SIMULASI RANGKAIAN LAMPU LALU
LINTAS (TRAFFIC LIGHT) BERBASIS ESP32 PADA WOKWI
Disusun Oleh :
Firman Nova Prayoga 24051204088
Haidar Ali Yafi 24051204111
Nita Aini Rohima 24051204217
Arsyanda Nareswari Widaryanto 24051204109
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan
teknologi mikrokontroler saat ini telah berkembang pesat dan banyak diterapkan
dalam berbagai sistem otomatisasi, salah satunya adalah pengaturan lampu lalu
lintas (traffic light). Lampu lalu lintas merupakan fasilitas penting
untuk mengatur kelancaran arus kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan di
persimpangan jalan. Dalam dunia pendidikan teknik dan rekayasa, pemahaman
mengenai sistem kerja otomatisasi ini sangat penting untuk dipelajari sebelum
diaplikasikan langsung pada perangkat keras nyata.
Namun,
pengujian secara langsung menggunakan perangkat keras sering kali memiliki
kendala biaya, risiko kerusakan komponen, serta keterbatasan alat. Untuk
mengatasi hal tersebut, penggunaan simulator berbasis web seperti Wokwi menjadi
solusi yang sangat efektif dan efisien. Wokwi memungkinkan mahasiswa maupun
praktisi untuk merancang rangkaian elektronika, menulis kode pemrograman
mikrokontroler, dan menguji hasilnya secara real-time tanpa memerlukan
perangkat keras fisik.
Berdasarkan
latar belakang tersebut, praktikum ini dilakukan untuk merancang dan
mensimulasikan sistem rangkaian lampu lalu lintas menggunakan mikrokontroler
ESP32 pada platform Wokwi. Melalui simulasi ini, diharapkan mahasiswa dapat
memahami konsep dasar pemrograman mikrokontroler, logika pengaturan waktu (delay),
serta penerapan komponen elektronik seperti LED dan ESP32 dalam sistem
otomatisasi.
1.2
Rumusan Masalah
- Bagaimana cara merancang
rangkaian simulasi lampu lalu lintas (traffic light) menggunakan
mikrokontroler ESP32 pada platform Wokwi?
- Bagaimana cara
mengimplementasikan penulisan kode program (sketch) untuk mengatur
urutan dan durasi nyala lampu merah, kuning, dan hijau pada ESP32?
- Bagaimana fungsi perintah
dasar seperti pinMode(), digitalWrite(), dan delay() bekerja
dalam mengendalikan logika lampu lalu lintas?
1.3
Tujuan Laporan
- Memahami cara kerja dan
penggunaan simulator Wokwi untuk perancangan rangkaian mikrokontroler
ESP32.
- Mampu merangkai dan memprogram
ESP32 untuk mengontrol sistem lampu lalu lintas secara otomatis.
- Mengetahui penerapan
fungsi-fungsi dasar pemrograman Arduino IDE pada ESP32, khususnya dalam
pengendalian pin digital.
1.4
Manfaat Laporan
Dengan
adanya praktikum mengenai simulasi rangkaian traffic light berbasis ESP32 ini
mampu memberikan manfaat dalam memahami penerapan mikrokontroler pada sistem
otomatisasi sederhana dan penggunaan wokwi memungkinkan proses perancangan dan
pengujian rangkaian lebih mudah karena dilakukan secara online selain itu dapat
dipelajari cara kerja rangkaiannya sebelum akan diterapkan pada perangkat keras
secara langsung. Selain itu, menjadi referensi bagi pembaca yang ingin
mempelajari dasar-dasar pembuatan sistem lalu lintas berbasis mikrokontroler.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Dasar Teori
2.1.1
Mikrokontroler ESP32
Mikrokontroler
ESP32 adalah salah satu komponen paling populer dalam dunia Internet of Things
(IoT). Dikembangkan oleh Espressif Systems, ESP32 menawarkan kombinasi unik
dari fitur-fitur canggih, harga yang terjangkau, dan fleksibilitas yang
membuatnya ideal untuk berbagai aplikasi IoT. ESP32 adalah mikrokontroler
32-bit yang berbasis pada arsitektur Xtensa LX6 dual-core, meskipun beberapa
varian memiliki hanya satu inti. Mikrokontroler ini dilengkapi dengan Wi-Fi dan
Bluetooth terintegrasi, memungkinkan komunikasi nirkabel yang handal dan
berdaya rendah.
Salah satu
alasan ESP32 begitu menonjol adalah daftar teknologi dan fitur mengesankan yang
ditawarkannya untuk ukuran dan harganya yang kecil.
- Prosesor yang kuat : Inti utamanya adalah prosesor
Xtensa LX6 32-bit dual-core (meskipun versi single-core juga tersedia),
yang mampu beroperasi pada frekuensi 160 atau 240 MHz dan dengan kinerja
hingga 600 DMIPS. Prosesor ini juga dilengkapi koprosesor daya
ultra-rendah (ULP) untuk tugas-tugas yang membutuhkan konsumsi energi
maksimum.
- Memori terintegrasi : Dilengkapi SRAM 520 KB untuk
operasi cepat, beserta memori flash, NVRAM, dan opsi penyimpanan lain
untuk data dan firmware. Opsi memori eksternal umumnya tersedia untuk
ekspansi lebih lanjut.
- Konektivitas nirkabel tingkat
lanjut:
Termasuk Wi-Fi 802.11 b/g/n dan Bluetooth 4.2 (mendukung BR/EDR dan BLE),
yang memungkinkan ESP32 terhubung dengan mudah ke jaringan, perangkat
seluler, dan pengontrol lainnya.
- Banyaknya antarmuka periferal: ADC 12-bit dengan hingga 18
saluran, DAC 8-bit, sensor kapasitif, hingga 4 antarmuka SPI, 2 I²S, 2
I²C, 3 UART, pengontrol kartu SD, antarmuka jarak jauh inframerah, PWM
untuk LED dan motor, sensor efek Hall, CAN, Ethernet MAC, dan banyak lagi.
- Keamanan Lanjutan: : Dukungan untuk standar
keamanan Wi-Fi (WPA/WPA2, WFA, WAPI), boot aman, enkripsi memori flash,
kriptografi yang dipercepat perangkat keras (AES, SHA-2, RSA, ECC,
pembuatan angka acak), penyimpanan OTP hingga 1024-bit, dan banyak lagi.
- konsumsi daya rendah : ESP32 dapat mencapai konsumsi
daya serendah 5μA dalam mode tidur nyenyak, dan memungkinkan pengaturan
daya terperinci untuk memaksimalkan masa pakai baterai pada perangkat
portabel.
Berikut
ini adalah cara memprogram ESP32 :
- IDE dari Arduino: Metode paling populer,
terutama di kalangan pemula. Setelah menambahkan driver dan papan ESP32,
Anda dapat bekerja dengan bahasa dan lingkungan yang sama dengan
ArduinoBerikut adalah tautan resmi untuk mengunduh IDE dari Arduino.
- ESP-IDF (Kerangka Pengembangan IoT
Espressif): Lingkungan pengembangan resmi Espressif, direkomendasikan bagi
mereka yang menginginkan kendali perangkat keras penuh dan pengoptimalan
aplikasi maksimal. Anda dapat menemukan semua informasi dan panduan di
dokumentasi resmi.
- PlatformIO IDE: Terintegrasi ke dalam
Kode Visual Studio, memungkinkan Anda memprogram dalam C atau C++
dengan alat manajemen ketergantungan dan debugging yang canggih.
- MikroPythonJika Anda lebih suka
pemrograman dalam Python, dukungan MicroPython pada ESP32 sangat baik dan
membantu Anda mengembangkan prototipe dengan cepat.
- LUA y JavaScript:Untuk
lingkungan yang sangat spesifik, ada juga penerjemah untuk bahasa-bahasa
ini.
Berkat
variasi ini, ESP32 cocok untuk pemula maupun ahli yang ingin memaksimalkannya.
Umumnya, memulai dengan IDE ESP32. Arduino dan, jika diperlukan fitur yang
lebih canggih, beralihlah ke ESP-IDF atau PlatformIO untuk kontrol perangkat
keras yang lebih terperinci
2.1.2
Wokwi
Wokwi
adalah simulator elektronik berbasis web yang bisa menjalankan berbagai proyek
microcontroller seperti Arduino Uno, ESP32, atau Raspberry Pi Pico. Semua
dilakukan secara virtual: mulai dari menyusun rangkaian, menulis kode, sampai
melihat hasilnya secara real time.
Wokwi
Simulator menawarkan banyak fitur penunjang pembuatan rancangan mikrokontroler
yang dapat diakses gratis secara online dimana saja. Dalam penggunaan Wokwi
simulator ini kita dapat menyimpan dan membagikan project yang kita buat ke
pengguna lain sebagai media contoh penerapan konsep anduino. Dalam penggunaan
ruang komunitas yang memungkinkan pengguna untuk mempublish hasil kerja project
yang dibuat serta melakukan pengamatan terhadap hasil kerja dari peserta
pengguna lainnya sehingga perbaikan dan perkembangan dalam pengembangannya
sangat cepat.
Didalam
Wokwi simulator ini kita dapat memilih jenis borad yang kita butuhkan
seperti arduino uno, arduino mega, ESP32, arduino nano dan lainnya. Disamping
itu kita juga dapat mengatur dan mengubah projek menggunakan berbagai macam
sensor seperti sensor PIR, sensor ultra sonic dan sensor-sensor lainnya yang
tersedia di wokwi ini. Serta dilengkapi berbagai macam jenis LCD pun
disediakannya seperti LCD 16 x 2, LCD 16 x 2 (12C), LCD 20 x 4, LCD 20 x
4 (12C), ILI9341 2 8" TFT-LCD display dan berbagai perangkat lainnya yang
dapat mendukung pembuatan rancangan project.
Walau
banyaknya fitur dan layanan yang diberikan oleh Wokwi Simulator ini masih tidak
luput dari adanya kekurangan yang dapat mengganggu jalannya pembuatan rancangan
project contohnya seperti :
a.
Belum
lengkapnya perangkat atau sensor yang diberikan.
b.
Tenjadinya
kegagalan program yang mengakibatkan file tidak dapat dibuka.
c.
Kurang
ketersediaan contoh konsep project tutorial.
2.1.3
LED (Light Emitting Diode)
LED, atau Light Emitting Diode, adalah suatu komponen elektronik semikonduktor yang mampu menghasilkan cahaya ketika arus listrik mengalir melaluinya. Teknologi ini telah merevolusi industri pencahayaan dan elektronik dengan memberikan efisiensi yang tinggi, umur panjang, dan fleksibilitas dalam berbagai aplikasi.
Bentuk LED
mirip dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil dan dapat dipasangkan dengan
mudah ke dalam berbagai perangkat elektronika. Berbeda dengan Lampu Pijar, LED
tidak memerlukan pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas dalam
menghasilkan cahaya. Oleh karena itu, saat ini LED (Light Emitting Diode)
yang bentuknya kecil telah banyak digunakan sebagai lampu penerang dalam LCD TV
yang mengganti lampu tube.
Prinsip
dasar dari LED adalah konversi energi listrik menjadi cahaya melalui proses
rekomendasi elektroluminensensi dalam bahan semikonduktor. Berikut adalah
langkah-langkah cara kerja LED:
- Material Semikonduktor: LED
terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau gallium arsenide
(GaAs). Di dalam bahan ini, ada lapisan positif (anode) dan lapisan
negatif (katode) yang disebut junction.
- Injeksi Elektron: Ketika
tegangan diterapkan pada LED dengan memasang tegangan positif pada anode
dan negatif pada katode, elektron-elektron dari lapisan n-type (katode)
akan bergerak ke lapisan p-type (anode), sedangkan lubang-lubang dari
lapisan p-type akan bergerak ke lapisan n-type.
- Rekombinasi Elektron-Lubang:
Ketika elektron-elektron dan lubang-lubang bertemu di junction, mereka
mengalami rekomendasi elektroluminensensi, menghasilkan energi dalam
bentuk cahaya. Energi yang dihasilkan berbanding terbalik dengan panjang
gelombang cahaya yang dipancarkan, sehingga jenis bahan semikonduktor yang
digunakan akan menentukan warna cahaya yang dihasilkan.
- Pemancaran Cahaya: Cahaya yang
dihasilkan oleh rekomendasi elektroluminensensi dilepaskan ke lingkungan
sekitarnya. Ini adalah cahaya yang kita lihat dari LED.
2.1.4
Fungsi pinMode()
Fungsi pinMode()
digunakan untuk menentukan mode kerja suatu pin, apakah digunakan sebagai input
atau output. Pada simulasi lampu lalu lintas, pin LED ditentukan sebagai OUTPUT
karena digunakan untuk mengendalikan nyala dan mati LED.
|
pinMode(red,
OUTPUT); |
2.1.5
Fungsi digitalWrite()
Fungsi digitalWrite()
digunakan untuk memberikan kondisi HIGH atau LOW pada pin digital. HIGH
digunakan untuk menyalakan LED, sedangkan LOW digunakan untuk mematikannya.
|
digitalWrite(red,
HIGH); |
2.1.6
Fungsi delay()
Fungsi delay()
digunakan untuk memberikan jeda waktu dalam satuan milidetik. Pada simulasi ini
digunakan delay(5000), yang berarti program memberikan jeda selama 5 detik
sebelum melanjutkan ke perintah berikutnya
2.2
Komponen
|
Komponen |
Jumlah |
Fungsi |
|
Mikrokontroler
ESP32 |
1 |
Sebagai
mikrokontroler yang mengendalikan nyala dan mati LED |
|
LED
Merah |
1 |
Sebagai
indikator lampu merah |
|
LED
Kuning |
1 |
Sebagai
indikator lampu kuning |
|
LED
Hijau |
1 |
Sebagai
indikator lampu hijau |
|
Kabel
Jumper |
6 |
Menghubungkan
LED dengan pin GPIO dan GND ESP32 |
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
Alat dan Bahan
Dalam
perancangan simulasi sistem Traffic Light (Lalu Lintas) menggunakan
mikrokontroler ini, alat dan komponen yang dibutuhkan meliputi:
- Arduino Uno Simulator (atau
mikrokontroler yang kompatibel di platform Wokwi).
- LED (Light Emitting Diode)
dengan 3 warna standar lalu lintas:
a. Merah
(Red LED)
b. Kuning
(Yellow LED)
c. Hijau
(Green LED)
- Resistor (sebagai pembatas
arus untuk mencegah LED terbakar, umumnya berukuran $220\Omega$ atau
$330\Omega$).
- bel Jumper / Penghubung (untuk
merangkai jalur pin digital mikrokontroler ke komponen LED pada
breadboard).
- Platform Simulasi Wokwi (Wokwi Simulator)
untuk menuliskan kode sketch dan menguji rangkaian secara virtual.
3.2
Langkah - Langkah
Berikut adalah tahapan praktikum/simulasi pembuatan sistem Traffic Light:
1. Persiapan Proyek Wokwi:
a. Membuka tautan proyek Wokwi simulasi Traffic Light yang telah disediakan
2. Perancangan Rangkaian (Diagram / Hardware Layout):
Menyiapkan board Arduino Uno pada lembar kerja.
a. Menempatkan
LED Merah, Kuning, dan Hijau.
b. Menghubungkan
katoda (kaki negatif) masing-masing LED ke jalur Ground (GND) melalui
resistor pembatas arus.
c. Menghubungkan anoda (kaki positif) masing-masing LED ke pin digital Arduino (misalnya Pin Digital untuk Merah, Kuning, dan Hijau disesuaikan pada konfigurasi kode program).
3. Penulisan Kode Program (Sketch.ino):
Mendefinisikan
pin digital mikrokontroler yang terhubung ke masing-masing LED sebagai OUTPUT
di dalam fungsi setup().
a. Menyusun
logika perulangan atau urutan nyala lampu pada fungsi loop() dengan pola kerja
lampu lalu lintas standar:
i.Lampu Merah ON beberapa detik (kendaraan berhenti).
ii.Lampu Kuning ON sesaat (peringatan/persiapan).
iii.Lampu Hijau ON beberapa detik (kendaraan jalan).
b. Menambahkan
fungsi delay() untuk mengatur durasi waktu nyala pada setiap fase lampu.
3.3
Hasil Simulasi
Simulasi
proyek traffic light (lampu lalu lintas) ini dilakukan menggunakan platform
Wokwi dengan komponen utama berupa mikrokontroler ESP32 dan tiga buah LED yang
merepresentasikan lampu merah, kuning, dan hijau. Berdasarkan hasil simulasi
yang telah dijalankan, diperoleh hasil sebagai berikut:
Gambar
diatas menunjukkan rangkaian keseluruhan sistem traffic light yang terdiri atas
mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama serta tiga buah LED yang
masing-masing terhubung ke pin digital D2 (LED merah), pin digital D4 (LED
kuning), dan pin digital D12 (LED hijau). Setiap pin dikonfigurasi sebagai
output menggunakan fungsi pinMode() dan pada kondisi awal (setup()) seluruh LED
diatur dalam keadaan mati (LOW) sebelum sistem mulai menjalankan siklus lampu
lalu lintas.
- Inisialisasi Sistem
Pada tahap awal program, ketiga LED (merah, kuning, hijau) diinisialisasi sebagai output dan dipastikan dalam kondisi mati terlebih dahulu, sehingga sistem memulai siklus dari kondisi yang bersih dan terkontrol. - Siklus Lampu Lalu Lintas
Program berjalan secara berulang (looping) dengan urutan sebagai berikut: LED merah menyala selama 5 detik, kemudian padam bersamaan dengan menyalanya LED kuning selama 5 detik, dilanjutkan dengan LED kuning padam dan LED hijau menyala selama 5 detik, sebelum siklus kembali berulang ke LED merah.
Berdasarkan
Gambar diatas, hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap LED menyala secara
bergantian sesuai dengan urutan program, yaitu merah–kuning–hijau, dengan
durasi masing-masing 5 detik (5000 milidetik) sebelum berpindah ke LED
berikutnya. Perpindahan antar LED terjadi dengan tepat, di mana LED sebelumnya
dipastikan padam (digitalWrite(..., LOW)) sebelum LED berikutnya dinyalakan
(digitalWrite(..., HIGH)), sehingga tidak terjadi kondisi dua LED menyala
bersamaan.
Secara
keseluruhan, hasil simulasi menunjukkan bahwa rangkaian dan program yang dibuat
telah berjalan sesuai dengan perancangan, di mana sistem traffic light berbasis
ESP32 mampu mengatur nyala lampu merah, kuning, dan hijau secara bergantian
dengan jeda waktu yang konsisten menggunakan fungsi delay().
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil perancangan dan simulasi proyek traffic light menggunakan mikrokontroler
ESP32 pada platform Wokwi, dapat disimpulkan beberapa hal berikut:
- Proyek traffic light berhasil
dirancang dan disimulasikan dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32
dan tiga buah LED sebagai representasi lampu merah, kuning, dan hijau.
- Program yang dibuat berhasil
menjalankan siklus lampu lalu lintas secara otomatis dan berulang, dengan
urutan nyala merah–kuning–hijau, masing-masing selama 5 detik.
- Penggunaan fungsi
digitalWrite() dan delay() terbukti efektif dan sederhana untuk mengatur
waktu nyala dan padam setiap LED secara berurutan tanpa tumpang tindih.
- Simulasi berbasis Wokwi
terbukti efektif digunakan sebagai media pembelajaran dan pengujian sistem
kendali sederhana secara virtual sebelum diimplementasikan pada perangkat
keras yang sesungguhnya, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu
pengujian.
- Sistem yang dirancang masih
bersifat dasar (basic), mengingat pengaturan waktu masih bersifat statis
(fixed delay) dan belum mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang dinamis.
4.2
Saran
Berdasarkan
hasil dan kesimpulan di atas, beberapa saran yang dapat disampaikan untuk
pengembangan proyek ini lebih lanjut antara lain:
- Perlu dilakukan pengujian
langsung pada perangkat keras (hardware) ESP32 asli untuk memastikan bahwa
hasil simulasi sesuai dengan kondisi nyata, mengingat simulasi Wokwi
memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan seluruh aspek fisik
komponen.
- Sistem dapat dikembangkan
dengan menambahkan sensor (misalnya sensor ultrasonik atau sensor
inframerah) untuk mendeteksi kepadatan kendaraan, sehingga durasi lampu
hijau dapat disesuaikan secara dinamis, bukan menggunakan waktu tetap
(fixed delay).
- Perlu ditambahkan fitur lampu
untuk penyeberangan pejalan kaki (pedestrian crossing) yang terintegrasi
dengan siklus lampu lalu lintas kendaraan, guna meningkatkan keselamatan
pejalan kaki.
- Mengingat sistem sudah
menggunakan ESP32 yang memiliki konektivitas Wi-Fi bawaan, fitur ini dapat
dimanfaatkan lebih lanjut untuk memantau atau mengendalikan kondisi lampu
lalu lintas dari jarak jauh secara real-time melalui aplikasi IoT.
- Untuk pengembangan lebih
lanjut, dapat ditambahkan tampilan digital (LCD atau seven-segment
display) sebagai penghitung waktu mundur (countdown timer) pada setiap
fase lampu, agar pengguna jalan dapat memperkirakan waktu tunggu.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, F.
(2023, 7 April). Berkenalan dengan Wokwi. Kompasiana.
https://www.kompasiana.com/fauzyakbar8789/64303fbeeb51ce4314096de2/berkenalan-dengan-wokwi
Elektronikindo.
(2026, 3 Juni). Pengertian LED (Light Emitting Diode) dan cara kerjanya.
Elektronikindo.com.
https://elektronikindo.com/pengertian-led-light-emitting-diode-dan-cara-kerjanya/
Kho, D.
(2014, 8 Desember). Pengertian LED (Light Emitting Diode) dan cara kerja LED.
Teknik Elektronika.
https://teknikelektronika.com/pengertian-led-light-emitting-diode-cara-kerja/
Sinau
Programming. (2024, 23 Juni). Mengenal mikrokontroler ESP32. Sinau
Programming.
https://www.sinauprogramming.com/2024/06/mengenal-mikrokontroler-esp32.html
STEM Guru
Indonesia. (2025, 11 Juli). Wokwi dan Arduino. STEM Guru Indonesia. https://stemguru.id/wokwi-dan-arduino\
Tecnoloblog.
(t.t.). Apa itu ESP32?. Tecnoloblog. https://www.tecnoloblog.com/id/apa-itu-esp32/
Wokwi.
(t.t.). Traffic light - Wokwi ESP32, STM32, Arduino simulator. Wokwi. https://wokwi.com/projects/372400643397639169
Tidak ada komentar:
Posting Komentar