara input biner
dan output berdasarkan tabel kebenaran.
1.4
Manfaat
Praktikum
gerbang logika memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual
mengenai sistem digital melalui pengalaman observasi langsung terhadap hubungan
input dan output. Selain itu, kegiatan praktikum ini juga mengembangkan
kemampuan analitis, ketelitian, dan pemecahan masalah dalam mengidentifikasi
kesesuaian maupun ketidaksesuaian antara teori dan hasil percobaan. Dengan
demikian, media praktikum gerbang logika tidak hanya memperkuat pemahaman teori
tetapi juga mendukung penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan
perkembangan teknologi digital modern.
BAB II
KAJIAN
TEORI
2.1 Sistem Logika Digital
Sistem logika digital merupakan dasar dari teknologi
komputasi modern yang bekerja dengan dua keadaan biner, yaitu 0 dan 1, untuk
merepresentasikan sinyal dan informasi. Seluruh perangkat digital mulai dari
kalkulator, komputer, hingga sistem otomatisasi industry memproses data melalui
rangkaian logika yang mengatur hubungan antara input dan output berdasarkan
aturan matematis tertentu (Mano, 2017). Sistem ini memungkinkan perangkat
elektronik melakukan operasi secara sistematis, cepat, dan presisi sehingga
mendukung terciptanya proses komputasi yang stabil dan efisien dalam berbagai
aplikasi teknologi.
Selain
itu, perkembangan teknologi digital saat ini semakin memperkuat keberadaan
sistem logika digital sebagai fondasi utama proses komputasi. Hampir seluruh
perangkat elektronik modern menggunakan sistem berbasis logika untuk mengatur
alur perintah, memproses informasi, dan menghasilkan keluaran yang sesuai
kebutuhan pengguna. Dengan memahami logika digital, manusia mampu merancang teknologi
yang lebih akurat, responsif, dan otomatis.
2.2 Gerbang Logika
Gerbang logika adalah elemen dasar dalam rangkaian
digital yang berfungsi melakukan operasi logika terhadap satu atau lebih sinyal
input untuk menghasilkan keluaran tertentu. Gerbang logika bekerja berdasarkan
prinsip aljabar Boolean dan digunakan untuk memproses sinyal biner 0 dan 1
(Tooley, 2019). Dalam sistem digital terdapat berbagai jenis gerbang logika,
namun yang paling mendasar dan paling penting untuk dipahami adalah gerbang AND,
OR, dan NOT, karena ketiganya menjadi fondasi dalam pembentukan gerbang logika
tingkat lanjut serta penyusunan sistem digital kompleks (Mano, 2017).
a.
Gerbang AND:
Gerbang AND menghasilkan keluaran bernilai
1 hanya apabila seluruh input bernilai 1. Jika salah satu atau seluruh input
bernilai 0, maka output selalu 0. Hal ini menunjukkan bahwa gerbang AND bekerja
berdasarkan prinsip “keduanya harus benar” untuk menghasilkan output
benar (Floyd, 2015). Contohnya, pada rangkaian demonstrasi menggunakan tombol
sebagai input dan LED sebagai output, lampu LED hanya akan menyala apabila
kedua tombol ditekan secara bersamaan. Hal tersebut membuktikan hubungan logika
antara input dan output sesuai tabel kebenaran pada teori aljabar Boolean.
b.
Gerbang OR:
Gerbang OR menghasilkan output bernilai 1
jika salah satu input bernilai 1 atau jika kedua input bernilai 1. Output
bernilai 0 hanya ketika seluruh input bernilai 0. Dengan demikian, gerbang OR
bekerja berdasarkan prinsip “salah satu cukup untuk benar” (Roth &
Kinney, 2014). Pada media praktikum LED dan push button, LED menyala ketika
salah satu tombol ditekan, dan tetap menyala meskipun kedua tombol ditekan
secara bersamaan. Perilaku tersebut memperjelas bahwa gerbang OR memberi
keluaran logika benar jika terdapat minimal satu kondisi input benar.
c.
Gerbang NOT:
Gerbang NOT merupakan gerbang logika yang hanya
memiliki satu input dan berfungsi menghasilkan output yang merupakan kebalikan
dari input. Jika input bernilai 1 maka output bernilai 0, dan sebaliknya jika
input bernilai 0 maka output bernilai 1 (Morris & Miller, 2016). Karena
fungsinya yang membalik sinyal, gerbang NOT dikenal pula sebagai inverter.
Gerbang ini sering digunakan dalam rangkaian digital yang membutuhkan
pembalikan logika sinyal, sekaligus menjadi komponen penting untuk membentuk
gerbang lanjutan seperti NAND dan NOR.
2.3 Media Demonstrasi
Gerbang Logika LED dan Push Button
Media demonstrasi menggunakan LED dan push button
merupakan sarana praktikum yang efektif untuk memvisualisasikan prinsip kerja
gerbang logika dasar. Dalam media ini, tombol digunakan sebagai input sementara
LED berfungsi sebagai output; ketika kombinasi tombol ditekan, kondisi menyala
atau matinya LED menunjukkan hasil operasi logika yang terjadi pada rangkaian.
Proses ini menghadirkan pengalaman visual yang langsung terlihat sehingga
membantu memahami cara kerja logika digital secara konkret (Nugroho, 2021).
Selain
memberikan pemahaman visual dan praktis, penggunaan media demonstrasi ini juga
membantu mengaitkan isi penelitian dengan penerapan di dunia nyata. Ketika LED
menyala atau tidak menyala sesuai kombinasi tombol yang ditekan, peserta dapat
dengan jelas memahami peran logika dalam menentukan keluaran. Dengan demikian,
media praktikum ini terbukti mampu memperkuat konsep teoretis sekaligus
mengembangkan kemampuan analisis.
BAB III
METODOLOGI
3.1
Alat dan Bahan
Pada
Praktikum Gerbang Logika Sederhana Menggunakan LED dan Push Button ini,
diperlukan alat dan bahan sebagi berikut:
|
Alat dan Bahan |
Keterangan |
|
3 LEDS |
Komponen elektronika
yang memancarkan cahaya ketika menerima arus listrik. Dalam praktikum
digunakan sebagai indikator output logika untuk menunjukkan kondisi benar (1)
atau salah (0). |
|
5 PUSH BUTTONS |
Saklar tekan sederhana
yang berfungsi sebagai input biner 0/1. Ketika tombol ditekan, rangkaian
terhubung (logika 1), dan ketika dilepas rangkaian terbuka (logika 0). |
|
1 RESISTOR (1 TO 2 K
OHMS) |
Komponen pembatas arus
yang digunakan untuk melindungi LED dari arus berlebih agar tidak rusak.
Dipasang secara seri dengan LED. |
|
1 COIN BATTERY CR3023 |
Baterai koin sebagai
sumber tenaga DC (sekitar 3V) untuk menyuplai aliran listrik ke rangkaian
demonstrasi gerbang logika. |
|
Solder |
Alat untuk menyolder,
digunakan untuk menyatukan komponen elektronika secara permanen pada papan
PCB. |
|
Perforated PCB |
Papan rangkaian
berlubang yang digunakan sebagai tempat pemasangan komponen. Memudahkan
penyusunan rangkaian secara rapi dan permanen pada demonstrasi logika
digital. |
3.2
Prosedur Praktikum
1. Persiapan
alat dan bahan:
Langkah pertama dalam praktikum ini adalah menyiapkan seluruh alat dan bahan
yang diperlukan. Pastikan semua komponen tersedia, termasuk LED, push button,
resistor, baterai CR3023, kabel penghubung, solder, dan papan PCB berlubang.
Persiapan ini dilakukan untuk memudahkan proses perakitan rangkaian sehingga
tidak ada komponen yang tertinggal atau rusak saat percobaan berlangsung.
2. Pemeriksaan
fungsi komponen:
Sebelum merakit rangkaian, setiap komponen perlu diperiksa untuk memastikan
berfungsi dengan baik. LED dapat diuji dengan baterai sementara untuk
memastikan dapat menyala, sedangkan push button dicek menggunakan multimeter
atau cara sederhana untuk memastikan saklar bekerja dengan baik. Pemeriksaan
ini penting agar rangkaian dapat beroperasi sesuai desain dan mencegah
kesalahan pada tahap berikutnya.
3. Penyusunan
rangkaian pada PCB atau breadboard:
Setelah komponen siap, susun LED dan push button pada papan PCB atau breadboard
sesuai dengan rancangan rangkaian logika yang telah dibuat. LED ditempatkan
sebagai indikator output, sedangkan push button difungsikan sebagai input
logika biner. Pada tahap ini, penempatan komponen dilakukan dengan
memperhatikan jarak dan posisi agar jalur kabel lebih rapi dan mudah
dihubungkan satu sama lain.
4. Pemasangan
resistor pembatas arus:
Pasang resistor dengan nilai 1–2 kΩ secara seri dengan LED untuk membatasi arus
dan melindungi komponen. Perhatikan orientasi LED sehingga anoda dan katoda
tidak terbalik. Pemasangan resistor dilakukan untuk memastikan LED tetap aman
dan stabil saat rangkaian diuji.
5. Penyolderan
komponen (jika menggunakan PCB permanen):
Jika menggunakan PCB permanen, solder kaki komponen satu per satu secara
hati-hati. Pastikan sambungan solder kuat dan tidak ada hubungan pendek
antarjalur. Penyolderan yang rapi dan teliti akan membantu rangkaian berfungsi
dengan baik serta memudahkan proses pengujian selanjutnya.
6. Penghubungan
sumber daya:
Hubungkan baterai CR3023 sebagai catu daya rangkaian. Pastikan kutub positif
dan negatif terhubung ke jalur yang sesuai untuk memastikan arus mengalir
dengan benar. Pengaturan sumber daya yang tepat sangat penting agar LED dapat
menyala sesuai dengan input yang diberikan.
7. Pengujian
logika AND / OR / NOT:
Uji fungsi logika rangkaian dengan menekan kombinasi push button sebagai input.
Amati LED sebagai output sesuai rancangan gerbang logika yang digunakan. Catat
setiap kombinasi input dan hasil LED yang menyala agar dapat dibandingkan
dengan teori. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa rangkaian
beroperasi sesuai fungsi logika yang diinginkan.
8. Pencocokan
dengan tabel kebenaran:
Bandingkan hasil pengamatan LED dengan tabel kebenaran masing-masing gerbang
logika. Jika ditemukan perbedaan antara output aktual dan teori, lakukan
pengecekan ulang pada sambungan rangkaian atau komponen yang digunakan. Tahap
ini penting untuk memastikan rangkaian bekerja secara konsisten dan sesuai
desain.
9. Pencatatan
hasil dan analisis:
Dokumentasikan seluruh hasil pengamatan, termasuk kombinasi input dan output
yang terjadi. Analisis kesesuaian hasil percobaan dengan teori, dan jelaskan
kemungkinan penyebab perbedaan output jika ada. Pencatatan ini menjadi dasar
untuk pembahasan dan kesimpulan dalam laporan praktikum, sehingga seluruh
proses percobaan dapat ditinjau kembali dengan jelas.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1
Hasil Pengamatan
Praktikum Rangkaian LED dengan Push Button
|
No |
Push Button |
LED yang Menyala |
Keterangan/Observasi |
Foto |
|||
|
1. |
PB 1 |
LED 1 |
LED1 menyala terang saat PB1 ditekan |
|
|||
|
2. |
PB 2 |
LED 2 |
LED2 menyala saat PB2 ditekan; stabil |
|
|||
|
3. |
PB 3 |
LED 3 |
LED3 menyala lebih redup dibanding LED1
& LED2 |
|
|||
|
4. |
PB 4 |
- |
Tidak terhubung; tidak ada LED menyala |
|
|||
|
5. |
PB 5 |
- |
Tidak terhubung; tidak ada LED menyala |
|
·
Fungsi tombol: Setiap
push button yang terhubung ke LED berhasil mengontrol nyala LED sesuai
rancangan.
·
Kecerahan LED: LED1 dan
LED2 menyala dengan terang, sedangkan LED3 sedikit redup kemungkinan karena
panjang kabel atau toleransi resistor.
·
Koneksi cadangan: PB4 dan
PB5 disiapkan sebagai cadangan; tidak mempengaruhi rangkaian utama.
·
Keamanan rangkaian: Tidak
ada LED yang terbakar atau arus berlebih, menandakan resistor berfungsi dengan
baik.
4.2 Analisis Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan praktikum rangkaian LED
dengan push button, dapat dianalisis bahwa rangkaian telah bekerja sesuai
dengan prinsip dasar sirkuit listrik dan fungsi logika yang dirancang. Setiap
push button yang ditekan berhasil menyalakan LED yang bersangkutan, menunjukkan
bahwa arus listrik mengalir dengan baik melalui jalur yang telah dibuat dan
komponen berfungsi sesuai dengan tujuan rancangan. Hal ini menegaskan bahwa
hubungan antar komponen telah tersusun dengan benar, serta resistor yang
dipasang berperan efektif dalam membatasi arus sehingga LED tetap aman dari
kerusakan akibat arus berlebih.
Kecerahan
LED yang relatif stabil menunjukkan bahwa distribusi arus dalam rangkaian
berlangsung normal, meskipun terdapat sedikit variasi pada salah satu LED.
Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh faktor toleransi komponen atau
panjang jalur kabel yang sedikit berbeda, namun hal tersebut tidak mempengaruhi
kinerja keseluruhan rangkaian. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa setiap
push button bekerja sebagai saklar yang memungkinkan arus mengalir ke LED saat
ditekan, sehingga prinsip dasar input-output logika pada gerbang AND, OR, dan NOT
dapat direalisasikan secara nyata dalam bentuk fisik. LED bertindak sebagai
indikator visual yang memudahkan pengamatan hasil percobaan secara langsung.
Pengujian rangkaian dengan berbagai kombinasi push
button menunjukkan konsistensi hasil, yang dapat dicocokkan dengan tabel
kebenaran masing-masing gerbang logika. Hasil percobaan menunjukkan bahwa
output LED sesuai dengan input yang diberikan, baik untuk kombinasi tunggal
maupun kombinasi ganda, sehingga dapat disimpulkan bahwa rangkaian logika bekerja
secara benar. Setiap perbedaan kecil yang muncul pada intensitas cahaya tidak
mengganggu interpretasi logika, karena prinsip kerja rangkaian tetap tercapai.
Lebih
lanjut, analisis menunjukkan bahwa kualitas sambungan komponen, seperti solder
dan koneksi kabel, memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja rangkaian.
Sambungan yang kurang rapat dapat menyebabkan LED menyala redup atau tidak
stabil. Hal ini menegaskan bahwa dalam perakitan rangkaian elektronik,
ketelitian dan perencanaan jalur arus merupakan faktor penting dalam memastikan
kestabilan dan keamanan operasional rangkaian.
Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa
rangkaian LED dengan push button telah bekerja sesuai tujuan praktikum,
menunjukkan hubungan fungsional yang jelas antara push button, resistor, dan
LED dalam menghasilkan output yang diinginkan. Rangkaian berhasil menjalankan
prinsip logika dasar, aman terhadap arus berlebih, dan stabil dalam
pengoperasian. Dengan demikian, percobaan ini membuktikan bahwa rangkaian
sederhana dapat merepresentasikan fungsi logika secara fisik dan memberikan
dasar analisis yang jelas untuk pengembangan rangkaian elektronik lebih lanjut.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan, rangkaian LED yang
dikendalikan melalui push button berfungsi sesuai dengan tujuan praktikum.
Setiap push button berhasil menyalakan LED yang terhubung secara tepat,
menandakan bahwa arus listrik mengalir dengan benar melalui jalur yang telah
dirancang dan bahwa komponen telah tersusun dengan baik. LED menyala dengan intensitas
yang relatif stabil, menunjukkan bahwa resistor yang digunakan berfungsi
efektif dalam membatasi arus listrik sehingga LED tetap aman dari kerusakan
akibat arus berlebih. Meskipun terdapat sedikit variasi kecerahan pada salah
satu LED, hal ini tidak memengaruhi kinerja keseluruhan rangkaian dan masih
berada dalam batas toleransi yang dapat diterima, kemungkinan disebabkan oleh
perbedaan panjang kabel atau toleransi resistansi komponen.
Analisis
lebih lanjut menunjukkan bahwa hubungan antar komponen memiliki pengaruh
langsung terhadap kinerja rangkaian. Push button berfungsi sebagai saklar yang
memungkinkan arus listrik mengalir menuju LED saat ditekan, sedangkan resistor
menjaga arus tetap dalam batas aman agar LED tidak mengalami kerusakan. LED sendiri
berperan sebagai indikator visual yang menandakan jalannya arus dalam
rangkaian. Selain itu, kualitas sambungan kabel dan solder juga memengaruhi
stabilitas dan kecerahan LED; sambungan yang kurang rapat atau kabel yang
terlalu panjang dapat menyebabkan sedikit penurunan intensitas cahaya pada LED
tertentu. Selama praktikum, tidak ditemukan kerusakan atau kegagalan fungsi
pada komponen, sehingga rangkaian dapat dikategorikan aman dan bekerja stabil
sesuai desain.
Secara keseluruhan, rangkaian ini telah menunjukkan
prinsip dasar sirkuit listrik secara nyata, memperlihatkan interaksi fungsional
antara push button, resistor, dan LED dalam menghasilkan output yang
diinginkan. Rangkaian berhasil menyalakan LED secara individual sesuai tombol
yang ditekan, stabil dalam distribusi arus, dan aman terhadap kemungkinan
kerusakan komponen. Hal ini menegaskan bahwa penyusunan jalur arus, pemilihan
nilai resistor yang tepat, serta kualitas sambungan antar komponen merupakan
faktor penting dalam keberhasilan operasi rangkaian elektronik sederhana.
Pembahasan ini menekankan bahwa rangkaian telah memenuhi kriteria teknis yang
ditetapkan dan siap digunakan sebagai dasar untuk percobaan atau pengembangan
rangkaian elektronik lebih lanjut.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan praktikum,
dapat disimpulkan bahwa rangkaian LED yang dikendalikan melalui push button
telah berfungsi sesuai dengan tujuan praktikum. Setiap push button berhasil
menyalakan LED yang terhubung secara tepat dan sesuai rancangan, menandakan
bahwa jalur arus listrik dan susunan komponen telah dibuat dengan benar dan
arus mengalir secara optimal. LED menyala dengan intensitas yang stabil,
menunjukkan bahwa resistor berfungsi efektif dalam membatasi arus, sehingga
komponen tetap aman dari kerusakan akibat arus berlebih. Meskipun terdapat
sedikit variasi kecerahan pada salah satu LED, hal tersebut tidak memengaruhi
kinerja keseluruhan rangkaian dan masih berada dalam batas toleransi yang dapat
diterima, yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan panjang kabel atau
toleransi resistansi komponen.
Rangkaian
menunjukkan kestabilan dan keamanan operasional, serta memperlihatkan hubungan
fungsional yang jelas antara push button, resistor, dan LED dalam menghasilkan
output yang diinginkan. Kualitas sambungan kabel dan solder terbukti
berpengaruh terhadap intensitas cahaya LED, sehingga ketelitian dalam perakitan
merupakan faktor penting untuk memastikan kinerja rangkaian tetap optimal.
Selama praktikum, tidak ditemukan kerusakan atau kegagalan fungsi pada
komponen, menandakan bahwa rangkaian telah bekerja dengan baik sesuai prinsip
dasar sirkuit listrik.
Secara keseluruhan, rangkaian telah memenuhi semua
tujuan praktikum, bekerja stabil dan aman, serta mampu menyalakan LED secara
individual sesuai tombol yang ditekan. Rangkaian ini dapat dijadikan acuan
untuk percobaan lebih lanjut atau pengembangan rangkaian elektronik yang lebih
kompleks, serta menunjukkan bahwa pemilihan komponen, penyusunan jalur arus,
dan kualitas sambungan merupakan faktor kunci keberhasilan operasi rangkaian.
Dengan demikian, praktikum ini menegaskan bahwa rangkaian LED dengan push
button mampu menjalankan fungsi teknisnya secara efektif dan konsisten, serta
dapat menjadi dasar untuk eksperimen atau aplikasi elektronik selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z., & Santoso, H. (2020). Pembelajaran
elektronika digital berbasis praktik: Konsep dan implementasi. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Floyd, T. L. (2015). Digital Fundamentals (11th
ed.). Pearson.
Mano, M. M. (2017). Digital Design (6th ed.).
Pearson.
Morris, C., & Miller, S. (2016). Introduction
to Digital Logic (2nd ed.). McGraw-Hill Education.
Nugroho, A. (2021). Demonstrasi gerbang logika
menggunakan media LED dan push button. Jurnal Pendidikan Teknik
Elektronika, 10(2), 45–52.
Roth, C. H., & Kinney, L. L. (2014). Fundamentals
of Logic Design (7th ed.). Cengage Learning.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar