Selasa, 02 Juni 2026

PRAKTIKUM SETTING JARINGAN, KONEKSI, & WEB SERVER

PRAKTIKUM SETTING JARINGAN, KONEKSI, &  WEB SERVER


Disusun Oleh: 
                                                1.     Nayla Farihah Rahmat Hani  25051204109 
                                                2.     Hanifah Arianti                  25051204106 
                                                3.     Muhammad Afifudin Zain  25051204115 
                                                4.     Galang Satria Permadi         25051204116 


BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang 
Jaringan komputer merupakan bagian penting dalam sistem komunikasi data  yang memungkinkan perangkat saling terhubung dan bertukar informasi. Dalam  sistem operasi Linux, pengaturan jaringan dan koneksi menjadi hal dasar yang perlu  dipahami, terutama dalam pengelolaan server. 

Selain konfigurasi jaringan, layanan web server juga banyak digunakan untuk  menyediakan halaman website maupun layanan berbasis web. Salah satu web  server yang populer pada sistem Linux adalah Apache HTTP Server. Apache  digunakan karena bersifat open source, stabil, dan mudah dikonfigurasi.
 
Pada praktikum ini, sistem operasi Ubuntu dijalankan menggunakan Oracle  VM VirtualBox dengan mode jaringan Bridged Adapter. Mode bridged  memungkinkan virtual machine mendapatkan akses jaringan yang sama seperti  komputer utama sehingga dapat terhubung langsung ke jaringan lokal dan internet.  Praktikum ini bertujuan untuk memahami konfigurasi jaringan, pengujian koneksi,  serta instalasi dan pengoperasian web server Apache pada Linux. 

PRAKTIKUM PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)

PRAKTIKUM PENGGUNAAN PERINTAH DASAR  LINUX (CLI)


Disusun Oleh: 
                                                1.     Nayla Farihah Rahmat Hani 25051204109 
                                                2.     Hanifah Arianti                 25051204106 
                                                3.     Muhammad Afifudin Zain 25051204115 
                                                4.     Galang Satria Permadi        25051204116 




BAB I 
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 
Linux merupakan salah satu sistem operasi yang banyak digunakan dalam  bidang teknologi informasi, khususnya untuk kebutuhan server dan pengembangan  perangkat lunak. Sistem operasi ini dikenal memiliki tingkat stabilitas dan  keamanan yang baik sehingga sering digunakan dalam lingkungan kerja maupun  pendidikan. 

Dalam penggunaan Linux, pengguna dapat berinteraksi melalui Command  Line Interface (CLI), yaitu antarmuka berbasis teks yang digunakan untuk  menjalankan berbagai perintah sistem. Penggunaan CLI memungkinkan pengguna  melakukan pengelolaan sistem secara lebih cepat dan efisien dibandingkan  antarmuka grafis. 

Pada praktikum ini, Linux Ubuntu dijalankan menggunakan mesin virtual  melalui aplikasi Oracle VM VirtualBox. Virtual machine memungkinkan pengguna  menjalankan sistem operasi Linux di dalam sistem operasi Windows tanpa perlu  melakukan instalasi langsung pada perangkat utama. Oleh karena itu, pemahaman  mengenai perintah dasar Linux menjadi penting untuk mendukung kemampuan  mahasiswa dalam mempelajari sistem operasi berbasis Linux. 

PRAKTIKUM HACKING TOOLS DAN PENETRATION TESTING MENGGUNAKAN METASPLOITABLE 2

PRAKTIKUM HACKING TOOLS DAN PENETRATION TESTING MENGGUNAKAN METASPLOITABLE 2



Disusun Oleh:
 1. Diana Yakusuma Lestari      25051204050
  2. Debora Angelika Purba        25051204051
  3. Fajriandi Ramadhan             25051204052
  4. Nur Rahman                         25051204105 




BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah mendorong penggunaan sistem komputer dan jaringan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan industri. Ketergantungan yang tinggi terhadap sistem digital menjadikan keamanan informasi sebagai aspek yang sangat penting. Namun, peningkatan penggunaan teknologi juga diikuti dengan meningkatnya ancaman keamanan siber, seperti akses tidak sah, pencurian data, serta eksploitasi terhadap kelemahan sistem yang disebabkan oleh konfigurasi keamanan yang kurang optimal maupun penggunaan perangkat lunak yang rentan.

Salah satu metode yang digunakan untuk menguji tingkat keamanan suatu sistem adalah penetration testing. Penetration testing merupakan proses simulasi serangan terhadap sistem komputer dengan tujuan mengidentifikasi kerentanan keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Proses ini dilakukan secara legal, terstruktur, dan terkendali sehingga dapat membantu administrator maupun pengembang sistem dalam mengevaluasi kelemahan keamanan serta menentukan langkah mitigasi yang sesuai.

PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX MELALUI INSTRUKSI COMMAND LINE INTERFACE (CLI)

PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX MELALUI INSTRUKSI COMMAND LINE INTERFACE (CLI)


Disusun Oleh: 1. Diana Yakusuma Lestari 25051204050 2. Debora Angelika Purba 25051204051 3. Fajriandi Ramadhan 25051204052 4. Nur Rahman 25051204105



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi di era globalisasi sudah sangat maju, banyak teknologi yang diciptakan dan dikembangkan dari sistem yang sederhana dengan perangkat keras yang berukuran besar hingga menjadi sebuah sistem yang lebih besar dan kompleks dengan perangkat keras yang berukuran kecil. Hal ini diikuti dengan perkembangan sistem operasi.

Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang krusial dalam komputer. Sistem operasi diperlukan sebagai penghubung antara perangkat keras dan perangkat lunak, serta seseorang sebagai pengendalinya. Salah satu sistem operasi yang terkenal di kalangan developer atau pengembang adalah Linux. Salah satu metode untuk berinteraksi dengan sistem operasi linux yaitu Command Line Interface (CLI). Interaksi dengan menggunakan Command Line Interface lebih cepat dalam memproses perintah.Oleh karena itu, Penguasaan perintah dasar di sistem operasi Linux melalui CLI diperlukan terutama dalam hal kemampuan manipulasi file atau folder serta navigasi struktur direktori. 

PRAKTIKUM INSTALASI, KONFIGURASI, DAN PENGUJIAN KONEKTIVITAS JARINGAN MULTI-WEB SERVER PADA LINGKUNGAN VIRTUALBOX UBUNTU

 PRAKTIKUM INSTALASI, KONFIGURASI, DAN PENGUJIAN KONEKTIVITAS JARINGAN MULTI-WEB SERVER PADA LINGKUNGAN VIRTUALBOX UBUNTU

Disusun Oleh: 

Arya Wirya Putra Jatmiko (25051204046) 

Felix Nathaniel Naldo Pradhana (25051204047) 

M. Rivaldy Saputra (25051204048) 

Mirza Fadhil Naufal (25051204049)



Bab I

Pendahuluan 


1.1 Latar Belakang 

    Perkembangan teknologi jaringan dan internet menuntut ketersediaan layanan web yang andal. Web server berfungsi sebagai tulang punggung yang melayani permintaan klien dan mendistribusikan konten web. Dalam administrasi sistem berbasis Linux, pemahaman mengenai manajemen jaringan dasar dan penyediaan layanan web adalah kompetensi fundamental yang wajib dikuasai.

    Dua dari web server paling populer di dunia saat ini adalah Apache dan Nginx. Keduanya memiliki karakteristik dan arsitektur pengelolaan proses yang berbeda. Untuk memahami cara kerja dan manajemen service dari web server tersebut, diperlukan sebuah simulasi menggunakan mesin virtual (Virtual Machine). Simulasi ini tidak hanya berfokus pada proses instalasi paket, tetapi juga pada verifikasi konektivitas IP, pengujian komunikasi antara mesin Host dan Guest, serta tata kelola layanan (start, stop, status) agar tidak terjadi konflik port saat mengoperasikan lebih dari satu web server di dalam satu sistem.

PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI (COMMAND LINE INTERFACE) UNTUK NAVIGASI DAN MANAJEMEN SISTEM

 PRAKTIKUM PERINTAH DASAR LINUX

INSTRUKSI CLI (COMMAND LINE INTERFACE)

UNTUK NAVIGASI DAN MANAJEMEN SISTEM


Disusun Oleh:

Arya Wirya Putra Jatmiko (25051204046)

Felix Nathaniel Naldo Pradhana (25051204047)

M. Rivaldy Saputra (25051204048)

Mirza Fadhil Naufal (25051204049)



Bab I 

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang 

    Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat cepat dan membuat kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Para pengguna komputer tidak hanya selalu mengandalkan antarmuka grafis (GUI), tetapi juga mampu menggunakan antarmuka berbasis teks atau Command Line Interface (CLI). Sistem Operasi Linux dikenal luas atas fleksibilitas, keamanan, dan kemampuannya dalam pengelolaan sistem yang efisien melalui penggunaan perintah - perintah CLI. 

    CLI membuat para penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi dengan menggunakan instruksi teks. Pengguna dapat menggunakan perintah-perintah dasar linux untuk melakukan berbagai aktivitas seperti navigasi direktori, pengelolaan file dan folder, serta pemantauan dan pengendalian proses sistem. Kemampuan ini sangat penting untuk pengguna yang menekuni pekerjaan di bidang teknologi informasi, karena banyak sistem server dan pengembangan perangkat lunak yang mengandalkan CLI sebagai sarana utama pengoperasian. 

PRAKTIKUM PENETRASI TOOLS MENGGUNAKAN WEB VULNERABILITY SCANNER (NIKTO)

 PRAKTIKUM PENETRASI TOOLS MENGGUNAKAN WEB VULNERABILITY SCANNER (NIKTO)


Disusun Oleh:

1.

M. Zakariyah Adi kusuma

(25051204178)

2.

Dimas Giovanni T

(25051204168)

3.

Muhammad Hisyam

(25051204169)

4.

Shah Aziz Ramadhan Ar-Rasheed

(25051204179)





BAB I

PENDAHULUAN 

1.1  Latar Belakang

Keamanan sistem informasi menjadi isu krusial seiring meningkatnya ancaman siber. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai hacking tools atau penetration testing tools yang digunakan untuk menguji keamanan suatu sistem secara legal dan terstruktur. Salah satu tools yang umum digunakan adalah Nikto, yaitu sebuah web server scanner yang bersifat open-source dan digunakan untuk mendeteksi berbagai kerentanan pada server web, seperti konfigurasi yang tidak aman, file berbahaya, serta potensi celah keamanan lainnya.

Penggunaan Nikto memungkinkan pengguna untuk melakukan pemindaian terhadap server web secara otomatis dan mendapatkan informasi terkait kelemahan sistem yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang. Dengan demikian, hasil dari pemindaian tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan keamanan sistem dan mencegah potensi serangan siber.

Berdasarkan hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan mengenal penggunaan tools Nikto dalam melakukan pengujian keamanan sistem.

PRAKTIKUM SKENARIO PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)

PRAKTIKUM SKENARIO PENGGUNAAN PERINTAH DASAR LINUX (CLI)


Disusun Oleh:

1

M. Zakariyah Adi kusuma

(25051204178)

2

Dimas Giovanni T

(25051204168)

3

Muhammad Hisyam

(25051204169)

4

Shah Aziz Ramadhan Ar-Rasheed

(25051204179)






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut pemahaman yang lebih mendalam terhadap sistem operasi dan keamanan jaringan. Salah satu sistem operasi yang sering digunakan dalam dunia teknologi adalah Linux, yang dikenal karena sifatnya yang open-source, stabil, dan fleksibel. Dalam penggunaannya, Linux banyak mengandalkan Command Line Interface (CLI) sebagai sarana utama untuk berinteraksi dengan sistem, terutama dalam hal navigasi direktori dan manajemen sistem.

Penguasaan perintah dasar Linux melalui CLI menjadi hal penting bagi mahasiswa maupun praktisi IT, karena memberikan kontrol penuh terhadap sistem serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan file, proses, dan konfigurasi sistem. Selain itu, CLI juga menjadi dasar dalam berbagai bidang lanjutan seperti administrasi sistem, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber.

Kemampuan CLI memfasilitasi manajemen sumber daya sistem secara real-time, seperti pemantauan proses aktif serta analisis penggunaan kapasitas penyimpanan, yang memberikan gambaran akurat mengenai kondisi kesehatan perangkat keras maupun lunak. Selain itu, pemahaman mengenai instruksi baris perintah mencakup aspek keamanan fundamental melalui pengaturan izin akses file, yang sangat krusial untuk menjaga integritas data dalam lingkungan sistem operasi yang bersifat multi-user. Melalui penguasaan navigasi dan manipulasi file secara tekstual, seorang administrator dapat bekerja dengan kecepatan dan presisi yang lebih tinggi dibandingkan melalui antarmuka grafis.

Berdasarkan hal tersebut, laporan ini dibuat untuk mempelajari dan memahami perintah dasar Linux melalui CLI.

REMASTERING SISTEM OPERASI LINUX: PENGEMBANGAN DISTRO "RESCUE LITE" SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF MEDIA PENYELAMATAN DATA KORUP

 

REMASTERING SISTEM OPERASI LINUX: PENGEMBANGAN DISTRO "RESCUE LITE" SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF MEDIA PENYELAMATAN DATA KORUP

Disusun oleh :

 

Afnan Bagus Kurniawan (25051204078) 

Muhammad Fawwaz Taufiqul Hakim (25051204175) Calvin Azarya Pravita Yuwono (25051204177)

Aliya Shafia (25051204200)




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

    Sistem operasi Linux memiliki arsitektur yang memungkinkan modifikasi menyeluruh terhadap image instalasi atau live ISO-nya. Proses ini dikenal sebagai remastering, yaitu teknik mengambil distribusi Linux yang sudah ada, memodifikasi isinya sesuai kebutuhan spesifik, lalu mengemas ulang hasilnya menjadi ISO baru yang siap di-boot. Dalam konteks teknisi lapangan dan administrator sistem, ketersediaan distribusi berbasis live yang memuat alat pemulihan data dan diagnostik perangkat merupakan kebutuhan praktis yang nyata.

    Distro generalis seperti Ubuntu atau Lubuntu tidak dirancang khusus untuk pekerjaan pemulihan. Ukurannya cukup besar dan memuat banyak aplikasi yang tidak relevan untuk skenario penyelamatan data atau perbaikan sistem. Sebaliknya, distribusi khusus rescue umumnya tidak menyertakan antarmuka grafis yang ramah, sehingga kurang efisien bagi teknisi yang tidak familiar dengan antarmuka berbasis teks sepenuhnya.

    Praktikum ini menggunakan Lubuntu 24 (berbasis Ubuntu 24.04 LTS) sebagai base ISO karena ringan dan sudah menyertakan desktop environment LXQt. Di atas dasar itu, dilakukan remastering menggunakan Cubic (Custom Ubuntu ISO Creator) untuk menghasilkan distribusi baru bernama Rescue Lite, yaitu live distro yang dirancang khusus untuk tiga fungsi utama: penyelamatan data, pemulihan sistem, dan perbaikan perangkat (termasuk workstation Windows).

Perintah dasar Linux Instruksi CLI (Command Line Interface) untuk Navigasi dan Manajemen Sistem

 

Perintah dasar Linux Instruksi CLI (Command Line Interface) untuk Navigasi dan Manajemen Sistem

Disusun oleh :


Afnan Bagus Kurniawan (25051204078) 

Muhammad Fawwaz Taufiqul Hakim (25051204175) 

Calvin Azarya Pravita Yuwono (25051204177)

Aliya Shafia (25051204200)





BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sistem operasi berbasis Linux memegang peranan yang sangat vital dalam ekosistem teknologi modern, mulai dari pengelolaan infrastruktur server skala besar, layanan cloud computing, sistem tertanam (embedded systems), hingga lingkungan pengembangan perangkat lunak di industri global. Berbeda dengan sistem operasi arus utama yang sangat bergantung pada Antarmuka Grafis (GUI), kekuatan dan fleksibilitas utama Linux justru terletak pada Command Line Interface (CLI). CLI bertindak sebagai mekanisme interaksi berbasis teks yang memungkinkan pengguna mengirimkan instruksi secara langsung ke kernel sistem operasi.

Bagi mahasiswa Teknik Informatika, kecakapan dalam mengoperasikan CLI bukan sekadar pelengkap, melainkan kompetensi teknis dasar (fundamental technical competency) yang wajib dikuasai. Keterampilan ini menjadi fondasi utama dalam bidang administrasi sistem, pengelolaan infrastruktur jaringan, serta manajemen server jarak jauh yang efisien. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai terminal, seorang praktisi teknologi akan mengalami keterbatasan ruang gerak saat mengelola arsitektur sistem yang kompleks.

Oleh karena itu, praktikum ini dirancang sebagai jembatan terapan untuk memperkenalkan perintah-perintah dasar CLI pada Linux. Fokus utama pada modul ini adalah melatih sensitivitas praktikan terhadap navigasi sistem berkas, efisiensi manajemen file dan direktori, hingga pemahaman konsep keamanan dasar melalui pengaturan hak akses (file permission). Melalui pendekatan praktis ini, praktikan diharapkan tidak hanya sekadar menghafal sintaks, melainkan mampu menginterpretasikan setiap output terminal secara logis dan analitis. 

Sabtu, 30 Mei 2026

KONFIGURASI JARINGAN LOKAL DAN IMPLEMENTASI WEB SERVER SEDERHANA MENGGUNAKAN PYTHON PADA MESIN VIRTUAL

 

KONFIGURASI JARINGAN LOKAL DAN IMPLEMENTASI WEB SERVER SEDERHANA MENGGUNAKAN PYTHON PADA MESIN VIRTUAL

Dibuat oleh:

1.     Qaris Firasya Al Hannan                                      25051204079

2.     Ibrahim Soffa                                                        25051204085

3.     Bayu Fitrah Sulaiman                                           25051204214

4.     Muhammad Athala Asshiddiq                              25051204227

 

 

 

 BAB I

PENDAHULUAN


1.1.          Latar Belakang

Dalam studi Sistem Operasi, pemahaman mengenai bagaimana sistem operasi mengelola sumber daya jaringan dan mengeksekusi layanan (services) merupakan kompetensi yang sangat penting. Salah satu penerapan nyatanya adalah pembangunan arsitektur client-server, di mana sebuah sistem bertindak sebagai penyedia layanan (server) dan sistem lain bertindak sebagai peminta layanan (client).

Praktikum ini menggunakan lingkungan virtualisasi (Virtual Machine) dengan sistem operasi Kali Linux untuk menyimulasikan server fisik. Penggunaan virtualisasi memungkinkan isolasi lingkungan jaringan yang aman untuk melakukan pengujian tanpa mengganggu konfigurasi sistem operasi utama (Host OS). Melalui Command Line Interface (CLI), konfigurasi jaringan dapat diidentifikasi dan dikelola secara langsung, yang kemudian dilanjutkan dengan penyebaran (deployment) layanan web server sederhana menggunakan modul bawaan Python. Eksperimen ini menjembatani teori jaringan lokal dan fungsi dasar sistem operasi dalam menangani lalu lintas data antar platform yang berbeda.


1.2.          Tujuan

1. Memahami instruksi CLI dasar pada Linux, khususnya untuk navigasi direktori dan manajemen sistem. 

2. Mengidentifikasi dan menganalisis konfigurasi antarmuka jaringan (Network Interface) beserta penugasan alamat IP (IP Address) pada mesin virtual.  

3. Mampu mengimplementasikan dan menjalankan layanan web server lokal secara mandiri menggunakan modul HTTP Server dari Python. 

4. Melakukan pengujian konektivitas cross-platform antara Guest OS (Kali Linux) dan Host OS (Windows) untuk memvalidasi arsitektur jaringan client-server.

  

REMASTERING UNTUK KEPERLUAN KHUSUS, MEMBUAT DISTRO BARU

 


LAPORAN PRAKTIKUM 

REMASTERING UNTUK KEPERLUAN KHUSUS, MEMBUAT DISTRO BARU



Disusun oleh:

       1.  Farel Alfarizi (25051204076)

       2.  Nathaniela Honey (25051204112)

       3.  Syafilla Fitri Faradilla (25051204176)

       4.  Alkhalifi Annabil (25051204199)

 

 



BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem operasi Linux telah lama menjadi primadona di dunia teknologi karena sifatnya yang open-source. Siapa pun memiliki kebebasan untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kode sumbernya. Saat ini, ada ratusan distribusi (distro) Linux yang beredar, seperti Ubuntu, Debian, atau Kali Linux. Namun, distro-distro standar ini biasanya dirancang untuk kebutuhan umum (general-purpose). Akibatnya, sistem seringkali membawa banyak aplikasi bawaan yang tidak kita butuhkan (bloatware), atau sebaliknya, belum dilengkapi dengan perangkat lunak spesifik yang sangat kita perlukan.

Untuk mengatasi hal tersebut, hadirlah teknik yang disebut Remastering. Remastering adalah proses membongkar sistem operasi yang sudah ada, memodifikasinya sesuai keinginan, dan mengemasnya kembali menjadi sistem operasi yang benar-benar baru. Bayangkan kita sedang meracik ulang sebuah sistem: kita bisa membuang aplikasi yang memberatkan, memasukkan aplikasi khusus (misalnya untuk laboratorium komputer, server, atau kasir), hingga merombak antarmukanya. Melalui praktikum ini, kita tidak lagi hanya bertindak sebagai pengguna pasif, melainkan beralih peran menjadi kreator yang mampu merancang distro Linux secara mandiri dan fungsional.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa saja landasan teori dan komponen yang menyusun sebuah distro Linux?
  2. Bagaimana tahapan dan proses sistematis dalam melakukan remastering Linux dari file ISO mentah menjadi distro baru?
  3. Bagaimana cara memvalidasi dan menguji keberhasilan distro baru yang telah dimodifikasi?

 

PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI UNTUK NAVIGASI

 

LAPORAN PRATIKUM PERINTAH DASAR LINUX INSTRUKSI CLI UNTUK NAVIGASI



Disusun oleh:

       1.  Farel Alfarizi (25051204076)

       2.  Nathaniela Honey (25051204112)

       3.  Syafilla Fitri Faradilla (25051204176)

       4.  Alkhalifi Annabil (25051204199)

 

 

 


 

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan sistem operasi saat ini bergerak dengan sangat masif, dan Linux hadir sebagai salah satu pionir utama dalam ekosistem open-source. Fleksibilitasnya membuat Linux menjadi tulang punggung dalam berbagai sektor infrastruktur teknologi, mulai dari pengelolaan server skala besar hingga lingkungan pengembangan perangkat lunak. Karena sifat kodenya yang terbuka, komunitas global terus melakukan modifikasi, melahirkan berbagai distribusi (distro) Linux seperti Ubuntu, Debian, Fedora, Linux Mint, hingga Kali Linux yang dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik.

Di balik antarmuka visualnya, kekuatan sejati dari arsitektur Linux terletak pada Command Line Interface (CLI). Berbeda dengan Graphical User Interface (GUI) yang membatasi interaksi pengguna pada elemen visual, CLI memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi langsung dengan inti sistem operasi (kernel) melalui instruksi berbasis teks. Pendekatan ini memberikan tingkat presisi dan kendali yang jauh lebih absolut. Menguasai CLI bukan sekadar menghafal perintah, melainkan memahami bagaimana sistem operasi mengelola file system, mengalokasikan penyimpanan, dan mengeksekusi proses administratif secara efisien. Oleh karena itu, praktikum ini dirancang sebagai gerbang awal untuk membedah dan menguasai dasar-dasar instruksi CLI pada lingkungan Linux.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa saja variasi perintah dasar yang beroperasi di dalam Command Line Interface (CLI) Linux?
  2. Bagaimana mekanisme penerapan perintah-perintah tersebut dalam memanipulasi struktur direktori dan mengelola file?
  3. Apa peran, fungsi spesifik, dan dampak dari masing-masing perintah terhadap sistem?