Jumat, 07 Mei 2021

JARINGAN KOMPUTER : Sistem Jaringan Sekolah Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer

Sistem Jaringan Sekolah Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer 

Mata Kuliah :

Jarigan Komputer

 

Dosen Pengampu :

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom

 

Disusun Oleh :

1.     Sarifal Kudsi         ( 19050974061 )

2.     Putri Islamiah       ( 19050974062 )

3.     Nefira Annatasya ( 19050974063 )

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penggunaan komputer ini sudah sedemikian luasnya, meliputi segala aspek bidang ilmu pengetahuan. Dalam pendidikan misalnya, diupayakan bahwa komputer dapat digunakan sebagai alat bantu penunjang program pembelajaran dan sebagai alat yang dapat digunakan untuk mengajar. Saat ini teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat diberbagai bidang, khususnya dalam bidang pendidikan. Dengan demikian penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran. 

Pada era teknologi yang canggih, kemajuan networking sangatlah berkembang. Maka, diperlukan konfigurasi jaringan atau networking yang optimal agar penggunaan jaringan lebih efisien dan lancar. Sebelum mengkonfigurasi jaringan secara langsung maka dibutuhkan analisis dengan software simulation seperti cisco packet tracer. Cisco Packet Tracer adalah sebuah software simulator tools jaringan cisco yang sering digunakan untuk latihan dan pembelajaran sebelum menggunakan perangkat aslinya, dan software ini dibuat langsung oleh Cisco Systems disediakan secara gratis untuk siswa dan juga network administrator. Cisco Packet Tracer memiliki batasan pada beberapa fiturnya, maka hanya digunakan untuk alat pembantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti Cisco Routers dan Cisco Switches. Menggunakan software ini sangat bermanfaat jika membuat topologi atau sebuah jaringan yang kompleks, untuk pemula sebaiknya pahami dulu jenis device yang akan digunakan. Aplikasi ini berguna untuk mensimulasikan hasil analisis jaringan komputer. Pada laporan ini, penulis mendapatkan studi kasus yaitu “Jelaskan cara kerja jaringan sekolahan yang terdapat 12 komputer atau PC (Personal Computer).” 

1.2 Rumusan Masalah

1.1.1       Bagaimana cara kerja jaringan computer pada sekolah ?

1.1.2       Perangkat apasaja yang dibutuhkan untuk membuat jaringan internet pada sekolah  27 komputer atau PC ?

1.1.3       Bagaimana bentuk desain, subnetting pada ip, kabel, router, switch, computer, dan melakukan routing ?

1.3 Tujuan Masalah

                Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk membantu petugas IT sekolah agar mudah untuk membuat jaringan internet pada masing-masing computer yang berbekal software simulation. Menghasilkan perangkat lunak pembelajaran interaktif tentang Jaringan Komputer, manfaat dan kegunaannya, serta penggunaannya. Selain itu, laporan ini dibuat untuk mrmrnuhi mata kuliah pada semester ini yaitu Jaringan Komputer. 

1.4 Metodologi Penyelesaian 

                Metodologi pada Laporan ini kami menggunakan Topologi Star dan 12 komputer atau PC  untuk merancang desain jaringan pada sekolah dan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Cara Kerja Jaringan Komputer Pada Sekolah

Pertama tentukan IP Privat yang dimaksud IP Privat adalah alamat IP yang hanya diperuntukkan agar dikenali oleh jaringan lokal saja yang berarti tidak bisa mengakses jaringan internet oleh karena itu, negara Indonesia mengubah IP privat menjadi IP public. Lalu tentukan IP Public juga yang dimaksud IP Public adalah alamat IP yang dikenali secara global sebagai identitas dari perangkat kepada jaringan internet global yang berarti bisa mengakses jaringan internet. Jaringan Komputer pada sekolah memakai IP internet pada dasarnya yang dipakai di Indinesia, yaitu 192.168.xxx.xxx yang berarti tergolong IP Privat. 

Kedua ubah IP Privat ke IP Publik dengan cara mengakses internet yang dibutukan pada routher public, routher penghubung, switch dengan 24 port, serta pc/computer. Pada router publik port fa1/0 memiliki IP Publik yaitu 193.168.33.1 sedangkan pada roter penghubung  port fa1/0 memiliki IP Publik penghubung yaitu 193.168.33.2. Antara router penghubung dan switch terdapat kabel straight dengan port fa0/0 yang terhubung pada router penghubung dan port fa0/2 yang terhubung pada switch. Antara switch dengan PC terdapat kabel straight dengan port fa0/1 yang terhubung pada switch dan port yang terhubung ke PC yaitu fa0. Pada PC diatur default gateway dengan IP 193.168.33.1 yang berguna sebagai IP Jaringan utama (IP Private). Lalu IP pada PC adalah 193.168.33.2.


       Ketiga merubah Command Line Interface untuk mengubah IP Privat ke IP Public agar                        daapat mengakses computer 1 dengan yang lain. Berikut langkah-langkahnya :

1. Atur CLI pada router publik

Router- Enable

Configure terminal

Int fa1/0

IP address 193.168.33.1         255.255.255.240

No shutdown

Exit

2. Atur CLI pada router penghubung

Router-enable

Configure terminal

Int fa1/0

IP Adress 193.168.33.2          255.255.255.240

No shutdown

Exit

3. Atur pada PC dengan default gateway (193.168.33.1), subnetmask (255.255.255.240),      serta IP PC (193.168.33.2)

4. Atur CLI pada router penghubung

Int fa0/0

IP Adress 193.168.33.2          255.255.255.240

No shutdown

Exit

5. Atur CLI menggunakan NAT untuk mengubah IP privat ke IP publik pada router              penghubung

host name router2 (sesuai dengan nama router)

IP nat inside source static 192.168.33.2         193.168.33.2

Int fa1/0

Ip nat outside

Int fa0/0

Ip nat inside

No shutdown

Exit


2.2 Perangkat yang Dibutuhkan 

Perangkat yang dibutuhkan pada System jaringan sekolah adalah sebagai berikut :

-        Computer / PC sebanyak 12 buah

-        Switch sebanyak 3 buah

-        Routher sebanyak 1 buah

2.3 Bentuk desain, subnetting pada ip, kabel, router, switch, computer, dan            melakukan routing 


Kelompok kami menggunakan 12 Pc yang termasuk dari design jaringan computer berbentuk bintang (star). Masing-masing bagian subnet hanya berisi 4 Pc sehingga terbagi menjadi 3 bagian subnet saja. Dalam membuat jaringan pada sekolah ini diawali dengan cara subnetting, subnetting merupakan proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet). Kami memakai subnetting network pada kelas C dengan metode subnetting CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang memiliki ketentuan network prefix dengan panjang tertentu. Penulisan Network prefix menggunakan tanda garis miring (/) diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix dalam bit. Berikut langkah-langkah subnetting network:

1. Pertama, tentukan network prefix yang digunakan. Kami menggunakan network prefix /28          dengan subnetmask 255.255.255.240.

2. Kedua, jadikan subnetmask pada network prefix /28 menjadi bentuk biner. Bentuk binner dari       subnetmask 255.255.255.240 adalah IIIIIIII.IIIIIIII.IIIIIIII.III10000.

3. Ketiga, tentukan jumlah host maksimal pada kelas tersebut dengan rumus 2banyaknya (0) – 2.         24 – 2 = 16 - 2 = 14 Host/PC

4. Keempat, menentukan subnet dengan rumus 2banyaknya (1)

     22 = 4 Subnet

5. Kelima, menentukan blok subnet dengan rumus 256 - Nilai subnetmask pada network prefix         /28

     256-240 = 16 Blok Subnet

6. Keenam, menentukan ip network dan ip broadcast setelah mengetahui besar blok subnet pada       network

ditambah 16 untuk angka selanjutnya 

Ip Network

0

16

32

48

64

80

96

112

126

144

160

176

192

208

224

240

Ip Brodcast

15

31

47

63

79

95

111

125

143

159

175

191

207

223

239

259







7. Ketujuh, menentukan default gateway dan IP PC pada masing-masing blok. Berikut default           gateway dan IP PC yang kami gunakan pada warnet:

·  Default gateway Blok 1 dengan IP Network (192.168.77.0) dan IP Broadcast (192.168.77.15) adalah : 192.168.77.1

·  Default gateway Blok 2 dengan IP Network (192.168.77.16) dan IP Broadcast (192.168.77.31) adalah : 192.168.77.17

·  Default gateway Blok 3 dengan IP Network (192.168.77.32) dan IP Broadcast (192.168.77.47) adalah : 192.168.77.33

·  Default gateway Blok 4 dengan IP Network (192.168.77.48) dan IP Broadcast (192.168.77.63) adalah : 192.168.77.49

·  Default gateway Blok 5 dengan IP Network (192.168.77.64) dan IP Broadcast (192.168.77.79) adalah : 192.168.77.65

·  Default gateway Blok 6 dengan IP Network (192.168.77.80) dan IP Broadcast (192.168.77.95) adalah : 192.168.77.81

·  Default gateway Blok 7 dengan IP Network (192.168.77.96) dan IP Broadcast (192.168.77.111) adalah : 192.168.77.97

· Default gateway Blok 8 dengan IP Network (192.168.77.112) dan IP Broadcast (192.168.77.125) adalah : 192.168.77.113

· Default gateway Blok 9 dengan IP Network (192.168.77.126) dan IP Broadcast (192.168.77.143) adalah : 192.168.77.127

· Default gateway Blok 10 dengan IP Network (192.168.77.144) dan IP Broadcast (192.168.77.159) adalah : 192.168.77.145

· Default gateway Blok 11 dengan IP Network (192.168.77.160) dan IP Broadcast (192.168.77.175) adalah : 192.168.77.161

· Default gateway Blok 12 dengan IP Network (192.168.77.176) dan IP Broadcast (192.168.77.191) adalah : 192.168.77.177

· Default gateway Blok 13 dengan IP Network (192.168.77.192) dan IP Broadcast (192.168.77.107) adalah : 192.168.77.193

· Default gateway Blok 14 dengan IP Network (192.168.77.208) dan IP Broadcast (192.168.77.223) adalah : 192.168.77.209

· Default gateway Blok 15 dengan IP Network (192.168.77.224) dan IP Broadcast (192.168.77.239) adalah : 192.168.77.225

· Default gateway Blok 16 dengan IP Network (192.168.77.240) dan IP Broadcast (192.168.77.259) adalah : 192.168.77.241




·       IP PC Blok 2 - 5            : 192.168.77.2 hingga 192.168.77.5

·       IP PC Blok 18 - 21        : 192.168.77.18 hingga 192.168.77.21

·       IP PC Blok 34 – 37       : 192.168.77.34 hingga 192.168.77.37

 BAB III

PENUTUP

           3.1 Kesimpulan  

Packet Tracer adalah Sebuah simulator yang berisi alat-alat jaringan dari cisco untuk digunakan sebagai media pembelajaran, pelatihan dan juga penelitian dengan mode simulasi jaringan komputer. Packet Tracer memungkinkan siswa untuk desain yang kompleks dan jaringan yang besar, yang sering tidak layak dengan fisik hardware, karena untuk biaya. karena itu tersedia untuk mereka secara gratis. Namun, karena keterbatasan fungsional, hal ini dimaksudkan oleh Cisco untuk digunakan hanya sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti untuk Cisco router dan switch. aplikasi itu sendiri hanya memiliki sejumlah kecil fitur yang ditemukan dalam realisasi perangkat keras yang berjalan saat ini Cisco IOS versi. Dengan demikian, Packet Tracer adalah tidak cocok untuk pemodelan jaringan produksi. Ini memiliki keterbatasan perintah set, yang berarti hal ini tidak mungkin untuk praktek semua perintah IOS yang mungkin diperlukan yang dibutuhkan untuk para mahasiswa yang sedang kebingungan mengerjakan analisis yang sangat sulit. Tujuan dibuatnya aplikasi ini adalah untuk memberikan literasi bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip dan cara kerja jaringan komputer serta membangun keterampilan khususnya perangkat cisco. Penggunaan Cisco Packet Tracer akan mempermudah dalam membangun jaringan komputer yang nyata dengan menganalisis jaringan komputer terlebih dahulu sehingga mampu meniminalisir error yang dapat terjadi.

3.2    Saran

                   Laporan ini dibuat untuk membantu petugas IT disekolah agar mampu membuat jaringan computer sendiri atau ingin mengetahui jaringan computer pada sebuah sistem sekolah. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar membaca laporan ini sebagai referensi untuk mengetahui langkah awal dalam membangun sebuah jaringan komputer yang lebih kompleks. Mohon maaf apabila Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, Kami berharap pembaca mempunyai saran atau kritik yang dapat membantu untuk penyempurnaan laporan ini. Sekian dari kami, Terimakasih.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar