Selasa, 19 Februari 2019

Brand BUAVITA Dibeli Mahal?

Untuk urusan produksi?
Maklon.
Tahu maklon khan? Pake vendor untuk mengerjakannya.

Karena
Ngurusin produksi (baca : manufkatur) itu satu kompetensi sendiri.
Yang juga butuh fokus.


Kalau kepalanya yang mikir produksi & distribusi masih satu.
artinya hanya satu orang mikir produksi + mikir distribusi (termausk Rnd)
Yang udah ngalamin ini bisa ngerasain

‘loh mas Dodi…Unilever khan punya pabrik sendiri?”

‘Iya punya… Unilever Manufaktur. Itu belum lama dibikinnya, dan ga semuanya diproduksi disitu…sebagian besar masih di maklon. Mengelola 400 brand loh…’

Unilever manufaktur itu sunnah.
Kalaupun ga punya manufaktur, Unilever tetap masih bisa beroperasi.
Itu artinya *sifatnya hanya support* .
Bukan Core Competence.

Kalau Unilever enggak punya manufaktur (pabrik)
terus kemana unilever produksinya BUAVITA?

Maklon di pabriknya Ultra Jaya.

Jadi jawaban atas pertanyaan,
mengapa Unilever hanya membeli brand saja, tidak termasuk pabriknya.

Adalah karena Unilever fokus pada kompetensi intinya.

*FOKUS adalah resep utama para juara* .

kalau resep utama hanya semudah Fokus.
Kenapa ga  semuanya jadi juara?

Emang gampang? istiqomah atau FOKUS?
banyak godaan kok. Tidak banyak yang berhasil.

Bukan enggak boleh lho ya bikin beberapa bisnis.
Hanya ada caranya aja.
Kapan-kapan saya share pengalaman saya ya…
Atau sambil ngeteh aja kayaknya lebih enak.

Jadi apa insightnya?

**********************
Masih ingat kisah brand Buavita dibeli unilever beberapa hari yang lalu....
Di lanjot yaaa.... bentar.
-----------------------
Saya inget Buavita dulu ketika masih dipegang ultrajaya ada logo "saribuah asli" dikemasannya. Tapi setelah dibeli unilever logo itu cuman jd stiker yg bisa dilepas, beberapa bulan kemudian logo itu hilang sampai sekarang...
----------------------
*Barang Ghaib*
*bernilai 400 Miliyar*
Part 2

Di part 1 udah tahu khan asset ghoib yang sangat berharga dalam bisnis.
Unilever membeli Buavita dari Ultrajaya senilai 400 Miliyar
Tanpa pabrik tanpa asset fisik.
Hanya nama Buavita saja.

Jiwa UKM memberontak…
Kenapa laku segitu mahalnya…!!!

Muncul pertanyaan-pertanyaan didalam jiwa ini

*Pertanyaan pertama*, apa yang didapatkan oleh Unilever
dengan membeli 400 Miliyar hanya untuk sebuah nama

*Pertanyaan kedua*, Unilever punya duit banyak, khan mendingan bikin brand sendiri.
Daripada beli. Anda mikirnya gitu khan?

*Pertanyaan ketiga*,
Kenapa Unilever ga beli sama pabriknya?
Terus produksinya dimana?

Baiklah…

Semoga ga kepanjangan untuk
menjawab 3 pertanyaan diatas.
Kalau kepanjangan kita sambung lagi ya.

Mulai dari *menjawab nomer 3 dulu* aja

Belajar dari *brand-brand yang sukses*.
Mereka selalu *MEMFOKUSKAN* perusahaannya
pada *MEMPERKUAT KOMEPTENSI INTINYA*.

Unilever itu perusahaan apa sih?
Unilever masuk dalam perusahaan consumer goods.
Penguasa 400 brand di dunia.

Coba cek aja dirumah anda,
berapa banyak produknya Unilever

*Barang Ghaib*
*bernilai 400 Miliyar*
Part 3

Haloo.. Lanjutin lagi ya part 3.
Mudah-mudah bisa tuntas dipart ini.

2 pertanyaan ya yang belum beres.

*Pertanyaan pertama*, apa yang didapatkan oleh Unilever
dengan membeli 400 Miliyar hanya untuk sebuah nama

*Pertanyaan kedua*, Unilever mendingan bikin brand sendiri dong daripada beli
habis-habis duit. Anda mikirnya gitu ga?

——

Apa kira-kira yang didapatkan Unilever dengan membeli brand Buavita seharga 400 Miliyar. Tanpa pabrik ?
Apa coba yang benar-benar dibeli oleh Unilever?

tik tok
tik tok

hmm…

Gini..

Yang dibeli oleh Unilever adalah
*KONSUMENNYA BUAVITA*.
Pembeli loyalnya buavita.

Saat Brand dibeli dan pindah tangan.
Hari pertama langsung dapat penjualan.

Artinya yang *membuat bisnis & brand bernilai adalah PELANGGAN LOYALNYA*.
Tanpa loyalitas konsumen brand (bisnis) tidak ada artinya.

Apa pentingnya LOYALITAS?
Profitnya kemungkinan besar.

Kenapa bisa?
Intinya gini, lebih mudah menjual ke konsumen yang udah pernah beli atau yang belum pernah beli?

Kalau produk anda sesuai yang anda janjikan.
*lebih mudah menjual ke konsumen yang udah pernah beli*.

Konsumen  yang beli lagi - beli lagi - beli lagi.
Itu loyalis bukan namanya?


Pertanyaan kedua,
Kenapa Unilver ga bikin sendiri?

Karena WAKTU.
*Untuk mendapatkan loyalitas*
*Butuh WAKTU*

Dan belum tentu menang juga melawan Buavita.
yang Brand Awareness cukup tinggi.

Jadi apa *INSIGHT penting* untuk MENUMBUHKAN BISNIS & Brand:

1> Brand yang kuat adalah *banyak Loyalisnya* . Bukan cuma terkenal.

2> Banyak loyalis *profit lebih besar*.

3> Bisnis dapat keuntungan besar dari *repeat ordernya bukan pembelian pertamanya* .

Jadi brand bukan cuma urusan logo doang ya Broo...….hehe
membangun brand tujuannya adalah dengan membuat *konsumen loyal salah satu cara membangun reputasi positif*.

The End......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar