LAPORAN INI DISUSUN
OLEH :
|
1. Alvito Wahyu Dwi N. |
25051204031 |
|
2. Muhammad Fawwaz T. H. |
25051204175 |
|
3. Any Aulia Putri |
25051204228 |
|
4. Calvin
Azarya Pravita Y. |
25051204177 |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kemajuan pesat teknologi
mikrokontroler dan elektronika saat ini membuka peluang luas bagi pengembangan
perangkat kesehatan yang praktis dan efisien. Salah satu indikator vital yang
krusial untuk dipantau adalah detak jantung, karena dapat merefleksikan kesehatan
kardiovaskular, tingkat kebugaran, hingga indikasi awal adanya gangguan
kesehatan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatannya,
kebutuhan perangkat pemantau detak jantung yang akurat dan mudah diakses
masyarakat menjadi semakin meningkat.
Dalam mata kuliah Arsitektur
Komputer, pemahaman mengenai cara kerja perangkat keras, alur pemrosesan data,
serta interaksi antara komponen elektronik menjadi aspek penting yang harus
dikuasai. Untuk menerapkan konsep tersebut, dibuat sebuah proyek “Pengukur
Detak Nadi dan Jantung” menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, Heart Rate
Sensor, Mini LCD, Buzzer, dan Breadboard sebagai rangkaian pendukung.
Secara teknis, Arduino Uno dipilih
karena arsitekturnya yang sederhana, mudah diprogram, dan umum digunakan pada
proses pembelajaran. Heart Rate Sensor bekerja dengan mendeteksi
perubahan intensitas cahaya akibat aliran darah. Data yang diperoleh kemudian
diproses oleh Arduino dan ditampilkan melalui Mini LCD sehingga pengguna dapat
melihat hasil pengukuran secara langsung. Sistem juga dilengkapi Buzzer sebagai
indikator audio untuk menandakan keberhasilan pembacaan, seperti memberikan
bunyi saat pembacaan detak jantung berhasil atau saat detak jantung berada pada
kondisi tertentu. Breadboard digunakan untuk merangkai seluruh komponen tanpa
perlu menyolder, sehingga memungkinkan proses perakitan yang fleksibel dan
mudah diperbaiki.
Melalui perancangan ini, diharapkan
teori mengenai arsitektur mikrokontroler dan manajemen peripheral dapat
dipahami secara mendalam. Selain itu, proyek ini memberikan pengalaman praktis
dalam merekayasa sistem elektronik berbasis sensor yang tidak hanya fungsional,
namun juga memberikan manfaat nyata dalam pemantauan kesehatan secara
sederhana.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana prinsip kerja IOT
pendeteksi detak jantung dan nadi
2. Bagaimana menampilkan hasil detak
jantung dan nadi pada layar
3. Masalah apa saja yang muncul saat
membuat IOT dan bagaimana mengatasinya.
1.3 Tujuan Analisis
1.
Menjelaskan
cara membuat alat pendeteksi detak jantung dan nadi berbasis IoT.
2.
Menguraikan
langkah pembuatan alat, mulai dari perakitan hingga pengujian.
3.
Mengetahui
apakah alat dapat mendeteksi detak jantung dengan baik dan akurat.
1.4 Manfaat
Penulisan
1. Memberikan pengetahuan tentang cara
kerja sensor detak jantung serta pengolahan data pada mikrokontroler.
2. Mendorong kreativitas dan inovasi
dalam mengembangkan teknologi sederhana untuk pemantauan kesehatan.
3. Menjadi referensi bagi seseorang
pembaca lain yang ingin membuat alat serupa.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
Internet Of
Think adalah Internet of Things (IoT) merupakan konsep yang memungkinkan
berbagai perangkat elektronik saling terhubung dan bertukar informasi seperti
mengumpulkan data,mengirim data,menerima perintah,melakukan otomatisasi melalui
jaringan internet. Dalam proyek ini, teknologi IoT dimanfaatkan untuk memonitor
detak jantung dan nadi secara langsung. Proses kerjanya melibatkan:
1.Sensor
sebagai menangkap data dari object yang dituju seperti mendeteksi sinyal detak
jantung.
2.Mikrokontroler
yang mengolah dan meneruskan data tersebut untuk dikirimkan dan bisa digunakan.
2.2 Komponen
A.
Arduino
uno
Arduino uno adalah
bagian paling penting dalam sistem IOT karena berperan sebagai otak yang
mengatur seluruh proses kerja alat. Dalam project ini arduino memiliki beberapa
fungsi utama :
1.
Mengambil
Data dari Heart Rate Sensor
Arduino
menerima sinyal keluaran dari Heart Rate Sensor dalam bentuk gelombang analog
yang berubah sesuai dengan aliran darah. Perubahan sinyal ini menjadi dasar
pendeteksian aktivitas detak jantung.
2.
Mengolah
sinyal BPM (Beat Per Minute)
Setelah data sensor terbaca, Arduino akan mengidentifikasi puncak gelombang kemudian menghitung nilai detak jantung (BPM) menggunakan rumus yang telah ditentukan, sehingga diperoleh jumlah detak per menit secara akurat.
3.
Mengirim data ke Layar Oled
Arduino juga berfungsi untuk
menampilkan hasil pengolahan data pada layar OLED. Informasi seperti nilai BPM
dan visualisasi grafik diperlihatkan secara real-time agar mudah dipantau oleh
pengguna.
4.
Mengendalikan
Buzzer sebagai Alarm
Selain itu,
Arduino berperan dalam mengaktifkan buzzer sebagai alarm. Buzzer akan berbunyi
setiap kali sensor membaca aktivitas detak jantung, sehingga memberikan
indikator audio terhadap pembacaan sensor.
B.
Breadboard
Breadboard Arduino adalah papan
prototyping yang digunakan untuk merangkai rangkaian elektronik tanpa perlu
solder. Pada papan ini, lubang-lubang pada arah vertikal saling terhubung,
sedangkan secara horizontal tidak. Hal tersebut memungkinkan komponen dan kabel
jumper mudah dipasang dan dilepas tanpa merusak rangkaian. Breadboard juga
berfungsi sebagai jalur konduktor listrik yang menghubungkan komponen satu
dengan lainnya. Secara fisik, breadboard memiliki banyak lubang dengan penanda
huruf dan angka sebagai koordinat untuk memudahkan penempatan kabel maupun
komponen dalam perakitan.
Komponen ini digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen dalam IOT seperti Arduino uno, Breadboard, Mini oled led, Buzzer. Kabel ini menjadi bagian penting untuk merangkai dan sebagai jalur pengantar listrik dan data antar komponen.
D.
Buzzer
Komponen ini
bisa menghasilkan suara jika diberikan tegangan listrik . Dalam sistem IOT
pendeteksi detak jantung , buzzer berfungsi sebagai alat indikator suara yang
memberikan peringatan dalam membaca kondisi sensor.
E.
Heart
rate sensor
Heart Rate Sensor adalah perangkat
yang digunakan untuk menghitung detak jantung (BPM – Beats Per Minute) serta
denyut nadi seseorang secara otomatis. Cara kerjanya didasarkan pada
pendeteksian perubahan volume aliran darah di pembuluh kapiler kulit, yang
berubah setiap kali jantung memompa darah.
Dalam alat pendeteksi detak jantung,
sensor ini memiliki peran utama sebagai berikut:
1.Mendeteksi Denyut Jantung
2.Mengukur Detak Jantung (BPM)
3.Membaca Perubahan Aliran Darah (Metode PPG)
4.Memberikan Data Real-Time
F.
Mini
oled lcd
Mini OLED LCD adalah modul layar
berukuran kecil yang menggunakan teknologi Organic Light Emitting Diode (OLED)
untuk menampilkan informasi secara visual. Pada proyek IoT pemantau detak
jantung dan denyut nadi, layar ini berfungsi sebagai media untuk menampilkan
data hasil pembacaan sensor.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Alat dan Bahan
Dalam
melaksanakan perancangan dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:
●
Arduino
uno
Gambar 3.1 Arduino uno
●
Breadboard
Gambar 3.2 Breadbord
●
Kabel
jumper
Gambar 3.3 Kabel jumper
●
Buzzer
Gambar 3.4 Buzzer
●
Heart
rate sensor
Gambar 3.5 Heart rate sensor
●
Mini
oled lcd
Gambar 3.6 Mini oled lcd
●
Kabel
USB
Gambar 3.7 Kabel USB
● Laptop
3.2 Langkah-langkah
1. Siapkan komponen keseluruhan yang ada seperti Breadboard, Arduino uno, Heart rate sensor, Buzzer, Mini oled led, kabel jumper, dan kabel USB.
2. Siapkan breadboard lalu pasangkan
port mini oled LCD yang terdiri dari (GND,VCC,SCL,SDA) pada breadboard.
Kemudian, sambungkan MINI OLED ke BREADBOARD & ARDUINO UNO dengan kriteria
dibawah :
● PORT SDA (LCD) —> PORT A4 ARDUINO
● PORT SCL (LCD) —> PORT A5 ARDUINO
● PORT VCC (LCD) —> PORT (+)
BREADBOARD
● PORT GND (LCD) —> PORT ( - ) BREADBOARD
3. Siapkan arduino uno dan sambungkan
ke breadboard menggunakan kabel jumper dengan kriteria dibawah :
● PORT 5V —> PORT ( + ) BREADBOARD
● PORT GND —> PORT ( - ) BREADBOARD
4. Selanjutnya pasangkan BUZZER ke
BREADBOARD dan lalu sambungkan PORT (+ dan -) menggunakan kabel jumper dengan
kriteria dIbawah
●
Sambungkan 2 kabel jumper berbeda warna di breadboard sesuai
kriteria port (- dan + ) pada BUZZER
●
PORT (+) BUZZER —> PORT 8 ARDUINO
●
PORT ( - ) BUZZER —> PORT ( - ) BREADBOARD
5. Kemudian BUKA APLIKASI ARDUINO UNO
dan mulai sambungkan KABEL USB ARDUINO
—> LAPTOP dan atur PORT USB pilih salah satu sesuai port di laptop
, lalu install LIBRARY komponen IOT di dalam aplikasi dengan kriteria dibawah :
● ADAFRUIT - GFX- LIBRARY-MASTER
● ADAFRUIT_GRAYOLED
● ADAFRUIT_SPITFT
● ADAFRUIT_SSD1306- MASTER
● ADAFRUIT GFX LIBRARY
● ADAFRUIT SSD1306
6. Lalu lanjutkan tahap coding dengan
menggunakan aplikasi arduino dan pencet SELECT BOARD dan pilih opsi ARDUINO UNO
dan coding dengan kriteria dibawah :
#include <Adafruit_SSD1306.h>
#include <Adafruit_GFX.h>
#define OLED_Address 0x3C // 0x3C device
address of I2C OLED. Few other OLED has 0x3D
Adafruit_SSD1306 oled(128, 64); // create
our screen object setting resolution to 128x64
int a=0;
int lasta=0;
int lastb=0;
int LastTime=0;
int ThisTime;
bool BPMTiming=false;
bool BeatComplete=false;
int BPM=0;
#define UpperThreshold 560
#define LowerThreshold 530
void setup() {
oled.begin(SSD1306_SWITCHCAPVCC,
OLED_Address);
oled.clearDisplay();
oled.setTextSize(2);
}
void loop()
{
if(a>127)
{
oled.clearDisplay();
a=0;
lasta=a;
}
ThisTime=millis();
int value=analogRead(0);
oled.setTextColor(WHITE);
int b=60-(value/16);
oled
.writeLine(lasta,lastb,a,b,WHITE);
lastb=b;
lasta=a;
if(value>UpperThreshold)
{
if(BeatComplete)
{
BPM=ThisTime-LastTime;
BPM=int(60/(float(BPM)/1000));
BPMTiming=false;
BeatComplete=false;
tone(8,1000,250);
}
if(BPMTiming==false)
{
LastTime=millis();
BPMTiming=true;
}
}
if((value<LowerThreshold)&(BPMTiming))
BeatComplete=true;
oled.writeFillRect(0,50,128,16,BLACK);
oled.setCursor(0,50);
oled.print("BPM:");
oled.print(BPM);
oled.display();
a++;
}
3.3 Hasil Pengamatan
|
NO |
KETERANGAN |
DOKUMENTASI |
|
1. |
Sensor belum menyentuh nadi,
menyebabkan mini oled lcd nya menampilkan “BPM = 0.” |
|
|
2. |
Saat heart rate sensor diletakkan
diarea nadi, menyebabkan mini oled lcd nya menampilkan “BPM = 68.” |
|
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa pada saat sensor
belum ditempatkan pada area nadi, mini oled lcd akan menampilkan “BPM = 0”
karena heart rate sensor belum menerima sinyal denyut jantung apapun sehingga
sensor tidak dapat melakukan proses perhitungan. Namun, saat heart rate sensor
ditempatkan dengan benar di are nadi, alat tersebut akan bekerja dengan
mendeteksi perubahan sinyal optik yang timbul akibat aliran darah. perubahan
tersebut kemudian diproses oleh sistem untuk menghitung denyut jantung per
menit (BPM). Setelah itu, mini oled lcd akan menampilkan nilai “BPM = 68” dari perhitungan yang telah dilakukan oleh
heart rate sensor. Kondisi ini menunjukkan bahwa alat sangat bergantung pada
posisi sensor dan tidak dapat memberikan hasil apa pun tanpa adanya kontak
langsung dengan titik pengukuran yang benar.
IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum arduino yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui Heart Rate Sensor, Arduino
mampu membaca perubahan aliran darah dan mengolahnya menjadi nilai BPM (Beats
Per Minute) yang akurat. Data tersebut kemudian ditampilkan pada layar OLED
sehingga terlihat hasil pemantauan secara langsung. Selain itu, penggunaan
buzzer sebagai alarm memberikan indikator tambahan terhadap aktivitas sensor.
Secara keseluruhan, praktikum ini membuktikan bahwa rangkaian perangkat IoT
dapat bekerja secara efektif untuk membuat sistem monitoring kesehatan
sederhana yang mudah diterapkan dan bermanfaat dalam membantu deteksi dini
kondisi detak jantung dan nadi.
4.1 Saran
Untuk meningkatkan kualitas proyek,
terdapat beberapa saran pengembangan. Fokus utama adalah Peningkatan Akurasi
dan Kalibrasi melalui implementasi algoritma filtering yang lebih
canggih pada program Arduino, serta kalibrasi rutin dengan alat medis.
Selanjutnya, perlu dilakukan Pengembangan Konektivitas IoT Lanjutan dengan
menambahkan modul ESP8266 atau ESP32. Ini bertujuan agar data BPM dapat
dikirimkan ke cloud (seperti ThingSpeak) secara real-time,
memungkinkan pemantauan dan analisis data historis jarak jauh. Selain itu,
Desain User Interface (UI) yang Informatif harus disempurnakan pada OLED
LCD, misalnya dengan menambahkan indikator rentang normal dan peringatan visual
saat BPM di luar batas aman. Terakhir, Optimalisasi Portabilitas dapat dicapai
dengan mengintegrasikan baterai portabel dan mendesain casing yang
ringkas, mengubah alat menjadi wearable device sederhana.
DAFTAR PUSTAKA
Lestari,
P. D., Karlitasari, L., & Maryana, S. (2021). Pengendali pintu gerbang
berbasis IoT (Internet of Things). JUBIKOM: Jurnal Aplikasi Bisnis dan
Komputer, 1(2), 62–69.
Wohingati,
G. W., & Subari, A. (2013). Alat pengukur detak jantung menggunakan
pulsesensor berbasis Arduino Uno R3 yang diintegrasikan dengan Bluetooth. Gema
Teknologi, 17(2), 65–71.
LAMPIRAN





Tidak ada komentar:
Posting Komentar