PRAKTIKUM GERBANG LOGIKA MENGGUNAKAN
BREADBOARD
Disusun oleh :
M. FATAH MUSHILY (018)
M. FARUQ ABDULLAH (022)
FANDI ACHMAD (161)
ENGGIE SOFIA LIKA (208)
PENDAHULUAN
Gerbang logika (logic gate)
merupakan komponen dasar dalam sistem elektronika digital yang berfungsi
memproses sinyal biner berdasarkan prinsip aljabar Boolean. Setiap gerbang
logika menerima satu atau lebih sinyal input dan menghasilkan satu output
sesuai dengan fungsi logikanya. Sinyal digital
direpresentasikan dalam dua level tegangan, yaitu HIGH (1) dan LOW (0),
sehingga memudahkan sistem untuk melakukan operasi perhitungan logika seperti AND,
OR, NOT, dan variasi lanjutannya. Perkembangan teknologi digital
modern, termasuk komputer, smartphone, perangkat IoT, sistem komunikasi, dan
berbagai perangkat otomatisasi industri, tidak dapat dipisahkan dari keberadaan
gerbang logika sebagai fondasi pembentuk sirkuit digital.
Konsep aljabar Boolean yang ditemukan oleh George Boole pada abad
ke-19 menjadi landasan teoritis dari sistem digital yang digunakan saat ini.
Hubungan antara teori logika dan implementasinya pada rangkaian elektronik
memungkinkan mesin melakukan operasi pengambilan keputusan secara otomatis
melalui pengolahan logika biner. Dalam dunia pendidikan teknik informatika dan
elektro, pemahaman tentang gerbang logika menjadi sangat penting sebagai
langkah awal sebelum mempelajari topik lanjutan seperti flip-flop, counter,
register, memory, multiplexer, mikroprosesor, dan arsitektur komputer.
Pada praktikum ini, dilakukan perancangan dan pengujian rangkaian
digital sederhana menggunakan breadboard, kabel jumper, LED indikator, serta IC
gerbang logika dasar, yaitu SN74S08N (AND), SN74LS32N (OR), dan SN74LS04N
(NOT). Breadboard dipilih karena memudahkan proses perakitan rangkaian tanpa
proses penyolderan, sehingga memudahkan pembuatan, modifikasi, maupun
troubleshooting jika terjadi kesalahan sambungan. LED digunakan sebagai
indikator output untuk memvisualisasikan perubahan logika berdasarkan kondisi
input.
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami cara
kerja dasar tiap gerbang logika dengan membandingkan antara kondisi input dan
output terhadap tabel kebenaran (truth table). Selain itu, kegiatan praktikum
ini juga memberikan pengalaman langsung tentang manajemen rangkaian digital,
mulai dari proses perancangan, pemasangan komponen, pengujian, hingga analisa
kesalahan yang mungkin terjadi di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat
menghubungkan teori yang dipelajari secara konseptual dengan implementasi nyata
pada hardware.
Secara keseluruhan, praktikum ini tidak hanya bertujuan untuk
menguji fungsi dasar gerbang logika, tetapi juga melatih keterampilan praktis
dalam merangkai sistem digital, mengenal karakteristik komponen fisik, memahami
alur arus pada breadboard, serta menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah
terhadap rangkaian yang tidak bekerja sesuai hasil seharusnya. Pemahaman ini
akan menjadi bekal penting untuk pembelajaran lebih kompleks pada bidang
teknologi digital di masa depan.
Rumusan Masalah
- Bagaimana
prinsip kerja dasar gerbang logika AND, OR, dan NOT berdasarkan teori
aljabar Boolean?
- Bagaimana
hubungan antara kondisi input dan output pada gerbang logika AND, OR, dan
NOT dapat divalidasi secara praktis menggunakan breadboard dan komponen
elektronik?
- Apakah hasil
pengamatan rangkaian gerbang logika yang dirakit sesuai dengan tabel
kebenaran (truth table) teori logika digital?
Tujuan Praktikum
1.
Memahami prinsip kerja dasar
gerbang logika AND, OR, dan NOT berdasarkan teori aljabar Boolean.
2.
Menganalisa hubungan antara
kondisi input dan output melalui tabel kebenaran (truth table).
3.
Memverifikasi hasil percobaan
secara praktis untuk membuktikan fungsi kerja dari masing-masing gerbang
logika.
Teori
Penunjang
Gerbang logika
merupakan rangkaian dasar pada sistem digital yang berfungsi melakukan operasi
logika berdasarkan input yang diterimanya. Gerbang logika bekerja dengan dua
kondisi logika, yaitu HIGH (1) dan LOW (0) yang direpresentasikan oleh level
tegangan tertentu. Dalam
praktikum ini digunakan tiga jenis gerbang logika dasar, yaitu AND, OR, dan
NOT.
1.
Gerbang AND
Gerbang
AND akan menghasilkan output HIGH (1) hanya jika semua input dalam kondisi HIGH
(1). Jika salah satu input bernilai LOW (0) maka output akan bernilai LOW (0). Gerbang ini banyak digunakan dalam
rangkaian kontrol dan sistem keputusan.
2.
Gerbang OR
Gerbang
OR menghasilkan output HIGH (1) apabila minimal satu input bernilai HIGH (1).
Output akan bernilai LOW (0) hanya jika semua input bernilai LOW (0). Gerbang
OR digunakan pada kondisi pemilihan sinyal atau sistem prioritas.
3.
Gerbang NOT (Inverter)
Gerbang
NOT bekerja sebagai pembalik logika input. Jika input bernilai HIGH (1) maka
output menjadi LOW (0), dan sebaliknya. Gerbang ini sering digunakan untuk
menghasilkan sinyal komplemen.
Pada implementasinya, gerbang-gerbang tersebut direalisasikan
menggunakan IC seri 74xx yang dirancang untuk keperluan rangkaian digital skala
kecil. Pada praktikum ini digunakan IC SN74S08N untuk gerbang AND, IC SN74LS32N
untuk gerbang OR, dan IC SN74LS04N untuk gerbang NOT. Setiap IC membutuhkan
suplai tegangan VCC dan GND agar dapat berfungsi, serta memiliki konfigurasi
pin input dan output yang harus dihubungkan dengan benar pada breadboard.
Selain itu, pemahaman tentang tabel
kebenaran sangat penting untuk membuktikan fungsi logika dari setiap gerbang.
Tabel kebenaran menunjukkan semua kemungkinan kombinasi input serta output yang
dihasilkan. Praktikum ini akan menguji kesesuaian fungsi logika secara praktis
dengan membandingkan hasil pengamatan LED terhadap tabel teoritis.
Alat dan Bahan
|
No |
Alat / Bahan |
Keterangan |
|
1 |
Breadboard |
Media perakitan rangkaian tanpa solder |
|
2 |
Kabel jumper |
Penghubung antar komponen |
|
3 |
IC SN74S08N |
Gerbang logika AND |
|
4 |
IC SN74LS32N |
Gerbang logika OR |
|
5 |
IC SN74LS04N |
Gerbang logika NOT (inverter) |
|
6 |
LED |
Indikator output |
|
7 |
Resistor 220Ω |
Pembatas arus untuk LED |
|
8 |
Adaptor / Power supply 9V |
Sumber tegangan rangkaian digital |
Prosedur Praktikum
1. Menyiapkan peralatan dan komponen
yang dibutuhkan, meliputi breadboard, kabel jumper, LED, resistor, dan IC
gerbang logika SN74S08N (AND), SN74LS32N (OR), dan SN74LS04N (NOT).
2. Menghubungkan sumber daya (power
supply 9V) ke breadboard dengan menghubungkan jalur positif ke VCC dan jalur
negatif ke GND.
3. Memasang IC gerbang logika pada
breadboard dengan posisi pin berada pada dua jalur terpisah (memanfaatkan
pemisah tengah breadboard).
4. Menghubungkan pin VCC dan GND pada
setiap IC agar IC dapat berfungsi dengan benar.
5. Menyusun rangkaian input dan output
menggunakan kabel jumper, dengan cara menghubungkan pin input ke jalur HIGH (9V)
atau LOW (GND) secara manual menggunakan kabel jumper.
6.
Menghubungkan pin output IC ke
LED melalui resistor 220Ω sebagai pembatas arus.
7.
Merangkai gerbang AND, kemudian
memberikan kombinasi input HIGH dan LOW dengan memindahkan kabel jumper untuk
mendapatkan variasi kondisi input.
8.
Merangkai gerbang OR dan
mengamati perubahan kondisi output LED berdasarkan kombinasi input yang
diberikan.
9.
Merangkai gerbang NOT dan
menguji fungsi pembalik logika dengan menghubungkan input ke HIGH/LOW secara
bergantian.
10.
Mencatat hasil percobaan pada
tabel hasil pengujian berdasarkan kondisi input dan kondisi nyala padam LED.
11.
Mengambil dokumentasi foto
rangkaian dan hasil visual LED untuk keperluan pelaporan.
Hasil Pengamatan
Pengamatan
Gerbang AND (IC SN74S08N)
|
Input A |
Input B |
Output (LED) |
Keterangan |
Gambar |
|
0 |
0 |
0 |
Padam |
|
|
0 |
1 |
0 |
Padam |
|
|
1 |
0 |
0 |
Padam |
|
|
1 |
1 |
1 |
Menyala |
|
Pengamatan
Gerbang OR (IC SN74LS32N)
|
Input A |
Input B |
Output (LED) |
Keterangan |
Gambar |
|
0 |
0 |
0 |
Padam |
|
|
0 |
1 |
1 |
Menyala |
|
|
1 |
0 |
1 |
Menyala |
|
|
1 |
1 |
1 |
Menyala |
|
Pengamatan
Gerbang NOT (IC SN74LS04N)
|
Input |
Output (LED) |
Keterangan |
Gambar |
|
0 |
1 |
Menyala |
|
|
1 |
0 |
Padam |
|
Analisa Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan pada rangkaian gerbang logika
menggunakan IC SN74S08N (AND), SN74LS32N (OR), dan SN74LS04N (NOT), nilai
output yang muncul melalui indikator LED menunjukkan bahwa masing-masing
gerbang bekerja sesuai dengan teori logika digital. Perubahan kondisi input
HIGH (1) dan LOW (0) menghasilkan respon output yang konsisten dengan tabel
kebenaran (truth table) dari setiap gerbang.
Pada pengujian gerbang AND, LED hanya menyala saat kedua input
berada pada kondisi HIGH (1). Hal ini sesuai dengan karakteristik AND gate yang
membutuhkan kedua input bernilai 1 untuk menghasilkan output 1. Ketika salah
satu atau kedua input bernilai 0, LED padam, menunjukkan output LOW.
Pengujian gerbang OR, LED menyala ketika salah satu atau kedua input
bernilai HIGH (1). Output hanya menjadi LOW (0) saat kedua input bernilai 0.
Respon LED pada percobaan ini memperlihatkan bahwa OR gate menghasilkan output
1 selama minimal satu input bernilai 1.
Pada pengujian gerbang NOT, keluaran LED menunjukkan sifat inversi
sinyal. Ketika input diberikan LOW (0), LED menyala yang berarti output HIGH
(1), dan sebaliknya saat input HIGH (1), LED padam yang menunjukkan output LOW
(0). Ini membuktikan bahwa NOT gate bekerja sebagai inverter yang membalik
logika.
Dari keseluruhan percobaan, dapat disimpulkan bahwa rangkaian
bekerja stabil dan kompatibel dengan suplai tegangan 9V TTL. Penyambungan kabel
jumper, konfigurasi breadboard, dan pemasangan resistor pada LED berpengaruh
terhadap keakuratan hasil pengamatan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara hasil percobaan dan teori
kebenaran logika digital. Berdasarkan hasil validasi praktis yang diperoleh
dari percobaan, seluruh kondisi output yang diamati sesuai dengan nilai yang
tertera pada tabel kebenaran logika digital. Setiap perubahan input
menghasilkan output yang identik dengan teori aljabar Boolean, sehingga dapat
dipastikan bahwa rangkaian yang dirakit telah bekerja sesuai prinsip logika
yang seharusnya.
Kesimpulan
Berdasarkan rangkaian percobaan
gerbang logika dasar yang telah dilakukan menggunakan breadboard, LED sebagai
indikator output, serta IC SN74S08N (AND), SN74LS32N (OR), dan SN74LS04N (NOT),
dapat disimpulkan bahwa setiap rangkaian berhasil berfungsi sesuai dengan teori
logika digital. Pengujian kondisi input HIGH (1) dan LOW (0) yang diberikan
melalui pengaturan jalur koneksi pada breadboard menunjukkan bahwa nilai output
yang dihasilkan konsisten dengan tabel kebenaran yang berlaku untuk
masing-masing gerbang.
Hasil percobaan pada gerbang AND
menunjukkan bahwa output HIGH hanya dihasilkan ketika kedua input bernilai
HIGH, sedangkan pada nilai input lainnya output tetap LOW. Untuk gerbang OR, output HIGH terlihat saat salah satu atau kedua
input berada pada kondisi HIGH, yang memperlihatkan sifat dasar OR gate sebagai
operator penjumlahan logika. Sementara itu, pengujian pada gerbang NOT
memperlihatkan proses pembalikan sinyal logika, di mana input LOW menghasilkan
output HIGH dan sebaliknya, menunjukkan fungsi inverter bekerja dengan benar.
Seluruh rangkaian berjalan stabil pada tegangan suplai 9V standar
TTL, dan indikator LED memperlihatkan perubahan output dengan jelas, sehingga
memudahkan proses identifikasi hasil. Tidak ditemukan penyimpangan signifikan
antara teori dan hasil nyata, sehingga praktikum ini membuktikan bahwa
konfigurasi rangkaian sudah tepat dan komponen bekerja secara optimal.
Melalui praktikum ini, pemahaman
mengenai prinsip kerja gerbang logika dasar serta implementasinya dalam
rangkaian elektronika semakin meningkat. Selain itu, percobaan ini memberikan
pengalaman langsung dalam penyusunan rangkaian digital menggunakan breadboard
dan komponen pendukung, yang menjadi dasar penting sebelum mempelajari sistem
digital yang lebih kompleks.
DAFTAR
PUSTAKA
Pertiwi, N.
A. S., & Fauziyah, A. (2023). Validitas Media Belajar Gerbang Logika
Berbasis Praktikum pada Mata Kuliah Elektronika Dasar dengan Pendekatan
Saintifik. JoEMS (Journal of Education and
Management Studies), 6(6), 10-21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar