Minggu, 27 September 2026

SIMULASI MINI PARKING SENSOR MENGGUNAKAN WOKWI DAN ARDUINO

 LAPORAN PRAKTIKUM INTERNET OF THINGS (IOT)

SIMULASI MINI PARKING SENSOR MENGGUNAKAN WOKWI DAN ARDUINO

 

Disusun Oleh:

Revalina Natasya Sinaga                    24051204123

Muchammad Ainur Rizal                   24051204127

M. Mazidannur Jibril Murtadlo          24051204130

Akhmad Furqon Al Farid                   24051204134





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikrokontroler merupakan salah satu perangkat yang banyak digunakan dalam pembuatan sistem otomatis karena mampu menerima input, mengolah data, dan menghasilkan output sesuai dengan program yang diberikan. Dalam proses tersebut, mikrokontroler dapat menggunakan input digital maupun analog. Salah satu contoh penerapannya adalah sistem yang dapat mendeteksi kondisi tertentu berdasarkan nilai input yang diterima.

Pada praktikum ini dibuat sebuah simulasi Mini Parking Sensor menggunakan Arduino Uno pada platform Wokwi. Sistem ini menggunakan potentiometer sebagai simulasi sensor jarak. Nilai analog yang dihasilkan potentiometer dibaca oleh Arduino melalui pin analog A0. Nilai tersebut kemudian dikonversi menjadi perkiraan jarak dalam satuan sentimeter.

Hasil pembacaan jarak digunakan untuk menentukan kondisi area parkir. Sistem memiliki tiga indikator berupa LED hijau, LED kuning, dan LED merah. LED hijau menunjukkan kondisi aman ketika jarak masih lebih dari 100 cm, LED kuning menunjukkan kondisi hati-hati ketika jarak berada pada 31–100 cm, sedangkan LED merah menunjukkan kondisi bahaya ketika jarak 30 cm atau kurang. Pada kondisi bahaya, buzzer akan berbunyi sebagai peringatan.

Simulasi ini dibuat untuk menerapkan materi Digital dan Analog Input Output, khususnya penggunaan analog input, pembacaan nilai ADC, serta pengendalian output digital pada Arduino. Materi praktikum juga menjelaskan bahwa Arduino Uno memiliki analog input dengan ADC 10-bit serta pin digital yang dapat digunakan untuk input maupun output.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara membaca nilai input analog dari potentiometer menggunakan Arduino Uno? 
  2. Bagaimana cara mengubah nilai ADC menjadi nilai jarak yang dapat digunakan dalam simulasi sensor parkir? 
  3. Bagaimana cara mengendalikan LED dan buzzer berdasarkan kondisi jarak yang diperoleh? 
  4. Bagaimana hasil simulasi Mini Parking Sensor pada platform Wokwi? 

1.3 Tujuan Laporan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah:

  1. Memahami penggunaan analog input pada Arduino Uno.
  2. Memahami proses pembacaan nilai ADC 10-bit menggunakan analogRead().
  3. Menerapkan konversi nilai analog menjadi nilai jarak menggunakan fungsi map().
  4. Menerapkan digital output menggunakan LED dan buzzer.
  5. Membuat simulasi sederhana sistem sensor parkir menggunakan Arduino Uno dan Wokwi.
  6. Mengetahui respon sistem terhadap perubahan nilai input dari potentiometer.

1.4 Manfaat Penulisan

  1. Menambah pemahaman mengenai konsep Digital dan Analog Input Output pada mikrokontroler. 
  2. Memberikan pengalaman dalam membuat simulasi rangkaian menggunakan platform Wokwi. 
  3. Memahami proses pembacaan nilai analog menggunakan Arduino Uno. 
  4. Mengetahui penerapan LED dan buzzer sebagai indikator suatu kondisi. 
  5. Memberikan gambaran sederhana mengenai penerapan sistem sensor parkir dalam kehidupan sehari-hari. 




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Digital Input dan Digital Output

Digital input dan digital output merupakan bagian penting dalam proses komunikasi antara mikrokontroler dengan komponen elektronik. Digital output digunakan ketika mikrokontroler memberikan kondisi tertentu kepada perangkat, misalnya menghidupkan atau mematikan LED.

Pada Arduino, kondisi digital umumnya direpresentasikan dengan dua keadaan, yaitu HIGH dan LOW. Konsep tersebut berkaitan dengan kondisi biner, seperti LED yang dapat berada pada kondisi menyala atau mati.

Pada simulasi ini, digital output digunakan untuk mengendalikan tiga LED dan sebuah buzzer. LED digunakan sebagai indikator kondisi jarak, sedangkan buzzer digunakan sebagai peringatan ketika jarak berada pada kondisi bahaya.

2.1.2 Analog Input dan ADC

Analog input digunakan untuk membaca nilai dari perangkat yang menghasilkan sinyal analog. Arduino Uno memiliki analog input yang menggunakan ADC atau Analog to Digital Converter dengan resolusi 10-bit. Dengan resolusi tersebut, nilai pembacaan analog berada pada rentang 0 sampai 1023.

Pada simulasi ini, potentiometer digunakan sebagai sumber input analog. Nilai yang dibaca melalui pin A0 kemudian digunakan untuk menentukan perkiraan jarak.

Pembacaan input analog dilakukan menggunakan fungsi:

analogRead(POT_PIN);

Nilai yang diperoleh kemudian diproses oleh program untuk menghasilkan nilai jarak.

2.1.3 Potentiometer

Potentiometer merupakan komponen yang dapat menghasilkan perubahan nilai tegangan berdasarkan posisi putarannya. Dalam simulasi ini, potentiometer digunakan sebagai pengganti atau simulasi sensor jarak.

Potentiometer tidak secara langsung mengukur jarak. Perubahan nilai potentiometer hanya digunakan untuk mensimulasikan perubahan jarak sehingga sistem dapat diuji tanpa menggunakan sensor jarak sebenarnya.

2.1.4 LED

LED atau Light Emitting Diode merupakan komponen yang dapat menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik. Dalam simulasi ini digunakan tiga LED dengan fungsi sebagai indikator kondisi:

  • LED hijau → kondisi aman.
  • LED kuning → kondisi hati-hati.
  • LED merah → kondisi bahaya.

Ketiga LED dikendalikan menggunakan output digital Arduino dengan fungsi digitalWrite().

2.1.5 Buzzer

Buzzer merupakan komponen output yang menghasilkan suara sebagai tanda atau peringatan. Pada simulasi ini, buzzer digunakan untuk memberikan peringatan ketika jarak berada pada kondisi bahaya.

Buzzer dikendalikan menggunakan fungsi tone() untuk menghasilkan suara dengan frekuensi 1000 Hz dan noTone() untuk menghentikannya.

 

2.2 Komponen

Komponen yang digunakan dalam simulasi sistem ini beserta fungsinya adalah sebagai berikut.

Komponen

Jumlah

Fungsi

Arduino Uno

1

Membaca input dan mengolah data 

Pontentiometer

1

Simulasi sensor jarak/input analog 

LED Hijau

1

Indikator kondisi aman

LED Kuning

1

Indikator kondisi hati-hati

LED Merah

1

Indikator kondisi bahaya

Resistor 

3

Membatasi arus LED

Buzzer

1

Memberikan peringatan suara



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Penjelasan Simulasi

3.1.1 Rangkaian Simulasi

Rangkaian Mini Parking Sensor dibuat menggunakan Arduino Uno pada platform Wokwi. Potentiometer digunakan sebagai simulasi sensor jarak dan dihubungkan ke pin analog A0 Arduino.

Rangkaian terdiri dari tiga LED sebagai indikator kondisi dan satu buzzer sebagai indikator suara. Setiap LED menggunakan resistor 220 Ω untuk membatasi arus.

Konfigurasi rangkaian yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Potentiometer: pin SIG terhubung ke A0 Arduino sebagai analog input, sedangkan VCC terhubung ke 5V dan GND terhubung ke GND.
  • LED Hijau: terhubung ke pin digital 12 melalui resistor 220Ω dan digunakan sebagai indikator kondisi aman.
  • LED Kuning: terhubung ke pin digital 8 melalui resistor 220Ω dan digunakan sebagai indikator kondisi hati-hati.
  • LED Merah: terhubung ke pin digital 4 melalui resistor 220Ω dan digunakan sebagai indikator kondisi bahaya.
  • Buzzer: pin positif terhubung ke pin digital 2 dan pin negatif terhubung ke GND sebagai indikator suara.

Gambar 3.1. Tampilan simulasi rangkaian pada Wokwi

3.1.2 Cara Kerja Sistem

  1. Arduino melakukan inisialisasi komunikasi Serial dengan kecepatan 9600 baud.
  2. Pin A0 digunakan sebagai input untuk membaca nilai dari potentiometer.
  3. Ketiga LED dan buzzer diatur sebagai output.
  4. Arduino membaca nilai analog potentiometer menggunakan analogRead().
  5. Nilai analog yang diperoleh berada pada rentang 0–1023 karena Arduino Uno menggunakan ADC 10-bit.
  6. Nilai ADC tersebut dikonversi menjadi nilai jarak dengan rentang 200–0 cm menggunakan fungsi map().
  7. Jika jarak lebih dari 100 cm, LED hijau menyala dan buzzer dalam keadaan mati. Kondisi ini menunjukkan keadaan AMAN.
  8. Jika jarak lebih dari 30 cm hingga 100 cm, LED kuning menyala dan buzzer tetap mati. Kondisi ini menunjukkan keadaan HATI-HATI.
  9. Jika jarak 30 cm atau kurang, LED merah menyala dan buzzer berbunyi dengan frekuensi 1000 Hz. Kondisi ini menunjukkan keadaan BAHAYA.
  10. Nilai jarak juga ditampilkan pada Serial Monitor sehingga perubahan nilai input dapat diamati.

3.1.3 Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan logika program yang dibuat, perubahan posisi potentiometer akan memengaruhi nilai analog yang dibaca oleh Arduino. Nilai tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai jarak menggunakan fungsi map().

Program menggunakan perintah:

int jarak = map(nilaiAnalog, 0, 1023, 200, 0);

Dengan konfigurasi tersebut, nilai potentiometer yang lebih kecil akan menghasilkan nilai jarak yang lebih besar, sedangkan nilai potentiometer yang lebih besar akan menghasilkan nilai jarak yang lebih kecil.

Sistem memiliki tiga kondisi utama. Ketika jarak lebih dari 100 cm, LED hijau menyala sebagai tanda bahwa kondisi masih aman. Ketika jarak berada pada 31–100 cm, LED kuning menyala sebagai tanda hati-hati. Sementara itu, ketika jarak 30 cm atau kurang, LED merah menyala dan buzzer berbunyi sebagai tanda bahwa kendaraan sudah berada pada jarak yang dekat atau kondisi bahaya.

Kondisi Jarak

LED

Buzzer

Status

> 100 cm

Hijau

Mati

Aman

31-100 cm

Kuning

Mati

Hati-hati

,< 30 cm

Merah

Bunyi 1000 Hz

Bahaya

Pada Serial Monitor, program menampilkan nilai jarak dalam satuan sentimeter. Dengan demikian, perubahan nilai potentiometer dapat diamati sekaligus melihat perubahan status sistem.

Gambar 3.2 Hasil simulasi pada kondisi aman

Gambar 3.3 Hasil simulasi pada kondisi hati-hati

Gambar 3.4 Hasil simulasi pada kondisi bahaya

3.2 Program

Berikut kode program yang digunakan dalam simulasi Mini Parking Sensor adalah sebagai berikut: 

#define POT_PIN A0

#define LED_GREEN 12

#define LED_YELLOW 8

#define LED_RED 4

#define BUZZER_PIN 2

 

void setup() {

  Serial.begin(9600);

 

  pinMode(POT_PIN, INPUT);

  pinMode(LED_GREEN, OUTPUT);

  pinMode(LED_YELLOW, OUTPUT);

  pinMode(LED_RED, OUTPUT);

 

  // Catatan: Buzzer menggunakan fungsi tone(),

  // pinMode untuk buzzer sebenarnya opsional jika pakai tone(),

  pinMode(BUZZER_PIN, OUTPUT);

 

  Serial.println("Sistem Sensor Parkir Aktif");

}

 

void loop() {

  int nilaiAnalog = analogRead(POT_PIN);

  int jarak = map(nilaiAnalog, 0, 1023, 200, 0);

 

  Serial.print("Jarak: ");

  Serial.print(jarak);

  Serial.println(" cm");

 

  if (jarak > 100) {

    // --- AMAN (Jauh) ---

    digitalWrite(LED_GREEN, HIGH);

    digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);

    digitalWrite(LED_RED, LOW);

    noTone(BUZZER_PIN); // Mematikan suara buzzer

   

  } else if (jarak > 30 && jarak <= 100) {

    // --- HATI-HATI (Sedang) ---

    digitalWrite(LED_GREEN, LOW);

    digitalWrite(LED_YELLOW, HIGH);

    digitalWrite(LED_RED, LOW);

    noTone(BUZZER_PIN); // Mematikan suara buzzer

   

  } else {

    // --- BAHAYA (Dekat) ---

    digitalWrite(LED_GREEN, LOW);

    digitalWrite(LED_YELLOW, LOW);

    digitalWrite(LED_RED, HIGH);

   

    // MEMBUNYIKAN BUZZER DENGAN FREKUENSI 1000 Hz

    tone(BUZZER_PIN, 1000);

  }

 

  delay(150);

}

 

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan Berdasarkan simulasi yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa Arduino Uno dapat digunakan untuk membaca input analog dari potentiometer dan mengolahnya menjadi nilai jarak yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pada sistem Mini Parking Sensor. Pembacaan potentiometer dilakukan menggunakan analogRead() dengan rentang nilai ADC 0–1023, kemudian dikonversi menjadi perkiraan jarak 200–0 cm menggunakan fungsi map().

Hasil pengolahan nilai tersebut digunakan untuk mengendalikan tiga LED sebagai indikator kondisi. LED hijau menyala ketika jarak lebih dari 100 cm sebagai kondisi aman, LED kuning menyala ketika jarak berada pada 31–100 cm sebagai kondisi hati-hati, dan LED merah menyala ketika jarak 30 cm atau kurang sebagai kondisi bahaya. Pada kondisi bahaya, buzzer juga diaktifkan menggunakan fungsi tone() dengan frekuensi 1000 Hz.

Melalui simulasi ini, konsep analog input, ADC, digital output, serta pengolahan kondisi menggunakan percabangan if-else dapat diterapkan dalam sebuah sistem sederhana yang memiliki penerapan pada kehidupan sehari-hari.

4.2 Saran

Untuk pengembangan selanjutnya, simulasi dapat dibuat lebih mendekati kondisi nyata dengan mengganti potentiometer menggunakan sensor jarak seperti HC-SR04. Sistem juga dapat dikembangkan dengan menambahkan LCD atau OLED untuk menampilkan jarak secara langsung, serta membuat pola bunyi buzzer yang berbeda sesuai dengan tingkat kedekatan kendaraan. Selain itu, sistem dapat dikembangkan agar memiliki lebih banyak rentang jarak sehingga indikator yang diberikan menjadi lebih detail. 




DAFTAR PUSTAKA

Arduino. (n.d.). analogRead(). Arduino Documentation. https://docs.arduino.cc/language-reference/en/functions/analog-io/analogRead/

Arduino. (n.d.). digitalWrite(). Arduino Documentation. https://docs.arduino.cc/language-reference/en/functions/digital-io/digitalWrite/

Arduino. (n.d.). map(). Arduino Documentation. https://docs.arduino.cc/language-reference/en/functions/math/map/

Arduino. (n.d.). tone(). Arduino Documentation. https://docs.arduino.cc/language-reference/en/functions/advanced-io/tone/

Modul Praktikum. (2026). Digital & Analog Input Output: Mengenal Proses I/O pada Mikrokontroler. Materi Praktikum Mikrokontroler.

Wokwi. (n.d.). Wokwi Documentation. https://docs.wokwi.com/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar