LAPORAN PRAKTIKUM
PENGGUNAAN LIBRARY PERIPHERAL UNTUK
AKUISISI DATA SENSOR DHT22 DAN OUTPUT TM1637 MENGGUNAKAN WOKWI
Disusun Oleh:
Alen Anang Saputri 24051204133
Detha Gracio Anggara Palimbunga 24051204219
Larasati Dwi Ariyanti Putri 24051204118
Pratindo Tri Akta 24051204189
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan
teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem embedded (tertanam)
mengalami akselerasi yang sangat pesat dalam berbagai sektor, khususnya dalam
bidang otomasi dan pemantauan parameter lingkungan secara real-time.
Parameter mikroklimat seperti suhu (temperature) dan kelembapan relatif (Relative
Humidity / RH) memegang peranan krusial dalam berbagai aplikasi, mulai dari
industri pertanian, laboratorium, hingga pemantauan ruangan cerdas (smart
room). Untuk merealisasikan sistem akuisisi data lingkungan yang handal,
dibutuhkan integrasi yang sinergis antara perangkat keras (hardware)
mikrokontroler dan perangkat lunak (software) pendukung.
Dalam
praktikum ini, papan mikrokontroler Arduino Uno yang berbasis pada arsitektur
ATmega328P dipilih sebagai unit pengolahan pusat (central processing unit)
karena fleksibilitas dan kemudahan antarmukanya. Sistem ini dikolaborasikan
dengan sensor DHT22, yang dikenal memiliki akurasi tinggi dalam mendeteksi
perubahan suhu dan kelembapan udara. Sebagai media diseminasi informasi hasil
akuisisi data, digunakan modul display 4-digit seven-segment
TM1637 yang dikendalikan melalui jalur komunikasi digital Clock (CLK)
dan Digital Input/Output (DIO).
Guna
mendukung efisiensi pembelajaran serta meminimalisir kendala fisik perangkat
keras di awal tahap perancangan, pemanfaatan platform simulasi berbasis web
seperti Wokwi menjadi solusi yang sangat efektif. Wokwi memungkinkan rekayasa
rangkaian elektronika dan eksekusi kode program secara virtual dengan akurasi
tinggi. Selain itu, implementasi library peripheral—seperti DHT.h untuk
pengelolaan protokol komunikasi sensor dan TM1637Display.h untuk manajemen
penayangan data pada display—sangat esensial dalam menyederhanakan
kompleksitas pemrograman tingkat rendah (low-level programming),
sehingga pengembang dapat berfokus pada logika fungsional sistem.
Berdasarkan
urgensi tersebut, pelaksanaan praktikum mengenai penggunaan library
peripheral untuk akuisisi data sensor DHT22 dan output TM1637
menggunakan Wokwi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, guna memberikan
pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar perancangan sistem akuisisi data
berbasis mikrokontroler.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, rumusan masalah dalam laporan praktikum ini adalah
sebagai berikut:
- Bagaimana
perancangan dan konfigurasi rangkaian perangkat keras sistem monitoring
suhu dan kelembapan menggunakan Arduino Uno, sensor DHT22, dan modul display
TM1637 pada platform simulasi Wokwi?
- Bagaimana
implementasi serta mekanisme kerja library peripheral (DHT.h dan
TM1637Display.h) dalam melakukan proses akuisisi data sensor, validasi
data, konversi tipe data, hingga penyajian informasi pada display?
- Bagaimana
analisis unjuk kerja (performance analysis) dari sistem simulasi
yang telah dibangun dalam membaca serta menampilkan parameter lingkungan
secara akurat?
1.3
Tujuan Laporan
Adapun
tujuan dari penyusunan laporan praktikum ini meliputi:
- Menjelaskan
secara rinci tahapan perancangan, konfigurasi pin, dan pembangunan
skematik simulasi sistem pemantauan suhu serta kelembapan menggunakan
Wokwi.
- Menganalisis
penerapan library peripheral dalam mengoptimalkan proses pembacaan
data sensor secara periodik serta mengontrol perangkat output
berbasis seven-segment.
- Mengevaluasi
hasil keluaran akuisisi data dari sensor DHT22 serta proses konversi nilai
desimal menjadi bilangan bulat agar dapat divisualisasikan dengan baik
pada display TM1637.
1.4
Manfaat Praktikum
Manfaat
yang dapat diperoleh dari pelaksanaan dan penyusunan praktikum ini antara lain:
- Manfaat
Akademis: Memberikan pemahaman teoretis dan praktis mengenai arsitektur
sistem embedded, teknik interaksi sensor digital, serta pemanfaatan
protokol komunikasi serial pada mikrokontroler.
- Manfaat
Teknis: Melatih keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan platform
simulasi modern (Wokwi) untuk merancang, memprogram, serta melakukan debugging
pada sistem IoT sebelum diimplementasikan ke perangkat fisik riil.
- Manfaat
Pengembangan: Menjadi referensi dasar yang aplikatif bagi pengembangan
sistem monitoring lingkungan berbasis mikrokontroler di masa mendatang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Dasar Teori
2.1.1
Arduino Uno
Arduino
Uno merupakan papan mikrokontroler yang dapat digunakan untuk mengendalikan
berbagai komponen elektronika melalui program yang dibuat oleh pengguna.
Arduino Uno menggunakan mikrokontroler ATmega328P sebagai pusat pengolahan
data. Dalam sistem berbasis sensor, Arduino Uno dapat menerima data dari
sensor, melakukan pemrosesan terhadap data tersebut, kemudian memberikan
keluaran sesuai dengan program yang telah dibuat.
Penggunaan
Arduino Uno untuk sistem pengukuran suhu dan kelembapan telah banyak diterapkan
pada penelitian sebelumnya. Satya dan Puspasari (2019) menggunakan Arduino Uno
yang terintegrasi dengan sensor DHT22 untuk merancang termohigrometer dan
melakukan pengujian terhadap hasil pengukuran suhu serta kelembapan. Hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa Arduino Uno dapat digunakan sebagai
mikrokontroler pada sistem pengukuran suhu dan kelembapan berbasis DHT22.
Pada
simulasi yang dibuat, Arduino Uno berfungsi sebagai pusat pengendalian sistem.
Arduino menerima data suhu dan kelembapan dari sensor DHT22 melalui pin
digital, kemudian mengolah nilai suhu dan mengirimkannya ke display TM1637
untuk ditampilkan.
2.1.2
Sensor DHT22
DHT22
merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan udara.
Sensor ini dapat memberikan dua jenis data pengukuran, yaitu temperatur dan
kelembapan relatif. Penggunaan DHT22 pada sistem berbasis Arduino Uno telah
diterapkan pada berbagai penelitian untuk kebutuhan pemantauan kondisi
lingkungan.
Satya
dan Puspasari (2019) melakukan penelitian mengenai pengukuran suhu dan
kelembapan udara menggunakan DHT22 berbasis Arduino Uno. Penelitian tersebut
menunjukkan bahwa sensor DHT22 dapat digunakan untuk memperoleh nilai suhu dan
kelembapan dengan melakukan pengujian terhadap hasil pengukuran dan nilai
ketidakpastiannya.
Penelitian
Islam et al. (2016) juga menggunakan sensor DHT22 yang terhubung dengan Arduino
Uno untuk melakukan pengukuran suhu dan kelembapan udara ruangan. Dalam
penelitian tersebut, DHT22 digunakan sebagai sensor pengukuran suhu dan
kelembapan, sedangkan Arduino Uno digunakan sebagai pengendali sistem.
Pada
simulasi ini, sensor DHT22 dihubungkan ke pin digital 2 Arduino Uno. Data yang
diperoleh berupa nilai suhu dan kelembapan kemudian dibaca oleh program
menggunakan fungsi readTemperature() dan readHumidity().
2.1.3
Suhu
Suhu
merupakan salah satu parameter lingkungan yang dapat digunakan untuk mengetahui
kondisi suatu ruang atau lingkungan. Pengukuran suhu dapat dilakukan
menggunakan sensor elektronik yang menghasilkan data untuk kemudian diproses
oleh mikrokontroler.
Pada
sistem berbasis Arduino Uno dan DHT22, nilai suhu dapat diperoleh secara
berkala dari sensor. Penelitian Satya dan Puspasari (2019) menunjukkan
penggunaan DHT22 berbasis Arduino Uno untuk melakukan pengukuran suhu udara dan
menganalisis hasil pengukurannya terhadap nilai acuan.
Dalam
simulasi yang dibuat, nilai suhu diperoleh dalam bentuk bilangan desimal. Nilai
tersebut kemudian dikonversi menjadi bilangan bulat sebelum ditampilkan pada
display TM1637. Sebagai contoh, apabila sensor menghasilkan nilai 52,8°C,
program mengubahnya menjadi nilai 52 sebelum ditampilkan.
2.1.4
Kelembapan
Kelembapan
merupakan parameter yang menunjukkan kandungan uap air di udara dan umumnya
dinyatakan dalam bentuk kelembapan relatif atau Relative Humidity (RH) dalam
satuan persen (%). Pengukuran kelembapan dapat dilakukan secara bersamaan
dengan pengukuran suhu menggunakan sensor DHT22.
Penelitian
Islam et al. (2016) menggunakan DHT22 untuk melakukan pemantauan suhu dan
kelembapan udara secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DHT22
dapat digunakan untuk memperoleh data suhu dan kelembapan pada sistem berbasis
Arduino Uno.
Pada
simulasi ini, nilai kelembapan tetap dibaca oleh Arduino menggunakan sensor
DHT22. Namun, nilai tersebut tidak ditampilkan pada display. Data kelembapan
digunakan sebagai bagian dari proses pemeriksaan keberhasilan pembacaan sensor.
2.1.5
Display 4-Digit TM1637
merupakan
modul display seven-segment yang dapat digunakan untuk menampilkan nilai
numerik. Modul ini menggunakan empat digit seven-segment dan dapat dikendalikan
oleh mikrokontroler melalui jalur komunikasi CLK dan DIO.
Penggunaan
TM1637 sebagai media penampil pada sistem berbasis Arduino dapat ditemukan pada
penelitian Vicias et al. (2024). Penelitian tersebut menggunakan Arduino Uno
sebagai pengendali dan display seven-segment TM1637 untuk menampilkan nilai
waktu dan kecepatan pada perangkat orbital shaker.
Pada
simulasi ini, display TM1637 digunakan untuk menampilkan nilai suhu yang telah
diproses oleh Arduino Uno. Pin CLK display dihubungkan ke pin digital 4
Arduino, sedangkan pin DIO dihubungkan ke pin digital 5. Program menggunakan
library TM1637Display untuk mengatur tampilan angka pada display.
2.1.6
Sistem Monitoring Suhu Kelembapan
Sistem
monitoring suhu dan kelembapan merupakan sistem yang digunakan untuk memperoleh
dan menampilkan informasi mengenai kondisi suhu dan kelembapan suatu
lingkungan. Sistem tersebut umumnya terdiri dari sensor sebagai perangkat
pembaca kondisi lingkungan, mikrokontroler sebagai pengolah data, dan perangkat
output sebagai media penyampaian informasi.
Penelitian
Maulia et al. (2024) menunjukkan penerapan simulasi pengukuran suhu dan
kelembapan menggunakan Arduino Uno dan sensor DHT22 pada platform Wokwi.
Penelitian tersebut menggunakan simulasi untuk menguji fungsi perangkat dan
kode program tanpa menggunakan perangkat keras secara langsung.
Pada
simulasi ini, sistem bekerja dengan alur DHT22 membaca suhu dan kelembapan,
kemudian Arduino Uno menerima dan memeriksa data tersebut. Apabila pembacaan
valid, nilai suhu diproses dan ditampilkan melalui display TM1637. Proses
pembacaan dilakukan kembali secara berkala sehingga nilai suhu dapat dipantau
secara berulang.
2.2
Komponen
2.2.1
Arduino Uno
Arduino
Uno digunakan sebagai mikrokontroler utama dalam simulasi. Komponen ini
bertugas menerima data dari sensor DHT22, melakukan pengolahan data, serta
mengendalikan display TM1637.
2.2.2
Sensor DHT22
DHT22
digunakan sebagai sensor untuk membaca suhu dan kelembapan lingkungan. Sensor
ini memberikan data suhu dan kelembapan yang kemudian diproses oleh Arduino
Uno.
2.2.3
Display 4-Digit TM1637
Display
TM1637 digunakan sebagai media keluaran untuk menampilkan nilai suhu yang telah
diproses oleh Arduino Uno. Display terdiri dari empat digit seven-segment
sehingga dapat menampilkan nilai numerik.
2.2.4
Kabel Penghubung
Kabel
penghubung digunakan untuk menghubungkan Arduino Uno dengan sensor DHT22 dan
display TM1637. Kabel menghubungkan jalur daya dan jalur komunikasi antar
komponen sesuai dengan rangkaian simulasi.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Penjelasan Simulasi
Pada
praktikum ini dibuat sebuah simulasi sistem untuk membaca suhu dan kelembapan
menggunakan sensor DHT22 serta menampilkan hasil pembacaan suhu menggunakan
display 4-digit TM1637. Sistem dikendalikan oleh Arduino Uno yang berfungsi
sebagai mikrokontroler untuk menerima, mengolah, dan menampilkan data dari
sensor.
Komponen
yang digunakan dalam simulasi adalah:
- Arduino
Uno sebagai mikrokontroler.
- Sensor
DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembapan.
- Display
4-digit TM1637 sebagai media untuk menampilkan nilai suhu.
- Kabel
penghubung untuk menghubungkan setiap komponen.
3.1.1
Rangkaian Simulasi
Sensor
DHT22 dihubungkan ke Arduino Uno dengan pin DATA pada digital pin 2. Pin VCC
sensor dihubungkan ke 5V Arduino, sedangkan pin GND dihubungkan ke GND Arduino.
Display TM1637 memiliki empat
koneksi, yaitu VCC, GND, CLK, dan DIO. Pin CLK dihubungkan ke digital pin 4,
sedangkan pin DIO dihubungkan ke digital pin 5. VCC dan GND digunakan sebagai
sumber tegangan dan ground.
Konfigurasi
pin tersebut sesuai dengan program yang digunakan:
|
#define DHTPIN 2 #define DHTTYPE DHT22 #define CLK 4 #define DIO 5 |
3.1.2
Gambar Rangkaian Simulasi
3.1.3
Cara Kerja Simulasi
Cara
kerja sistem dimulai ketika Arduino Uno menjalankan program. Pada saat pertama
kali dijalankan, Arduino melakukan inisialisasi terhadap sensor DHT22 dan
display TM1637.
Sensor
DHT22 kemudian melakukan pembacaan terhadap kondisi lingkungan dan menghasilkan
dua data, yaitu suhu dan kelembapan. Data suhu disimpan dalam variabel temperature,
sedangkan data kelembapan disimpan dalam variabel humidity.
Setelah
data diperoleh, program melakukan pengecekan untuk memastikan hasil pembacaan
sensor valid. Jika data berhasil dibaca, nilai suhu akan diproses untuk
ditampilkan pada display TM1637.
Nilai
suhu dari DHT22 dapat berupa angka desimal. Sebagai contoh, pada simulasi
diperoleh suhu 52,8°C. Program kemudian mengubah nilai tersebut menjadi
bilangan bulat:
|
int temp = (int)temperature; |
Sehingga
nilai:
52,8°C → 52
Nilai 52 kemudian ditampilkan pada display TM1637.
Sementara
itu, nilai kelembapan juga dibaca oleh Arduino, tetapi pada program ini nilai
kelembapan tidak ditampilkan pada display. Nilai tersebut digunakan dalam
proses pengecekan keberhasilan pembacaan sensor. Apabila terjadi kesalahan
dalam pembacaan suhu atau kelembapan, program akan menampilkan angka 9999 pada
display sebagai indikator bahwa data sensor tidak valid.
Setelah
proses pembacaan selesai, program memberikan jeda selama 2 detik. Setelah itu,
Arduino kembali membaca data dari sensor. Proses tersebut berlangsung secara
berulang selama sistem dijalankan.
Secara
sederhana, alur kerja sistem dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sensor DHT22 → Arduino Uno → Membaca suhu & kelembapan → Memeriksa data →
Mengolah suhu → TM1637 menampilkan suhu → Delay 2 detik → Pembacaan kembali
3.1.4
Hasil Simulasi
Berdasarkan
simulasi yang dilakukan, sensor DHT22 berhasil membaca kondisi lingkungan
dengan hasil:
- Suhu:
52,8°C
- Kelembapan:
55,0%
Nilai
suhu sebesar 52,8°C kemudian dikonversi menjadi bilangan bulat oleh program
sehingga display TM1637 menampilkan angka 52.
Hal tersebut menunjukkan bahwa rangkaian dan program dapat bekerja sesuai
dengan konfigurasi yang telah dibuat.
3.1.5
Screenshot Hasil Simulasi
3.2
Kode Program
Program
dibuat menggunakan bahasa pemrograman C/C++ pada Arduino. Program membutuhkan
dua library, yaitu DHT.h untuk mengoperasikan sensor DHT22 dan TM1637Display.h
untuk mengoperasikan display TM1637.
3.2.1
Source code
|
#include
<TM1637Display.h> #include <DHT.h> // Define the DHT22 sensor
and TM1637 pins #define DHTPIN 2 // DHT22 sensor data pin connected to
digital pin 2 #define DHTTYPE DHT22 // Define the type of DHT sensor #define CLK 4 // TM1637 clock pin connected to
digital pin 4 #define DIO 5 // TM1637 data pin connected to
digital pin 5 DHT dht(DHTPIN,
DHTTYPE); // Initialize the
DHT22 sensor TM1637Display display(CLK,
DIO); // Initialize the TM1637 display void setup() { dht.begin(); // Start the DHT sensor display.setBrightness(0x0f); // Set the brightness of the display } void loop() { float humidity = dht.readHumidity(); float temperature = dht.readTemperature(); // Check if readings are valid if (isnan(humidity) || isnan(temperature))
{ display.showNumberDec(9999); // Show
error if reading fails } else { // Display temperature on TM1637 int temp = (int)temperature; display.showNumberDec(temp); } delay(2000); // Wait 2 seconds before
reading again } |
3.2.2
Analisis dan Pembahasan Struktur Program
Program
simulasi terdiri dari beberapa bagian utama yang saling berhubungan. Struktur
program dibuat untuk membaca data dari sensor DHT22 dan menampilkan nilai suhu
pada display TM1637.
- Pemanggilan
Library
|
#include
<TM1637Display.h> #include
<DHT.h> |
Library
DHT.h digunakan untuk mengakses sensor DHT22, sedangkan TM1637Display.h
digunakan untuk mengontrol display TM1637.
2.
Pendefinisian
Pin
|
#define DHTPIN 2 #define DHTTYPE DHT22 #define CLK 4 #define DIO 5 |
Sensor
DHT22 menggunakan pin digital 2. Display TM1637 menggunakan pin 4 untuk CLK dan
pin 5 untuk DIO.
3.
Inisialisasi
Komponen
|
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE); TM1637Display display(CLK,
DIO); |
Bagian
ini membuat objek untuk sensor DHT22 dan display TM1637 agar dapat digunakan
dalam program.
4.
Fungsi
setup()
|
void setup() { dht.begin(); display.setBrightness(0x0f); } |
Fungsi
setup() dijalankan sekali saat Arduino mulai. Sensor diaktifkan dan tingkat
kecerahan display diatur.
5.
Fungsi
loop()
|
float humidity =
dht.readHumidity(); float temperature =
dht.readTemperature(); |
Arduino
membaca nilai kelembapan dan suhu dari sensor DHT22 secara berulang.
6.
Pengecekan
dan Penampilan Data
|
if
(isnan(humidity) || isnan(temperature)) { display.showNumberDec(9999); }
else { int
temp = (int)temperature; display.showNumberDec(temp); } |
Program
memeriksa apakah data sensor valid. Jika terjadi kesalahan, display menampilkan
9999. Jika pembacaan berhasil, nilai suhu diubah menjadi bilangan bulat
dan ditampilkan pada TM1637.
7.
Jeda
Program
|
delay(2000); |
Program
berhenti selama 2 detik sebelum melakukan pembacaan sensor berikutnya.
Secara keseluruhan, struktur program sudah sesuai dengan rangkaian simulasi.
Arduino menerima data dari DHT22, memproses nilai suhu, kemudian menampilkan
hasilnya pada TM1637 secara berulang.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil desain, penulisan program, dan pengujian simulasi "Tampilan Suhu dan
Kelembaban Real-Time" menggunakan platform Wokwi, dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
- Abstraksi
Kompleksitas Perangkat Keras: Penggunaan pustaka open source pihak ketiga,
khususnya DHT.h dan TM1637Display.h, terbukti secara signifikan mengurangi
kerumitan dalam pemrograman tingkat rendah. Sistem komputasi pada
mikrokontroler dapat secara otomatis mengelola kalkulasi rentang waktu
(timing) pulsa dari jalur komunikasi 1-wire sensor DHT22 tanpa
mengharuskan pengembang untuk secara manual mendefinisikan sinyal
berdasarkan datasheet perangkat keras. Ini menjadikan struktur kode
program lebih ringkas, bersih (clean code), dan mengurangi risiko syntax
error, sehingga pengembang dapat lebih memusatkan efisiensi pada desain
logika bisnis dan alur program utama.
- Keandalan
Pengolahan I/O Terkoneksi: Mikrokontroler ESP32 menampilkan kinerja
komputasi yang stabil saat melaksanakan dua protokol komunikasi periferal
yang berbeda secara bersamaan. ESP32 dapat memperoleh data mentah
beresolusi 16-bit dari sensor lingkungan (suhu dan kelembapan),
memeriksanya untuk mencegah kesalahan (Not a Number / NaN), dan
mengubahnya menjadi format desimal yang tepat. Data tersebut lalu
diarahkan melalui pin transmisi khusus (CLK dan DIO) ke tampilan TM1637
secara langsung. Seluruh proses akuisisi dan visualisasi informasi ini
berlangsung lancar tanpa menyebabkan penumpukan proses (bottleneck)
komputasi di loop utama mikrokontroler.
4.2
Saran
Meskipun
prototipe simulasi ini telah berjalan dengan baik untuk menunjukkan parameter
lingkungan secara langsung di layar lokal, sistem ini tetap beroperasi terbatas
sebagai perangkat yang berdiri sendiri (standalone device). Untuk pengembangan
di masa yang akan datang, disarankan agar memanfaatkan kemampuan modul Wi-Fi
internal pada chip ESP32 untuk mentransmisikan muatan data sensor secara
terus-menerus ke server pusat, sehingga mengubahnya menjadi ekosistem Internet
of Things (IoT). Backend infrastructure ini bisa dibuat menggunakan framework
Laravel (PHP) dengan database MySQL untuk tujuan pencatatan riwayat metrik
(data logging) yang ditampilkan melalui dasbor web. Di samping itu, agar sistem
tidak sekadar berfungsi sebagai alat pemantau, perancangan ini sebaiknya
ditingkatkan menjadi sistem otomatisasi dengan menambahkan komponen aktuator
seperti Relay atau Buzzer, yang diaktifkan oleh algoritma thresholding sehingga
mikrokontroler dapat mengambil keputusan secara mandiri untuk memutuskan arus
atau membunyikan alarm ketika suhu melebihi batas yang ditentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat,
D., & Sari, I. (2021). Monitoring suhu dan kelembaban berbasis Internet of
Things (IoT). Jurnal Penelitian Teknik Informatika, 4(1), 525-530. https://www.researchgate.net/publication/378673090_MONITORING_SUHU_DAN_KELEMBABAN_BERBASIS_INTERNET_of_THINGS_IoT
Satya
& Puspasari (2019), Kajian Ketidakpastian Pengukuran Suhu dan Kelembaban
Udara pada Sensor DHT22 Berbasis Arduino Uno. https://doi.org/10.25077/jif.11.2.102-110.2019
Islam
et al. (2016), Sistem Kendali Suhu dan Pemantauan Kelembaban Udara Ruangan
Berbasis Arduino Uno dengan Menggunakan Sensor DHT22 dan Passive Infrared (PIR).
https://doi.org/10.21009/0305020123
Maulia
et al. (2024), Simulasi Pengukuran Suhu dan Kelembaban Ruangan Menggunakan
Arduino Uno dan DHT22 pada Wokwi. https://doi.org/10.55606/jtmei.v3i4.4544
Vicias
et al. (2024), Production of an Orbital Shaker Device with Time and
Rotational Speed Control Using Potentiometer Based on Arduino Uno. https://doi.org/10.23960/jemit.v5i1.219
LAMPIRAN
-
https://wokwi.com/projects/475583126601300993
Tidak ada komentar:
Posting Komentar