Disusun Oleh :
Velanisa Lutfiana (25051204025)
Afnan Bagus
Kurniawan (25051204078)
Muhammad
Raihan Azzaidan (25051204170)
Aliya
Shafia
(25051204200)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan teknologi di bidang
elektronika dan informasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat,
terutama dengan hadirnya konsep Internet of Things (IoT). Teknologi IoT
memungkinkan berbagai perangkat elektronik untuk saling terhubung dan bekerja
secara otomatis dengan memanfaatkan jaringan komunikasi. Penerapan teknologi
ini memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam
pengelolaan sistem parkir.
Sistem parkir konvensional yang
masih mengandalkan pencatatan manual dan pengawasan manusia memiliki beberapa
kelemahan, seperti kurangnya efisiensi waktu, potensi terjadinya kesalahan
pencatatan, serta rendahnya tingkat keamanan. Selain itu, pengelola parkir juga
kesulitan dalam memantau jumlah kendaraan yang masuk dan keluar secara
real-time. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem parkir otomatis yang mampu
bekerja secara lebih efektif, aman, dan terstruktur.
Dengan memanfaatkan mikrokontroler
Arduino Nano sebagai pusat kendali, sistem parkir dapat dirancang agar mampu
mengelola akses kendaraan secara otomatis. Penggunaan modul RFID sebagai
simulasi sistem tap cash memungkinkan identifikasi pengguna dilakukan dengan
cepat dan akurat, sementara sensor digunakan untuk mendeteksi keberadaan
kendaraan. Seluruh proses tersebut dikendalikan melalui logika sistem yang
terprogram sehingga palang parkir hanya akan terbuka apabila syarat tertentu
terpenuhi.
Melalui praktikum ini, dirancang
sebuah sistem parkir berbasis IoT menggunakan Arduino Nano, sensor, gerbang
logika, dan modul RFID. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana
dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan parkir, sekaligus sebagai media
pembelajaran untuk memahami penerapan mikrokontroler, sistem digital, dan
konsep IoT dalam kehidupan nyata.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka di dalam laporan ini akan dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut :
- Bagaimana cara merancang dan
membuat sistem parkir berbasis Arduino IoT yang dapat meningkatkan
keamanan kendaraan bermotor melalui penggunaan kartu akses khusus?
- Bagaimana metode penerapan atau
pengaplikasian sistem parkir Arduino IoT pada lingkungan parkiran agar
dapat berfungsi secara optimal dan mudah digunakan oleh pengendara?
- Seberapa efektif sistem parkir
berbasis Arduino IoT dalam meningkatkan keamanan area parkir serta
mengurangi resiko pencurian kendaraan bermotor?
1.3 Tujuan Laporan
Rumusan masalah tersebut kemudian menjadi dasar dalam
menyusun tujuan penelitian yang ingin dicapai.
- Merancang dan membuat prototipe
sistem parkir berbasis Arduino IoT yang memanfaatkan kartu akses sebagai
mekanisme keamanan tambahan bagi kendaraan bermotor.
- Menguji dan menerapkan sistem
parkir Arduino IoT pada area parkir untuk mengetahui cara kerja, prosedur
penggunaan, serta tingkat kemudahan pengoperasiannya.
- Menganalisis efektivitas sistem
parkir berbasis Arduino IoT dalam meningkatkan keamanan, mengurangi
potensi pencurian, serta memonitor kapasitas parkiran secara real-time.
- Mendokumentasikan proses
perancangan dan pembuatan secara ilmiah serta menganalisis kelemahan dan
kelebihan alat tersebut
1.4 Manfaat Penulisan
Selain rumusan masalah dan tujuan penelitian, penulisan ini
juga memiliki beberapa manfaat :
- Memberikan pemahaman mengenai
cara kerja dan penerapan sistem parkir berbasis Arduino IoT sebagai upaya
meningkatkan keamanan kendaraan bermotor.
- Menjadi referensi bagi
mahasiswa, peneliti, maupun instansi yang ingin mengembangkan sistem
parkir otomatis berbasis teknologi IoT.
- Menyediakan gambaran praktis
tentang proses perancangan hingga pengujian sistem, sehingga dapat
membantu pihak lain dalam membuat sistem serupa.
- Menambah wawasan penulis dalam
bidang mikrokontroler, IoT, dan sistem keamanan kendaraan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Dasar Teori
Arduino merupakan papan
mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem otomatisasi
karena kemudahan dalam pemrograman serta kemampuannya untuk terhubung dengan
berbagai sensor dan modul pendukung. Pada sistem parkir otomatis, Arduino
berperan sebagai pusat pengendali yang memproses data dari sensor, melakukan
pembacaan kartu akses, serta mengatur kerja aktuator seperti palang parkir.
Penerapan konsep Internet of Things
(IoT) menjadi bagian penting dalam sistem ini. IoT memungkinkan perangkat
elektronik untuk saling terhubung melalui jaringan sehingga data dapat dikirim
dan dipantau secara real-time. Dengan adanya konektivitas ini, informasi
mengenai jumlah kendaraan yang masuk, keluar, serta kondisi area parkir dapat
diakses dengan mudah tanpa harus berada langsung di lokasi parkiran.
Identifikasi pengguna dalam sistem
parkir dilakukan menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification).
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio untuk membaca data
dari kartu RFID yang dimiliki pengguna. Ketika kartu ditempelkan pada modul
pembaca RFID, sistem akan melakukan verifikasi terhadap data kartu tersebut.
Apabila kartu terdaftar dan valid, maka sistem akan memberikan izin akses
dengan membuka palang parkir secara otomatis. Penggunaan RFID sebagai kartu
akses ini dapat meningkatkan keamanan karena hanya pengguna tertentu yang
diizinkan memasuki area parkir.
Data yang diperoleh dari proses
pembacaan kartu RFID dan sensor kendaraan kemudian disimpan ke dalam sebuah
basis data yang berfungsi sebagai media penyimpanan utama sistem parkir. Basis
data ini mencatat berbagai informasi penting, seperti identitas pemilik kartu,
waktu masuk dan keluar kendaraan, status ketersediaan slot parkir, serta jumlah
kendaraan yang berada di area parkir. Pencatatan data secara otomatis ini
memudahkan pengelola dalam melakukan pemantauan kondisi parkiran serta
penelusuran riwayat parkir pada waktu tertentu.
Komponen utama yang digunakan dalam
sistem parkir ini meliputi Arduino sebagai mikrokontroler, sensor pendeteksi
kendaraan seperti sensor ultrasonik atau inframerah, serta modul RFID beserta
kartu RFID sebagai media akses pengguna. Selain itu, servo motor digunakan
sebagai aktuator untuk menggerakkan palang parkir secara otomatis sesuai dengan
perintah dari Arduino. LED dimanfaatkan sebagai indikator visual untuk
menunjukkan status sistem, sedangkan breadboard dan kabel jumper digunakan
sebagai media perakitan rangkaian elektronik.
Dengan adanya integrasi antara
mikrokontroler, sensor, modul RFID, aktuator, dan basis data, sistem parkir
berbasis IoT ini mampu bekerja secara otomatis, terstruktur, dan efisien.
Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan sistem
parkir konvensional, baik dari segi keamanan, kemudahan pengelolaan, maupun
efektivitas operasional.
2.2
Komponen
- Arduino
Arduino merupakan papan mikrokontroler open-source yang mudah digunakan dan cocok untuk pemula. Pada sistem parkir ini digunakan Arduino Nano berbasis ATmega328P yang berfungsi sebagai pusat kendali sistem. Arduino Nano dipilih karena ukurannya kecil, fleksibel, dan mudah diprogram melalui kabel USB.
- Papan Breadboard
Breadboard merupakan papan rangkaian yang digunakan untuk merakit dan menghubungkan komponen elektronik sementara tanpa perlu melakukan penyolderan. Pada praktikum ini, breadboard berfungsi sebagai tempat pemasangan Arduino Nano dan komponen lainnya sehingga rangkaian dapat disusun dengan rapi, mudah dimodifikasi, dan memudahkan proses pengujian sistem.
- Kabel Jumper
Kabel jumper digunakan untuk menghubungkan komponen elektronik dengan Arduino atau breadboard tanpa penyolderan. Kabel ini memudahkan perakitan dan pengujian rangkaian. Jenis kabel jumper terdiri dari male to male, male to female, dan female to female, yang disesuaikan dengan jenis konektor komponen yang digunakan.
- Tag RFID
Tag RFID merupakan sebuah kartu atau
chip mini yang menyimpan informasi identifikasi dan bisa dibaca oleh pembaca
menggunakan gelombang radio. Ketika tag ini diletakkan dekat pembaca, sistem
akan mengidentifikasi kode unik yang terdapat di dalamnya. Di dalam sistem
parkir, tag RFID digunakan sebagai kartu akses untuk memasuki dan meninggalkan
area parkir.
- Modul RFID?
Modul
RFID berfungsi untuk membaca data dari kartu RFID melalui gelombang radio dan
mengirimkannya ke Arduino. Pada sistem parkir ini, modul RFID digunakan sebagai
pemindai kartu akses. Jika kartu valid, palang parkir akan terbuka secara
otomatis, sedangkan kartu tidak terdaftar akan ditolak.
- Kabel USB
Kabel USB merupakan jenis kabel yang
berfungsi menghubungkan perangkat elektronik dengan komputer atau adaptor, baik
untuk mentransfer data maupun menyediakan daya. Pada proyek Arduino, kabel USB
umumnya digunakan untuk memuat program dan menyuplai listrik ke papan Arduino.
- LCD
LCD
yang digunakan umumnya adalah LCD 16x2, yaitu LCD yang mampu
menampilkan 16 karakter dalam 2 baris. LCD ini dihubungkan ke Arduino Nano
melalui beberapa pin input dan output. Arduino akan mengirimkan data ke LCD
untuk memperbarui tampilan setiap kali terjadi perubahan, seperti saat
kendaraan masuk atau keluar area parkir.
8. Motor Servo
Motor
servo digunakan sebagai penggerak palang parkir pada sistem
ini. Servo dikendalikan oleh Arduino Nano untuk membuka dan menutup palang pada
sudut tertentu. Ketika kartu RFID valid dan kendaraan terdeteksi, servo
bergerak membuka palang secara otomatis, lalu kembali menutup setelah kendaraan
masuk.
- Sensor Infrared
Sensor
infrared obstacle pada rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi
keberadaan kendaraan di pintu masuk atau keluar parkir. Sensor akan
mengirimkan sinyal ke Arduino Nano saat objek terdeteksi, yang kemudian
digunakan sebagai input untuk mengontrol palang parkir dan menghitung jumlah
slot parkir.
- Diorama Parkiran
Diorama
parkiran pada praktikum ini merupakan miniatur area parkir yang digunakan untuk
mensimulasikan sistem parkir otomatis. Diorama dilengkapi dengan palang parkir,
sensor, modul RFID, servo motor, dan LCD sehingga memudahkan pengujian serta
pemahaman cara kerja sistem.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Alat dan Bahan
-
Arduino Nano
-
Papan Breadboard
-
Kabel Jumper
-
Tag RFID
-
Modul RFID
-
Kabel USB
-
LCD
-
Motor Servo
-
Sensor Infrared
-
Diorama Parkiran
3.2
Langkah-Langkah
1.
Menyiapkan alat dan bahan
Semua komponen yang akan digunakan seperti Arduino Nano, sensor kendaraan,
modul RFID, servo motor, LED, breadboard, dan kabel jumper, dll disiapkan
terlebih dahulu agar proses perakitan berjalan lancar.
2.
Merangkai Arduino Nano pada breadboard
Arduino Nano dipasang pada breadboard agar memudahkan proses penyambungan kabel
dan komponen lainnya.
3.
Menghubungkan sensor inframerah
Sensor inframerah dihubungkan ke pin input Arduino Nano untuk mendeteksi
keberadaan kendaraan pada pintu masuk dan keluar parkir.
4.
Menghubungkan modul RFID
Modul RFID disambungkan ke Arduino Nano menggunakan pin komunikasi yang sesuai
agar dapat membaca data dari kartu RFID.
5.
Menghubungkan servo motor
Servo motor dihubungkan ke pin output Arduino Nano dan digunakan sebagai
penggerak palang parkir.
6.
Menghubungkan LCD
LCD dihubungkan ke Arduino Nano untuk menampilkan informasi jumlah slot parkir
yang tersedia.
7.
Menghubungkan LED dan resistor
LED dipasang sebagai indikator status sistem, seperti akses diterima atau
ditolak.
8.
Memeriksa kembali rangkaian
Seluruh kabel dan koneksi diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada
kesalahan sambungan.
9.
Membuat dan mengunggah program
Program dibuat menggunakan Arduino IDE sesuai dengan logika sistem, kemudian
diunggah ke Arduino Nano.
10. Melakukan
pengujian sistem
Sistem diuji dengan mendeteksi kendaraan, melakukan tap kartu RFID, mengamati
pergerakan palang parkir, serta memastikan LCD menampilkan jumlah slot parkir
dengan benar.
3.3 Hasil Pengamatan
Sistem parkir
bekerja dengan alur sebagai berikut:
1. Sensor
inframerah mendeteksi keberadaan kendaraan di pintu masuk parkir.
2. Pengguna
menempelkan kartu RFID pada modul RFID.
3. Arduino
Nano membaca dan memverifikasi kartu RFID.
4. Jika
kartu valid dan kendaraan terdeteksi, maka logika AND bernilai benar.
5. Servo
motor bergerak membuka palang parkir.
6. Jumlah
slot parkir dikurangi dan ditampilkan pada LCD.
7. Setelah
kendaraan masuk, palang parkir kembali tertutup.
8. Saat
kendaraan keluar, sensor kembali mendeteksi dan jumlah slot parkir ditambahkan
lalu diperbarui pada LCD.
Gambar
tersebut menunjukkan penggunaan gerbang logika AND dan OR
untuk menentukan keluaran sistem. Dua masukan mewakili kondisi sensor dan kartu
RFID. Gerbang AND menghasilkan keluaran aktif hanya jika kedua kondisi
terpenuhi, sedangkan gerbang OR digunakan sebagai pendukung logika. Keluaran
akhir digunakan untuk mengontrol palang parkir agar hanya terbuka pada kondisi
yang sesuai.
|
Komponen |
Pin
Komponen |
Pin
Arduino Nano |
Penjelasan |
|
RFID
RC522 |
SDA (SS) |
D10 |
Pin
pemilih perangkat SPI (Slave Select) agar Arduino bisa berkomunikasi dengan
RFID |
|
SCK |
D13 |
Clock
untuk sinkronsasi komunikasi SPI |
|
|
MOSI |
D11 |
Jalur
data dari arduino ke RFID |
|
|
MISO |
D12 |
Jalur
data dari RFID ke arduino |
|
|
IRQ |
Tidak
Dipakai |
Pin interrupt,
tidak digunakan dalam rangkaian |
|
|
GND |
GND |
Ground
sebagai referensi tegangan |
|
|
RST |
D9 |
Pin
reset untuk menginisialisasi ulang modul RFID |
|
|
3.3V |
3V3 |
Sumber
tegangan 3.3V untuk RFID |
|
|
Sensor
IR 1 |
Out |
D2 |
Mengirim
sinyal hasil deteksi ke arduino |
|
Sensor
IR 2 |
Out |
D3 |
Mengirim
sinyal hasil deteksi ke arduino |
|
Sensor
IR 3 |
Out |
D4 |
Mengirim
sinyal hasil deteksi ke arduino |
|
Sensor
IR 4 |
Out |
D5 |
Mengirim
sinyal hasil deteksi ke arduino |
|
Servo
Motor |
Signal (orange) |
G7 |
Menerima
sinyal kendali dari arduino |
|
VCC
(merah) |
5V |
Sumber
tegangan 5 volt |
|
|
GND
(coklat) |
GND |
Ground |
|
|
LCD I2C |
SDA |
A4 |
Jalur
data komunikasi I2C |
|
SCL |
A5 |
Jalur
clock komunikasi I2C |
|
|
VCC |
5V |
Sumber
tegangan LCD |
|
|
GND |
GND |
Ground |
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem parkir berbasis IoT menggunakan Arduino Nano, sensor inframerah, modul RFID, gerbang logika, servo motor, dan LCD dapat berfungsi dengan baik. Sistem mampu mendeteksi kendaraan, memverifikasi kartu RFID, mengontrol palang parkir secara otomatis, serta menampilkan jumlah slot parkir yang tersedia melalui layar LCD. Dengan adanya sistem ini, proses parkir menjadi lebih teratur, aman, dan mudah dipantau.
4.2
Saran
Sistem
parkir ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan informasi
yang lebih lengkap pada LCD, seperti status parkir penuh atau waktu parkir
kendaraan. Selain itu, sistem dapat diintegrasikan dengan aplikasi berbasis web
atau mobile untuk pemantauan jarak jauh. Penggunaan sensor yang lebih akurat
dan penambahan fitur keamanan juga disarankan agar sistem dapat bekerja lebih
optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Arduino. (2023). Arduino Nano documentation. Arduino Official
Website.
Kadir, A. (2018). Panduan praktis mempelajari Arduino dan mikrokontroler.
Yogyakarta: Andi.
Malvino, A. P., & Brown, J. A. (2016). Digital computer electronics.
New York: McGraw-Hill.
Monk, S. (2015). Programming Arduino: Getting started with sketches.
New York: McGraw-Hill Education.
RFID Journal. (2020). Introduction to RFID technology. RFID
Journal.
Tarigan, J. (2019). Dasar sistem digital dan gerbang logika. Bandung: Informatika.
LAMPIRAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar