Kamis, 06 Mei 2021

JARINGAN KOMPUTER : PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER PADA SMALL OFFICE 2 LANTAI DENGAN CISCO PACKET TRACER

 

MATA KULIAH :

Jaringan Komputer

DOSEN PENGAMPU :

Aditya Prapanca, S. T., M. Kom.

OLEH KELOMPOK 6 :

M .Mirza Erlangga      (19050974001)

Aninditya Elsa Putri   (19050974013)

  Ida Kurniawati            (19050974018) 

Prodi / Kelas   :

S1 Pendidikan Teknologi Informasi 2019 A

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

    Individu satu dengan individu lainnya membutuhkan teknologi informasi yang dapat bekerja dalam waktu singkat. Mengingat perkembangan zaman sekarang perkembangan teknologi informasi merupakan kebutuhan yang sangat berharga. Pengiriman informasi akan cepat dan efisien tanpa tergantung jarak dan waktu dengan adanya teknologi informasi. Dengan demikian, dapat membantu manusia dalam berbagai bidang untuk membutuhkan informasi dengan cepat. Salah satunya adalah teknologi jaringan komputer. Jaringan komputer sendiri adalah jaringan yang terhubung dua atau lebih komputer satu sama lain dan digunakan untuk berbagi data. Jaringan komputer juga disebut sebagai kombinasi antara hardware dan software.

    Dalam perkembangan teknologi jaringan komputer, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis software yaitu packet tracer. Packet tracer sendiri adalah software simulasi yang didalamnya terdapat alat - alat jaringan Cisco yang digunakan dalam pelatihan maupun pembelajaran di bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program tersebut dibuat secara gratis oleh Cisco System yang dapat digunakan untuk kalangan mahasiswa maupun umum. Packet Tracer memiliki tujuan yaitu menyediakan alat bagi siswa dan pengajar untuk memahami prinsip jaringan komputer dan membangun skill di bidang alat – alat jaringan Cisco.

    Salah satu bentuk pemanfaatan cisco packet tracer adalah dalam membangun jaringan pada suatu kantor. Sebuah kantor pastinya memerlukan fasiltas yang dapat menghubungkan antar pihak didalam kantor melalui jaringan untuk keefektif dan keefisienan aktivitas kerja. Contoh jaringan yang dibangun adalah jaringan LAN pada perusahaan semu ( kantor ) yang memiliki 2 lantai, dimana kedua aktivitas kedua lantai ini nantinya dilakukan dalam jaringan. Kantor juga akan memiliki fasilitas koneksi WiFi bagi pengunjungnya.


1.2    Rumusan Masalah

1. Bagaimana merancang bangun jaringan small office 2 lantai sesuai studi kasus menggunakan software cisco packet tracer?

2. Bagaimana mensimulasikan rancang bangun jaringan small office 2 lantai sesuai studi kasus sesuai studi kasus melalui software cisco packet tracer?

 

1.3    Batasan Masalah

Batasan masalah yang kami gunakan adalah rancang bangun jaringan LAN pada small office 2 lantai yang dilengkapi dengan koneksi jaringan WiFi.

 

1.4    Tujuan

Merancang bangun dan mensimulasikan jaringan LAN pada small office 2 lantai menggunakan software cisco packet tracer

 

1.5    Manfaat 

Dapat merancang bangun dan mensimulasikan jaringan LAN pada small office 2 lantai menggunakan software cisco packet tracer

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1    Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan Komputer merupakan suatu sistem jaringan yang digunakan oleh komputer dengan melalui pertukaran data. Client disebut sebagai komputer yang meminta dan menerima layanan atau data, sedangkan server merupakan komputer yang memberikan dan mengirim layanan. Saat ini sistem cient – server digunakan di hampir seluruh model jaringan, mulai dari jaringan lokal dalam satu ruangan hingga jaringan lintas negara. Dengan jaringan komputer data dapat didistribusikan dengan praktis dan cepat dari satu komputer ke komputer lain.

2.2    Pengertian Software Cisco Packet Tracer

Cisco Packet Tracer adalah simulator alat –alat jaringan cisco yang digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatiha, dan dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program packet ini dibuat seara gratis oeh Cisco System dengan tujuan menyeiakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan menbangun skill di bidang alat – alat jaringan cisco.

2.3    Pengertian LAN

LAN ( Local Area Network ) merupakan jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah lokal atau jangkauannya kecil seperti perusahaan, sekolah, atau instansti lainnya. Jaringan LAN biasanya ditemukan kabel UTP, Hub, Switch, maupun Router.

Karakteristik LAN antara lain adalah :

1.      Tidak menggunakan jaringan telekomunikasi dari operator tambahan

2.      Jaringan LAN biasanya digunakan untuk kepentingan pribadi

3.      Administasi pada jaringan LAN dilakukan melalui administrasi lokal

4.      Dalam jaringan lan biasanya terdapat satu komputer sebagai server yang bertugas mengatur sistem

 

Fungsi LAN

1.      Menghubungkan 2 komputer atau lebih

Jaringan LAN digunakan untuk menghubungkan 2 komputer atau lebih baik secara langsung ataupun media perantara. 2 komputer dapat dihubungkan langsung menggunakan kabel UTP yang tersambung di kedua komputer.

Sementara untuk menggabungkan banyak komputer, kita membutuhkan perangkat lain seperti misalnya Switch ataujuga Hub.

2.     Memindahkan file dari satu komputer ke komputer lain

Kita dapat melakukan pemindahan data melalui metode sharing pada komputer sehingga tidak perlu menggunakan flash disk berulang kali dari 1 komputer ke komputer lainnya.

3.      Sharing printer

Selain berbagi data, jaringan LAN juga memungkinkan penggunanya untuk berbagi printer. Hal ini akan memudahkan seluruh pengguna dan menghemat biaya.

Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan membagi driverprinter yang ada di Control Panel. Setelah dibagikan (ke seluruh pengguna), printer dapat dipakai secara bersama-sama tanpa harus memindahkan komputer maupun printer.

4.      LAN Chatting

Jaringan LAN dapat pula dipakai untuk mengirim pesan antar komputer pada area LAN. Aktivitas ini bahkan dapat dilakukan tanpa harus terkoneksi ke internet meskipun nantinya jaringan LAN akan tetap terlihat online.

5.      Remote Komputer

Melakukan aktivitas remote pada suatu komputer dapat menggunakan perangkat lunak seperti TeamViewer. Akan tetapi, perangkat lunak tersebut hanya dapat bekerja ketika komputer tersambung ke internet.

Dalam jaringan LAN, Anda dapat melakukan remote tanpa harus terkoneksi ke internet. Anda dapat memanfaatkan fitur Remote Desktop Manager/Connection yang sudah disediakan Microsoft. Anda pun dapat mengontrol komputer di dalam jaringan LAN. 

 

Kelebihan  LAN

§  Karena jangkauannya yang hanya mencakup area kecil, LAN tidak akan menguras terlalu

   banyakbiaya. Selain itu, kabel yang digunakan pun tidak terlalu panjang. Ini akan lebih

   menghemat biaya.

§  Melalui LAN, koneksi transfer data antar node akan berlangsung dengan cepat.

§  Jaringan LAN tidak membutuhkan operator telekomunikasi untuk dapat membuat jaringan.

 

Kekurangan LAN

Luas wilayah koneksi terbatas. Hal ini karena LAN hanya mencakup area lokal saja. 

 

2.4    Pengertian Topologi Star

Topologi star ( topologi bintang ) adalah bentuk topologi konvergensi atau memusat. Pada topologi star setiap komputer dihubungkan menggunakan Switch / Hub. Hub / Switch berfungsi menerima kemudian meneruskan sinyal yang dikirim dari komputer satu ke komputer lain. Media transmisi yang digunakan yaitu kabeh UTP dengan konektor RJ 45

 

Fungsi Topologi Star :

Penghubung antar komputer satu dengan komputer lainnya di dalam jaringan komputer, baik sebagai server maupun client. Selain itu, untuk menyambungkan antar komputer dalam jaringan, topologi star juga bisa digunakan untuk menyambungkan perangkat leras komponen jaringan lainnya, seperti router, access point, modem, dll.

 

Karakteristik Topologi Star :

·         Pada tiap node saling komunikasi secara direct atau langsung dengan central node. Traffic data mengikuti aliran dari node ke central node dan kembali lagi

·     Mudah pengembangannya dikarenakan pada tiap node hanyan mempunyai kabel yang secara langsung terhubung ke central node.

·       Apabila ada kerusakan di salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu, sedangkan yang lainnya tidak terganggu.

·     Bisa di pakai kabel lower karena cukup menghandel satu trafik node dan seringkali memakai kabel UTP.

·       Tipe kabel yang dipakai adalah jenis UPT dan konektor RJ 45

·       Jika tiap paket data yang masuk ke hub lalu di sebarkan kesemua node yang tersambung sangat banyak, maka kinerja jaringan akan menjadi lemah/turun.

Kelebihan Topologi Star :

1.      Dipakai pada banyak komputer server dan client

2.      Sangat ringan dalam maintanance

3.      Speed transfer pada jaringan komputer sama besar

4.      Dapat menggunakan berbagai tipe kabel

5.      Mudah dalam pengembangan

6.      Tingkat keamanan jaringan tinggi

7.      Kemudahan operasi jaringan

Kekurangan Topologi Star :

1.      Banyak kabel yang dibutuhkan

2.      Hub / Switch perlu perawatan

3.      Lalu lintas padat bisa menurunkan kecepatan transfer data

4.      Biaya membangun jaringan lebih tinggi

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1    Studi Kasus

Small office memiliki 2 lantai. Di lantai 1 dan 2 terdapat hotspot WiFi sehingga pengunjung bisa memanfaatkannya untuk browsing. Hotspot dipancarkan oleh access point. Kemudian diketahui bahwa :

1.    PC dan printer di lantai 1 menggunakan alamat jaringan 192.168.1.0/24 dengan gateway 192.168.1.1

2.    PC dan printer di lantai 2 menggunakan alamat jaringan 192.168.2.0/24 dengan gateway 192.168.2.1

3.    Laptop di lantai 1 dan 2 menggunakan jaringan DHCP.

4.    Server menggunakan alamat jaringan 192.168.3.0/24 dengan gateway 192.168.3.1

 

Penyelesaian :

Telah diketahui studi kasus di atas, untuk menghitung subnetting pada PC dan printer lantai 1 , PC dan printer lantai 2, dan server sebagai berikut :

1.    PC dan printer lantai 1 dengan alamat jaringan 192.168.1.0/24

Prefix : /24

11111111.11111111.11111111.00000000

Subnet Mask : 255.255.255.0

x=0 ; x adalah 1

y=8; y adalah 0

a.         Jumlah subnet = 2x = 20 = 1 ( Gang )

b.         Blok Subnet  = 256 – 0 = 256

c.         Jumlah host : 2y – 2 = 28 – 2 = 254 ( PC )

d.         IP Network : 192.168.1.0

e.         IP Broadcast : 192.168.1.255

f.          IP Host : 192.168.1.1 – 192.168.1.254

 

2.    PC dan printer lantai 2 dengan alamat jaringan 192.168.2.0/24

Prefix : /24

11111111.11111111.11111111.00000000

Subnet Mask : 255.255.255.0

x=0 ; x adalah 1

y=8; y adalah 0

a.       Jumlah subnet = 2x = 20 = 1 ( Gang )

b.         Blok Subnet  = 256 – 0 = 256

c.         Jumlah host : 2y – 2 = 28 – 2 = 254 ( PC )

d.         IP Network : 192.168.2.0

e.         IP Broadcast : 192.168.2.255

f.          IP Host : 192.168.2.1 – 192.168.2.254

 

3.    Server dengan alamat jaringan 192.168.3.0/24

Prefix : /24

11111111.11111111.11111111.00000000

Subnet Mask : 255.255.255.0

x=0 ; x adalah 1

y=8; y adalah 0

a.         Jumlah subnet = 2x = 20 = 1 ( Gang )

b.         Blok Subnet  = 256 – 0 = 256

c.         Jumlah host : 2y – 2 = 28 – 2 = 254 ( PC )

d.         IP Network : 192.168.3.0

e.         IP Broadcast : 192.168.3.255

f.          IP Host : 192.168.3.1 – 192.168..254

 

3.2    Perangkat yang Diperlukan

1.         10 buah PC (masing – masing lantai 5 buah PC)

2.         2 buah laptop (masing – masing lantai 1 laptop)

3.         2 buah printer ( masing – masing lantai 1 Printer )

4.         1 buah server

5.         2 buah Hub

6.         1 buah router

7.         2 buah access point

 

3.3    Langkah Kerja

 

SKETSA DEVICE DAN MENGHUBUNGKAN KABEL

1.       Membuka Cisco Packet Tracer versi 7.3.1

2.      Sketsa device berdasarkan studi kasus dengan membuat kotak yang membedakan lantai 1 dan lantai 2.

 


3.    Kemudian, menghubungkan semua PC, Printer, Wireless Router, dan Router dengan Switch pada Lantai 1 dan Lantai 2 menggunakan kabel straight


4.  Menghubungkan server dengan router menggunakan kabel cross serta cloud dengan router menggunakan kabel serial DTE


 

KONFIGURASI IP ADDRESS

 

5.    Kemudian, melakukan konfigurasi IP device pada lantai 1. Dengan klik pada PC  kemudian klik desktop pilih IP Configuration. Mengisi IPv4 Adsress dengan alamat jaringan :

PC 0 : 192.168.1.2

PC 1 : 192.168.1.3

PC 2 : 192.168.1.4

PC 3 : 192.168.1.5

PC 4 : 192.168.1.6

Printer : 192.168.1.7

dengan default gateway 192.168.1.1

 

Contoh pada PC0 seperti di bawah :


 



6.    Kemudian, melakukan konfigurasi IP device pada lantai 2. Dengan klik pada PC  kemudian klik desktop pilih IP Configuration. Mengisi IPv4 Adsress dengan alamat jaringan :

PC 0 : 192.168.2.2

PC 1 : 192.168.2.3

PC 2 : 192.168.2.4

PC 3 : 192.168.2.5

PC 4 : 192.168.2.6

Printer : 192.168.2.7

dengan default gateway 192.168.2.1


 



7.    Kemudian, melakukan konfigurasi Server. Klik satu kali pada server kemudian pilih config untuk mengisi default gateway 192.168.3.1.

Mengisi IPv4 Address dengan klik FastEthernet sesuai dengan alamat jaringan 192.168.3.2




 


8.  Menghubungkan switch pada setiap lantai , server, dan cloud ke router dengan mengisi IPv4 Address sesuai default gatewaynya

Switch – Router lantai 1 : FastEthernet 0/0 diisi dengan 192.168.1.1

Switch – Router lantai 2 : FastEthernet 1/0 diisi dengan 192.168.2.1

Server – Router                : FastEthernet 6/0 diisi dengan 192.168.3.1

 

Lihat contoh untuk FastEthernet 0/0 di bawah

 

Khusus untuk Cloud ke Router pada serial 2/0 diisi dengan 10.10.10.1


9.     Selanjutnya menghubungkan wireless router dengan laptop yang mana akan menghubungkan wifi pada small office. Klik GUI pada wireless router, pilih Automatic Configuration – DHCP, dengan mengecek IP Address kemudian save settings.


10. Kemudian pilih Static IP. Isi alamat IP Address dengan alamat jaringan pada lantai 1 yaitu 192.168.1.0, subnet mask nya 255.255.255.0, default gateway yang sama dengan lantai 1 yaitu 192.168.1.1, dan DNS 1 nya adalah IP dari server 192.168.3.2. Kemudian save settings


11.    Klik Wireless sebelah Setup dengan memberi nama Network Name (SSC) dengan WIFI Lantai 1.


12.  Kemudian klik wireless security, pilih WPA2 Personal dan mengisi password nya 12345678. Lalu klik save settings.


13.  Menghubungkan wireless lantai 1 dengan laptop lantai 1, dengan klik laptop dengan mematikan terlebih dahulu kemudian mengganti perangkatnya dengan nama WPC300N. Lalu di nyalakan kembali.


14.    Kemudian, klik dekstop pilih PC Wireless lalu pilih connet. Klik refresh. Pilih WIFI Lantai 1 klik connect


       Kemudian, isi Pre – shared key dengan password yang telah diatur yaitu 12345678.


15.   Ulangi langkah 11-16 pada lantai 2 dengan mengikuti alamat jaringan dan default gateway sesuai dengan lantai 2. Sehingga lantai 1 dan lantai 2 berhasil terhubung dengan wireless router masing – masing.



TESTING

16.    Melakukan ping antar PC dalam satu lantai

Misalnya dari PC 0 ping ke PC 1 dengan klik PC 0 satu kali pilih dekstop, lalu pilih command prompt dengan mengisi ping 192.168.1.3.

Terlihat berhasil dari percobaan ping PC 0 ke PC 1.

 

17.    Melakukan ping antar PC ke server

Misalnya PC 0 ping ke server dengan mengisi ping 192.168.3.2.

Terlihat berhasil dari percobaan PC 0 ping ke server

 

18.    Melakukan ping ke PC beda lantai

Misalnya menguji PC 0 ping ke PC 5 pada lantai 2 dengan mengisi ping 192.168.2.2.           

Terlihat berhasil percobaan PC 0 ping ke PC 5.

 

19.    Melakukan ping dari Laptop ke PC dalam satu lantai

Misalnya menguji ping antara laptop dengan PC pada lantai 1

Berhasil ping laptop dengan PC satu lantai

 

20.    Melakukan ping Laptop ke PC beda lantai

Misalnya Laptop lantai 1 ping pada PC 5 lantai 2

Berhasil melakukan ping Laptop ke PC beda lantai

 

21.    Melakukan ping Laptop ke Sever

Misalnya Laptop 0 ping ke server


22.    Selanjutnya, mencoba mengirim pesan

Pertama : dari laptop ke PC satu lantai (successfull)

 

Kedua : laptop ke laptop antar lantai (successfull)

 

Ketiga : laptop ke server (successfull)

 

 

Keempat : laptop ke PC beda lantai (successfull)


 

      Kelima : antar PC satu lantai (successfull)


 

Keenam : PC ke server (successfull)

 

 

Ketujuh : PC ke PC antar lantai

 

23.    Selesai.

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1    Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa menggunakan aplikasi software cisco packet tracer ini, dapat memudahkan dalam merancang bangun dan mensimulasikan  jaringan small office 2 lantai beserta fasilitas yang digunakan dan fungsi yang diinginkan. Simulasi pada software cisco packet tracer ini mudahnya untuk mengimplementasikan secara langsung pada perangkat jaringan aslinya. Melalui cisco packet tracer dapat dilakukan konfigurasi IP beserta testing untuk mengetahui apakah jaringan yang dibangun sudah sesuai dengan kasus yang dibahas. Selain itu, dengan software ini dapat memudahkan dalam melakukan kegiatan di bidang jaringan komputer yang cepat, mudah, dan murah.

 

4.2    Saran

Penulis secara penuh menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis secara terbuka menerima kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan laporan dikemudian hari.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar