PRAKTIKUM SETTING JARINGAN, KONEKSI, & WEB SERVER
Aditya Prapanca, Dosen Teknik Informatika UNESA
Haus Ilmu Agama? Silahkan kunjungi: Tausiyah
Bahan Kuliah: Buka
Catatan: Buka
Selasa, 02 Juni 2026
PRAKTIKUM SETTING JARINGAN, KONEKSI, & WEB SERVER
PRAKTIKUM PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)
PRAKTIKUM HACKING TOOLS DAN PENETRATION TESTING MENGGUNAKAN METASPLOITABLE 2
PRAKTIKUM HACKING TOOLS DAN PENETRATION TESTING MENGGUNAKAN METASPLOITABLE 2
PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX MELALUI INSTRUKSI COMMAND LINE INTERFACE (CLI)
PRAKTIKUM INSTALASI, KONFIGURASI, DAN PENGUJIAN KONEKTIVITAS JARINGAN MULTI-WEB SERVER PADA LINGKUNGAN VIRTUALBOX UBUNTU
PRAKTIKUM INSTALASI, KONFIGURASI, DAN PENGUJIAN KONEKTIVITAS JARINGAN MULTI-WEB SERVER PADA LINGKUNGAN VIRTUALBOX UBUNTU
Disusun Oleh:
Arya Wirya Putra Jatmiko (25051204046)
Felix Nathaniel Naldo Pradhana (25051204047)
M. Rivaldy Saputra (25051204048)
Mirza Fadhil Naufal (25051204049)
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi jaringan dan internet menuntut ketersediaan layanan web yang andal. Web server berfungsi sebagai tulang punggung yang melayani permintaan klien dan mendistribusikan konten web. Dalam administrasi sistem berbasis Linux, pemahaman mengenai manajemen jaringan dasar dan penyediaan layanan web adalah kompetensi fundamental yang wajib dikuasai.
Dua dari web server paling populer di dunia saat ini adalah Apache dan Nginx. Keduanya memiliki karakteristik dan arsitektur pengelolaan proses yang berbeda. Untuk memahami cara kerja dan manajemen service dari web server tersebut, diperlukan sebuah simulasi menggunakan mesin virtual (Virtual Machine). Simulasi ini tidak hanya berfokus pada proses instalasi paket, tetapi juga pada verifikasi konektivitas IP, pengujian komunikasi antara mesin Host dan Guest, serta tata kelola layanan (start, stop, status) agar tidak terjadi konflik port saat mengoperasikan lebih dari satu web server di dalam satu sistem.
PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI (COMMAND LINE INTERFACE) UNTUK NAVIGASI DAN MANAJEMEN SISTEM
PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX
INSTRUKSI CLI (COMMAND LINE INTERFACE)
UNTUK NAVIGASI DAN MANAJEMEN SISTEM
Disusun Oleh:
Arya Wirya Putra Jatmiko (25051204046)
Felix Nathaniel Naldo Pradhana (25051204047)
M. Rivaldy Saputra (25051204048)
Mirza Fadhil Naufal (25051204049)
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat cepat dan membuat kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Para pengguna komputer tidak hanya selalu mengandalkan antarmuka grafis (GUI), tetapi juga mampu menggunakan antarmuka berbasis teks atau Command Line Interface (CLI). Sistem Operasi Linux dikenal luas atas fleksibilitas, keamanan, dan kemampuannya dalam pengelolaan sistem yang efisien melalui penggunaan perintah - perintah CLI.
CLI membuat para penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi dengan menggunakan instruksi teks. Pengguna dapat menggunakan perintah-perintah dasar linux untuk melakukan berbagai aktivitas seperti navigasi direktori, pengelolaan file dan folder, serta pemantauan dan pengendalian proses sistem. Kemampuan ini sangat penting untuk pengguna yang menekuni pekerjaan di bidang teknologi informasi, karena banyak sistem server dan pengembangan perangkat lunak yang mengandalkan CLI sebagai sarana utama pengoperasian.
PRAKTIKUM PENETRASI TOOLS MENGGUNAKAN WEB VULNERABILITY SCANNER (NIKTO)
PRAKTIKUM PENETRASI TOOLS MENGGUNAKAN WEB VULNERABILITY SCANNER (NIKTO)
Disusun
Oleh:
|
1. |
M. Zakariyah Adi
kusuma |
(25051204178) |
|
2. |
Dimas Giovanni T |
(25051204168) |
|
3. |
Muhammad Hisyam |
(25051204169) |
|
4. |
Shah Aziz
Ramadhan Ar-Rasheed |
(25051204179) |
|
| ||||||||
BAB
I
1.1 Latar
Belakang
Keamanan
sistem informasi menjadi isu krusial seiring meningkatnya ancaman siber. Oleh
karena itu, diperlukan pemahaman mengenai hacking tools atau penetration
testing tools yang digunakan untuk menguji keamanan suatu sistem secara
legal dan terstruktur. Salah satu tools yang umum digunakan adalah Nikto, yaitu
sebuah web server scanner yang bersifat open-source dan digunakan untuk
mendeteksi berbagai kerentanan pada server web, seperti konfigurasi yang tidak
aman, file berbahaya, serta potensi celah keamanan lainnya.
Penggunaan
Nikto memungkinkan pengguna untuk melakukan pemindaian terhadap server web
secara otomatis dan mendapatkan informasi terkait kelemahan sistem yang dapat
dimanfaatkan oleh penyerang. Dengan demikian, hasil dari pemindaian tersebut
dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan keamanan sistem dan mencegah
potensi serangan siber.
Berdasarkan
hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan mengenal penggunaan
tools Nikto dalam melakukan pengujian keamanan sistem.
PRAKTIKUM SKENARIO PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)
PRAKTIKUM SKENARIO PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)
Disusun
Oleh:
|
1 |
M. Zakariyah Adi
kusuma |
(25051204178) |
|
2 |
Dimas Giovanni T |
(25051204168) |
|
3 |
Muhammad Hisyam |
(25051204169) |
|
4 |
Shah Aziz
Ramadhan Ar-Rasheed |
(25051204179) |
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi informasi yang pesat menuntut pemahaman yang lebih mendalam terhadap
sistem operasi dan keamanan jaringan. Salah satu sistem operasi yang sering digunakan
dalam dunia teknologi adalah Linux, yang dikenal karena sifatnya yang
open-source, stabil, dan fleksibel. Dalam penggunaannya, Linux banyak
mengandalkan Command Line Interface (CLI) sebagai sarana utama untuk
berinteraksi dengan sistem, terutama dalam hal navigasi direktori dan manajemen
sistem.
Penguasaan
perintah dasar Linux melalui CLI menjadi hal penting bagi mahasiswa maupun
praktisi IT, karena memberikan kontrol penuh terhadap sistem serta meningkatkan
efisiensi dalam pengelolaan file, proses, dan konfigurasi sistem. Selain itu,
CLI juga menjadi dasar dalam berbagai bidang lanjutan seperti administrasi
sistem, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber.
Kemampuan
CLI memfasilitasi manajemen sumber daya sistem secara real-time, seperti
pemantauan proses aktif serta analisis penggunaan kapasitas penyimpanan, yang
memberikan gambaran akurat mengenai kondisi kesehatan perangkat keras maupun
lunak. Selain itu, pemahaman mengenai instruksi baris perintah mencakup aspek
keamanan fundamental melalui pengaturan izin akses file, yang sangat krusial
untuk menjaga integritas data dalam lingkungan sistem operasi yang bersifat multi-user.
Melalui penguasaan navigasi dan manipulasi file secara tekstual, seorang
administrator dapat bekerja dengan kecepatan dan presisi yang lebih tinggi
dibandingkan melalui antarmuka grafis.
Berdasarkan
hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan memahami perintah dasar
Linux melalui CLI.
REMASTERING SISTEM OPERASI LINUX: PENGEMBANGAN DISTRO "RESCUE LITE" SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF MEDIA PENYELAMATAN DATA KORUP
REMASTERING SISTEM OPERASI LINUX: PENGEMBANGAN DISTRO "RESCUE LITE" SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF MEDIA PENYELAMATAN DATA KORUP
Disusun oleh :
Afnan Bagus Kurniawan (25051204078)
Muhammad
Fawwaz Taufiqul Hakim (25051204175)
Calvin Azarya Pravita Yuwono (25051204177)
Aliya Shafia (25051204200)
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem operasi Linux memiliki arsitektur yang memungkinkan modifikasi menyeluruh terhadap image instalasi atau live ISO-nya. Proses ini dikenal sebagai remastering, yaitu teknik mengambil distribusi Linux yang sudah ada, memodifikasi isinya sesuai kebutuhan spesifik, lalu mengemas ulang hasilnya menjadi ISO baru yang siap di-boot. Dalam konteks teknisi lapangan dan administrator sistem, ketersediaan distribusi berbasis live yang memuat alat pemulihan data dan diagnostik perangkat merupakan kebutuhan praktis yang nyata.
Distro generalis seperti Ubuntu atau Lubuntu tidak dirancang khusus untuk pekerjaan pemulihan. Ukurannya cukup besar dan memuat banyak aplikasi yang tidak relevan untuk skenario penyelamatan data atau perbaikan sistem. Sebaliknya, distribusi khusus rescue umumnya tidak menyertakan antarmuka grafis yang ramah, sehingga kurang efisien bagi teknisi yang tidak familiar dengan antarmuka berbasis teks sepenuhnya.
Praktikum ini menggunakan Lubuntu 24 (berbasis Ubuntu 24.04 LTS) sebagai base ISO karena ringan dan sudah menyertakan desktop environment LXQt. Di atas dasar itu, dilakukan remastering menggunakan Cubic (Custom Ubuntu ISO Creator) untuk menghasilkan distribusi baru bernama Rescue Lite, yaitu live distro yang dirancang khusus untuk tiga fungsi utama: penyelamatan data, pemulihan sistem, dan perbaikan perangkat (termasuk workstation Windows).
Perintah dasar Linux Instruksi CLI (Command Line Interface) untuk Navigasi dan Manajemen Sistem
Perintah dasar Linux Instruksi CLI (Command Line Interface) untuk Navigasi dan Manajemen Sistem
Disusun oleh :
Afnan Bagus Kurniawan (25051204078)
Muhammad Fawwaz Taufiqul Hakim (25051204175)
Calvin Azarya Pravita Yuwono (25051204177)
Aliya
Shafia (25051204200)
Sistem operasi berbasis Linux memegang peranan yang sangat vital dalam ekosistem teknologi modern, mulai dari pengelolaan infrastruktur server skala besar, layanan cloud computing, sistem tertanam (embedded systems), hingga lingkungan pengembangan perangkat lunak di industri global. Berbeda dengan sistem operasi arus utama yang sangat bergantung pada Antarmuka Grafis (GUI), kekuatan dan fleksibilitas utama Linux justru terletak pada Command Line Interface (CLI). CLI bertindak sebagai mekanisme interaksi berbasis teks yang memungkinkan pengguna mengirimkan instruksi secara langsung ke kernel sistem operasi.
Bagi mahasiswa Teknik Informatika, kecakapan dalam mengoperasikan CLI bukan sekadar pelengkap, melainkan kompetensi teknis dasar (fundamental technical competency) yang wajib dikuasai. Keterampilan ini menjadi fondasi utama dalam bidang administrasi sistem, pengelolaan infrastruktur jaringan, serta manajemen server jarak jauh yang efisien. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai terminal, seorang praktisi teknologi akan mengalami keterbatasan ruang gerak saat mengelola arsitektur sistem yang kompleks.
Oleh karena itu, praktikum ini dirancang sebagai jembatan terapan untuk memperkenalkan perintah-perintah dasar CLI pada Linux. Fokus utama pada modul ini adalah melatih sensitivitas praktikan terhadap navigasi sistem berkas, efisiensi manajemen file dan direktori, hingga pemahaman konsep keamanan dasar melalui pengaturan hak akses (file permission). Melalui pendekatan praktis ini, praktikan diharapkan tidak hanya sekadar menghafal sintaks, melainkan mampu menginterpretasikan setiap output terminal secara logis dan analitis.
Sabtu, 30 Mei 2026
KONFIGURASI JARINGAN LOKAL DAN IMPLEMENTASI WEB SERVER SEDERHANA MENGGUNAKAN PYTHON PADA MESIN VIRTUAL
KONFIGURASI JARINGAN LOKAL DAN IMPLEMENTASI WEB SERVER SEDERHANA MENGGUNAKAN PYTHON PADA MESIN VIRTUAL
Dibuat oleh:
1. Qaris Firasya Al Hannan 25051204079
2. Ibrahim Soffa 25051204085
3. Bayu Fitrah Sulaiman 25051204214
4. Muhammad Athala Asshiddiq 25051204227
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam studi Sistem Operasi, pemahaman mengenai bagaimana sistem operasi mengelola sumber daya jaringan dan mengeksekusi layanan (services) merupakan kompetensi yang sangat penting. Salah satu penerapan nyatanya adalah pembangunan arsitektur client-server, di mana sebuah sistem bertindak sebagai penyedia layanan (server) dan sistem lain bertindak sebagai peminta layanan (client).
Praktikum ini menggunakan lingkungan
virtualisasi (Virtual Machine) dengan sistem operasi Kali Linux untuk
menyimulasikan server fisik. Penggunaan virtualisasi memungkinkan isolasi lingkungan
jaringan yang aman untuk melakukan pengujian tanpa mengganggu konfigurasi sistem
operasi utama (Host OS). Melalui Command Line Interface (CLI), konfigurasi
jaringan dapat diidentifikasi dan dikelola secara langsung, yang kemudian
dilanjutkan dengan penyebaran (deployment) layanan web server sederhana
menggunakan modul bawaan Python. Eksperimen ini menjembatani teori jaringan
lokal dan fungsi dasar sistem operasi dalam menangani lalu lintas data antar
platform yang berbeda.
1.2. Tujuan
1. Memahami instruksi CLI dasar pada Linux, khususnya untuk navigasi direktori dan manajemen sistem.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis konfigurasi antarmuka jaringan (Network Interface) beserta penugasan alamat IP (IP Address) pada mesin virtual.
3. Mampu mengimplementasikan dan menjalankan layanan web server lokal secara mandiri menggunakan modul HTTP Server dari Python.
4. Melakukan pengujian konektivitas cross-platform antara Guest OS (Kali Linux) dan Host OS (Windows) untuk memvalidasi arsitektur jaringan client-server.
REMASTERING UNTUK KEPERLUAN KHUSUS, MEMBUAT DISTRO BARU
LAPORAN PRAKTIKUM
REMASTERING UNTUK KEPERLUAN KHUSUS, MEMBUAT DISTRO BARU
Disusun
oleh:
1.
Farel Alfarizi (25051204076)
2.
Nathaniela Honey (25051204112)
3.
Syafilla Fitri Faradilla (25051204176)
4.
Alkhalifi Annabil (25051204199)
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem operasi Linux telah lama
menjadi primadona di dunia teknologi karena sifatnya yang open-source.
Siapa pun memiliki kebebasan untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan
ulang kode sumbernya. Saat ini, ada ratusan distribusi (distro) Linux yang
beredar, seperti Ubuntu, Debian, atau Kali Linux. Namun, distro-distro standar
ini biasanya dirancang untuk kebutuhan umum (general-purpose).
Akibatnya, sistem seringkali membawa banyak aplikasi bawaan yang tidak kita
butuhkan (bloatware), atau sebaliknya, belum dilengkapi dengan perangkat
lunak spesifik yang sangat kita perlukan.
Untuk mengatasi hal tersebut,
hadirlah teknik yang disebut Remastering. Remastering adalah proses membongkar
sistem operasi yang sudah ada, memodifikasinya sesuai keinginan, dan
mengemasnya kembali menjadi sistem operasi yang benar-benar baru. Bayangkan kita
sedang meracik ulang sebuah sistem: kita bisa membuang aplikasi yang
memberatkan, memasukkan aplikasi khusus (misalnya untuk laboratorium komputer,
server, atau kasir), hingga merombak antarmukanya. Melalui praktikum ini, kita
tidak lagi hanya bertindak sebagai pengguna pasif, melainkan beralih peran
menjadi kreator yang mampu merancang distro Linux secara mandiri dan
fungsional.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa saja landasan teori dan
komponen yang menyusun sebuah distro Linux?
- Bagaimana tahapan dan proses
sistematis dalam melakukan remastering Linux dari file ISO mentah menjadi
distro baru?
- Bagaimana cara memvalidasi dan
menguji keberhasilan distro baru yang telah dimodifikasi?
PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI UNTUK NAVIGASI
LAPORAN PRATIKUM PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI UNTUK NAVIGASI
Disusun
oleh:
1.
Farel Alfarizi (25051204076)
2.
Nathaniela Honey (25051204112)
3.
Syafilla Fitri Faradilla (25051204176)
4.
Alkhalifi Annabil (25051204199)
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan sistem operasi saat ini
bergerak dengan sangat masif, dan Linux hadir sebagai salah satu pionir utama
dalam ekosistem open-source. Fleksibilitasnya membuat Linux menjadi
tulang punggung dalam berbagai sektor infrastruktur teknologi, mulai dari
pengelolaan server skala besar hingga lingkungan pengembangan perangkat lunak.
Karena sifat kodenya yang terbuka, komunitas global terus melakukan modifikasi,
melahirkan berbagai distribusi (distro) Linux seperti Ubuntu, Debian, Fedora,
Linux Mint, hingga Kali Linux yang dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik.
Di balik antarmuka visualnya,
kekuatan sejati dari arsitektur Linux terletak pada Command Line Interface
(CLI). Berbeda dengan Graphical User Interface (GUI) yang membatasi
interaksi pengguna pada elemen visual, CLI memungkinkan pengguna untuk
berkomunikasi langsung dengan inti sistem operasi (kernel) melalui instruksi
berbasis teks. Pendekatan ini memberikan tingkat presisi dan kendali yang jauh
lebih absolut. Menguasai CLI bukan sekadar menghafal perintah, melainkan
memahami bagaimana sistem operasi mengelola file system, mengalokasikan
penyimpanan, dan mengeksekusi proses administratif secara efisien. Oleh karena
itu, praktikum ini dirancang sebagai gerbang awal untuk membedah dan menguasai
dasar-dasar instruksi CLI pada lingkungan Linux.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa saja variasi perintah dasar
yang beroperasi di dalam Command Line Interface (CLI) Linux?
- Bagaimana mekanisme penerapan
perintah-perintah tersebut dalam memanipulasi struktur direktori dan
mengelola file?
- Apa peran, fungsi spesifik, dan dampak dari masing-masing perintah terhadap sistem?