Sabtu, 08 Mei 2021

JARINGAN KOMPUTER : SIMULASI JARINGAN SUBNETTING DENGAN STUDI KASUS “Jaringan Subnetting di Perkantoran yang dihubungkan lewat router”

 LAPORAN JARINGAN KOMPUTER

SIMULASI JARINGAN SUBNETTING DENGAN STUDI KASUS

 

“Jaringan Subnetting di Perkantoran yang dihubungkan lewat router”


Dosen Pengampu:

Aditya Prapanca, S.T., M.Kom.

 

Dipersiapkan oleh: Kelompok 10

1.     Kemala Adinda Salwa                             (19050974067)

2.     Muhammad David Irsyadus Sholihin        (19050974068)

3.     Mohammad Wahyu Rizkianto                 (19050974069)

BAB I

PENDAHULUAN

I.            LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat. Hampir setiap saat muncul berbagai informasi dan inovasi terbaru dalam segala bidang terlebih lagi pada bidang teknologi informasi. Hal ini disebabkan oleh penerapan teknologi dalam kehidupan yang berguna untuk meningkatkan suatu hasil kerja atau untuk mencapai tujuan para pengguna teknologi itu sendiri.

    Jaringan komputer merupakan salah satu dari penerapan teknologi dalam kehidupan yaitu dengan adanya jaringan-jaringan yang digunakan dalam gedung perkantoran untuk komunikasi data antar komputer yang ada di perkantoran tersebut. Oleh karena itu, melalui jaringan komputer adanya izin pengaksesan atau komunikasi antar komputer secara bersamaan. Jaringan komputer yang ada di perkantoran termasuk salah satu jaringan dalam lingkup kecil atau disebut dengan jaringan LAN (Local Area Network).

Membangun suatu jaringan komputer membutuhkan teknik dalam bidang jaringan, salah satu tahap yang dibutuhkan yaitu simulasikan jaringan komputer yang akan dibangun dalam aplikasi Cisco Packet Tracer. Setelah melakukan simulasi pada aplikasi simulasi jaringan dan sesuai dengan yang diharapkan, maka simulasi jaringan dapat diterapkan dengan membangun rancangan fisik dari jaringan komputer tersebut. Penggunaan aplikasi Cisco Packet Tracer ini sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah yang timbul lebih awal dan mencegah adanya kesalahan rancangan jaringan komputer yang lebih kompleks.

 

II.            RUMUSAN MASALAH

Berikut rumusan masalah dari laporan ini antara lain:

1.       Apa saja alat dan bahan untuk mensimulasikan jaringan komputer menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer?

2.       Bagaimana cara perhitungan subnetting untuk menentukan IP pada PC?

3.       Bagaimana cara mensimulasikan jaringan subnetting dalam perkantoran dengan studi kasus yaitu jaringan subnetting pada sebuah perkantoran dimana IP akan dibagi secara otomatis dengan IP yang ditunjuk 12.12.12.1/26. Dimana hanya satu ruangan saja yang dapat mengakses seluruh PC yang ada dengan melewati sebuah router di perkantoran tersebut?

 

III.            TUJUAN

Berikut tujuan laporan yang harus dicapai mahasiswa:

1. Mengetahui alat dan bahan yang diperlukan dalam mensimulasikan jaringan komputer                   menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer.

2. Mengetahui cara perhitungan subnetting untuk menentukan IP pada PC.

3. Mengetahui cara mensimulasikan jaringan komputer subnetting dalam perkantoran dengan               studi kasus tertentu.

BAB II

PEMBAHASAN

I.            ALAT DAN BAHAN SIMULASI JARINGAN

Jaringan komputer sebelum direalisasikan pada sebuah perkantoran dapat disimulasikan dahulu pada sebuah aplikasi simulasi jaringan komputer Cisco Packet Tracer. Dimana aplikasi tersebut dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam pembangunan sebuah jaringan komputer pada perkantoran. Sebelum melakukan simulasi jaringan dibutuhkannya perencanaan jaringan dengan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Untuk studi kasus yang dibahas dalam laporan ini simulasi yang akan dilakukan membutuhkan beberapa alat dan bahan sebagai berikut:

1.     Komputer untuk mengoperasikan aplikasi Cisco Packet Tracer dalam simulasi jaringan yang akan dilakukan.

2.     Software Cisco Packet Tracer

Dalam simulasi jaringan di aplikasi Cisco Packet Tracer alat yang perlu dipersiapkan untuk membuat model simulasi sebagai berikut:

No

Nama Alat

Jumlah

Keterangan

1.

PC-PT

17

Setiap ruangan (server) memiliki 4 PC-PT dan satu PC-PT untuk ruangan admin

2.

Switch 2960

5

Untuk menghubungkan antara PC-PT dengan server

3.

Server-PT

4

Untuk konfigurasi IP Address pada PC-PT secara otomatis atau DHCP

4.

Router-PT

2

Untuk menghubungkan antar ruangan

 

II.            PERHITUNGAN SUBNETTING

Simulasi yang dilakukan dalam laporan ini menggunakan aplikasi simulasi jaringan Cisco Packet Tracer. Dalam kasus ini simulasi yang akan dilakukan yaitu tentang simulasi jaringan subnetting pada perkantoran dimana IP yang dimiliki pada setiap komputer yang ada akan dibagi secara otomatis dengan IP yang ditunjuk yaitu 192.12.12.1/26. Sebelum melakukan simulasi jaringan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer akan dilakukan perhitungan pembagian IP subnetting terlebih dahulu, berikut langkah-langkah perhitungan IP subnetting:

 

IP yang ditunjuk: 192.12.12.1/ 26

IP : 192.12.12.1

Prefiks : /26

Biner : 11111111.11111111.11111111.11000000

Subnet Mask : 255.255.255.192

Jumlah Subnet : 2^x = 2^2 = 4

Jumlah Host per Subnet : 2^y = 2^6 = 64 - 2 = 62

Blok Subnet = 256 - 192 = 64

Blok keseluruhan = 0, 64, 128, 192

 

NETWORK ADDRESS

RENTANG HOST

BROADCAST ADDRESS

FIRST HOST

(Default Gateway)

LAST HOST

192.12.12.0

192.12.12.1

192.12.12.62

192.12.12.63

192.12.12.64

192.12.12.65

192.12.12.126

192.12.12.127

192.12.12.128

192.12.12.129

192.12.12.190

192.12.12.191

192.12.12.192

192.12.12.193

192.12.12.254

192.12.12.255

 

III.            SIMULASI JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

Pada laporan ini memiliki studi kasus yang akan disimulasikan menggunakan Cisco Packet Tracer. Setelah melakukan perhitungan IP subnetting langkah selanjutnya yaitu melakukan simulasi jaringan subnetting menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer. Berikut langkah-langkah cara membuat simulasi jaringan subnetting menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer:

1.     Siapkan 16 PC, 4 switch, 4 server. Disini kami hanya menggunakan 4 PC setiap servernya untuk mempersingkat pengerjaannya.



2.     Setelah itu menghubungkan PC dengan switch menggunakan kabel straight dan hubungkan switch tersebut dengan server menggunakan kabel straight.



3.     Setelah semua terhubung, pergi ke server untuk konfigurasi IP server dengan cara pilih tab config>Fast Ethernet 0>set ip configuration>static>set ip address dengan mengisi IPv4 Address dengan IP pada tabel perhitungan IP bagian Rentan Host dan untuk Subnet Mask diisi 255.255.255.192




4.     Tetap pada server, kemudian pindah ke tab services>DHCP>klik on> klik serverpool bawah>kemudian set "default gateway" sesuaikan dengan ip address tadi> start ip address bisa dimulai dari 192.12.12.1 sesuai perhitungan IP subnetting sebelumnya dan subnet mask 255.255.255.192, lalu klik save.




5.     Setelah itu mengatur IP otomatis (DHCP) pada setiap PC yang ada dengan pilih ke PC yang terhubung dengan server klik Pc>pilih tab dekstop>pilih menu ip configuration>pilih DHCP> tunggu proses selesai>jika muncul DHCP request successfull maka IP berhasil dikonfigurasikan pada PC tersebut.



6.     Ulangi hal yang sama pada PC dan server lainnya dengan menggunakan perhitungan IP subnetting sebelumnya.

 

Studi kasus selanjutnya yang akan disimulasikan yaitu tentang cara mengakses suatu ruangan yang ada di perkantoran tersebut untuk bisa berkomunikasi atau terhubung dengan seluruh komputer yang ada di kantor tersebut. Studi kasus tersebut dapat disimulasikan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer seperti simulasi jaringan subnetting sebelumnya. Berikut langkah-langkah untuk studi kasus tersebut:

1.     Siapkan 1 pc, 1 switch, 2 router kemudian hubungkan masing-masing komponen dengan kabel straigh, kecuali untuk router dengan router dihubungkan dengan kabel cross


2.     Berikan nama pada router, misalnya router public dan router privat serta buat catatan untuk masing-masing kabel yang terhubung seperti catatan fa0/0 = public, fa0/0 = gerbang, fa1/0 = privat


3.     Setelah itu mengatur IP address untuk router public dengan cara klik pada router>pilih tab CLI>ketikkan seperti berikut ini:

      no

      enter 2 kali

      en

      conf t

      int fa0/0 (kabel public)

      ip address 193.12.12.1 255.255.255.192 (untuk mengatur IP public)

      no shutdown

      exit


4.     Kemudian mengatur IP address untuk router privat dengan cara klik pada router>pilih tab CLI>ketikkan seperti berikut ini:

      no

      enter 2 kali

      en

      conf t

      int fa0/0 (kabel gerbang)

      ip address 193.12.12.2 255.255.255.192 (IP gerbang diatur berurutan dengan IP public supaya mudah diingat)

      no shutdown

      exit

      int fa1/0 (kabel privat)

      ip address 192.12.12.1 255.255.255.192 (IP sebagai default gateway)

      no shutdown

      exit


5.     Lakukan konfigurasi IP untuk PC yang terhubung dengan cara klik PC>pilih tab desktop>pilih menu IP configuration kemudian isi IP address, subnet mask dan default gateway seperti berikut:

      Isi IP address berurutan dengan default gateaway yaitu 192.12.12.2

      Isi subnet mask dengan 255.255.255.192

      Isi default gateaway sesuai IP router privat dikabel privat 192.12.12.1


6.     Kembali pada router privat untuk mengatur IP router lagi dengan cara klik PC>pilih tab CLI> ketikkan seperti berikut:

      hostname admin (ketikkan nama bebas seperti pada simulasi ini diketikkan admin)

      ip nat inside source static 192.12.12.2 193.12.12.2 (ketikkan IP PC dan IP gerbang)

      int fa1/0 (kabel privat)

      ip nat inside

      int fa0/0 (kabel gerbang)

      ip nat outside

      no shutdown

      exit


BAB III

PENUTUP

I.          KESIMPULAN

        Simulasi jaringan komputer begitu penting untuk mengetahui arsitektur sistem jaringan komputer pada sistem jaringan yang digunakan di sebuah perkantoran. Dengan menggunakan aplikasi simulasi jaringan komputer Cisco Packet Tracer simulasi data dapat dimanfaatkan menjadi informasi penting tentang keadaan koneksi komputer dalam jaringan. Sehingga dengan melakukan simulasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengetahui kerusakan jaringan komputer secara efisien serta dapat dilakukan pencegahan sebelum jaringan direalisasikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar