Kamis, 26 April 2018

Remote FTP Menggunakan Filezilla


            FTP digunakan untuk urusan pengiriman data dalam jaringan komputer. Dua komputer atau lebih yang bertindak sebagai client dapat melakukan upload dan download terhadap FTP server. Syarat untuk menjadi FTP server yaitu adanya alamat FTP server (mirip domain website), username (bila perlu), dan password (bila perlu). Sedangkan untuk komputer client harus terinstall aplikasi FTP client, misal Filezilla.
Alat & Bahan :
1. Sistem operasi Debian 8
2. Sistem operasi Windows 7/Windows XP/Windows 8
3. Aplikasi Filezilla 3.31.0
4. Aplikasi Virtual Box 5.1.32
Tutorial :
1.    Masuk Virtual Box klik Debian > Pengaturan > Jaringan. Atur sesuai gambar berikut.

2.    Atur juga IP Address di Windows 7 dengan masuk ke Control Panel > Network and Internet > Network Connections > VirtualBox Host-Only Network.

3.    Kemudian klik kanan > Properties > Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) > Atur IP Addressnya sesuai gambar di bawah ini.

4.    Lakukan pemeriksaan pada Windows 7 dengan mengetikkan ping 198.168.2.1 pada CMD.
5.    Lakukan pengaturan IP Address pada Windows XP dengan masuk ke Control Panel > Network and Internet Connections > Network Connections.

6.    Klik kanan Local Area Connection > Properties > Internet Protocol (TCP/IP) > Properties > Setting IP Address sesuai gambar di bawah ini.



7.    Lakukan pemeriksaan dengan mengetikkan ping 198.168.2.2 pada CMD. Jika berhasil akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.

8.    Lakukan juga pengaturan IP Address pada Windows 8 dengan masuk ke Control Panel > Network and Internet > Network Connections.

9.    Klik kanan pada Ethernet dan klik Properties > Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) > Properties > Setting Ip Address sesuai gambar di bawah ini.

10. Lakukan pemeriksaan dengan mengetikkan ping 198.168.2.4 pada CMD. Jika berhasil maka akan muncul tampilan sesuai gambar di bawah ini.

11. Masuk ke terminal Debian 8 dengan akses root.
12. Ketikkan perintah nano /etc/network/interfaces.
13. Kemudian edit sesuai gambar di bawah ini.

14. Simpan perubahan tadi dengan tekan tombol Ctrl X, kemudian tekan tombol Y.
15. Lakukan restart network dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/networking restart.
16. Lalu lakukan pengecekan apakah IP sudah berganti atau belum dengan mengetikkan perintah ifconfig.

17. Lakukan instalasi FTP pada debian dengan mengetikkan perintah apt-get install proftpd.

18. Jika berhasil menginstall, maka akan muncul tampilan sesuai gambar di bawah ini.

19. Pilih "standalone".
20. Buat user baru untuk login dalam FTP, dengan perintah useradd - d/sharing/namauser.
21. Juga lakukan penyettingan password dengan perintah passwd namauser.

22. Lakukan pengaturan di dalam proftpd dengan perintah nano /etc/proftpd/proftpd.conf sesuai gambar di bawah ini.


23. Pada bagian paling bawah berikan tambahan lokasi tempat File Sharing dan User yang telah dibuat dan akan digunakan untuk login pada FTP.

24. Jika sudah lakukan restart settingan FTP agar tersimpan dan settingan baru dijalankan menggunakan perintah /etc/init.d/proftpd restart, jika berhasil akan muncul tampilan sesuai gambar di bawah ini.

25. Kemudian buat folder pada lokasi file sharing dengan perintah chmod -R 777 /home/namasuperuser/sharing.
26. Lakukan pengecekkan apakah sudah terbuat folder pada lokasi file sharing dengan melakukan perintah ls –l.

27. Buat folder dengan perintah mkdir folder1 agar tidak kosong folder sharing tadi.

28. Selanjutnya coba melakukan login FTP pada browser di Debian 8 dengan mengetikkan ftp://198.168.2.3.

29. Lakukan login juga pada Windows 7, Windows XP, maupun Windows 8 dengan cara membuka browser dan mengetikkan ftp://198.168.2.3, jika berhasil maka akan muncul sesuai gambar di bawah ini

30. Untuk remote FTP, gunakan aplikasi Filezilla. Filezilla dinstall di Windows 7 sehingga Windows 7 menjadi client yang dapat meremote FTP server (Debian). Buka aplikasi Filezilla terlebih dahulu.
31. Masukkan host, username, dan password sesuai yang telah dibuat sebelumnya. Gunakan port 21 untuk standar FTP pada umumnya. Kemudian klik “Quickconnect”.

32. Apabila berhasil, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Sekarang FTP server (Debian) bisa diremote dari client melalui Filezilla.


Kesimpulan :
Untuk melakukan remote FTP, harus terdapat komputer sebagai FTP server dan komputer sebagai FTP client. FTP server dan FTP client dihubungkan dalam 1 jaringan terlebih dahulu dibuktikan dengan berhasilnya ping IP Address satu sama lain. Setelah salah satu komputer sudah diatur sebagai FTP server, maka sisanya akan bertindak sebagai FTP client yang meremote server menggunakan bantuan aplikasi Filezilla. Remote FTP berhasil apabila FTP client berhasil masuk ke direktori FTP server.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037

5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Remote Desktop Menggunakan RDC Windows 10


Remote desktop adalah aplikasi yang mengizinkan penggunanya untuk terkoneksi ke sebuah komputer jarak jauh seolah-olah mereka duduk di depan komputer yang bersangkutan. Sebagian besar versi dari sistem operasi Windows sudah terdapat aplikasi remote desktop bawaan seperti Remote Desktop Connection. Dengan adanya komputer yang bertindak sebagai client, maka komputer server dapat diremote dari jauh dan dari tempat yang berbeda.

Alat & Bahan :
1. Dua komputer dengan sistem operasi Windows 10
2. Aplikasi Remote Dekstop Connection bawaan Windows 10
Tutorial :
1.      Dari sisi server, kita buka “Computer Management” dari fitur search, menuju Local Users and Groups.

2.      Disini kami sudah membuat users dengan nama “Test123”, jika ingin membuat user baru maka langkahnya adalah klik kanan pada folder “users” dan pilih new users. Kemudian masukkan user dan password.

3.      Setelah membuat users, maka langsung buka Remote Dekstop Connection, fitur bawaan dari Windows 10.

4.      Kemudian, kita cek IP dari server, dengan membuka Command Prompt, lalu mengetik ipconfig.

5.      Pada Remote Dekstop Connection, kita masukkan user yang sudah kita buat tadi dengan memasukkan user terlebih dahulu.

Kesimpulan :
Untuk melakukan remote desktop antar komputer windows, dapat menggunakan aplikasi bawaan yaitu Remote Desktop Connection.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037

5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Remote Desktop Menggunakan Microsoft Remote Desktop





Remote desktop adalah aplikasi yang mengizinkan penggunanya untuk terkoneksi ke sebuah komputer jarak jauh seolah-olah mereka duduk di depan komputer yang bersangkutan. Komputer juga dapat diremote dari smartphone android, menggunakan aplikasi khusus yang tersedia di Google Play Store. Dengan adanya komputer yang bertindak sebagai client, maka komputer server dapat diremote dari jauh dan dari tempat yang berbeda.

Alat & Bahan :
1. Sistem operasi Windows 10
2. Smartphone dengan sistem operasi Android Versi 7.0 NRD90M
3. Aplikasi Microsoft Remote Desktop

Tutorial :
1.      Kita coba untuk menyambungkan dengan smartphone, terlebih dahulu kita download aplikasi remote dekstop di Google Play Store.

2.      Setelah terdownload kita buka aplikasi tersebut, klik titik 3 pada ujung kanan aplikasi dan “add new desktop”.

3.      Masukkan alamat Ipv4 pada server. Disini menggunakan Ipv4 dari hotspot@unesa.

4.      Kemudian log in dengan user dan password dari server.

5.      Kemudian klik “Connect” untuk terhubung dengan PC yang diremote, jika sudah tersambung akan muncul tampilan sebagai berikut.

6.      Sudah terhubung, jika kita pilih yes maka koneksi yang asli dari server akan otomatis terputus.
Kesimpulan :

Untuk melakukan remote desktop dengan dua komputer yang berbeda sistem operasi, atau melakukan remote desktop dari smartphone, dibutuhkan aplikasi remote desktop dari pihak ketiga. Untuk remote desktop antara komputer windows dengan smartphone android, dapat menggunakan aplikasi Microsoft Remote Desktop yang tersedia di Google Play Store.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037


5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Selasa, 24 April 2018

Menghubungkan Komputer dengan Sistem Operasi Windows 7 dan Komputer dengan Windows XP di Virtual Box


Alat & Bahan :
1. Aplikasi Virtual Box 5.1.32
2. Sistem operasi Windows 7
3. Sistem Operasi Windows XP

Tutorial :
1.      Atur IP Address di Windows 7 dengan masuk ke Control Panel > Network and Internet > Network Connections > VirtualBox Host-Only Network.
2.      Kemudian klik kanan > Properties > Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) > Atur IP Addressnya sesuai gambar di bawah ini.

3.      Periksa apakah IP Address pada Windows 7 sudah berubah atau belum dengan mengetikkan ipconfig pada CMD.
4.      Lakukan pengaturan IP Address pada Windows XP dengan masuk ke Control Panel > Network and Internet Connections > Network Connections.

5.      Klik kanan Local Area Connection > Properties > Internet Protocol (TCP/IP) > Properties > Setting IP Address sesuai gambar di bawah ini.


6.      Periksa apakah IP Address pada Windows XP sudah berubah atau belum dengan mengetikkan ipconfig pada CMD.
7.      Lakukan pemeriksaan apakah Windows XP sudah terhubung dengan Windows 7 dengan mengetikkan perintah ping 198.168.2.1 pada CMD Windows XP. Jika berhasil akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Berlaku sebaliknya.



Kesimpulan :
Dua komputer dengan OS yang berbeda dapat dikatakan terhubung apabila masing-masing dapat melakukan ping IP Address terhadap satu sama lain.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037

5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Menghubungkan Komputer dengan Sistem Operasi Debian 8 di Virtual Box dan Komputer dengan Windows 10

Membangun jaringan antar komputer adalah membuat beberapa komputer untuk saling terhubung dan saling bertukar data dalam sebuah jaringan. Ada komputer yang bertindak sebagai host OS, dan ada komputer yang bertindak sebagai guest OS. Jaringan komputer sendiri bermanfaat untuk melakukan koneksi peer-to-peer. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun gelombang udara sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama, dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Juga dapat dilakukan pengunaan internet secara bersamaan sehingga menghemat biaya karena dapat menggunakan satu buah modem saja.

Menghubungkan Komputer dengan Sistem Operasi Debian 8 di Virtual Box dan Komputer dengan Windows 10

Alat & Bahan :
1. Aplikasi Virtual Box 5.1.32
2. Sistem Operasi Debian 8
3. Sistem Operasi Windows 10
Tutorial :
1.      Buka Virtual Box. Lakukan pengaturan pada Debian 8 dengan klik kanan, lalu pilih “Setting”.
2.      Masuk ke menu Network dan aktifkan Adapter 1. Lakukan pengaturan seperti gambar di bawah ini. Klik “Ok” bila selesai.

3.      Masuk ke Debian 8 dan lakukan booting dengan klik tombol “Start”.
4.      Buka terminal dan masuk ke hak akses root dengan mengetikkan perintah SU, kemudian ketikkan password akun root.
5.      Lakukan pengaturan IP address dengan mengetik perintah nano /etc/network/interfaces di terminal lalu tekan tombol Enter.
6.      Ubah isi yang ada di dalamnya sesuai gambar di bawah ini.

7.      Bila sudah, tekan tombol CTRL X, lalu tekan tombol Y, kemudian tekan tombol Enter.
8.      Ketik perintah /etc/init.d/networking restart di terminal untuk merestart jaringan.

9.      Pastikan IP address sudah berubah dengan mengetik perintah ifconfig di terminal.

10.  Bila sudah berubah, sekarang lakukan pengaturan pada Windows 10. Windows 10 disini merupakan OS asli dari computer, alias Host.
11.  Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change Adapter Settings. Lalu pastikan VirtualBox-Host-Only Network dalam keadaan enable.

12.  Klik kanan VirtualBox-Host-Only Network > Properties > Internet Protocol Version 4 (TCP /IPv4) > Properties. Masukkan IP address yang berada dalam 1 jaringan yang sama dengan Debian seperti gambar di bawah ini. Selanjutnya klik “Ok”.

13.  Periksa apakah kedua komputer sudah terhubung atau belum dengan melakukan ping ke IP tujuan. Bila berhasil, tampilan akan tampak seperti gambar di bawah ini.

Kesimpulan :
Dua komputer dengan OS yang berbeda dapat dikatakan terhubung apabila masing-masing dapat melakukan ping IP Address terhadap satu sama lain.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037

5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Membangun Jaringan Antar Komputer dengan Router

Membangun jaringan antar komputer adalah membuat beberapa komputer untuk saling terhubung dan saling bertukar data dalam sebuah jaringan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel maupun gelombang udara sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, juga dapat dilakukan pengunaan internet secara bersamaan. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik. Router dapat mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet untuk dapat menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.

Alat & Bahan :
1. Router TP-LINK F50690

2. Dua buah laptop dengan sistem operasi Windows 10 & Windows 10
3. Satu buah kabel UTP (WAJIB)
4. XAMPP Versi 3.2.2

Tutorial :
1.      Tancapkan kabel power Router ke stop kontak agar Router dapat menyala.
2.      Pastikan bahwa Router telah diatur sesuai pengaturan default (default setting), sehingga IP address, username, dan password Router sama dengan yang tertera pada kertas di bagian belakang Router. Pengaturan default dari Router yang kami gunakan yaitu IP address 192.168.1.1, username admin, dan password admin. Cara mengembalikan Router ke pengaturan default adalah dengan menusuk lubang reset yang ada di bagian belakang Router menggunakan sesuatu yang kecil dan runcing. Tusuk lubang reset selama kurang lebih 10 detik sampai semua lampu indikator Router menyala semua.
3.      Nyalakan kedua buah laptop yang akan dihubungkan ke dalam 1 jaringan.
4.      Pasangkan kabel UTP ke Router, dan ke port WAN laptop server.


5.      Buat web server pada laptop server dengan menggunakan XAMPP, buka aplikasi XAMPP dan klik start pada “Apache” dan “MySQL” seperti gambar di bawah ini:

6.      Pastikan kedua laptop telah terhubung dengan Router, dengan melihat Wireless Connection

7.      Untuk membuktikan bahwa kedua laptop sudah terhubung, buka browser dan ketik IP address dari Router, yaitu 192.168.1.1. Bila diminta login, masukkan username admin dan password admin.

8.      Bila berhasil masuk ke laman Router, maka laptop sudah berhasil terhubung. Atur IP Address untuk WAN pada router dengan pengaturan seperti gambar di bawah ini.

9.      Sebelum itu, pastikan Firewall pada Laptop Server dimatikan terlebih dahulu, karena ini tidak akan sukses bila Firewall menyala.

10.  Setting IP Address pada laptop server dengan IP yaitu 10.10.10.2 (sama dengan router) subnetmask 255.255.255.252 dan preferred DNS server 10.10.10.1

11.  Untuk mengetahui IP Address dari laptop client buka cmd dan ketik perintah “ipconfig”

12.  Pada laptop client ketikkan IP Address dari laptop server, yaitu 10.10.10.2. Routing dikatakan berhasil bila laptop client mengakses web server telah dibuat oleh laptop server.

Kesimpulan :

Router dapat digunakan sebagai jembatan yang menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga berada pada 1 jaringan. Preferred DNS server pada laptop server diatur sama persis dengan IP Address WAN pada router, sedangkan IP Address laptop server diatur sedemikian rupa sehingga berada pada satu jaringan dengan router. Komputer server dan komputer client dapat dikatakan terhubung apabila client dapat mengakses web server.

Oleh:
1. MUHAMAD RAMADHAN 16051204017
2. ARDIANSYAH 16051204024
3. ACHMAD CHAIRUDDIN 16051204030
4. SINDY CAESAR RUSNANDA HIMATUL HALIZA 16051204037

5. WAHYU MUHAMMAD CITRA PERDANA 16051204044

Senin, 23 April 2018

Menghitung Subnetting (CIDR dan VLSM)

Supernetting adalah menggunakan bit mask terhadap address asal untuk membuat jaringan dengan host yang lebih banyak.
Subnetting adalah membagi jaringan yang besar menjadi jaringan yang lebih kecil.

Alasan pembuatan subnetting adalah :
1.      Untuk mereduksi traffic jaringan
2.      Mengoptimasi performasi jaringan
3.      Memudahkan manajemen
4.      Mengefektifkan jaringan yang dibatasi area geografis luas.

Hal-hal yang berhubungan dengan penghitungan subnetting adalah :
  1. Jumlah subnet, 
  2. Jumlah Host Per Subnet, 
  3. Blok Subnet, dan 
  4. Alamat Host Broadcast.

Ada 2 cara untuk menghitung subnetting yaitu dengan menggunakan tabel CIDR dan VLSM.

1.     CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
FLSM (Fixed Length Subnet Mask). Satu network, kita pecah-pecah menjadi beberapa network (subnet) dimana setiap lebar subnet yang satu sama dengan lebar subnet yang lainnya. Ada juga yang menyebut CIDR, dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnetmask saja.
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A,kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.

Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu :

·         kelas C : /25 sampai /30 (dengan penghitungan pada octet  ke 4)
·         kelas B : /17 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 3 dan 4)
·         kelas A : /8 sampai /30   (dengan peghitungan pada octet ke 2, 3, dan 4)

Konsep yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.


A. Menghitung Subnet Kelas C

Pada kelas C penghitungan yang digunakan adalah pada octet ke 4.

Misal diketahui suatu IP 192.168.1.0/26. Berarti subnetmasknya /26 yaitu 255.255.255.192, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000.

Jumlah Subnet = 2^X (dimana x adalah banyaknya bineri 1 pada octet terakhir (yang bergaris bawah) untuk kelas C). Jadi Jumlah Subnetnya adalah 2^2 = 4 subnet.
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2 (dimana y adalah banyaknya bineri 0 pada octet terakhir untuk kelas C). Jadi Jumlah Host per Subnetnya adalah 2^6 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – nilai octet terakhir subnetmask. Jadi Blok Subnetnya adalah 256 – 192 = 64. Untuk subnet berikutnya ditambahkan hasil dari blok subnet tersebut. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah 0, 64, 128, 192.
Kita buat tabelnya seperti berikut dengan catatan :
–          Subnet             : sesuai pada blok subnet.
–          Host Pertama : 1 angka setelah subnet.
–          Broadcast        : 1 angka sebelum subnet berikutnya.
–          Host terakhir   : 1 angka sebelum broadcast.



B. Menghitung Subnet Kelas B

Untuk kelas B ada 2 teknik yang digunakan dalam perhitungan. Untuk subnetmask /17 sampai /24, perhitungannya sama persis dengan kelas C, tetapi pada kelas B terletak pada octet ke 3 saja yang digunakan. Sedangkan untuk subnetmask /25 sampai /30 perhitungannya yaitu pada octet ke 3 dan 4.

Misal diketahui suatu IP 172.16.0.0/25. Berarti subnetmasknya /25 yaitu 255.255.255.128, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000.

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^7 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah (0, 128)
  4. Tabelnya menjadi :


C. Menghitung Subnet Kelas A

Pada kelas A perhitungan dilakukan pada octet ke 2, 3 dan 4.

Misal diketahui suatu IP 10.0.0.0/16. Berarti subnetmasknya /16 yaitu 255.255.0.0, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.00000000.00000000.
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^16 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi Blok Subnet seluruhnya : 0,1,2,3,4, dst.
  4. Tabelnya menjadi :


2. VLSM (Variable Length Subnet Mask)
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnetmask, berbeda jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnetmask saja. Atau dengan kata lain, VLSM adalah sebuah network yang kita subnet, menghasilkan subnet-subnet yang berbeda panjang subnet masknya antara subnet satu dengan yang lain. VLSM memiliki manfaat untuk mengurangi jumlah alamat yang terbuang.

Pertama, kita cari host yang paling banyak digunakan.yaitu pada LAN4 dengan 58 Host, LAN1 (26 Host), LAN2 (10 Host), LAN3 (10 Host), dan masing-masing WAN 2 Host. Disini diberikan IP 192.168.1.0/24, dan kita akan membaginya dengan VLSM.
Selengkapnya ada di Suplemen LAN.